Senin, Juli 27, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 12

Pemkab Lampung Selatan Dorong Partisipasi Desa melalui Program Helau

0


KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mulai menggerakkan seluruh desa tanpa pengecualian dalam program “Helau”.

Tak sekadar seremonial, program ini kini diarahkan menjadi ajang penilaian menyeluruh dengan imbalan nyata berupa pembangunan infrastruktur bagi desa yang dinilai paling berprestasi.

Langkah tersebut ditegaskan kembali dalam rapat koordinasi mingguan yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, di Aula Rajabasa, kantor bupati setempat, Senin (4/5/2026).

Rapat ini menjadi forum penting untuk menyelaraskan langkah lintas perangkat daerah, sekaligus mempercepat penanganan berbagai program prioritas yang tengah berjalan.

Menurut Supriyanto, rapat koordinasi tidak hanya berfungsi sebagai rutinitas administratif, tetapi juga sebagai ruang komunikasi strategis untuk memastikan setiap program berjalan terarah dan terukur.

“Forum ini untuk memastikan hal-hal yang perlu segera ditangani bisa dibahas bersama, baik di internal maupun lintas perangkat daerah, sehingga kegiatan berjalan terorganisasi dengan baik dan pelaporannya jelas,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Supriyanto menyoroti progres program Lampung Selatan Helau yang mulai memasuki tahap implementasi lapangan.

Sejumlah titik telah dijadikan sampel, di antaranya sekolah dasar dan Puskesmas di wilayah Kecamatan Kalianda, serta beberapa perangkat daerah lainnya.

Ia menegaskan, perangkat daerah yang telah menjadi sampel diminta tidak berhenti pada tahap awal, melainkan terus menunjukkan perkembangan yang dapat dipantau dalam rapat koordinasi berikutnya. “Yang sudah menjadi sampel harus terus berprogres dan menyampaikan hasilnya. Ini bentuk komitmen bersama,” katanya.

Lebih jauh, Supriyanto menekankan bahwa program Helau tidak bersifat terbatas atau perwakilan. Seluruh desa di Lampung Selatan diwajibkan berpartisipasi dan akan dinilai secara menyeluruh. “Tidak ada istilah perwakilan kecamatan. Semua desa wajib ikut dan akan dinilai,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah telah menyiapkan skema penghargaan yang bersifat konkret, yakni pembangunan infrastruktur bagi desa yang menunjukkan kinerja terbaik dalam program tersebut.

Dengan pendekatan ini, Pemkab Lampung Selatan berharap program Helau tidak hanya menjadi agenda administratif, tetapi mampu mendorong kompetisi sehat antar desa sekaligus mempercepat peningkatan kualitas layanan publik di tingkat akar rumput. (Kmf-lmhr/*/red)

Ketua DPRD Kabupaten Lampung Selatan Hadiri Pembukaan MTQ HUT Bhayangkara ke 80 tahun 2026

0

KALIANDA, (Ltc):

Ketua DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Erma Yusneli, menghadiri pembukaan Musabaqoh Hafidz Qur’an dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang dipusatkan di Lapangan Mapolres setempat, pada Senin (4/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara yang tidak hanya berorientasi pada penguatan keamanan, tetapi juga pembinaan mental dan spiritual masyarakat, khususnya generasi muda.

Dalam kesempatan itu, Erma Yusneli menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres Lampung Selatan yang menghadirkan kegiatan religius sebagai bagian dari peringatan Hari Bhayangkara. “Musabaqoh Hafidz Qur’an ini merupakan langkah positif dalam membangun karakter generasi muda yang berakhlak mulia dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an,” ujar Erma.

Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat terus digelar secara berkelanjutan sebagai upaya memperkuat sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat.

Sementara itu, pihak kepolisian menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud komitmen Polri dalam mendekatkan diri kepada masyarakat melalui pendekatan humanis dan religius.

