Jumat, Mei 1, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 9

Bupati Egi Kembali Geser Gerbong Struktur Organisasi Pemkab Lamsel, 3 Pejabat eselon II dirotasi

0

RAJABASA, (Ltc):
Gerbong Struktur Organisasi Pemerintahan Egi-Syaiful kembali bergerak. Di acara Safari Ramadan, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, kembali resmi melantik tiga pejabat eselon II dan menunjuk satu pejabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt), pada Selasa (3/3/2026).

Prosesi pelantikan berlangsung secara sederhana di Masjid Manarul Islam, Desa Canggung Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan, hal ini menjadi momen penyegaran struktur organisasi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di tengah bulan suci Ramadan.

Pelantikan yang digelar di tempat ibadah dan disaksikan langsung masyarakat setempat, menghadirkan nuansa berbeda dibanding prosesi seremonial pada umumnya. Selain sebagai agenda struktural, momen ini sekaligus mengandung pesan moral tentang tanggung jawab dan integritas pejabat publik.

Dalam mutasi tersebut, pejabat senior lulusan APDN Drs. Edy Firnandi, M.Si., yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sekaligus Plt Asisten Bidang Administrasi Umum, kini resmi dilantik sebagai Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah secara definitif.

Posisi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang ditinggalkan Edy Firnandi diisi oleh Anton Carmana, S.E., yang sebelumnya menjabat Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik.

Sementara itu, jabatan Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik kini dipercayakan kepada Anasrullah, S.Sos., M.M., yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Untuk mengisi kekosongan di Dinas Kominfo, Bupati Egi menunjuk secara resmi Hendry Kurniawan, S.H., M.M. sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfo hingga ditetapkannya pejabat definitif.

Dalam arahannya, Bupati Egi menegaskan bahwa pelantikan di masjid pada bulan Ramadan bukan sekadar seremoni administratif, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Saudara dilantik di tempat yang suci, di bulan yang suci, dan disaksikan langsung oleh masyarakat. Ini adalah amanah besar yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Bekerjalah secara profesional dan pastikan kehadiran pemerintah dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” tegasnya.

Ia meminta para pejabat yang baru dilantik untuk segera bergerak cepat menjalankan program kerja, terutama dalam mempercepat pelayanan administrasi dan mendukung pembangunan daerah.

Menurut Bupati Egi, rotasi dan pengisian jabatan ini merupakan bagian dari penataan organisasi agar lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. “Penyegaran ini adalah hal biasa dalam organisasi untuk memperkuat kinerja tim. Saya berharap pejabat yang baru dilantik dapat membawa inovasi di instansinya masing-masing,” ujarnya.

Langkah ini menandai kembali bergeraknya “gerbong” mutasi di lingkungan Pemkab Lampung Selatan, sebagai upaya konsolidasi internal dan penguatan pelayanan publik.

Pelantikan tersebut turut disaksikan unsur Forkopimda Lampung Selatan, Sekretaris Daerah Supriyanto, para kepala perangkat daerah, tokoh agama, serta tokoh masyarakat Kecamatan Rajabasa yang hadir dalam rangkaian Safari Ramadan.

Usai prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Safari Ramadan dan penyerahan bantuan sosial kepada anak yatim serta hibah pembangunan masjid. Agenda itu menjadi simbol komitmen Pemkab Lampung Selatan untuk tetap menghadirkan pelayanan dan kepedulian sosial di tengah momentum spiritual bulan Ramadan. (Gil-Kmf/*/red)

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan Gelar Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2026

0

KALIANDA, (Ltc):
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menggelar Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2026 di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, pada Selasa (3/3/2026).

Forum ini menjadi ruang evaluasi sekaligus konsolidasi lintas sektor dalam mempercepat pencegahan dan penurunan stunting di daerah tersebut.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pejabat utama dan kepala perangkat daerah Pemkab Lampung Selatan, perwakilan Forkopimda, para camat, forum CSR, instansi vertikal, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta jajaran terkait lainnya.

Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, selaku Ketua Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TP3S), menegaskan bahwa Pra Musrenbang Tematik ini bukan sekadar agenda rutin tahunan.

Menurutnya, forum tersebut merupakan ruang konsolidasi strategis guna memastikan setiap intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.

