Palang Merah Indonesia Cabang Lampung Selatan bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan gelar rapat terkait persiapan JUMBARA (Jumpa Bakti Gembira) yang akan dilaksanakan di Lampung Selatan, pada Kamis (01/12/2022).
Rapat yang dilaksanakan di aula Agrowisata Lampung Selatan itu membahas persiapan serta penentuan lokasi perkemahan setiap kontingen dari luar Provinsi.
Sebelum rapat dimulai, Pemerintah Daerah bersama Ketua PMI Lampung Selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto beserta para pejabat yang terkait bertolak meninjau lokasi yang akan dijadikan perkemahan pada acara JUMBARA tersebut.
Dimana, lokasi yang ditinjau diantaranya GOR Stadion ZA Pagar Alam, lapangan dan kebun sekitar Lampung Selatan Expo, lahan kosong dibelakang sekitar Agrowisata dan kantor BPBD.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Eka Riantinawati mengatakan, lokasi JUMBARA harus cepat ditentukan dan selanjutnya dilakukan perancangan master plain atau denah lokasi yang akan digunakan karena akan segera dilaporkan kepada pihak PMI Provinsi dan PMI Pusat. “Master plain lokasi JUMBARA harus cepat ditetapkan mulai dari perkemahan, pameran umkm, MCK, sampai parkir, untuk kita laporkan ke Provinsi dan Pusat,” ucapnya.
Usai dilakukan peninjauan lahan, maka PMI dan Pemerintah Daerah merencanakan GOR ZA Pagar Alam sebagai Lokasi Pembukaan dan penutupan kegiatan, lahan sekitar Lampung Selatan Expo untuk perkemahan 16 Provinsi dan lahan dibelakang BPBD atau sekitar Agrowisata untuk perkemahan 18 Provinsi. ”Jika sudah ditetapkan menjadi lokasi perkemahan pembersihan harus segera dilakukan terlait pembangunan akses jalan, serta pembuatan MCK,” ungkapnya.
Selaku ketua PMI Lampung Selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Daerah yang mendukung Kegiatan JUMBARA tersebut. ”Saya selaku Ketua PMI Lampung Selatan berterima kasih kepada bapak ibu kepala OPD yang mendukung dilaksanakannya JUMBARA di Lampung Selatan,” ungkapnya.
Winarni juga menerangkan, PMI Provinsi mengajukan 4 daerah untuk dijadikan lokasi JUMBARA diantarnya Lampung Timur, kota Metro, Pesawaran, dan Lampung Selatan dan terpilihlah Kabupaten Lampung Selatan oleh PMI Pusat untuk menjadi tuan rumah kegiatan tersebut. ”Provinsi Lampung memilih 4 Kabupaten Kota untuk diajukan ke PMI Pusat yaitu Lampung Timur, Metro, Pesawaran dan Lampung Selatan, dan Lampung Selatan terpilih untuk dijadikan lokasi JUMBARA ke 9 tersebut,” terangnya.
Winarni meminta untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi antar semua perangkat daerah terkait untuk mempersiapkan kegiatan JUMBARA tersebut.
”Nanti Semakin dekat waktunya, intensitas koordinasi dan komunikasi juga harus diperbanyak dan harus ada progres yang meningkat,” pinta Winarni.
Ketua PMI Lampung Selatan itu juga menekankan untuk semua perangkat daerah yang terlibat menjunjung tinggi kerjasama dan gotong royong untuk keberhasilan kegiatan tersebut agar Lampung Selatan bisa dikenal baik oleh seluruh Provinsi di Indonesia. (kmf/*/red)
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menghadiri Konferensi Tahunan Sustainable Development Goals atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs/TPB) Indonesia tahun 2022 secara virtual, Kamis (1/12/2022).
Nampak menghadiri konferensi tahunan secara virtual melalui aplikasi zoom meeting dari Ruang Sekdakab Lampung Selatan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Thamrin beserta para pejabat terkait.
Kegiatan tersebut, digelar oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia, dengan mengusung tema “Mendorong Aksi Nyata Transformasi Ekonomi Hijau Untuk Mencapai SDGs”.
Konferensi tahunan SDGs Indonesia 2022 diselenggarakan secara hybrid digelar selama dua hari yaitu pada tanggal 1 hingga 2 Desember 2022, di Golden Ballroom – The Sultan Hotel Jakarta.
Dalam sambutannya, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menyampaikan, SDGs bertujuan untuk menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang inklusif dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya. “Dengan tujuan tersebut yang merupakan komitmen global dan nasional dalam upaya menyejahterakan masyaraka dengan mencakup tujuan yang terarah,” ungkap Menteri PPN tersebut.