Musabaqoh Hafidz Qur’an diikuti oleh para peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum, yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam menghafal dan memahami Al-Qur’an.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai keagamaan semakin tumbuh di tengah masyarakat serta memperkuat kebersamaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Lampung Selatan. (hms DPRD Ls/*/red)

Ketua Masyarakat Madani Propinsi Lampung, Hadiri Halalbihalal “Kemuakhian Kalianda Perantauan” di Jakarta

0
Ketua Masyarakat Madani Propinsi Lampung Hi Hidayatullah M.Pd MM (Kanan Tengah) saat bersama Menko Pangan RI Hi Zulkifli Hasan di Acara Kemuakhian Kalianda (Ltc)
Ketua Masyarakat Madani Propinsi Lampung Hi Hidayatullah M.Pd MM (Kanan Tengah) saat bersama Menko Pangan RI Hi Zulkifli Hasan di Acara Kemuakhian Kalianda di aula Lantai dasar Masjid Al-Azhar Jakarta.(Ltc)

JAKARTA, (Ltc):

Ketua Masyarakat Madani Propinsi Lampung Hi Hidayatullah M.Pd MM menghadiri Halalbihalal Keluarga Besar Muakhian Kalianda Lampung Selatan dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) Tahun 2026, yang digelar di Aula Buya Hamka, Kampus Al Azhar, Jakarta Selatan pada Minggu (3/5/2026) pagi.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama turut hadir di acara yang digelar setiap tahunnya itu. Hadiri juga tokoh Nasional Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, serta sejumlah tokoh masyarakat perantauan asal Kalianda yang berdomisili di wilayah Jabodetabek diantaranya keluarga pengusaha nasional Aburizal Bakrie, dan perwakilan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan.

Hidayatullah M.Pd MM Ketua Masyarakat Madani Propinsi Lampung yang juga ikut hadir di acara tersebut, mengapresiasi atas kehadiran hampir seluruh tokoh Kalianda di acara Halal Bihalal “Kemuakhian Kalianda” tersebut.

Menurutnya kekompakan dalam suatu perkumpulan adalah suatu kekuatan yang bisa menjadi power untuk keperluan/kepentingan kebersamaan kedepan, tentunya kepentingan umumnya. Bagaimana membangun kota Kalianda sebagai ibu kota Kabupaten Lampung Selatan agar lebih baik lagi kedepannya. “Kebersamaan dalam silahturahmi dari zaman Rosulullah hingga saat ini sangat di anjurkan karena selain memperpanjang umur juga membuka peluang rejeki yang tak ternilai harganya,” kata Hidayatullah.

Hidayat berharap kegiatan ini bisa terus terlaksana dari tahun ketahun, agar forum ini bisa menjadi wadah komunikasi aktif antar keluarga di “Kemuakhian Kalianda” di perantauan, semoga kedepannya akan lebih mudah berkomunikasi antar tokoh tokoh nasional untuk Lampung Selatan yang lebih baik. “semoga di Kemuakhian Kalianda ini bisa mempersatukan asa untuk memajukan kota Kalianda yang kita cintai,” tutupnya.

Bersama Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dan di dampingi DR Drs Amrullah Hamid, SH., M.Hum.,M.Si., CHE., QCRO. Dekan Fakultas Vokasi, Institut Pariwisata Trisakti. Hi Hidayatullah M.Pd, MM (paling Kanan) siap bersinergi dengan Pemkab Lamsel.(Ltc)

Sementara dalam sambutannya, Bupati Egi menekankan bahwa Halalbihalal bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga Kalianda di perantauan.

“Hari ini terasa istimewa, karena bukan sekadar berkumpul dalam suatu acara, tetapi kita dipertemukan kembali sebagai satu keluarga besar yang sehari-hari dipisahkan oleh jarak, kesibukan, dan rutinitas masing-masing,” ujarnya.

Menurut Egi, pertemuan tersebut menjadi pengingat kuat bahwa masyarakat Kalianda tetap terikat oleh akar dan nilai kebersamaan yang sama.

“Sejauh apa pun kita melangkah, kita tetap berasal dari tanah yang sama, dibesarkan dengan nilai-nilai yang sama, serta diikat oleh rasa kekeluargaan yang tidak pernah padam,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Egi juga menyampaikan apresiasi kepada panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut, sekaligus memaparkan capaian pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan selama masa kepemimpinannya.