“Stunting bukan sekadar isu kesehatan. Stunting adalah isu pembangunan. Ia menyangkut kualitas sumber daya manusia, produktivitas masa depan, dan daya saing daerah,” kata Syaiful saat menyampaikan sambutan bupati.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Lampung Selatan tercatat sebesar 10,4 persen. Angka tersebut mengalami kenaikan 0,1 persen dibandingkan Tahun 2023 yang berada di angka 10,3 persen.

Meski kenaikannya relatif kecil, Syaiful menilai kondisi tersebut harus menjadi pengingat agar upaya percepatan tidak berjalan biasa-biasa saja.

“Kenaikan ini menjadi pengingat bagi kita bahwa kerja-kerja percepatan tidak boleh kendor. Target kita jelas, tren harus menurun dan penurunannya harus konsisten dari tahun ke tahun,” tegasnya. Dalam Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2026 ini, terdapat tiga tujuan utama yang dibahas. Pertama, melakukan evaluasi kinerja perangkat daerah dalam percepatan, pencegahan, dan penurunan stunting berdasarkan hasil analisis situasi.

Kedua, merumuskan usulan program dan kegiatan intervensi percepatan penurunan stunting. Ketiga, mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah untuk menyemangati pelaksanaan intervensi penurunan stunting secara terintegrasi.

Untuk perencanaan 2026 menuju 2027, Pemkab Lampung Selatan menekankan empat strategi utama. Pertama, penguatan basis data keluarga berisiko stunting sebagai dasar penetapan sasaran program.

Kedua, penajaman lokus desa dan kelurahan prioritas berdasarkan analisis situasi dan capaian kinerja. Ketiga, sinkronisasi program lintas perangkat daerah guna menghindari duplikasi serta memastikan efektivitas anggaran. Keempat, penguatan monitoring dan evaluasi berbasis indikator output dan outcome yang terukur.

“Intervensi spesifik dan intervensi sensitif harus terintegrasi dan saling menguatkan. Kunci keberhasilan kita terletak pada integrasi program, ketepatan sasaran, dan konsistensi pelaksanaan,” kata Syaiful.

Sebagai Ketua TP3S, ia juga mengajak seluruh jajaran pemerintah mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa untuk memperkuat koordinasi.

Selain itu, keterlibatan kader pembangunan manusia, PKK, tenaga kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia usaha melalui CSR, serta dukungan media dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat penurunan stunting.

“Penurunan stunting adalah tanggung jawab bersama, kerja kolaboratif, dan gerakan kolektif seluruh elemen daerah,” kata Wabup Syaiful. (Nsy/*/red)

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan Gelar Pasar Murah dilapangan Samping Puskesmas Kecamatan Penengahan

0

PENENGAHAN, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menggelar Pasar Murah Reguler dan Pasar Khusus Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan PHBI di samping Puskesmas Penengahan, Kecamatan Penengahan, pada Selasa (3/3/2026).

Sejak pagi lapangan desa Pasuruhan Kecamatan Penengahan (samping Puskesmas) itu di padati oleh warga, Mereka datang bahkan sebelum kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB, tujuannya untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau melalui program Pasar Murah Reguler dan Pasar Khusus Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Kegiatan yang diinisiasi melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Lampung Selatan itu menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menekan lonjakan harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan 1447 Hijriah.

Pelaksana tugas Kepala Disdagperin Lampung Selatan, Rahmat Hadi Wijaya, mengatakan pasar murah tersebut merupakan bagian dari upaya stabilisasi harga bahan kebutuhan pokok dan barang penting lainnya selama bulan suci.

“Pasar murah ini merupakan bentuk kepedulian Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan kepada masyarakat. Kami berharap kegiatan di Kecamatan Penengahan ini berjalan lancar dan dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau,” ujar Rahmat.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas dijual dengan harga subsidi. Beras premium kemasan 5 kilogram dijual Rp58.500, gula pasir Rp14.500 per kilogram, minyak goreng kemasan 900 mililiter mulai Rp17.200 hingga Rp19.200 per liter, serta LPG 3 kilogram Rp20.000. Selain itu, telur dibanderol Rp27.500 per kilogram dan daging sapi Rp110.000 per kilogram.

Tak hanya itu, masyarakat juga dapat membeli tepung terigu, aneka bumbu dapur, serta produk UMKM lokal. Komoditas lain seperti ikan lele dijual Rp25.000 per kilogram, bandeng presto Rp20.000 per ekor, serta ikan asin dan teri mulai Rp5.000 per bungkus. Untuk memastikan pemerataan distribusi, pembelian sejumlah komoditas utama seperti beras premium, gula, minyak goreng, dan LPG 3 kilogram dibatasi satu produk per kartu keluarga (KK) dengan melampirkan fotokopi KTP.

