Jumat, Mei 1, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 8

Hindari Gratifikasi, Bupati Lampung Selatan Larang Pejabat Daerah Terima ‘Hampers Lebaran’

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menegaskan komitmennya dalam mencegah praktik gratifikasi menjelang Hari Raya Idulfitri.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bahkan memastikan dirinya bersama jajaran pemerintah daerah tidak menerima hampers atau bentuk gratifikasi lainnya yang biasanya marak saat momentum hari raya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, menjelaskan bahwa imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Lampung Selatan Nomor 20 Tahun 2026 tanggal 2 Maret 2026 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi Terkait Hari Raya di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

“Artinya Pak Bupati dan Wakil Bupati beserta jajaran tidak menerima gratifikasi atau hampers yang biasanya marak menjelang Hari Raya Idulfitri,” kata Hendry dalam keterangannya, Kamis (12/3/2026).

Dalam surat edaran tersebut, Bupati Egi mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan penyelenggara negara di lingkungan Pemkab Lampung Selatan untuk menolak serta melaporkan setiap bentuk penerimaan gratifikasi pada kesempatan pertama.

Ia menegaskan, ASN harus menjadi teladan dengan tidak memberi maupun menerima gratifikasi yang berkaitan dengan jabatan dan bertentangan dengan tugasnya, termasuk dalam momentum perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.

Selain itu, Bupati Lampung Selatan juga menekankan bahwa permintaan dana atau hibah seperti Tunjangan Hari Raya (THR) atau sebutan lain, baik secara pribadi maupun mengatasnamakan institusi kepada masyarakat, perusahaan, atau sesama pegawai negeri, merupakan perbuatan yang dilarang.

Praktik tersebut dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, melanggar aturan serta kode etik, dan berisiko mengarah pada tindak pidana korupsi.

Dalam surat edaran itu pula, ASN diminta tidak menggunakan fasilitas dinas untuk kepentingan pribadi. Fasilitas dinas hanya boleh dimanfaatkan untuk kegiatan yang berkaitan langsung dengan tugas kedinasan.

Bupati Lampung Selatan juga meminta para kepala perangkat daerah, kepala bagian, direktur RSUD dan BUMD, kepala UPTD puskesmas, kepala satuan pendidikan, hingga lurah dan kepala desa untuk menyampaikan imbauan secara internal kepada seluruh pegawai agar menolak gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga mengingatkan pihak swasta, asosiasi, perusahaan, maupun masyarakat untuk tidak memberikan hadiah atau bentuk gratifikasi kepada pegawai negeri maupun penyelenggara negara.

Langkah ini diharapkan menjadi upaya pencegahan agar tidak terjadi praktik suap, uang pelicin, atau bentuk gratifikasi lain yang berpotensi melanggar hukum. (Mhr/*/red)

Bupati Egi Kukuhkan Pimpinan BASNAZ Kabupaten Lampung Selatan periode 2022-2027

0

KALIANDA, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, secara resmi melantik jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lampung Selatan periode 2022-2027 di Masjid Agung Kalianda, pada Kamis malam (12/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Egi menekankan pentingnya integritas dalam mengelola amanah umat melalui zakat, infak, dan sedekah.

Pada pelantikan itu, posisi Ketua Baznas Kabupaten Lampung Selatan yang sebelumnya dijabat Mukhlisin resmi diserahterimakan kepada Nur Mahfud.

Pergantian kepemimpinan tersebut diharapkan mampu menghadirkan energi baru dalam pengelolaan zakat di Kabupaten Lampung Selatan.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah awal perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan umat dan memakmurkan rumah ibadah kita,” ujar Bupati Egi dalam sambutannya.

Ia menyampaikan keyakinannya bahwa jajaran pengurus Baznas yang baru dilantik mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.

Menurut Egi, keberadaan Baznas memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah daerah memperkuat kesejahteraan sosial masyarakat melalui pengelolaan dana zakat yang transparan dan tepat sasaran. Acara pelantikan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, para pejabat utama pemerintah daerah, kepala perangkat daerah, para camat se-Kabupaten Lampung Selatan, serta pimpinan BUMD dan RSUD.