Ia mengungkapkan, dalam kurun waktu satu tahun lebih empat bulan menjabat, Kabupaten Lampung Selatan berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi sekitar 5,71 persen, tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus mendorong sektor pariwisata sebagai prioritas pembangunan daerah. “Saya mendorong sektor pariwisata sebagai ujung tombak pembangunan. Lampung Selatan memiliki potensi alam luar biasa yang menjadi berkah untuk dikembangkan sebagai destinasi unggulan,” jelasnya.

Sedangkan, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Halalbihalal ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga ruang strategis untuk mendorong kemajuan daerah.

“Pertemuan ini membawa kebaikan. Kita ingin Lampung Selatan menjadi lebih baik, dan apa yang bisa kita bawa dari pusat akan kita dorong untuk pembangunan daerah,” ujarnya.

Zulkifli Hasan juga memaparkan sejumlah rencana pembangunan yang akan didorong di Lampung Selatan, khususnya di sektor pariwisata dan pertanian.

Ia menyebutkan, ke depan akan dilakukan pengembangan kawasan wisata terintegrasi, termasuk rencana pengembangan wisata Gunung Anak Krakatau sebagai salah satu daya tarik unggulan.

Selain itu, pemerintah juga berencana membangun gudang Bulog terbesar yang dilengkapi mesin penggiling padi dan silo pengering jagung di Desa Pisang, Kecamatan Penengahan.

Menutup arahannya, Zulkifli Hasan mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kekompakan sebagai kunci utama kemajuan daerah. “Kalau kita kompak, insyaallah Kalianda dan Lampung Selatan akan semakin maju,” tutup Zulkifli Hasan. (Ltc/lmhr-Kmf/*/red)

Halalbihalal Perantau Kalianda, Bupati Egi: Silaturahmi Jadi Kekuatan Bangun Lampung Selatan

0

JAKARTA, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menghadiri Halalbihalal Keluarga Besar Muakhian Kalianda Lampung Selatan dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) Tahun 2026, pada Minggu (3/5/2026).

Kegiatan yang digelar di Aula Buya Hamka, Kampus Al Azhar, Jakarta Selatan, turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, serta sejumlah tokoh masyarakat perantauan asal Kalianda yang berdomisili di wilayah Jabodetabek diantaranya pengusaha nasional Aburizal Bakrie, dan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan.

Dalam sambutannya, Bupati Egi menekankan bahwa Halalbihalal bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga Kalianda di perantauan.

“Hari ini terasa istimewa, karena bukan sekadar berkumpul dalam suatu acara, tetapi kita dipertemukan kembali sebagai satu keluarga besar yang sehari-hari dipisahkan oleh jarak, kesibukan, dan rutinitas masing-masing,” ujarnya.

Menurut Egi, pertemuan tersebut menjadi pengingat kuat bahwa masyarakat Kalianda tetap terikat oleh akar dan nilai kebersamaan yang sama.

“Sejauh apa pun kita melangkah, kita tetap berasal dari tanah yang sama, dibesarkan dengan nilai-nilai yang sama, serta diikat oleh rasa kekeluargaan yang tidak pernah padam,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Egi juga menyampaikan apresiasi kepada panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut, sekaligus memaparkan capaian pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan selama masa kepemimpinannya.

Ia mengungkapkan, dalam kurun waktu satu tahun lebih empat bulan menjabat, Kabupaten Lampung Selatan berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi sekitar 5,71 persen, tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus mendorong sektor pariwisata sebagai prioritas pembangunan daerah. “Saya mendorong sektor pariwisata sebagai ujung tombak pembangunan. Lampung Selatan memiliki potensi alam luar biasa yang menjadi berkah untuk dikembangkan sebagai destinasi unggulan,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa kegiatan Halalbihalal ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga ruang strategis untuk mendorong kemajuan daerah.