Suharso Monoarfa juga mengatakan, strategi ekonomi hijau juga merupakan hal yang mendukung pencapaian SDGs di Indonesia, dengan memiliki prinsip menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, seiring dengan mendorong kesejahteraan sosial dan menjaga kualitas dan daya dukung lingkungan. “Dengan fokus pada peningkatan investasi hijau, mengelola aset dan infrastruktur yang berkelanjutan, memastikan transisi yang adil dan terjangkau, serta sumber daya manusia ,” ujar Suharso Monoarfa.
Menteri PPN/Kepala Bappenas itu juga menuturkan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo agar target SDGs tetap terus dicapai meskipun sedang mengalami akibat dampak pandemi Covid-19, aksi nyata dan kerjasama para pihak sangat diperlukan untuk akselerasi pencapaian SDGs.
“Penguatan kerangka regulasi dan pengaruh keutamaan SDGs perlu terus dilakukan baik dalam RPJMN maupun RPJPN. Konferensi SDGs tahun ini diharapkan dapat meneguhkan kembali komitmen pencapaian SDGs dengan seluruh pihak berperan aktif dan berkolaborasi,” tandasnya. (Nsy/*/red).
Suasana di pelataran di salah satu SMA, terlihat ramai sekali. Hilir mudik kendaraan roda dua dan empat datang silih berganti, mengantar Si Putih abu-abu. Di halaman sekolah, terlihat beberapa pelajar sedang duduk di bawah pohon mangga sambil membaca buku setebal seratus halaman lebih. Sementara kelompok pelajar lainnya sedang bersenda gurau, bercerita tentang pengalaman kocaknya masing-masing, diiringi gelak tawa diantara mereka.
Namun tiba-tiba aktivitas mereka mendadak terhenti lantaran melihat seorang remaja putri yang baru saja tiba ke sekolah. Remaja putri tersebut tidak lain adalah Bunga yang sudah sekian lama tidak masuk sekolah. Mereka saling berbisik dengan suara pelan, membicarakan Bunga yang baru terlihat batang hidungnya.
Bunga yang berparas cantik, berhidung mancung, dan berkulit putih, telah menjadi buah bibir di sekolahnya. Mereka membicarakan Bunga bukan tanpa sebab. Bunga yang berulang kali dipanggil oleh guru Bimbingan Konseling (BK), masih saja tidak mengindahkan warning yang diberikan olehnya. Ia tetap saja datang dan pulang sekolah sesuka hatinya.
Berulang kali teguran diberikan dari sekolah, bahkan tak tanggung-tanggung Bunga diberikan sanksi untuk membersihkan toilet dan juga sanksi lainnya. Namun sanksi itu tak juga merubah kebiasaan buruknya. Hal itu membuat dewan guru dan Kepala Sekolah bersepakat untuk mengeluarkan Bunga dari sekolahnya.
Karena sikap Bunga yang demikian, dapat menjadi preseden buruk bagi siswa lain di sekolah itu. Bahkan siswa yang lain sudah mulai berani ikut-ikutan Bunga, datang sesuka hatinya.
Melihat kenyataan ini, saya merasa terpanggil untuk membantu sekolah dan membantu Bunga untuk keluar dari masalahnya. Saya yakin perubahan yang terjadi pada Bunga bukan tanpa sebab. Tentu ada alasan lain di balik prilaku Bunga selama ini. Mengapa Bunga bersikap demikian?
Saya pun menghadap Kepala Sekolah, dan memohon agar Bunga diberi kesempatan lagi. Alhamdulillah Bapak Kepala sekolah mengabulkan permohonan saya, dan beliau memberi kesempatan satu bulan kepada Bunga untuk berubah. Saya juga meminta kepada Bapak Kepala Sekolah agar saya diberi kesempatan untuk mengajar di kelas tersebut. Dengan tujuan, saya ingin mengurai pemasalahan yang sedang dihadapi Bunga.
Sejak hari itu juga saya ditugaskan untuk mengajar di kelas Bunga. Saya pun menjalankan misi pertama saya untuk mencari tahu mengapa Bunga malas-malasan untuk belajar?
Misi saya dimulai dengan pendekatan personal. Setiap kali saya mengajar, saya selalu menyelipkan nasihat-nasihat untuk anak didik saya. Saya juga menyelipkan cerita tentang pengalaman hidup saya yang penuh warna. Tujuannya adalah untuk memotivasi siswa, bahwa hidup ini penuh dengan perjuangan.
Sampailah pada minggu kedua, dimana saya diberi kesempatan untuk mengawas ujian semester di kelasnya Bunga. Kesempatan emas itu tidak saya sia-siakan untuk melakukan pendekatan secara personal. Saya keliling kelas, dan sekali-kali berhenti di dekat Bunga. Sayangnya Bunga terlihat cuek kepada saya, dan hanya fokus kepada ujian semester. Saya pun kembali ke depan, dan duduk di kursi pengawas ruang.
