Sabtu, Mei 2, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 12

Prestasi Beruntun! Lampung Selatan Raih Opini Kualitas Tinggi Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 2025

0

 

BANDAR LAMPUNG, (Ltc):

Prestasi demi prestasi terus ditorehkan Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati Muhammad Syaiful Anwar.

Kali ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan meraih Opini Ombudsman Republik Indonesia kategori Kualitas Tinggi dalam Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2025.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung berdasarkan periode observasi pada September hingga November 2025 pada acara Penyampaian Hasil Penilaian/Opini Ombudsman RI Tahun 2025.

Penyerahan penghargaan berlangsung di Gedung Balai Keratun Lantai III, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin (9/2/2026), dan diserahkan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela kepada Plt Asisten Administrasi Umum Setdakab Lampung Selatan, Edy Firnandi, disaksikan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung, Nur Rahman Yusuf.

Penilaian ini mengacu pada Peraturan Ombudsman Nomor 61 Tahun 2025 tentang Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik sebagai bagian dari fungsi pengawasan pelayanan publik secara nasional. Dalam hasil penilaian tersebut, Kabupaten Lampung Selatan memperoleh nilai 80,51 dengan predikat Baik (Kualitas Tinggi).

Adapun unit layanan yang menjadi objek penilaian meliputi Dinas Sosial, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Ketiga unit layanan tersebut dinilai menunjukkan kualitas pelayanan publik yang baik dan konsisten memenuhi standar pelayanan kepada masyarakat.

Plt Asisten Administrasi Umum Setdakab Lampung Selatan, Edy Firnandi, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Berdasarkan hasil pengawasan pelayanan publik, Kabupaten Lampung Selatan berhasil meraih Predikat Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2025 dari Ombudsman RI dengan nilai 80,51 kategori Baik atau Opini Kualitas Tinggi,” ujar Edy.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Egi-Syaiful dalam memperbaiki tata kelola pelayanan publik agar semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Alhamdulillah, Kabupaten Lampung Selatan mendapatkan penghargaan Opini Kualitas Tinggi dari Ombudsman RI. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tambahnya.

Edy juga menegaskan bahwa hasil penilaian Ombudsman RI akan dijadikan bahan evaluasi dan penguatan sistem pelayanan publik ke depan. Pemkab Lampung Selatan berkomitmen mendorong pelayanan yang semakin cepat, mudah, serta akuntabel bagi masyarakat.

Penghargaan ini sekaligus mempertegas posisi Kabupaten Lampung Selatan sebagai salah satu daerah di Provinsi Lampung yang serius membangun pelayanan publik berkualitas dan berintegritas, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan peningkatan kinerja pemerintahan daerah. (Kmf/*/red)

Kabupaten Lampung Selatan Di percaya sebagai motor penguatan hilirisasi peternakan ayam nasional

0

JATI AGUNG, (Ltc):

Kabupaten Lampung Selatan kembali dipercaya sebagai salah satu lokasi program strategis nasional. Kepercayaan itu ditandai dengan dimulainya program hilirisasi industri ayam terintegrasi yang diproyeksikan menjadikan daerah ini sebagai motor penguatan hilirisasi peternakan ayam nasional sekaligus penyangga pasokan protein hewani untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program tersebut merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian RI serta Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Pembangunan resmi dimulai melalui kegiatan groundbreaking di Perkebunan PTPN I Region 7 Trikora, Desa Rejomulyo, Kecamatan Jati Agung, pada Jumat (6/2/2026).

Groundbreaking dilaksanakan hanya sehari setelah audiensi antara Ditjen PKH Kementerian Pertanian RI dan Bupati Lampung Selatan pada Kamis (5/2/2026), menandakan percepatan implementasi program yang menjadi prioritas pemerintah pusat tersebut.