“Pertemuan ini membawa kebaikan. Kita ingin Lampung Selatan menjadi lebih baik, dan apa yang bisa kita bawa dari pusat akan kita dorong untuk pembangunan daerah,” ujarnya.

Zulkifli Hasan juga memaparkan sejumlah rencana pembangunan yang akan didorong di Lampung Selatan, khususnya di sektor pariwisata dan pertanian.

Ia menyebutkan, ke depan akan dilakukan pengembangan kawasan wisata terintegrasi, termasuk rencana pengembangan wisata Gunung Anak Krakatau sebagai salah satu daya tarik unggulan.

Selain itu, pemerintah juga berencana membangun gudang Bulog terbesar yang dilengkapi mesin penggiling padi dan silo pengering jagung di Desa Pisang, Kecamatan Penengahan.

Menutup arahannya, Zulkifli Hasan mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kekompakan sebagai kunci utama kemajuan daerah. “Kalau kita kompak, insyaallah Kalianda dan Lampung Selatan akan semakin maju,” kata Zulkifli Hasan.

Ketua Masyarakat Madani Propinsi Lampung Hi Hidayatullah M.Pd, MM (paling kanan) saat berpose dengan bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama di dampingi oleh Dr, Drs, Amrullah Hamid SH, M.Hum, M.Si, CHE, QCRO  (dekan Fakultas Vokasi Institut Pariwisata Trisakti Jakarta) di acara halal bihalal “Kemuakhian Kalianda” yang berlangsung di aula lantai bawah Masjid Al-Azhar Jakarta pada Minggu (3/5/2026) (Poto; Ltc)

Sementara, Hidayatullah M.Pd MM Ketua Masyarakat Madani Propinsi Lampung yang juga ikut hadir di acara tersebut, mengapresiasi atas kehadiran hampir seluruh tokoh Kalianda di acara Halal Bihalal “Kemuakhian Kalianda” tersebut.

Menurutnya kekompakan dalam suatu perkumpulan adalah suatu kekuatan yang bisa menjadi power untuk keperluan/kepentingan kebersamaan kedepan, tentunya kepentingan umumnya. “Kebersamaan dalam silahturahmi dari zaman Rosulullah sangat di anjurkan karena selain memperpanjang umur juga membuka peluang rejeki yang tak ternilai harganya.

Hidayat berharap kegiatan ini bisa terus terlaksana dari tahun ketahun, supaya forum ini bisa menjadi wadah komunikasi aktif antar keluarga di “Kemuakhian Kalianda” di perantauan, “semoga di Kemuakhian Kalianda ini bisa mempersatukan asa untuk memajukan kota Kalianda yang kita cintai,” tutupnya.

Ketua Masyarakat Madani Propinsi Lampung Hi Hidayatullah M.Pd MM (Kanan Tengah) saat bersama Menko Pangan RI Hi Zulkifli Hasan di Acara Kemuakhian Kalianda (Ltc)

(lmhr-Kmf/*/red)

Dampingi Kunker Menko Pangan, Bupati Egi Pastikan Program Pangan Nasional Terealisasi di Lampung Selatan

0

JATI AGUNG, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Hal ini ditunjukkan melalui kehadiran langsung Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang mendampingi kunjungan kerja (kunker) Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, pada acara Rembuk Tani Provinsi Lampung di Lapangan Desa Marga Agung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (2/5/2026).

Kehadiran Bupati Egi tidak sekadar seremonial, melainkan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengawal implementasi program strategis pangan, mulai dari distribusi pupuk, stabilitas harga gabah, hingga penguatan infrastruktur pertanian.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pejabat tinggi turut hadir, di antaranya Menteri Perdagangan RI Budi Santoso, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Danrem 043/Gatam, serta Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi.

Bupati Egi hadir didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, beserta jajaran perangkat daerah.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, dalam laporannya mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat yang dinilai berdampak signifikan bagi petani di Lampung.

Ia menyebutkan bahwa penebusan pupuk di wilayah tersebut meningkat drastis hingga 168 persen dibandingkan tahun 2025.