Sambil mengawasi siswa yang lain, sesekali pandangan saya tertuju pada Bunga. Saya tahu dari raut wajahnya, ia sedang mengalami kesulitan dalam menjawab soal. Saya pun mendekatinya, lalu menanyakan tentang kesulitannya. Di luar dugaan saya, ia mengungkapkan kesulitannya dalam menjawab soal ujian. Saya mencoba menjelaskan maksud dari soal tersebut, tanpa membocorkan jawabannya. Ia tersenyum sambil mengangguk-angguk, seolah telah memahami apa yang telah saya jelaskan tadi.
Keesokan harinya saya kembali mengawas di kelas yang sama. Entah mengapa pagi itu wajah Bunga terlihat tak seperti biasanya. Pagi itu wajahnya terlihat berseri-seri, bak bulan purnama. Ia menatapku sambil tersenyum, lalu memanggilku dengan berbisik. Ternyata ia kembali mengalami kesulitan dalam menjawab soal ujian semester.
Saya kembali mendekatinya, lalu menjelaskan maksud dari soal tadi. Lagi-lagi dia mengangguk-angguk sambil tersenyum, pertanda bahwa ia telah mengerti. Setelah itu saya pun kembali ke tempat duduk.
Dalam benak ku, sekaranglah saatnya mengirim pesan rahasia untuk Bunga. Saya meraih secuil kertas yang ada di atas meja, lalu menulis pesan untuk Bunga. Kemudian menggulangnya, menjadi gulungan kecil, dan memberikannya ke Bunga. Bunga mengambil dan membaca pesan yang saya berikan. Terlihat diwajahnya sedikit tegang. Namun tak lama kemudian ia mengangguk, pertanda menyetujuinya.
Usai mengawas, saya pergi ke baso yang letaknya tidak jauh dari sekolah, diikuti oleh Bunga. Saya langsung memesan dua mangkuk baso, dan mempersilahkan Bunga untuk menyantapnya. Tanpa sepatah kata kami menyanyantap baso itu, sampai habis, tak tersisa. Ada seribu satu pertanyaan tersirat pada wajah Bunga. Ia menatapku dengan tanda tanya.
Saya tersnyum untuk merilekskan suasana. Setelah dirasa tepat, saya pun mengajak bunga untuk bicara dari hati ke hati, tentang masalah yang sedang dihadapinya. Untuk beberapa saat, ia pun terdiam tak sepatah kata keluar dari bibirnya. Beberapa menit kemudian, ia menarik napas panjang, lalu menuturkan masalah yang sedang dihadapinya sambil terbatah-batah diiringi tangisan pilu.
Ternyata yang menyebabkan Bunga jarang masuk sekolah, karena perceraian kedua orang tuanya. Masing-masing mereka telah menikah lagi, dan pergi meninggalkan Bunga seorang diri. Untuk melupakan kenangan pahit itu, Bunga pun pergi dari rumah, dan lebih memilih untuk mengontrak di tempat lain. Ia juga bekerja sebagai tukang cuci di dekat kontrakannya, untuk membiayai sekolahnya.
Mendengar penuturan Bunga hati ku terenyuh dan terbawa perasaan. Tanpa terasa air mata ini telah tumpah membasahi pipi. Saya teringat masa lalu saya, saat dimana saya harus berjuang seorang diri untuk menggapai cita-cita.
Saya segera tersadar dan berusaha menguatkan hatinya. Bahwa hidup ini adalah sebuah perjuangan yang cukup panjang. Yakinlah bahwa Allah tidak akan menguji hamba-Nya, melebihi kemampuannya. Seperti halnya dengan Bunga.
Alhamdulillah sejak Bunga mau menceritakan masalahnya kepada saya, kini ia telah bangkit dan menjadi pribadi yang periang. Begitu juga dengan sekolahnya. Ia menjadi rajin sekolah, dan telah berubah menjadi seratus delapan puluh derajat.
Melihat perubahan yang terjadi pada diri Bunga, saya kembali menghadap Bapak Kepala Sekolah dan menceritakan permasalahan yang sedang dihadapi oleh Bunga. Wal hasil Bapak Kepala Sekolah tidak jadi mengeluarkan Bunga, bahkan semua biaya Bunga, dibebaskan oleh sekolah. Buah dari perjuangan semua guru di sekolah itu, Bunga pun akhirnya lulus.
Dari pengalaman ini telah mengajarkan kepada kita, bahwa tugas menjadi seorang guru bukan saja hanya mengajar, melainkan juga sebagai pendidik. Tak selamanya guru yang selalu marah-marah di depan kelas, akan membuat siswanya menjadi nurut begitu saja. Sebaliknya juga, tak selamanya guru yang selalu lembut di hadapan siswanya, akan kehilangan wibawanya. Mengajarlah dengan hati yang tulus, dengan penuh kelembutan. Insya Allah semua yang kita lakukan akan bernilai ibadah di hadapan Robb-Nya, aamiin.(Afrezi Miftahul Husna, S.Pd Guru Bimbingan konseling SMAN 1 Kalianda)
Sejak wabah Covid-19 telah memporak-porandakan berbagai sendi kehidupan, WHO telah mendeklarasikan kejadian ini sebagai pandemi global. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa Swis pada tanggal 11 maret 2020 silam.