Kegiatan tersebut juga diramaikan dengan Bazar Preloved Dharma Wanita Persatuan Lampung Selatan yang menawarkan pakaian wanita berkualitas dengan harga mulai Rp15.000 hingga Rp25.000 per potong, menambah daya tarik masyarakat yang hadir.

Antusiasme warga terlihat jelas dari tingginya partisipasi masyarakat sejak pagi hari. Sumiyati, warga Desa Pasuruan, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut.

“Alhamdulillah sangat membantu, apalagi menjelang Ramadan harga-harga biasanya naik. Di sini lebih murah dan kualitasnya juga bagus. Semoga kegiatan seperti ini bisa sering diadakan,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap pasar murah ini mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menjadi instrumen pengendalian inflasi daerah selama momentum Ramadan. (lmhr/*/red)

Pertumbuhan Ekonomi Lampung Selatan Meroket 5,71 Persen, Lampaui Provinsi dan Nasional

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan kembali menorehkan prestasi membanggakan di sektor ekonomi. Di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, pertumbuhan ekonomi daerah ini menembus angka 5,71 persen dalam setahun terakhir.

Capaian tersebut menjadikan Kabupaten Lampung Selatan sebagai daerah dengan laju pertumbuhan tertinggi di Provinsi Lampung. Angka itu tidak hanya melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi yang berada di level 5,28 persen, tetapi juga melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.

Secara tahunan, kinerja ekonomi Lampung Selatan juga menunjukkan akselerasi signifikan. Dibandingkan tahun 2024, pertumbuhan ekonomi meningkat sebesar 1,09 persen. Lonjakan ini menjadi sinyal kuat struktur ekonomi daerah berada dalam kondisi ekspansif dan solid.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lampung Selatan, Aryan Saruhian, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor yang didukung kebijakan pembangunan yang terarah dan berkelanjutan.

Menurutnya, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Stabilitas dan produktivitas komoditas pertanian yang terjaga membuat sektor ini tetap menjadi kontributor utama dalam menjaga pertumbuhan.

Selain itu, sektor industri pengolahan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi yang berdampak pada naiknya nilai tambah komoditas lokal. Aktivitas perdagangan pun tumbuh signifikan, terlihat dari meningkatnya perputaran barang dan jasa di berbagai wilayah.

“Patut kita syukuri pertumbuhan ekonomi Lampung Selatan yang tinggi merupakan indikator bahwa aktivitas produksi, konsumsi, dan investasi berjalan sangat baik. Hal ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha serta efektivitas kebijakan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam mendorong sektor-sektor unggulan,” ujar Aryan dalam keterangannya, pada Selasa (3/3/2026).

Sektor konstruksi juga turut memberikan kontribusi besar melalui berbagai proyek pembangunan infrastruktur yang berjalan aktif.

Pembangunan tersebut tidak hanya memperkuat konektivitas antarwilayah, tetapi juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi sektor-sektor lain.

Dengan kombinasi sektor strategis yang terus bergerak positif, Kabupaten Lampung Selatan tidak sekadar bertahan di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan domestik. Daerah ini justru tampil sebagai motor pertumbuhan baru di tingkat provinsi.

Capaian 5,71 persen tersebut sekaligus mempertegas posisi Kabupaten Lampung Selatan sebagai daerah yang adaptif, produktif, dan memiliki daya saing tinggi, baik di level provinsi maupun nasional. (Dul/*/red)

Sudah Terima Sertifikasi, Guru Honorer Tak Boleh Lagi Digaji dari Dana BOS: Simak Penjelasannya

0

KALIANDA, (Ltc):

Sejumlah guru honorer di Kabupaten Lampung Selatan yang telah menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) atau tunjangan sertifikasi kini tidak lagi diperbolehkan menerima gaji dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Kebijakan ini ditegaskan melalui Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan Nomor: 700/585/IV.02/2026 tertanggal 9 Februari 2026.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut hasil pemeriksaan atau audit ketaatan pada satuan pendidikan se-Kabupaten Lampung Selatan untuk periode Januari-Agustus 2025.