Salah satu program utama yang akan dijalankan adalah skema “Ayam Merah Putih”, yakni model pengembangan peternakan ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Program ini mencakup penyediaan bibit ayam, pakan, kandang, hingga penguatan industri pengolahan, sehingga peternak tidak lagi bergantung pada penjualan ayam hidup, tetapi dapat memperoleh nilai tambah dari produk olahan.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengatakan pembangunan hilirisasi pangan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat sektor pertanian dan peternakan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan kegiatan groundbreaking dengan PTPN I dan Danantara terkait pembangunan hilirisasi pangan yang ada di Lampung Selatan,” ujar Egi.

Bupati Egi menjelaskan, kehadiran industri hilir yang terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas peternakan ayam serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.

“Kami optimistis ini akan mampu menggerakkan ekonomi lokal dan menciptakan domino efek terhadap potensi yang ada di daerah sini,” lanjutnya.

Program hilirisasi tersebut dirancang untuk memperkuat rantai pasok sektor peternakan, mulai dari produksi, pengolahan, hingga distribusi.

Dengan sistem terintegrasi, hasil peternakan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan daerah, tetapi juga menopang kebutuhan nasional.

Selain memperkuat ketahanan pangan, proyek ini juga diproyeksikan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan peternak, serta menumbuhkan sektor usaha pendukung di Lampung Selatan.

Pemerintah daerah pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program strategis pemerintah pusat yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. (ptm-Kmf/*/red)

DPD Partai Golkar Lamsel Audensi Dengan Bupati Egi bahas Sektor Pariwisata

0

KALIANDA, (Ltc):

Sektor pariwisata menjadi fokus utama dalam audiensi antara DPD Partai Golkar Lampung Selatan dan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang berlangsung di rumah dinas bupati, pada Kamis malam (5/2/2026).

Pertemuan yang dikemas dalam suasana silaturahmi itu menegaskan komitmen bersama antara pemerintah daerah dan partai politik untuk memperkuat kolaborasi pembangunan daerah, khususnya dalam pengembangan potensi wisata.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan bahwa sektor pariwisata menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah ke depan, selain ketahanan pangan. Menurutnya, pariwisata memiliki dampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, termasuk penguatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kenapa pariwisata kita pilih, karena dampaknya luas. UMKM bisa tumbuh, masyarakat bisa berjualan suvenir, makanan, dan oleh-oleh. Ini yang sedang kami dorong secara maksimal,” ujar Bupati Egi.

Ketua DPD Partai Golkar Lampung Selatan, Agus Sutanto, dalam kesempatan tersebut menyatakan dukungannya terhadap kebijakan dan program Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, termasuk pembangunan infrastruktur yang dinilai telah memberikan kontribusi positif bagi kemajuan sektor pariwisata.

Agus menilai Kabupaten Lampung Selatan memiliki potensi wisata yang sangat besar dengan bentang alam yang lengkap, mulai dari wilayah pesisir, pegunungan hingga persawahan. Potensi tersebut, menurutnya, perlu dikelola secara serius agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. “Lampung Selatan ini lengkap. Laut kita luas, gunung ada, sawah ada. Ini potensi luar biasa yang ke depan harus dikelola serius. Kami melihat langkah pak bupati sudah mengarah ke sana, apalagi akses jalannya semakin baik sehingga orang dari Jawa bisa mampir,” katanya.

Dalam audiensi tersebut, Agus juga mengusulkan kembali konsep pengembangan pariwisata pesisir bertajuk “Kalianda Sunset Route” yang memanfaatkan potensi pantai dari kawasan Bom hingga Merak Belantung sebagai destinasi unggulan. “Dulu kita pernah punya rencana membentuk Kalianda Sunset Route. Mudah-mudahan ke depan bisa digarap dari sisi pariwisata, karena potensi pantai Lampung Selatan luar biasa,” ujarnya.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Egi menyambut baik silaturahmi dan komunikasi yang terbangun antara pemerintah daerah dan partai politik. Ia menilai kolaborasi lintas pihak menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan daerah. “Saya ingin kita berlari cepat. Kabupaten ini sudah terlalu lama tertinggal. Ke depan saya sangat terbuka dengan kolaborasi, dengan anggota dewan, partai politik, siapa pun, yang penting untuk kepentingan masyarakat Lampung Selatan,” tegasnya. (ptm-Kmf/*/red)