“Peningkatan ini menunjukkan kemudahan akses pupuk yang dirasakan langsung oleh petani. Kami mengapresiasi regulasi yang telah mendorong perbaikan distribusi,” ujarnya.

Sementara itu, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa kehadirannya di tengah petani merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan empat aspek utama berjalan optimal, yakni ketersediaan pupuk sebelum masa tanam, stabilitas harga gabah di angka Rp6.500, percepatan pembangunan irigasi, serta penguatan program sosial seperti bantuan pangan dan makan bergizi gratis.

Ia juga menekankan bahwa pemerintah akan menjamin petani tidak merugi. Salah satu langkahnya adalah melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang akan berperan sebagai pembeli gabah ketika harga turun di pasaran. “Petani tidak boleh rugi. Negara harus hadir. Jika harga turun, koperasi akan membeli hasil panen petani,” tegas Zulkifli Hasan.

Selain itu, konsep Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai pusat ekonomi desa yang menyediakan berbagai kebutuhan, mulai dari sembako, pupuk, alat pertanian, hingga akses pembiayaan dengan bunga rendah sebesar 6 persen.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk menindaklanjuti arahan pemerintah pusat, termasuk menjaga stabilitas harga melalui program pasar murah serta memperkuat daya beli masyarakat.

Kegiatan Rembuk Tani tersebut ditutup dengan dialog interaktif antara pemerintah dan petani, serta penyerahan bantuan secara simbolis guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Lampung Selatan. (Kmf-Gil/*/red)

 

Zulhas Tinjau Koperasi Merah Putih di Lampung Selatan, Jadi Lokasi Kunci Peluncuran Nasional 18 Mei 2026

0

PENENGAHAN, (Ltc);

Lampung Selatan semakin menguat sebagai daerah strategis dalam program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Hal itu ditandai dari kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) yang meninjau pembangunan koperasi di Desa Kampung Baru, Kecamatan Penengahan, pada Sabtu (2/5/2026), untuk memastikan kesiapan peluncuran nasional 18 Mei 2026.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah pusat dalam memastikan kesiapan daerah, khususnya di luar Pulau Jawa, menjelang peluncuran nasional Koperasi Merah Putih yang akan digelar serentak di 15 titik di Pulau Jawa.

Untuk wilayah luar Jawa, Provinsi Lampung ditetapkan sebagai salah satu lokasi utama, dengan kontribusi titik terbanyak berada di Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam kunjungan itu, Zulkifli Hasan didampingi Menteri Perdagangan Budi Santoso, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Dandim 0421/Lampung Selatan Letkol Kav Mochammad Nuril Ambiyah, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Supriyanto.

Dandim 0421/Lampung Selatan Letkol Kav Mochammad Nuril Ambiyah mengungkapkan, progres pembangunan KDKMP di wilayahnya menunjukkan capaian yang signifikan.

“Secara capaian di luar Pulau Jawa, khususnya di Sumatra, Lampung Selatan saat ini berada pada posisi ketiga. Kami optimistis dalam waktu dekat dapat meningkatkan posisi tersebut,” ujar Letkol Kav Nuril saat menyampaikan laporan.

Ia menambahkan, pembangunan koperasi dilakukan dengan pendekatan padat karya yang melibatkan tenaga kerja lokal, sekaligus mendorong penguatan ketahanan pangan daerah.

Pemerintah daerah bersama Forkopimda, lanjutnya, berkomitmen penuh untuk menyukseskan program tersebut agar Kabupaten Lampung Selatan mampu berkontribusi hingga tingkat nasional.

Sementara itu, Zulhas memberikan apresiasi terhadap keterlibatan TNI, khususnya para Babinsa, yang dinilai berperan aktif dalam mendukung pembangunan ekonomi kerakyatan. “Saya mengucapkan terima kasih kepada TNI yang telah menjadi pahlawan pembangunan Indonesia, khususnya para Babinsa yang terlibat langsung di lapangan,” kata Zulhas.

Ia menjelaskan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi desa yang tidak hanya menampung hasil produksi masyarakat, tetapi juga memperluas distribusinya ke berbagai daerah di Indonesia.