Dalam surat edaran itu dijelaskan bahwa ketentuan tersebut merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 8 Tahun 2025 Pasal 39 ayat 2 huruf (d).

Pada aturan tersebut ditegaskan bahwa guru yang dapat diberikan honor dari Dana BOS harus memenuhi syarat belum mendapatkan tunjangan profesi guru.

Dinas Pendidikan menegaskan, kebijakan ini bertujuan untuk menghindari praktik pendanaan ganda (double funding) atau double dipping. Guru honorer yang telah memiliki sertifikat pendidik dan menerima dana sertifikasi dari APBN sebesar Rp2 juta per bulan, tidak lagi diperkenankan menerima honor tambahan yang bersumber dari Dana BOS.

Dengan demikian, Dana BOS dapat dialokasikan untuk kebutuhan operasional sekolah lainnya agar lebih optimal dan tepat sasaran.

Jadi Temuan Pemeriksaan

Sekretaris Inspektorat Kabupaten Lampung Selatan, Marko Firzada, mengungkapkan, dalam hasil audit yang dilakukan periode Januari-Agustus 2025, pembayaran honor dari Dana BOS kepada guru yang sudah bersertifikasi dinyatakan sebagai temuan pemeriksaan.

Ia menegaskan, atas temuan tersebut, guru honorer bersertifikasi yang terlanjur menerima gaji dari Dana BOS pada periode tersebut diwajibkan mengembalikan dana tersebut ke Rekening Kas Umum Daerah Lampung Selatan yang untuk kemudian diteruskan Ke Rekening Kas Umum Negara. Mekanisme pengembalian dapat dilakukan secara bertahap.

“Berdasarkan keterangan dari Dinas Pendidikan, kebijakan ini bukan keputusan mendadak. Sebelumnya, para guru telah menandatangani surat perjanjian dengan kepala sekolah yang menyatakan kesediaan mengembalikan honor dari Dana BOS apabila di kemudian hari menjadi temuan pemeriksaan,” kata Marko.

Siapa yang Wajib Mengembalikan?

Guru yang menjadi sasaran pengembalian adalah Guru Honorer BOS Tahun 2025 yang menerima dua sumber penghasilan sekaligus, yakni honor dari Dana BOS dan tunjangan sertifikasi dari pemerintah pusat.

Sementara itu, guru honorer BOS Tahun 2025 yang belum memiliki sertifikasi tidak dikenakan kewajiban pengembalian karena hanya menerima satu sumber penghasilan, yakni dari Dana BOSP.

Kriteria Penerima Honor BOS

Berdasarkan petunjuk teknis BOSP, guru honorer yang dapat dibayarkan honornya melalui Dana BOS harus memenuhi kriteria:
– Berstatus Non-ASN
– Terdaftar di Dapodik
– Memiliki NUPTK
– Belum menerima tunjangan sertifikasi

Dinas Pendidikan menyebutkan bahwa kasus serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain, karena kebijakan ini merupakan perintah dari regulasi pemerintah pusat.

Bagi guru yang ingin mengajukan keringanan pengembalian secara mencicil, dipersilakan berkonsultasi dengan Inspektorat Lampung Selatan.

Kebijakan ini ditegaskan sebagai bagian dari komitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran pendidikan agar tidak terjadi tumpang tindih pembiayaan. (Kmf/*/red)

Pemkab, Bapenas, Polres Lamsel Pantau Langsung Harga Sembako Dipasar Inpres Kalianda

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Provinsi Lampung dan Satreskrim Polres Lampung Selatan melakukan pemantauan langsung harga bahan pokok di Pasar Inpres Kalianda, pada Senin (2/3/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Tim gabungan menyasar lapak-lapak pedagang sembako guna mengecek perkembangan harga sekaligus memantau potensi lonjakan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Pengawasan ini menjadi upaya preventif agar masyarakat tidak terbebani kenaikan harga yang tidak wajar di momen meningkatnya kebutuhan konsumsi.

Salah satu pedagang sembako, Mukirjo (62), mengungkapkan sejumlah komoditas mulai mengalami pergerakan harga. Cabai merah, misalnya, masih relatif stabil di angka Rp35 ribu per kilogram. Sementara cabai rawit justru mengalami penurunan dari Rp70 ribu menjadi Rp65 ribu per kilogram.