Setelah prosesi pelantikan pimpinan Baznas, kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus Takmir Masjid Agung Lampung Selatan masa bakti 2026-2027.

Pengukuhan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola masjid yang profesional serta mendukung visi pembangunan daerah yang religius dan bermartabat.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan berita acara pelantikan yang disaksikan berbagai tokoh agama dari sejumlah organisasi, di antaranya MUI, NU, Muhammadiyah, LDII, FKUB, FKPP, GP Ansor, hingga Muslimat NU.

Kehadiran para tokoh agama tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap kepengurusan Baznas Lampung Selatan yang baru agar dapat menjalankan tugasnya dengan amanah dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. (Gil-Kmf/*/red)

1.169 Usulan Warga Dibahas dalam Musrenbang RKPD 2027 Lampung Selatan, Tetapkan Pariwisata Berkelanjutan Jadi Prioritas

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mulai mematangkan arah pembangunan daerah tahun 2027 dengan menitikberatkan pada pengembangan pariwisata berbasis potensi desa sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 yang digelar di Aula Rimau Kantor Bappeda Lampung Selatan, pada Rabu (11/3/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Percepatan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Potensi Desa untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat” itu dihadiri langsung oleh Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, didampingi Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, serta Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela.

Turut hadir jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto beserta kepala perangkat daerah, instansi vertikal, hingga berbagai elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Radityo Egi Pratama memaparkan capaian pembangunan Kabupaten Lampung Selatan sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan tren positif.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Lampung Selatan tercatat mencapai 5,71 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung yang berada di angka 5,28 persen serta nasional 5,11 persen.

“PDRB kita juga meningkat dari Rp60,32 triliun menjadi Rp65,66 triliun. Angka kemiskinan dan stunting berhasil kita tekan secara signifikan. Ini menjadi fondasi penting untuk melangkah menuju pembangunan tahun 2027,” ujar Egi.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus memperkuat pembangunan infrastruktur dan ekonomi kerakyatan. Salah satunya melalui pembangunan jalan sepanjang 270,9 kilometer, serta penguatan ekonomi desa melalui 260 Koperasi Desa Merah Putih yang mulai aktif menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

Ke depan, kata Egi, arah pembangunan Lampung Selatan akan difokuskan pada pariwisata berkelanjutan dengan mengedepankan keseimbangan antara lingkungan, sosial-budaya, dan ekonomi. Salah satu program unggulan yang disiapkan adalah pengembangan Desa HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman, Unggul) sebagai model desa wisata yang ramah lingkungan dan berdaya saing. “Lampung Selatan adalah Beranda Sumatera. Kita memiliki potensi gunung dan pantai yang luar biasa. Melalui Desa HELAU, kita ingin pariwisata menjadi penggerak ekonomi masyarakat tanpa merusak identitas budaya maupun kelestarian alam,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Lampung Selatan Aryan Saruhian menjelaskan, Musrenbang RKPD 2027 merupakan puncak dari rangkaian proses perencanaan pembangunan yang telah berjalan sejak tingkat desa hingga kecamatan.

Dari proses tersebut, berhasil dihimpun 1.169 usulan masyarakat dari 17 kecamatan, serta 412 pokok pikiran DPRD yang telah melalui proses verifikasi secara teknokratis. “Seluruh usulan ini menjadi dasar dalam merumuskan prioritas pembangunan daerah tahun 2027,” kata Aryan Saruhian.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela mengingatkan pentingnya integritas dalam setiap proses perencanaan pembangunan daerah.

Menurutnya, kolaborasi yang kuat harus berjalan seiring dengan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. “Kolaborasi tanpa integritas tidak akan menghasilkan kinerja dan kepercayaan publik yang tinggi. Setiap tahapan perencanaan harus menjunjung prinsip good governance: transparan, akuntabel, dan taat aturan,” tegas Jihan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, pemerintah daerah juga memberikan penghargaan kepada sejumlah instansi dengan kinerja terbaik.