Dilantik di Tengah Pasar, Bupati Egi Ingatkan Pejabat soal Realitas Pengabdian

0

KALIANDA, (Ltc)

Pelantikan pejabat struktural Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan kali ini berlangsung tak biasa. Bukan di ruang rapat berpendingin udara atau gedung mewah, melainkan di terminal Pasar Inpres Kalianda, ruang publik yang menjadi denyut kehidupan masyarakat ibu kota Kalianda.

Di tengah aktivitas pasar dan disaksikan langsung para pedagang, sebanyak 22 pejabat administrator dan 7 pejabat pengawas dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, Rabu (4/2/2026).

Suasana yang biasanya sepi dari kegiatan pemerintahan pagi itu justru dipenuhi puluhan pejabat struktural di lingkungan Pemkab Lampung Selatan.

Selain pelantikan tersebut, 7 pejabat struktural juga menerima tugas tambahan sebagai Pelaksana tugas (Plt) sebagai kepala dinas (4 orang), kepala bidang (2 orang), dan kepala sub bidang (1 orang) di sejumlah perangkat daerah.

Bupati Egi menegaskan, pemilihan Terminal Pasar Inpres Kalianda sebagai lokasi pelantikan bukan tanpa alasan. Menurutnya, prosesi tersebut menjadi pengingat bahwa realitas pengabdian tidak selalu berada dalam kondisi yang sejuk dan nyaman.

“Saya lantik bapak ibu semua di tengah-tengah masyarakat, disaksikan langsung para pedagang yang ada di Pasar Inpres. Ini adalah realita yang terjadi hari ini,” ujar Bupati Egi.

Ia menambahkan, integritas aparatur tidak diukur dari penampilan atau pencitraan semata, melainkan dari kejujuran dan hasil kerja yang nyata.

Di ruang publik seperti pasar, para pejabat diharapkan mampu merasakan langsung denyut kehidupan masyarakat yang sesungguhnya.

Sebagai kepala daerah yang dipilih oleh rakyat, Bupati Egi mengaku membutuhkan pejabat yang mampu bekerja dengan empati dan kesadaran penuh terhadap kondisi riil di lapangan. “Jangan yang sudah naik jabatan merasa menjadi pejabat lalu lupa daratan. Kita harus bekerja dengan hati, bekerja melihat realita. Hari ini pasar kita banyak yang mengeluhkan sepi. Banyak sepi,” kata Bupati Egi.

Ia menekankan bahwa keputusan penempatan pejabat telah melalui proses panjang dan selektif. Dalam menjalankan tugas, seluruh pejabat yang dilantik diminta menghidupkan semangat Lamsel Betik (Bebas Transaksi Ilegal dan Korupsi) sebagai karakter birokrasi Lampung Selatan. “Hati-hati penggunaan anggaran. Jangan sampai tidak tepat sasaran atau ada main-main. Walaupun saya orangnya tidak teliti, yang mengawasi kita banyak. Saya sudah remind dari sekarang,” tegas Bupati Egi.

Menurutnya, integritas, kejujuran, dan kebersihan dalam menjalankan amanah merupakan fondasi utama birokrasi yang dipercaya masyarakat. Pelantikan di ruang publik ini diharapkan menjadi simbol bahwa jabatan tidak pernah bekerja dalam keheningan, melainkan selalu hadir di tengah suara, tuntutan, dan konsekuensi pelayanan publik. (Az/*/red)

Kantor Kementerian Haji & Umroh Kabupaten Lampung Selatan Laksanakan Manasik Haji 2026

0

KALIANDA, (Ltc):
Upaya meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan bagi jamaah haji reguler dalam melaksanakan ibadah haji tahun 1446 Hijriah tahun 2026.

Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lampung Selatan melaksanakan manasik haji tingkat kabupaten, di Aula PKK Kalianda pada Selasa (3/2/2026). “Manasik haji ini dilakukan secara terencana, sistimatis, terukur dan terstruktur berdasarkan UU No.14 tahun 2025 tentang, penyelenggaraan haji dan umrah. Lalu, keputusan Dirjen Bina Penyelenggara haji dan umrah No.4/BN/2026 tentang, pedoman penyelenggaraan Bimbingan Manasik Haji terintegritas di Kabupaten/Kota dan Kecamatan tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi,” kata Marwiyah Amin Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lampung Selatan Marwiyah Amin.

Menurut Marwiyah, tujuan manasik haji ini untuk meningkatkan kwalitas ibadah haji dan pelaksaan bimbingan manasik haji dan jamaah haji serta dapat memahami tatacara dan praktek ibadah sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Untuk kegiatan manasik haji dilaksanakan selama 5 hari. Dimana, satu hari di tingkat kabupaten dan 4 hari ditingkat kecamatan. “Jamaah haji yang akan berangkat ketanah suci Mekah sebanyak 412 orang dengan rincian 188 orang jamaah laki – laki dan 224 orang jamaah haji perempuan ditambah 2 orang PHD yakni pelayanan umum dan pelayan kesehatan. Maka, total 414 orang. Untuk jamaah haji tertua berusia 85 tahun dan termuda 17 tahun,” katanya.

Sementara, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Anton Carmana SE, mengatakan pelaksanaan manasik ini memiliki landasan spiritual yang kuat sebagaimana Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 197:
“(Musim) haji itu (pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Barang siapa mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, maka janganlah dia berbuat rafaś, berbuat maksiat dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala kebaikan yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya. Berbekallah kamu, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang mempunyai pikiran sehat.”

“Ayat ini mengingatkan kita bahwa persiapan haji bukan sekadar bekal materi, melainkan bekal ilmu dan ketaqwaan yang hari ini mulai kita asah melalui bimbingan manasik,”ujarnya, ketika membuka secara resmi kegiatan manasik haji.

Dia menjelaskan, kegiatan manasik hari ini memiliki makna historis bagi kita di Lampung Selatan. Ini adalah bimbingan manasik pertama yang diselenggarakan secara mandiri oleh Kantor Kementerian Haji dan Umrah, sebuah institusi yang kini berdiri tegak secara spesifik untuk melayani urusan tamu-tamu Allah setelah bertransformasi dari Kementerian Agama. Semoga semangat baru ini membawa keberkahan dan pelayanan yang jauh lebih prima bagi Bapak dan Ibu sekalian.

Dia menambahkan, Ibadah haji adalah perjalanan hati menuju Sang Khalik. Dan tujuan utama kegiatan ini adalah agar Bapak dan Ibu dapat memahami tata cara ibadah haji yang benar sesuai syariat. Secara filosofis, manasik adalah “peta jalan” agar Bapak dan Ibu tidak tersesat dalam ritual, sehingga setiap tetes keringat dan lelah di tanah suci nanti bernilai ibadah yang sah. “Saya berharap, setelah memahami dan mengerti setiap rukun dan wajib haji melalui manasik ini, Bapak dan Ibu dapat menjalankan ibadah dengan lancar, tenang, dan penuh kekhusyukan. Ujung dari pemahaman yang benar adalah lahirnya perubahan perilaku yang membawa Bapak dan Ibu menjadi Haji dan Hajah yang Mabrur dan Mabruroh,”jelasnya.(Bdt/*/*/red)

Asisten Bidang Pemerintah & Kesra Darmawan: “Pentingnya disiplin dan peningkatan kinerja sebagai kunci utama memberikan pelayanan publik berkualitas

0

KALIANDA, (Ltc):

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, M. Darmawan, memimpin apel mingguan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lapangan Korpri, Kalianda, pada Senin (2/2/2026).

Dalam kesempatan itu, Darmawan menegaskan pentingnya disiplin dan peningkatan kinerja sebagai kunci utama dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas.