Dampak dari Covid-19, membuat para pemimpin negara di belahan dunia, mencari solusi untuk keluar dari virus yang sangat mematikan. Salah satunya adalah dengan melakukan karantina wilayah atau yang kita kenal dengan sebutan lockdown.
Kebijakan lockdown ini sudah barang tentu mengganggu aktivitas perekonomian di berbagai negara. Akibat Virus Corona, kegiatan perekonomian mengalami lumpuh total, yang mengakibatkan bertambahnya angka kemiskinan diberbagai negara. Bukan hanya itu saja, dampak dari kebijakan lockdown telah membuat kebingungan para pendidik untuk menerapkan metode pembelajaran di sekolah.
Pemerintah Indonesia melalui surat edaran Mentri Pendidikan Nasional nomor 4 Tahun 2020, tentang kebijakan dalam masa darurat Covid-19, pelaksanaan pembelajaran menyesuaikan dengan kebijakan ini. Artinya pembelajaran dilakukan dengan cara mandiri tidak melalui tatap muka (Luring) Luar jaringan. Daring (dalam jaringan) atau melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Begitu juga dengan surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama (Menang) Menteri Kesehatan (Menkes) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang penduan Penyelegaraan Pembelajaran Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 perlu diterjemahkan secara bijak oleh banyak pihak, khususnya penyelenggara lembaga pendidikan dan pembelajar, baik siswa sekolah dasar, menengah maupun mahasiswa di perguruan tinggi.
Dengan adanya surat edaran tersebut di atas, semua dilarang berkerumun dan harus menjaga jarak, agar tidak terjadi penularan virus covid-19. Karena sejak merebaknya Virus Corona atau yang dikenal dengan Covid-19 di Wuhan, sampai akhirnya merebak di berbagai belahan dunia,termasuk Indonesia, kegiatan belajar-mengajar dilakukan dengan metode daring yang disebut “DARING METHOD”.
Daring Method adalah metode yang memanfaatkan jaringan online melalui handphone ataupun komputer. Metode ini cukup praktis digunakan karena bisa diakses menggunakan handphone pribadi siswa maupun menggunakan komputer atau laptop.
Terlebih lagi anak di jaman sekarang tidak bisa lepas dari teknologi, baik hanphone atau hp. Anak-anak belajar daring di rumah masing-masing dalam keadaan aman tanpa harus berkerumun. Ada pun metode yang digunakan bervariasi. Misalnya menggunakan aplikasi Whatsapp, e-learning, youtube, email, telegram, zoom, google classroom dan lain sebagainya. Semua tergantung guru dan murid mau menggunakan metode yang mana. Karena semua tergantung kesiapan antara guru dan murid.
Namun di tahun Ajaran 2022-2023 ini, terutama di SMA Negeri 1 Kalianda, guru dan siswa sudah dapat kembali lagi melakukan kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka. Hal ini sejalan dengan harapan dari guru, siswa dan juga harapan orang tua. Karena masa depan bangsa, terletak pada maju mundurnya pendidikan di negeri ini. Sebagai guru, siswa dan juga orang tua, tentu berharap kondisi ini akan tetap normal, dan tidak akan kembali lagi seperti tahun yang lalu.
Sebagai guru memang kita sadar bahwa untuk mengembalikan mental siswa seperti sedia kala, tidaklah mudah. Karena siswa sudah terbiasa belajar di rumah dan tidak bertemu dengan gurunya. Namun demikian, kita punya kewajiban untuk menumbuhkan kembali semangat anak-anak untuk belajar lagi di sekolah. Oleh karena itu perlu dukungan dari berbagai pihak.
Untuk menumbuhkan kembali semangat belajar siswa di SMA Negeri 1 Kalianda, sekolah telah membuka kembali berbagai kegiatan yang diminati oleh siswa. Seperti kegiatan Pramuka, Paskibra, PMR, Pencak Silat, Patroli Keamanan Sekolah (PKS), Kegiatan Literasi Siswa, seni, dan lain sebagainya.
Alhamdulillah, kegiatan tersebut telah mengembalikan semangat siswa, yang pada akhirnya siswa SMA Negeri 1 Kalianda Lampung Selatan, telah kembali mengukir banyak prestasi. Baik Prestasi akademik maupun nonakademik. Sehingga saat ini SMA Negeri 1 Kalianda, merupakan salah satu sekolah terbaik di Lampung. (Neli Komalasari, S.Pd Guru Sejarah SMA Negeri 1 Kalianda Lampung Selatan)
Bupati Lampung Selatan Hi Nanang Ermanto menerima audiensi dari PT. Angkasa Pura II (AP II) Bandara Raden Intan II yang bertempat di Ruang Vidcon Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan, pada Selasa (29/11/2022).