“Koperasi ini akan menjadi motor penggerak ekonomi desa, yang menampung hasil bumi masyarakat untuk kemudian didistribusikan secara lebih luas,” tambahnya.

Selain itu, koperasi ini juga akan berfungsi sebagai kanal penyaluran bantuan pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan beras 10 kilogram, serta bantuan tunai Rp300.000, yang dilengkapi mekanisme verifikasi agar tepat sasaran.

Untuk mendukung akses permodalan, koperasi juga akan dilengkapi layanan keuangan BRILink dengan bunga pinjaman yang relatif rendah, sekitar 6 persen, guna membantu pelaku UMKM di desa.

Tak hanya itu, operasional koperasi juga akan diperkuat dengan fasilitas transportasi berupa satu unit truk besar, satu unit kendaraan pick up, serta dua unit becak motor (bentor) guna menunjang distribusi hingga ke wilayah pedesaan dan persawahan.

“Ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam membangkitkan perekonomian masyarakat Indonesia, dan akan menjadi catatan penting dalam pembangunan nasional,” tutup Zulhas. (Kmf-lmhr/*/red)

 

Kebersamaan Staf & ASN, Honorer Di Lingkungan Kantor DPRD kabupaten Lampung Selatan Dukung Program ‘Helau’

0

KALIANDA, (Ltc):

Suasana kebersamaan dan kekhidmatan terasa di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Lampung Selatan, pada Kamis (30/4/2026).

Hal itu tercipta dalam rangka mendukung program Helau, terkait hal ini seluruh ASN dan P3K di lingkup Setwan DPRD setempat mengawali kegiatan dengan aksi bersih-bersih kantor, sebelum dilanjutkan dengan brifing Sekretaris Dewan (Sekwan) di Ruang Banggar.

Kegiatan gotong royong ini menjadi bagian dari implementasi program Helau yang menekankan pentingnya kebersihan, kerapihan, dan kenyamanan lingkungan kerja. Sejak pagi, para pegawai tampak kompak membersihkan setiap sudut ruangan hingga halaman kantor.

Usai kegiatan bersih-bersih, acara dilanjutkan dengan brifing Sekwan yang berlangsung di Ruang Badan Anggaran (Banggar).

Dalam arahannya, Sekwan, Achmad Herry menekankan pentingnya disiplin, kekompakan, serta peningkatan kinerja aparatur dalam memberikan pelayanan terbaik kepada DPRD dan masyarakat. “Melalui program Helau ini, kita dorong budaya kerja yang bersih, tertib, dan penuh tanggung jawab. Lingkungan kerja yang nyaman akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan,” ujarnya.

Tak hanya itu, momen brifing juga dirangkaikan dengan doa bersama dalam rangka pelepasan salah satu pegawai fungsional Sekretariat DPRD Lampung Selatan, Herwin, yang akan berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.

Suasana haru dan khidmat menyelimuti prosesi doa bersama. Para pegawai turut mendoakan agar Herwin diberikan kesehatan, kelancaran, serta menjadi haji yang mabrur. “Kami keluarga besar Setwan DPRD Lampung Selatan turut mendoakan semoga perjalanan ibadah haji berjalan lancar dan kembali ke tanah air dengan selamat serta membawa keberkahan,” ungkap salah satu peserta kegiatan.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Banggar ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi antarpegawai sekaligus menjadi momentum peningkatan spiritual dan profesionalisme di lingkungan Sekretariat DPRD Lampung Selatan. (hms/*/red)

Kejaksaan Negeri Lampung Selatan Tahan Kades Bangunan Karena Korupsi Dana Desa 2024

0
Poto; istimewa

KALIANDA, (Ltc):
Kejaksaan negeri Kalianda Menetapkan tersangka atas inisial Isn (45) Kepala desa Bangunan Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan pada Rabu (29/4/2026) pukul 14.30 WIB. Tersangka Isn ditahan diduga telah melakukan korupsi/ penyalahgunaan anggaran desa tahun 2024, sehingga negara mengalami kerugian Rp 651.207.212.10.