Untuk kategori Perangkat Daerah Terbaik, penghargaan diberikan kepada Inspektorat, Satpol PP, dan Dinas Ketahanan Pangan.

Sedangkan untuk kategori Kecamatan Terbaik, penghargaan diraih oleh Kecamatan Kalianda, Tanjung Bintang, dan Sragi.

Musrenbang ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Musrenbang RKPD 2027 oleh Bupati Lampung Selatan, Wakil Gubernur Lampung, Wakil Bupati Lampung Selatan, Sekda Kabupaten Lampung Selatan, perwakilan Forkopimda dari Polres Lampung Selatan, perwakilan tokoh adat, serta perwakilan Forum Anak.

Penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan pembangunan Kabupaten Lampung Selatan yang lebih maju dan berkelanjutan. (Gil-Kmf/*/red)

Zita Anjani Dorong TK di Lampung Selatan “Naik Kelas”, TK IT Al-Mumtaza Disiapkan Jadi Role Model

0

KALIANDA, (Ltc):

Bunda PAUD Kabupaten Lampung Selatan, Zita Anjani, mendorong taman kanak-kanak di daerah itu untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan lingkungan belajar.

Ia bahkan menjadikan TK IT Al-Mumtaza Kalianda sebagai contoh atau pilot project bagi TK lainnya agar mampu “naik kelas” menjadi sekolah yang lebih kreatif, ramah anak, dan berkualitas.

Hal tersebut disampaikan Zita Anjani saat mengunjungi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) TK IT Al-Mumtaza, di Jalan Lorong Usaha Bersama, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Rabu (11/3/2026).

Kunjungan itu sekaligus menjadi bentuk apresiasi setelah TK IT Al-Mumtaza berhasil meraih predikat Ramah Anak tingkat nasional berdasarkan penilaian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI.

“Saya senang datang ke sini. TK-nya bagus, betul-betul ramah anak. Ini menjadi kebahagiaan kita di Kabupaten Lampung Selatan karena ada TK yang mendapat penghargaan nasional,” kata Zita. Ia menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah dan para guru yang dinilai telah membawa nama baik daerah melalui inovasi dan komitmen dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman serta menyenangkan bagi anak.

Lebih dari itu, Zita berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi TK lainnya di Kabupaten Lampung Selatan.

“Saya ingin TK Al-Mumtaza ini menjadi contoh bagi TK-TK lain agar bisa naik kelas. Yang tadinya biasa-biasa saja, bisa menjadi lebih baik dan lebih kreatif,” ujarnya.

Menurutnya, kualitas pendidikan anak usia dini tidak selalu ditentukan oleh besar kecilnya sekolah. Yang lebih penting adalah bagaimana guru dan pengelola sekolah mampu menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan mendukung tumbuh kembang anak.

“Dunia TK itu seperti kanvas. Mau kita lukis warna-warni sehingga indah untuk anak-anak, atau kita lukis hitam putih yang membosankan, semuanya tergantung kita,” kata Zita. Ia juga menekankan pentingnya peran guru PAUD yang disebutnya sebagai “guru kedua” setelah orang tua.

“Setelah anak dididik oleh orang tua di rumah, yang mendidik mereka selanjutnya adalah guru PAUD dan guru TK. Karena itu saya selalu sangat peduli dengan para guru PAUD,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Zita meminta dinas terkait untuk memperkuat program pembinaan antara PAUD unggulan dengan PAUD lainnya agar kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Lampung Selatan bisa berkembang merata.

Ia juga menyatakan dukungannya terhadap pengembangan TK IT Al-Mumtaza, termasuk rencana pemberian beberapa alat pembelajaran Montessori serta peluang magang bagi guru di Kids Republik.