Audiensi yang dimoderatori oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Badruzzaman tersebut dalam rangka silahturahmi antara Executive General Manager Angkasa Pura II yang baru Untung Basuki dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.
Executive General Manager Angkasa Pura II Untung Basuki juga melaporkan terkait update traffic Bandara Raden II dimana saat perhari terdapat 14 pergerakan penerbangan yang mana dengan rincian 7 landing dan 7 take off bahkan dihari-hari tertentu bisa mencapai 20 pergerakan ditambah dengan penerbangan menuju Way Kanan dan juga Krui. “Alhamdulillah saat ini sudah mulai membaik pak dengan pergerakan penumpang ± 1900 perharinya. Namun kalau dibandingkan dengan tahun 2019 memang belum full recovery karena ditahun 2019 kita bisa mencapai 45 pergerakan pesawat dengan didukung 5000 penumpang perharinya,” ucapnya.
Dirinya juga mengatakan, saat ini Bandara Raden Intan II didukung dengan 7 Pesawat yang melayani rute ke Lampung yakni 1 pesawat Garuda Indonesia dan 6 lainnya merupakan pesawat dari Lion Grup. “Saat ini kami sedang melakukan pendekatan kepada setiap maskapai penerbangan yang ada Indonesia untuk menambahkan trafficnya.Hal ini kami lakukan sebagai bukti pelayanan kami ke masyarakat sehingga nantinya pilihan maskapai ke Lampung semakin banyak dan harga yang didapat masyarakat juga bisa lebih kompetitif,” jelasnya.
Untung Basuki juga menjelaskan PT. Angkasa Pura II saat ini berada dibawah Induk Perusahaan Holding Company yakni PT. Aviasi Pariwisata yang berfokus pada pengembangan destinasi pariwisata. “Sebagai salah satu perusahaan yang dibawahi PT. Aviasi Pariwisata, Kami Insyaallah siap, ketika nanti dari Pemerintah Daerah akan melakukan promosi destinasi wisata setempat melalui pihak bandara dengan terlebih dahulu melalui MOu antara AP II dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan,” ungkapnya.
“Jadi kami nanti kami siapkan tempat di bandara kemudian nanti dari Pemerintah Kabupaten dapat menampilkan kesenian serta kebudayaan yang ada di Kabupaten Lampung Selatan untuk dipromosikan,” imbuhnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto menyampaikan sangat tertarik dengan program pariwisata yang di miliki oleh PT. Angkasa Pura II sebagai anak perusahaan dari PT. Aviasi Pariwisata. ”Saya juga ingin di Bandara Raden Intan II itu tetap ditonjolkan keindahan alam serta pariwisata yang ada di Kabupaten Lampung Selatan, termasuk saat pesawat landing untuk dapat diubah kata-kata yaitu telah tiba di Bandara Raden Intan II Lampung Selatan Provinsi Lampung, ” pintanya.
Nanang Ermanto juga mengatakan, dirinya akan menugaskan kepada Dekranasda untuk membuka gerai di Bandara Raden Intan II sebagai salah satu tempat untuk mempromosikan makanan khas serta UMKM di Kabupaten Lampung Selatan. “UMKM ini sangat luar biasa, kami punya 17 kecamatan, 256 desa serta 4 kelurahan dan disetiap desa ini punya UMKM masing-masing yang harus kita promosikan kedunia luar untuk nantinya dapat dikenal dan bisa dijadikan oleh-oleh yang istimewa yang dibawa oleh para penumpang,” pungkasnya. (lmhr/*/red)
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menerima kunjungan dari Tim Supervisi Unit Pemberantasan Pungutan Liar (Pungli) Provinsi Lampung, yang berlangsung di Ruang Sekdakab Lampung Selatan, Selasa (29/11/2022).
Kunjungan Tim II Supervisi Unit Pemberantasan Pungli Provinsi Lampung tersebut disambut dan diterima oleh Sekretaris Daerah Lampung Selatan Thamrin beserta Forkopimda Lampung Selatan dan jajaran Perangkat Daerah lainnya.
Pelaksanaan kegiatan supervisi tersebut mengarah pada dua instansi, yaitu Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) dan Badan Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD).
Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Lampung Selatan, Thamrin menyambut baik kedatangan Tim Unit Pemberantasan Pungli Provinsi Lampung ke Lampung Selatan. “Saya ucapkan selamat datang ke Lampung Selatan. Mengenai pelaksanaan supervisi yang dilakukan oleh Tim II Unit Pemberantasan Pungli Provinsi Lampung, Instansi DPMTSP dan BPPRD Lampung Selatan sudah mempersiapkan semua data yang diminta oleh Tim Unit Pemberantasan Pungli Provinsi Lampung,” ucap Thamrin.