Kasi Intel Kejaksan Negeri Kalianda Agung Trisa Putra Fadillah Burdan SH dalam siaran persnya mengatakan bahwa keputusan dalam penetapan tsk terhadap Isn (45) itu sudah melalui proses penyelidikan secara mendalam oleh tim penyidik jaksa, dari hasil pendalaman itu disimpulkan negara mengalami kerugian Rp.651, 2 juta. “Tim penyidik Kejaksaan negeri Kalianda telah menemukan alat bukti dalam perkara korupsi yang dilakukan oleh Kepala desa Bangunan Kecamatan Palas tersebut, terkait hal itu tsk ditahan 20 hari kedepan dari tgl 29 April s/d 18 Mei 2026 di LP Kalianda sesuai dengan surat perintah penahan Sprin/BBBuuntuk menjalanni proses hukum selanjutnya,” kata Agung.

Tsk Is diduga melanggar Premair pasal 603 UU no 1 tahun 2023 tentang KUHP jo. UU no 1 tahun 2026 tentang penyesuaian pidana jo.npasal 20 hurup c UU no 1 tahun 2023 tentang KUHP jo. Pasal 18 ayat 1 hurup b UU no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi sebagai mana telah di ubah dan ditambah dengan UU no 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang RI no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi.

Subsidaer; dikenakan pasal 604 Undang-undang nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP jo UU no 1 tahun 2026 tentang penyesuaian pidana jo. Pasal 20 hurup c UU no 1 tahun 2023 tentang KUHP jo. Pasal 18 ayat 1 hurup b UU no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi sebagai mana telah di ubah dan ditambah dengan UU no 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi.

Agung mengatakan bahwa tim penyidik tindak pidana khusus kejaksaan negeri Lampung Selatan, juga telah menerima laporan hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara, atas dugaan tindak pidana Korupsi dalam pengelolaan keuangan desa pada desa Bangunan kecamatan Palas Lampung Selatan yang menyebutkan bahwa terdapat selisih antara laporan realisasi anggaran desa bangunan kecamatan Palas tahun anggaran 2024 dengan bukti dokumen dan keterangan masing-masing pelaksana kegiatan anggaran sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara senilai Rp. 651.207.212,10,-

Sementara kuasa hukum tersangka Is yakni Eko Umaidi S. Kom SH dan Adi Yana SH pihaknya selalu kuasa hukum akan menyiapkan pembelaan dipersidangan nanti dengan bukti bukti yang sudah pihaknya siapkan. “Kami akan siapkan pembelaan nnti dipersidangan dg bukti-bukti yang sudah kami siapkan,” katanya.

Eko Umaidi SH, menegaskan untuk mendampingin nanti di persidangan pihaknya pun menyiapkan 10 lawyer. “Kami siapkan 10 Lowyer untuk membela tersangka dipersidangan nanti, kita liat saja nanti,” tutupnya. (Ltc/*/*/red)

Jamda II RX-King Lampung Resmi Dibuka, Wabup Syaiful: Keselamatan Harus di Atas Kecepatan

0

KALIANDA, (Ltc):

Deru khas motor legendaris RX-King menggema di Lapangan Lampung Selatan Expo, Kalianda, saat Jambore Daerah II (Jamda II) RX-King Indonesia Region Lampung resmi dibuka, pada Sabtu (25/4/2026).

Sekitar 4.000 pecinta motor ikonik ini dari berbagai daerah, termasuk lintas provinsi, memadati lokasi untuk merayakan solidaritas komunitas selama dua hari, 25-26 April 2026.

Kegiatan berskala besar ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, didampingi jajaran pemerintah daerah, termasuk Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Darmawan serta sejumlah kepala perangkat daerah dan Camat Kalianda.

Dalam sambutannya, Syaiful Anwar menegaskan bahwa RX-King bukan sekadar kendaraan, melainkan simbol identitas dan perjalanan panjang komunitas yang sarat nilai kebersamaan. “RX-King bukan hanya motor. Ini adalah identitas, karakter, dan sejarah. Suara khasnya bukan sekadar deru knalpot, tetapi simbol keberanian, kebebasan, dan solidaritas tanpa batas,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi semangat para peserta yang menempuh perjalanan jauh menuju Kalianda, sebagai bukti kuatnya ikatan persaudaraan dalam komunitas RX-King.