“Nanti perwakilan dari TK Al-Mumtaza bisa magang di Kids Republik. Kita juga akan support beberapa alat Montessori untuk di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah TK IT Al-Mumtaza, Andriani, menyampaikan rasa syukur atas kunjungan Bunda PAUD Kabupaten Lampung Selatan beserta para tamu undangan.

Ia menjelaskan, keberhasilan sekolahnya meraih predikat Ramah Anak merupakan hasil dari berbagai upaya yang dilakukan secara konsisten dalam menciptakan lingkungan bermain yang aman, nyaman, dan edukatif bagi anak. “Program RBRA merupakan komitmen kami dalam memberikan perlindungan sekaligus pemenuhan hak anak, khususnya dalam memperoleh ruang bermain yang layak, aman, dan mendukung tumbuh kembang mereka,” ujar Andriani.

Ia menuturkan, berbagai langkah telah dilakukan mulai dari penyediaan sarana dan prasarana ramah anak, penerapan aturan keselamatan, hingga pengawasan yang memadai dalam kegiatan belajar dan bermain.

Selain itu, pihak sekolah juga melibatkan orang tua, dinas terkait, serta masyarakat sekitar untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak.

Andriani menjelaskan, proses penilaian RBRA dilakukan secara bertahap mulai dari pengisian borang hingga evaluasi virtual pada September hingga November 2025.

Selanjutnya, tim auditor dari Kementerian PPPA RI melakukan audit lapangan pada 15-17 Desember 2025, yang dilanjutkan dengan proses perbaikan hingga 31 Januari 2026. “Alhamdulillah berkat dukungan Bunda PAUD Kabupaten Lampung Selatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta berbagai perangkat daerah lainnya, TK IT Al-Mumtaza akhirnya memperoleh predikat Ramah Anak tingkat nasional,” katanya.

Ia pun berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi lembaga pendidikan anak usia dini lainnya di Kabupaten Lampung Selatan untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang ramah anak. (Mhr/*/red)

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan Matangkan Persiapan Hadapi Arus Mudik & Balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah, 15 Posko Kesehatan disiapkan

0

 

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mulai mematangkan berbagai persiapan menghadapi arus mudik dan lonjakan aktivitas masyarakat pada Lebaran 1447 Hijriah.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah penyediaan 15 posko kesehatan yang akan bersiaga selama 24 jam di sejumlah titik keramaian.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) bulanan yang dipimpin langsung Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, di Aula Krakatau, kantor bupati setempat, pada Rabu (11/3/2026).

Rakor itu turut dihadiri Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Kabupaten Supriyanto, jajaran pejabat utama, kepala perangkat daerah, serta para camat di lingkungan Pemkab Lampung Selatan.

Dalam arahannya, Bupati Egi menegaskan bahwa pelayanan publik harus tetap berjalan selama masa libur Lebaran, sehingga masyarakat tetap dapat mengakses layanan penting meskipun sebagian besar aktivitas perkantoran libur.

Sebagai bagian dari kesiapan tersebut, Pemkab Lampung Selatan menyiapkan 15 posko kesehatan di berbagai lokasi strategis yang diprediksi akan ramai selama periode mudik dan libur Idulfitri.

Bupati Egi juga menekankan pentingnya perhatian terhadap petugas yang tetap bekerja selama libur Lebaran. Menurutnya, pemerintah daerah perlu memberikan insentif dan fasilitas tambahan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka.

“Mereka bekerja saat yang lain libur, sehingga perlu diperhatikan insentif, uang lembur, dan fasilitas tambahan sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah,” ujar Egi.

Selain pelayanan kesehatan, Bupati Egi meminta peningkatan pengamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di wilayah yang menjadi pusat aktivitas pemudik dan wisatawan seperti Kecamatan Kalianda, Bakauheni, serta kawasan destinasi wisata.