Sementara, Kasi Ekonomi Kejati Lampung, Amriansah mengatakan, Tim II Unit Pemberantasan Pungli Provinsi Lampungmendapat tugas supervisi ini sebelumnya sudah disampaikan melalui Inspektorat Kabupaten, terkait hal-hal yang belum tercatat dan hal-hal yang akan dilakukan. “Fokus kami pada tahun ini adalah mengenai perizinan dan retribusi yang ada di dua instansi yaitu DPMTSP dan Bapenda. Fokus kita sesuai dengan arahan presiden yaitu kemudahan berinvestasi harus bisa dirasakan langsung oleh para pengusaha dan pelaku usaha,” ujar Amriansah.
“Dan juga bagaimana menumbuhkan ekonomi di tengah-tengah masyarakat yang saat ini sedang mengalami resesi, tetapi dibalik itu semua kita masih ada peluang untuk tumbuh yaitu dengan investasi dengan harapan investasi ini bisa tumbuh dengan adanya kemudahan-kemudahan investasi, kemudahan perizinan juga pendapatan yang maksimal dari pajak retribusi yang ada di daerah,” ujarnya lebih lanjut.
Kasi Ekonomi Kejati Lampung menuturkan, rujakan tersebut sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar serta surat perintah Ketua Pelaksana Unit Pemberantasan Pungli Provinsi Lampung.
“Surat perintah Ketua Pelaksana Unit Pemberantasan Pungli Provinsi Lampung, Nomor: Sprin/41/XI/HUK.6.6./2022/UPP.LPG tanggal 17 November 2022 tentang contoh pelaksanaan kegiatan pada DPMTSP dan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda)/Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) di Kabupaten, Provinsi Lampung,” tuturnya. (Nsy/*/red)
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-51 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang berlangsung di lapangan Korpri setempat, pada Selasa (29/11/2022).
Pelaksanaan upacara dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Thamrin, S.Sos., M.M, selaku inspektur upacara seligus membacakan sambutan Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo.
Upacara tersebut turut diikuti oleh peserta Upacara, yang meliputi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas serta seluruh Staf Aparatur Sipil Negara (ASN) serta Tenaga Harian Lepas Sukarela (THLS) dilingkungan Pemkab Lampung Selatan.
Pada kesempatan itu, Thamrin menyampaikan, agar seluruh anggota Korpri Lampung Selatan dapat bertransformasi secara total, dalam melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan adaptif terhadap perubahan yang terjadi.
Dirinya menjelaskan, kemampuan beradaptasi dan mengenali situasi yang terus menerus mengalami perubahan, menjadi modal yang kuat dalam menjalankan suatu organisasi pemerintahan. “Saat ini kita masih merasakan dampak Covid-19 yang telah terjadi sejak awal 2020, sehingga mau tidak mau kita harus beradaptasi dengan melakukan prilaku baru yang berbeda dari sebelumnya,” ujar Thamrin.
Thamrin juga meminta agar ASN dapat mencari terobosan kerja yang inovatif dan cepat, serta menciptakan birokrasi yang transparan dan akuntabel guna meningkatkan pelayanan publik dan menggerakkan pembangunan daerah. “Oleh karena itu, saya meminta aspirasi ASN dapat ditampung dan disalurkan, perkuat solidaritas dan kerjasama dengan seluruh komponen bangsa, cari terobosan positif dan cara kerja yang cepat,” tuturnya.
Untuk diketahui, pada kesempatan tersebut juga turut dilakukan penyerahan Piala kepada para Pemenang Lomba Inovasi Daerah antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2022.
Juara I diraih oleh Dinas Kesehatan dengan nama inovasi Gerakan Serentak Penanaman Kelor (Gertak Telor), Juara II diraih oleh Dinas Perhubungan dengan nama inovasi WIBAWA 73 (Wisata Bersama Banawa 73), Juara III diraih oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dengan nama inovasi e-pengendalian (SiPerindu).
Selanjutnya, Juara Harapan I diraih oleh Dinas Komunikasi dan Informatika dengan nama inovasi ABC (Anak Bangsa Cerdas), Juara Harapan II diraih oleh Dinas Perumahan dan Permukiman dengan nama inovasi Baper Sama Lamsel (Bantuan Perumahan Swadaya Masyarakat Lampung Selatan).
Kemudian, Juara Harapan III diraih oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan nama inovasi Pelayanan Kependudukan Sakit, Lansia dan Disabilitas (Yanduk Satlantas). (ptm).
Sebanyak 455 Atlet, Pelatih, Official yang tergabung dalam Kontingen Kabupaten Lampung Selatan siap mensukseskan Proprov Ke IX di Kota Bandar Lampung, 3 – 14 Desember 2022. Pelepasan kontingen asal Lampung Selatan dilakukan langsung oleh Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto di Halaman Kantor Bupati, Senin (28/11/2022).