Apel rutin pada pekan pertama Februari 2026 tersebut diikuti jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama, kepala perangkat daerah, pejabat administrator, pejabat fungsional, serta seluruh ASN, baik PNS, PPPK, maupun PPPK Paruh Waktu.

Menyampaikan amanat Bupati Lampung Selatan, Darmawan mengingatkan bahwa disiplin ASN tidak semata-mata dimaknai sebagai kepatuhan terhadap jam kerja atau aturan administrasi. Lebih dari itu, disiplin merupakan cerminan tanggung jawab, integritas, dan komitmen sebagai pelayan masyarakat. “Disiplin bukan sekadar datang tepat waktu atau mematuhi aturan administrasi, tetapi disiplin adalah cerminan tanggung jawab, integritas, dan komitmen kita sebagai Aparatur Sipil Negara,” ujar Darmawan.

Ia juga mengajak seluruh ASN untuk terus memperbaiki etos kerja, meningkatkan profesionalisme, serta menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan dan semangat melayani. Menurutnya, setiap pekerjaan yang dijalankan memiliki dampak langsung terhadap kualitas pelayanan publik dan tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. “Ingatlah bahwa setiap tugas yang kita jalankan, sekecil apa pun, memiliki dampak langsung terhadap kualitas pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah,” katanya.

Lebih lanjut, Darmawan mendorong seluruh aparatur menjadikan setiap hari kerja sebagai ladang pengabdian, setiap tantangan sebagai peluang untuk berkembang, dan setiap amanah sebagai sebuah kehormatan yang harus dijaga. “Teruslah bekerja dengan hati, melayani dengan sepenuh jiwa, dan menjaga integritas dalam setiap langkah,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Darmawan juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh ASN atas dedikasi serta kerja keras yang telah ditunjukkan selama ini dalam mendukung roda pemerintahan dan pembangunan daerah. “Tetap semangat, tetap kompak, dan terus berkontribusi terbaik untuk Kabupaten Lampung Selatan tercinta,” kata Darmawan. (dul/*/red)

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama & Wakil Bupati M. Syaiful Anwar Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026

0

BOGOR, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Rakornas yang dihadiri kepala daerah dari seluruh Indonesia tersebut dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah dalam mendukung program prioritas nasional.

Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam memperkuat koordinasi lintas pemerintahan, sekaligus memastikan program nasional dapat diimplementasikan secara efektif hingga tingkat daerah.

Selain kepala daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lampung Selatan turut hadir sesuai undangan Kementerian Dalam Negeri, di antaranya Ketua DPRD Erma Yusneli, Dandim 0421/LS Letkol Kav M. Nuril Ambiyah, Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri, serta Kajari Lampung Selatan Suci Wijayanti. Rakornas tahun ini mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045”, yang menekankan pentingnya kolaborasi dan keselarasan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa aparatur pemerintahan di semua tingkatan harus memahami perannya sebagai pelayan rakyat, dengan mengedepankan kepemimpinan yang jujur, adil, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Menurut Presiden, stabilitas nasional dan percepatan pembangunan hanya dapat tercapai apabila pemerintah bekerja sepenuhnya untuk rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

“Rakyat kita adalah rakyat yang baik. Mereka mendambakan pemimpin yang adil, jujur, dan bekerja untuk kepentingan seluruh rakyat, bukan segelintir orang,” tegas Presiden Prabowo.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyambut positif pelaksanaan Rakornas tersebut sebagai momentum memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat.

Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyatakan kesiapan untuk mendukung dan mengimplementasikan berbagai program prioritas nasional, termasuk penguatan ketahanan pangan, pemulihan dan pertumbuhan ekonomi daerah, serta menjaga stabilitas keamanan dan kondusivitas pemerintahan. (Nsy-Kmf/*/red)

Bupati Egi Hadiri Mukercab DPC PDIP Lampung Selatan

0

KALIANDA, (Ltc):

Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Lampung Selatan menggelar Musyawarah Anak Cabang ke-VI sebagai upaya memperkuat konsolidasi organisasi dan regenerasi kepemimpinan partai di tingkat kecamatan, yang berlangsung di Gedung Olahraga Way Handak, Kalianda, pada Minggu (1/2/2026).

