
KALIANDA, (Ltc):
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Lampung Selatan, Zita Anjani, memperkuat upaya penanganan anak berisiko stunting melalui pendampingan langsung kepada keluarga penerima bantuan sosial (bansos).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap intervensi yang diberikan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga berkelanjutan dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Pendampingan itu dilakukan saat Zita mengunjungi salah satu rumah penerima bantuan di RT 02 Lingkungan 01, Kelurahan Kalianda, Kecamatan Kalianda, pada Rabu (22/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Zita didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan Rheni Apriyani, Ketua Dharma Wanita Persatuan Lampung Selatan Ratna Yanuana Supriyanto, kepala perangkat daerah, serta jajaran terkait lainnya.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkab Lampung Selatan untuk memastikan penanganan anak berisiko stunting dilakukan secara menyeluruh melalui pendampingan keluarga, pemantauan kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan dasar anak.
Sebanyak 38 anak dari Kecamatan Penengahan, Kalianda, dan Rajabasa menjadi sasaran program bantuan tersebut. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada lima anak yang hadir bersama orang tua masing-masing, sementara bantuan kepada penerima lainnya akan disalurkan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Pada kesempatan itu, Zita Anjani menegaskan bahwa penanganan stunting tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan sosial. Menurutnya, upaya tersebut harus diawali dengan deteksi dini, dilanjutkan dengan pemantauan tumbuh kembang, pemenuhan gizi, hingga pemeriksaan kesehatan secara berkala. “Kita lihat terlebih dahulu apakah anak ini berisiko stunting atau memang sudah mengalami stunting. Setelah itu dilakukan monitoring, pemberian bantuan gizi, pemeriksaan kesehatan, serta pemantauan tumbuh kembangnya. Fokus kita adalah anak-anak usia di bawah lima tahun karena masa itu sangat menentukan tumbuh kembang mereka,” ujar Zita.
Ia juga menyampaikan bahwa capaian Lampung Selatan sebagai kabupaten dengan angka stunting terendah di Provinsi Lampung merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak. Meski demikian, upaya tersebut harus terus diperkuat agar daerah ini mampu menjadi salah satu kabupaten dengan penanganan stunting terbaik di Indonesia. “Pesan Mas Bupati kepada saya sangat jelas, seluruh anak Lampung Selatan adalah anak-anak kita yang harus dijaga. Tidak boleh ada anak yang terlantar, kelaparan, maupun putus sekolah. Insyaallah, dengan niat baik dan kerja sama semua pihak, kita optimistis angka stunting di Lampung Selatan akan terus menurun,” katanya.
Tak hanya menyerahkan bantuan, Zita juga berinteraksi langsung dengan anak-anak penerima manfaat. Dengan suasana hangat dan penuh keakraban, ia mengajak mereka berbincang, memberikan semangat, bahkan berjanji akan menghadiahkan mainan sebagai bentuk motivasi agar mereka tetap ceria dan bersemangat menjalani masa pertumbuhan.
Kepedulian tersebut juga diwujudkan dengan meninjau kondisi salah satu rumah keluarga penerima bantuan yang dinilai sudah tidak layak huni. Zita meminta Camat Kalianda bersama perangkat terkait segera melakukan verifikasi dan menindaklanjuti usulan program bedah rumah agar keluarga tersebut dapat menempati hunian yang lebih layak.
Selain aspek kesehatan dan tempat tinggal, perhatian juga diberikan terhadap keberlangsungan pendidikan anak. Zita meminta pemerintah kecamatan segera melakukan pendampingan terhadap seorang anak yang diketahui belum bersekolah agar dapat kembali memperoleh haknya mengenyam pendidikan.
Suasana haru mewarnai kegiatan tersebut. Sejumlah orang tua penerima bantuan tampak menitikkan air mata saat menerima perhatian dan bantuan yang diberikan. Mereka mengungkapkan rasa syukur dan menyampaikan terima kasih atas kepedulian Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan beserta seluruh jajaran yang hadir mendampingi mereka.
Melalui pendampingan langsung tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama TP PKK berharap upaya penanganan anak berisiko stunting dapat semakin optimal, sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia Emas. (Nsy/*/red)