Namun demikian, Syaiful mengingatkan bahwa semangat tersebut harus diimbangi dengan tanggung jawab di jalan raya. Ia menekankan pentingnya keselamatan berkendara serta peran komunitas dalam menjadi teladan tertib lalu lintas dan kegiatan sosial positif. “Kecepatan harus sejalan dengan keselamatan, dan solidaritas harus berjalan berdampingan dengan kepedulian sosial. Tunjukkan bahwa komunitas besar identik dengan kedewasaan,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Syaiful menyampaikan pesan yang menyentuh sekaligus menggugah semangat kebersamaan para peserta. “Gas boleh kencang, tapi persaudaraan harus lebih kencang. Suara boleh keras, tapi hati tetap hangat. Dan perjalanan boleh jauh, tapi tujuan kita tetap satu: kebersamaan,” ucapnya.

Secara resmi, kegiatan Jamda II RX-King Indonesia Region Lampung dibuka dan akan berlangsung hingga Minggu (26/4/2026).

Pemerintah daerah berharap seluruh rangkaian acara berjalan tertib, aman, serta semakin memperkuat citra positif komunitas otomotif di tengah masyarakat. (Gil-Kmf/*/red)

Creative Financing 2026: Lampung Selatan Raih Peringkat Kedua Nasional, Kantongi Insentif Rp2 Miliar dari Inovasi Pembiayaan Daerah

0

PALEMBANG, (Ltc):

Setelah melalui proses penilaian panjang dan ketat dalam mengukur kemampuan daerah mengelola pembiayaan secara inovatif, Kabupaten Lampung Selatan akhirnya berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Daerah ini meraih peringkat kedua kategori Creative Financing dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, kepada Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dalam acara yang digelar di Wyndham Opi Hotel, Palembang, pada Sabtu malam (25/4/2026).

Ajang yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri bekerja sama dengan detik.com ini menilai sejauh mana pemerintah daerah mampu menerapkan konsep entrepreneur government, yakni pendekatan inovatif dalam menggali serta mengelola sumber pembiayaan pembangunan secara kreatif dan berkelanjutan.

Dalam kategori kabupaten, posisi pertama diraih Kabupaten Bintar, disusul Kabupaten Lampung Selatan di posisi kedua, dan Kabupaten Batu Bara di peringkat ketiga. Sementara di tingkat kota, Kota Bandar Lampung menempati posisi pertama, diikuti Kota Medan dan Kota Palembang. Adapun penghargaan tingkat provinsi diraih oleh Sumatera Utara.

Selain penghargaan, para pemenang juga memperoleh insentif fiskal dari pemerintah pusat sebagai stimulus daerah. Juara kedua seperti Lampung Selatan berhak atas bantuan sebesar Rp2 miliar, sementara juara pertama mendapatkan Rp3 miliar dan juara ketiga Rp1 miliar.

Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan instrumen untuk mendorong terciptanya iklim kompetisi yang sehat antar pemerintah daerah. “Penghargaan ini menjadi metode untuk mendorong kinerja pemerintah daerah agar lebih optimal. Tantangan kepala daerah tidak mudah, sehingga capaian positif perlu dipublikasikan agar diketahui masyarakat luas,” ujar Tito.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan media arus utama dalam menjaga kredibilitas ajang penghargaan tersebut.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengungkapkan rasa syukur atas capaian yang diraih. Ia menyebut penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen daerah. “Alhamdulillah, ini adalah hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah mulai dari wakil bupati, sekda, perangkat daerah, hingga masyarakat di tingkat desa. Penghargaan ini kami persembahkan untuk Kabupaten Lampung Selatan,” kata Egi.

Prestasi ini diharapkan menjadi pemicu bagi pemerintah daerah untuk terus berinovasi dalam pengelolaan pembiayaan pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (Kmf/*/red)