Musancab ke-VI diikuti seluruh jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC), serta Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) Ranting se-Kabupaten Lampung Selatan. Agenda utama musyawarah ini adalah pemilihan ketua, sekretaris, dan bendahara PAC sebagai bagian dari penataan struktur organisasi partai yang lebih solid dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lampung Selatan, serta sejumlah pejabat daerah.

Hadir pula Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung Winarti, Anggota Komisi V DPR RI Mukhlis Basri, Ketua DPC PDI Perjuangan Lampung Selatan Lesty Putri Utami beserta jajaran pengurus, serta pimpinan partai politik lainnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Lampung Selatan, Lesty Putri Utami, menegaskan bahwa Musancab merupakan momentum strategis untuk memperkuat soliditas internal partai sekaligus memperbarui kepemimpinan di tingkat kecamatan.

“Musancab ini menjadi momentum penting untuk konsolidasi partai, sekaligus menggerakkan kader PDI Perjuangan agar semakin aktif dan hadir di tengah-tengah masyarakat,” ujar Lesty Putri Utami. Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen, termasuk organisasi politik, dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.

Menurutnya, Musancab tidak sekadar menjadi agenda internal partai, melainkan mencerminkan kedewasaan organisasi politik dalam mengelola dinamika internal serta berkontribusi nyata bagi masyarakat.

“Pembangunan tidak lahir dari satu tangan. Ia merupakan hasil kebersamaan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga arah pembangunan tetap inklusif dan berkelanjutan,” ujar Bupati Egi.

Ia berharap Musancab ke-VI PDI Perjuangan Lampung Selatan dapat berlangsung lancar, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan, sehingga menghasilkan keputusan yang visioner dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Setiap elemen masyarakat, termasuk organisasi politik, memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem pembangunan daerah,” kata Bupati Egi. (Nsy-Kmf/*/red)

Bupati Egi Tembus Forum Internasional Jepang, Serap Sistem Pengelolaan Sampah Kelas Dunia untuk Lampung Selatan

0

JEPANG, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama mengikuti workshop internasional pengelolaan sampah dan lingkungan yang digelar Pemerintah Jepang di Tokyo pada 25-31 Januari 2026.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam memperkuat kebijakan lingkungan berkelanjutan sekaligus mentransformasi sistem pengelolaan sampah daerah berbasis ekonomi sirkular dan teknologi modern.

Workshop yang berada di bawah koordinasi Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang tersebut mempertemukan pejabat tinggi dari berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk mempelajari langsung sistem nasional Jepang dalam pengelolaan limbah, daur ulang terpadu, serta tata kelola lingkungan berbasis kebijakan publik.

Dalam forum ini, sampah diposisikan bukan sekadar limbah, tetapi sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan dapat diolah kembali secara berkelanjutan.

Bupati Egi menjadi salah satu dari enam kepala daerah Indonesia yang diundang secara resmi dalam program tersebut. Selain dirinya, delegasi Indonesia juga diikuti oleh Wali Kota Pekanbaru, Wali Kota Yogyakarta, Wali Kota Bogor, Wali Kota Mojokerto, serta Bupati Toba.

Para peserta mengikuti rangkaian agenda strategis mulai dari diskusi kebijakan, pemaparan sistem pengelolaan sampah nasional Jepang, hingga kunjungan lapangan ke fasilitas pengolahan limbah dan pusat daur ulang.

Dalam keterangannya, Bupati Egi menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam workshop tersebut merupakan kesempatan penting untuk memahami secara langsung sistem pengelolaan dan daur ulang sampah yang telah berjalan efektif dan terintegrasi di Jepang. “Hari ini saya berada di Tokyo, Jepang, dalam rangka kunjungan kerja untuk mempelajari langsung kondisi terkini pengelolaan dan daur ulang sampah di Jepang,” ujarnya melalui akun Instagram pribadinya, Senin (26/1/2026).