Turut Hadir, dalam acara pelepasan tersebut, Sekretaris Daerah Lamsel Thamrin, Para Kepala OPD Pemkab Lamsel, Ketua Kontingen, DR. NUR Samsi, Ketua Koni Lamsel Rudi Apriadi, para Ketua Cabor, Official dan Para Atlet.
Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto mengatakan atlet asal lampung selatan merupakan putra putri terbaik dari seluruh Kabupaten Lampung Selatan yang memiliki talenta tinggi dan telah berhasil lolos dalam berbagai tahapan seleksi.
Pemerintah Daerah telah memberikan perhatian besar terhadap perkembangan Olah Raga di Lampung Selatan. Oleh karena itu, saya mengajak semua Pengurus Cabang Olahraga, Elemen Masyarakat, BUMN, BUMD dan Swasta bersama Pemerintah Daerah, membuat rencana strategis untuk peningkatan program pengembangan dan pembinaan olahraga terintegrasi, khususnya menyangkut aspek Peningkatan sarana dan prasana keolahragaan di Kabupaten Lampung Selatan, Ucapnya. “Saya melihat para atlet sudah sangat siap untuk bertanding. Untuk itu, saya minta para atlet dan official dapat menjaga kesehatan diri serta meningkatkan vitalitas tubuh selama mengikuti Porprov, sehingga nanti dapat bertanding dengan baik,” ujarnya.
Sementara, Ketua Panitia DR. Nur Samsi menyampaikan Kontingen Lampung Selatan akan mengikuti Seluruh Cabang Olahraga (CABOR) yang dilombakan dalam ajang porprov dikota bandar lampung tersebut. “Ada 370 atlet dan 85 Pelatih dan managaer asal Lampung Selatan yang akan mengikuti ajang Porprov ini, kami optimis, mudah-mudahan kita bisa menunjukkan prestasi terbaik yang akan membanggakan lampung selatan,” terangnya.
Pada Kesempatannya sama Ketua KONI Lamsel Rudi Apriadi Mengatakan momentum Porprov Ke IX Tahun 2022 ini, dapat kita jadikan sebagai kontribusi nyata terhadap upaya pembinaan sistem keolahragaan. “Tentunya kita masih ingat pada Porprov ke VII Tahun 2014 kita menjadi tuan rumah dan meraih prestasi tertinggi, yaitu Juara Umum. Pada Porprov ke VIII pada Tahun 2017, Kontingen Lampung Selatan juga meraih prestasi yang baik, menduduki Peringkat Tiga, dengan memperoleh 47 Medali Emas, 56 Perak dan 75 Medali Perunggu. Raihan Prestasi pada Porprov Tahun 2017 lalu harus kita tingkatkan pada Porprov 2022 ini,” jelasnya.
Selanjutnya Pelepasan Kontingen dilakukan dengan penyerahan bendera kontingen dari Bupati Lampung Selatan kepada Ketua Koni dan diteruskan kepada Ketua kontingen Lampung Selatan. (Rk)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan menggelar Workshop Penyusunan Rencana Kontingensi Menghadapi Ancaman Bencana Banjir di Kabupaten Lampung Selatan yang berlangsung di Aula Bappeda Kabupaten Lampung Selatan pada Senin (28/11/2022) hingga Rabu (30/11/2022) mendatang.
Penyusunan dokumen ini diikuti 35 peserta yang berasal dari seluruh stakeholder terkait, dan acara ini merupakan bentuk kesiapsiagaan Pemerintah Daerah dalam menghadapi ancaman bencana alam. Mengingat, Kabupaten Lampung Selatan merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi risiko banjir cukup tinggi.
Selain dilaksanakan secara tatap muka atau luring, Workshop yang menghadirkan Fasilitator dan Narasumber dari BNPB serta Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung dan BMKG Stasiun Klimatologi Pesawaran ini juga diselenggarakan secara virtual, melalui zoom meeting dan google classroom.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Lampung Selatan Wahyu Hidayat menyampaikan, Rencana Kontingensi ini merupakan sebuah dokumen perencanaan penanggulangan bencana, yang mengatur tentang tata laksana penanggulangan bencana perjenis ancaman.
Dirinya menjelaskan, dokumen perencanaan penanggulangan bencana banjir tersebut dapat digunakan sebagai dasar acuan, dalam mengambil tindakan apabila terjadi bencana alam banjir di Kabupaten Lampung Selatan.
“Harapan kami, renkon banjir ini bisa menjadi panduan bersama ketika bencana banjir terjadi. Sehingga, semua pihak tahu harus melakukan apa, siapa berbuat apa dan siapa bertanggungjawab atas apa,” jelas Wahyu.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Pembangunan Dan Kemasyarakatan Lampung Selatan Yespi Cory sangat mengapresiasi, kegiatan Workshop Penyusunan Rencana Kontingensi Menghadapi Bencana Banjir di Bumi Khagom Mufakat.