Di sisi lain, harga gula pasir putih tercatat naik dari Rp18 ribu menjadi Rp19 ribu per kilogram. Adapun bawang merah dan bawang putih masing-masing dijual Rp35 ribu per kilogram dan masih berada pada harga yang tetap.

“Kalau harga itu naik turun, sekarang naik besok bisa turun, tidak bisa diprediksi. Apalagi kalau bulan puasa begini,” ujar Mukirjo.

Ia memprediksi harga kebutuhan pokok berpotensi meningkat mendekati Lebaran, seiring naiknya permintaan pasar dan harga dari distributor. “Biasanya kalau mau Lebaran pasti naik, karena modal dari distributor juga naik,” tambahnya. Sementara itu, Kanit Tipidter Satreskrim Polres Lampung Selatan, Ipda Deni Ardiansyah, S.H., M.H., mengingatkan para pedagang agar mencatat secara rinci asal barang dan perusahaan pemasok. Langkah tersebut dinilai penting untuk memudahkan pengawasan dan pengendalian harga.

“Saya mengingatkan, tolong dipastikan belanja dari siapa, perusahaan apa, dicatat. Karena kita mau kontrol harganya. Masih Ramadan, supaya masyarakat tidak terbebani dengan harga yang mahal,” tegasnya.

Ia menambahkan, pencatatan yang jelas juga akan melindungi pedagang dari dugaan spekulasi harga apabila terjadi kenaikan signifikan.

“Kalau terjadi kenaikan signifikan tapi tidak tahu belanja dari mana, nanti seolah-olah pedagang yang menaikkan harga,” ujarnya.

Pemantauan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga serta memastikan masyarakat Kabupaten Lampung Selatan dapat menjalani Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran lonjakan harga bahan pokok. (ptm/*/red)

Pemkab Lamsel Gelar OP, Warga Desa Sukaratu Kecamatan Kalianda Antusias

0

KALIANDA, (Ltc):

Menjaga daya beli masyarakat agar tetap kuat selama Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menggelar Operasi Pasar Murah di Lapangan Desa Sukaratu, Kecamatan Kalianda, pada Senin (2/3/2026).

Langkah ini dilakukan sebagai upaya konkret menekan lonjakan harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Operasi pasar tersebut menjadi bagian dari intervensi pemerintah daerah dalam merespons tren kenaikan harga bahan pokok yang lazim terjadi setiap Ramadan.

Kegiatan itu dibuka secara resmi oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Tri Umaryani, yang mewakili Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama.

Dalam sambutannya, Tri Umaryani menegaskan bahwa stabilitas harga merupakan faktor penting agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa terbebani lonjakan kebutuhan.

“Pemerintah daerah hadir untuk memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Stabilitas harga menjadi kunci agar ibadah Ramadan dapat dijalankan dengan tenang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, operasi pasar murah ini merupakan wujud sinergi antara pemerintah daerah, distributor, dan pelaku usaha dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasaran. Berbagai komoditas strategis dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Beras premium kemasan 5 kilogram dijual Rp58.500, gula Rp14.500 per kilogram, minyak goreng kemasan 900 ml mulai Rp17.200 hingga Rp19.200 per liter, LPG 3 kilogram Rp20.000, telur Rp27.500 per kilogram, serta daging sapi Rp110.000 per kilogram.

Selain kebutuhan pokok utama, tersedia pula tepung, aneka bumbu dapur, produk UMKM lokal, ikan lele Rp25.000 per kilogram, bandeng presto Rp20.000, serta ikan asin dan teri mulai Rp5.000 per bungkus.

Untuk memastikan distribusi tepat sasaran dan menghindari praktik penimbunan, pembelian komoditas tertentu seperti beras premium, gula, minyak goreng, dan LPG 3 kilogram dibatasi satu produk per kepala keluarga dengan melampirkan fotokopi KTP.

Camat Kalianda, Ruris Apdani, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap operasi pasar ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok di tengah meningkatnya aktivitas dan konsumsi selama Ramadan.

Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari. Masyarakat memadati lokasi kegiatan untuk memanfaatkan kesempatan berbelanja dengan harga yang lebih ringan. Respons positif ini menjadi indikator bahwa intervensi pasar yang dilakukan pemerintah daerah tepat sasaran.

Operasi Pasar Murah tidak hanya digelar di Kalianda. Kegiatan serupa dijadwalkan berlangsung secara bertahap di Kecamatan Penengahan (3 Maret), Palas (4 Maret), Way Panji (5 Maret), dan Sidomulyo (6 Maret 2026).