Ia menambahkan, pembelajaran tersebut menjadi modal strategis bagi daerah dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan yang lebih modern dan berkelanjutan. “Ini hari pertama saya mengikuti workshop terkait pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Kita belajar banyak di Jepang, ternyata luar biasa. Jadi kalau Jepang saja bisa, Bismillah Indonesia juga bisa,” kata Bupati Egi.

Seluruh rangkaian kegiatan workshop difasilitasi oleh Pemerintah Jepang, mulai dari akomodasi, materi pembelajaran, hingga agenda kunjungan teknis ke fasilitas pengelolaan limbah. Program ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengelolaan lingkungan yang terintegrasi, adaptif terhadap pertumbuhan penduduk, urbanisasi, serta tantangan perubahan iklim.

Keikutsertaan Bupati Lampung Selatan dalam forum internasional ini sekaligus menegaskan komitmen Lampung Selatan sebagai daerah yang aktif membangun kolaborasi global di bidang lingkungan, serta memperkuat arah kebijakan daerah menuju sistem pengelolaan sampah modern berbasis keberlanjutan dan ekonomi sirkular. (Kmf/*/red)

Di Bawah Kepemimpinan Egi-Syaiful, Lampung Selatan Tembus 12 Besar Nasional SDGs lewat I-SIM 2025

0

KALIANDA, (Ltc):

Prestasi demi prestasi terus ditorehkan Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati Muhammad Syaiful Anwar.

Terbaru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan berhasil meraih penghargaan nasional dalam program Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) 2025, sekaligus menembus peringkat 12 besar nasional dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Dalam ajang tersebut, Kabupaten Lampung Selatan meraih skor 41,80 dan dikategorikan sebagai “The Exciter”, sebuah predikat yang diberikan kepada daerah dengan kinerja progresif dan akseleratif dalam pencapaian indikator SDGs di tingkat pemerintah kabupaten seluruh Indonesia.

Program I-SIM 2025 diikuti oleh 105 kabupaten dari total 415 kabupaten se-Indonesia. Kabupaten Lampung Selatan mencatatkan tingkat pengisian data indikator SDGs sebesar 100 persen, dengan mengusung program unggulan bertajuk “Tangguh Bersama Menuju Sejahtera” sebagai model pembangunan berkelanjutan daerah.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas selaku koordinator pelaksana SDGs Indonesia, berkolaborasi dengan PT Surveyor Indonesia melalui program I-SIM for Cities. Program ini mengangkat tema “Inovasi Pangan dan Gizi: Peningkatan Kualitas SDM, Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, dan Penurunan Kemiskinan.”

Capaian tersebut menjadi prestasi tersendiri bagi Kabupaten Lampung Selatan, mengingat ini merupakan partisipasi perdana dalam ajang SDGs Action Awards, namun mampu langsung menembus jajaran peringkat atas nasional dan meraih kategori “The Exciter.”

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolaboratif seluruh elemen pemerintah daerah.

Ia mengajak seluruh perangkat daerah untuk terus memperkuat komitmen bersama dalam mendukung pencapaian indikator SDGs secara menyeluruh. “Keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolaboratif. Kami mengajak seluruh perangkat daerah untuk terus berkomitmen mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang inklusif, dengan prinsip no one left behind,” ujar Bupati Egi, Minggu (25/1/2026).

Menurutnya, pencapaian SDGs tidak hanya diukur dari peringkat dan angka statistik, tetapi harus diwujudkan melalui kebijakan dan program nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.

“Pembangunan berkelanjutan harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bukan sekadar capaian administratif, tetapi hadir melalui program nyata yang meningkatkan kesejahteraan dan menjaga kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Penghargaan I-SIM 2025 ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi lintas sektor di Kabupaten Lampung Selatan, sekaligus menjadi motivasi untuk terus mempercepat pembangunan daerah yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (Kmf/*/red)