Dirinya mengungkapkan, penyusunan dokumen tersebut merupakan salah satu upaya dalam melakukan penguatan kesiapsiagaan dan respon tanggap darurat, apabila terjadi bencana alam seperti banjir, tsunami dan lainnya. “Kontingensi ini merupakan rencana terintegrasi yang berisi upaya-upaya yang Kan dilakukan oleh Pemerintah Daerah, yang melibatkan masyarakat. Kontingensi ini telah disusun dan diuji oleh semua unsur dan dilakukan melalui simulasi kesiapsiagaan bencana,” ujarnya.
Menurut Yespi, Penyusunan Rencana Kontingensi sangat penting untuk menghadapi ancaman bencana alam. Terlebih, beberapa waktu yang lalu Lampung Selatan baru saja mengalami musibah banjir yang menimpa 8 Kecamatan.
Diantaranya, yaitu Kecamatan Sidomulyo, Kecamatan Candipuro, Kecamatan Katibung, Kecamatan Way Sulan, Kecamatan Tanjung Bintang, Kecamatan Palas, Kecamatan Sragi dan Kecamatan Kalianda. “Oleh karena itu, melalui workshop ini saya harap dapat memberikan wawasan dan pengetahuan tentang bagaimana cara melakukan penyusunan rencana kontingensi dalam menghadapi ancaman bencana. Sehingga, kedepannya dapat lebih siap dalam menghadapi potensi terjadinya situasi darurat,” harapnya. (ptm).
Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lampung Selatan kembali menghadirkan Inovasi Pelayanan Jemput Bola Administrasi Kependudukan Akta Perkawinan Masyarakat Non Islam atau yang disingkat “Jebolan Akper Manis”.
Acara yang dihadiri dan dilaunching langsung oleh Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto tersebut bertempat di Balai Desa Tri Darma Yoga Kecamatan Ketapang, Selasa (22/11/2022).
Inovasi ini dihadirkan oleh Disdukcapil Lampung Selatan dilatarbelakangi oleh banyaknya penduduk yang belum memiliki akta perkawinan serta masalah teknis seperti jarak tempuh yang terlalu jauh, ketidakpahaman serta waktu.
Seperti yang dijelaskan oleh Kepala Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lampung Selatan Edy Firnandi dalam paparannya manfaat memiliki akta perkawinan ada memberikan keabsahan atas adanya pernikahan. “Selain itu juga memudahkan birokrasi, memastikan istri mendapatkan haknya, memastikan anak-anak mendapatkan kesejahteraan serta memudahkan kepengurusan hak asuh anak,” paparnya.
Sementara, Bupati Lampung Selatan Hi Nanang Ermanto menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil atas inovasi layanan kependudukan yang telah dihadirkan sehingga mempermudah masyarakat dalam mendapatkan layanan. “Saya mengapresiasi Inovasi Jebolan Akper Manis ini, semoga bapak ibu sekalian terbantu dengan berbagai layanan kependudukan yang ada baik layanan jemput bola atau layanan online yang ada disdukcapil Lampung Selatan,” ucapnya.
Dirinya juga mengatakan, dokumentasi kependudukan merupakan suatu hal yang sangat penting dan tidak dapat dikesampingkan terlebih dengan situasi dunia yang saat ini sudah melek digital maka masyarakat harus terbiasa dengan sistem yang cepat.
Nanang Ermanto juga menerangkan, banyak sisi positif yang dapat kita ambil dari dampak ada covid-19 yang selama 2 tahun melanda Indonesia yang salah satunya Kabupaten Lampung Selatan.
“Jadi covid-19 itu juga ada dampak positifnya karena banyak melahirkan inovasi-inovasi dan kreativitas seperti yang dilakukan oleh Disdukcapil ini. Mereka banyak membuat program dengan akses digital untuk dapat lebih dekat dengan masyarakat tanpa harus bertemu tatap muka dan berjalan hingga saat ini itu luar biasa,” terangnya.
“Untuk itu, saya selaku Bupati Lampung Selatan meminta kepada seluruh kepala desa untuk dapat berkoordinasi dengan camatnya dimasing-masing desa dan nantinya camat langsung berkoordinasi dengan Kepala Dinas Capil untuk melaksanakan program layanan kependudukan didesa agar masyarakat dapat melakukan tertib administrasi kependudukan,” imbuhnya.
Usai memberikan sambutan, H. Nanang Ermanto melakukan pemukulan gong sebanyak 2 kali sebagai bukti inovasi Jebolan Akper Manis resmi pemanfaatannya untuk pelayanan administrasi kependudukan masyarakat serta dilaksanakan penyerahan akta pernikahan secara simbolis. (lmhr).