Melalui program ini, Pemkab Lampung Selatan menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat, sehingga Ramadan dapat dijalani dengan lebih tenang dan penuh keberkahan. (Nsy-Kmf/*/*/red)

Bupati Egi Safari Ramadhan didesa Bakauheni, Jalin Silahturahmi & Serap Aspirasi

0

BAKAUHENI, (Ltc):

Kehadiran Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama unsur Forkopimda dan jajaran pejabat daerah dalam kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi di Masjid At-Takwa, Dusun Kenyayan, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, pada Senin (2/3/2025), menjadi penegasan komitmen pemerintah daerah untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Dalam kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut, Bupati Egi hadir didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto, unsur Forkopimda, jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Camat Bakauheni, para kepala desa se-Kecamatan Bakauheni, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Egi menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan ruang pertemuan antara pemerintah dan masyarakat untuk saling mendengar dan menguatkan.

“Saya hadir pada Safari Ramadan ini bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk bertatap muka langsung dengan masyarakat, menautkan hati di antara kita, serta memastikan pemerintah bekerja dengan hati, mendengar suara masyarakat, dan melayani kebutuhan serta harapan masyarakat,” ujarnya.

Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memaparkan capaian pembangunan sepanjang tahun 2025, terutama di sektor infrastruktur dasar sebagai bagian dari komitmen pemerataan pembangunan. Bupati Egi menyebutkan, Pemkab Lampung Selatan telah membangun jalan sepanjang kurang lebih 270,9 kilometer pada tahun 2025. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 42 kilometer, atau terjadi lonjakan sekitar 538 persen.

Selain pembangunan jalan, pemerintah daerah juga melakukan pembangunan dan rehabilitasi sekitar 35 hingga 36 gedung sekolah, termasuk perbaikan atap dan fasilitas sanitasi. Pembangunan jembatan dan gorong-gorong turut dilaksanakan guna memperkuat konektivitas antarwilayah.

Di sektor pertanian, peningkatan kapasitas produksi ditempuh melalui kenaikan indeks pertanaman dari 1,6 menjadi 2,3. Bahkan, di Desa Trimomukti, petani telah mampu melakukan panen hingga tiga kali dalam satu tahun.

“Seluruh capaian ini merupakan hasil kolaborasi perangkat daerah bersama para pemangku kepentingan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta seluruh unsur masyarakat,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Bupati Egi mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan desa agar tercipta suasana yang nyaman sekaligus menarik bagi para pengunjung.

“Mari kita jaga kebersihan dan keindahan desa. Jadikan desa ini sebagai desa yang indah dan nyaman, sehingga semakin banyak orang yang berkunjung,” ajaknya.

Dalam suasana Ramadan, ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial dan memperbanyak berbagi, terutama pada sepuluh hari terakhir Ramadan yang memiliki keutamaan besar.

“Selama bulan Ramadan, mari kita perbanyak berbagi. Ganjaran dari Allah sangat luar biasa, terlebih pada sepuluh hari terakhir. Semoga kita semua senantiasa diberikan kekuatan dan perlindungan dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Safari Ramadan tahun ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat, tetapi juga momentum berbagi dan memperkuat sinergi pembangunan di tingkat desa. Pada kesempatan tersebut, bantuan sembako diserahkan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial pemerintah daerah, sementara hibah untuk masjid diharapkan dapat mendukung kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. (lmhr-Kmf)

Selama 13 Tahun Rusak, Ruas Kuripan-Klaten Baru Mulus Masa Kepemimpinan Egi-Syaiful

0

PENENGAHAN, (Ltc):

Harapan panjang warga Kecamatan Penengahan akhirnya terjawab. Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, meresmikan dua ruas jalan strategis, yakni ruas Kuripan-Klaten sepanjang 820 meter dan ruas Pasuruan-Gandri sepanjang kurang lebih 1,28 kilometer, yang selama ini dinantikan masyarakat karena kondisinya rusak.

Peresmian tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Bagi warga, perbaikan infrastruktur ini membuka kembali akses vital yang menunjang aktivitas ekonomi, sosial, hingga pendidikan sehari-hari.

Salah satu warga Dusun Sidodadi, Desa Klaten, Darmadi, mengaku bersyukur atas terealisasinya perbaikan ruas Kuripan-Klaten yang menurutnya telah lama terbengkalai.

“Alhamdulillah, sekarang jalannya sudah diperbaiki. Selama kurang lebih 13 tahun, jalan Kuripan-Klaten belum mendapatkan perhatian. Kami masyarakat Dusun Sidodadi mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Egi,” ujar Darmadi.

Ia menilai, kondisi jalan yang lebih baik akan mempermudah distribusi hasil pertanian warga. Selama ini, kerusakan jalan kerap menghambat mobilitas, terutama saat musim hujan yang membuat permukaan jalan semakin sulit dilalui.

Menurut Darmadi, dampak ekonomi dari perbaikan infrastruktur tersebut akan sangat terasa. Biaya angkut hasil panen berpotensi lebih efisien dan waktu tempuh menjadi lebih singkat, sehingga mendukung peningkatan pendapatan masyarakat.

“Kami berharap perbaikan dapat berlanjut karena masih terdapat beberapa ruas jalan yang berlubang. Semoga pembangunan ini terus berkesinambungan,” tambahnya. Dalam sambutannya, Bupati Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan bukan semata proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Mudah-mudahan jalan ini membawa kebermanfaatan yang lebih besar bagi masyarakat sekitar, meningkatkan kesejahteraan, mendukung kegiatan sosial dan ekonomi, serta memperlancar akses pendidikan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga infrastruktur yang telah dibangun. Menurutnya, keberlanjutan manfaat jalan sangat bergantung pada kesadaran kolektif untuk merawat dan menggunakannya sesuai ketentuan.

“Saya titip kepada masyarakat untuk menjaga dan merawat jalan ini. Pastikan kendaraan yang melintas sesuai dengan batas muatan yang telah ditentukan agar jalan tetap awet dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Pemkab Lampung Selatan, lanjutnya, berkomitmen melaksanakan pembangunan infrastruktur secara bertahap dan merata. Upaya tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

Dengan diresmikannya dua ruas jalan tersebut, warga Penengahan kini menatap aktivitas harian dengan optimisme baru, jalan yang lebih layak diharapkan menjadi penghubung bukan hanya antarwilayah, tetapi juga antara harapan dan kesejahteraan. (lmhr-Kmf/*/red)

Terus Perkuat Sinergi Pemkab Lamsel & Jajaran Kepolisian Menjaga Kamtibmas dibulan Ramadhan

0

CANDIPURO, (Ltc):

Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan jajaran kepolisian terus diperkuat guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya selama bulan suci Ramadan.

Momentum tersebut terlihat dalam kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim piatu yang digelar Polsek Candipuro di Mapolsek Candipuro, pada Sabtu (28/2/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 17.00 WIB itu dihadiri Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Anggota DPRD Daerah Pemilihan 7, Camat Candipuro Sumiyati, Kapolsek Candipuro Iptu Ali Humaeni, serta seluruh jajaran anggota Kepolisian Sektor Candipuro.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Syaiful menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian jajaran Polsek Candipuro sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polsek Candipuro atas dedikasi dan pengabdian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa bulan Ramadan memiliki dinamika tersendiri karena meningkatnya aktivitas masyarakat, mulai dari ibadah tarawih, tadarus, hingga berbagai kegiatan sosial keagamaan lainnya. Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan kesiapsiagaan aparat kepolisian agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan aman, tertib, dan khusyuk. Lebih lanjut, Syaiful berpesan agar jajaran kepolisian terus meningkatkan profesionalisme dan kinerja yang humanis serta berorientasi pada pelayanan publik.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda di wilayah Kecamatan Candipuro.

“Melalui momentum Ramadan ini, semoga ukhuwah islamiyah semakin erat, toleransi semakin kuat, dan semangat kebersamaan terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan persatuan dan sinergi, insyaallah kita mampu menjaga daerah ini tetap aman, damai, dan sejahtera,” katanya.

Pada kesempatan itu, Syaiful turut menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah kepada seluruh jajaran kepolisian dan tamu undangan yang hadir. Ia berharap seluruh pihak diberikan kekuatan dan keikhlasan dalam menuntaskan ibadah hingga akhir Ramadan.

Kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan.

Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan itu juga diharapkan semakin memperkuat koordinasi antara Pemkab Lampung Selatan dan jajaran kepolisian dalam mendukung terciptanya stabilitas keamanan daerah selama Ramadan dan seterusnya. (lmhr-Kmf)