Ia menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan untuk memperkuat koordinasi dengan Polres Lampung Selatan guna menjaga kelancaran lalu lintas dan keamanan masyarakat selama periode mudik. Bupati Egi juga meminta seluruh rumah sakit dan puskesmas di Lampung Selatan tetap mengoperasikan layanan darurat selama libur Idulfitri, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya penyakit yang kerap meningkat saat mobilitas masyarakat tinggi.

Di sisi lain, tim siaga bencana juga diminta meningkatkan pemantauan terhadap potensi bencana di kawasan wisata selama masa libur Lebaran.

Dinas Pariwisata turut diinstruksikan menyiapkan pengelolaan destinasi wisata yang aman dan tertib dengan berkoordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pemadam Kebakaran.

Selain fokus pada kesiapan mudik, Bupati Egi juga menyoroti ketahanan pangan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Idulfitri.

Ia meminta seluruh perangkat daerah bersama para camat turun langsung ke pasar untuk memantau harga kebutuhan pokok serta memastikan ketersediaan gas LPG bagi masyarakat.

“Menjelang Idulfitri, kita harus memastikan stabilitas harga bahan pokok dan gas LPG tetap terjaga. Saya minta perangkat daerah bersama para camat turun langsung ke pasar. Pak Sekda agar mengatur jadwal pengecekan harga, dan nanti saya bersama Wakil Bupati juga akan turun ke lapangan bersama Forkopimda,” tegasnya.

Lebih lanjut, Egi menekankan bahwa setiap program kerja pemerintah daerah harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

“Setiap pekerjaan yang kita lakukan harus memiliki output yang jelas, berdampak, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.

Menutup arahannya, Bupati Egi mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk bekerja secara kolaboratif dan responsif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama menghadapi momentum Lebaran yang diperkirakan akan meningkatkan mobilitas warga.

“Saya yakin kunjungan ke Lampung Selatan pada Lebaran tahun ini akan meningkat. Oleh karena itu, pelayanan kepada masyarakat harus terus dijaga dan ditingkatkan,” ujar Egi. (lmhr-Kmf)

Hadirkan Senyum Anak Yatim, UKP Zita Anjani Ajak Tujuh Bocah Panti Belanja Baju Lebaran di Pasar Inpres Kalianda

0

KALIANDA, (Ltc):

Suasana berbeda terlihat di lorong-lorong Pasar Inpres Kalianda pada Selasa siang (10/3/2026). Di tengah keramaian pasar tradisional itu, tawa anak-anak terdengar riang saat mereka memilih baju, sepatu, dan tas baru untuk menyambut Hari Raya Idulfitri.

Di antara mereka, hadir Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata yang juga sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan, Zita Anjani, tampak berjalan santai mendampingi tujuh anak yatim piatu dari Panti Asuhan Balita Kalianda. Tanpa canggung, ia menyusuri satu per satu kios pakaian, membiarkan anak-anak tersebut memilih sendiri kebutuhan lebaran yang mereka inginkan.

Momen sederhana itu menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi anak-anak panti. Dengan wajah ceria, mereka mencoba sepatu baru, menenteng tas pilihan, hingga memilih baju yang akan dikenakan saat Idulfitri nanti.

Kegiatan berbagi kebahagiaan tersebut turut didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan, Reni Apriyani, Ketua DWP Lampung Bu Selatan, Ratna Yanuana Supriyanto, serta Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Setdakab Lampung Selatan, Tri Umaryani. Menurut Zita Anjani, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada anak-anak yatim piatu sekaligus upaya menghadirkan kebahagiaan menjelang hari raya.

“Anak-anak ini adalah anak-anak kesayangan kita semua, juga anak-anak kesayangan Bapak Bupati. Hari ini kita ingin mengajak mereka bergembira, memilih sendiri baju baru, sepatu baru, dan tas baru agar mereka bisa merasakan kebahagiaan dalam menyambut Idulfitri,” ujar Zita.

Ia mengatakan, kebahagiaan sederhana seperti berbelanja bersama diharapkan dapat menjadi kenangan indah bagi anak-anak panti tersebut.

“Kami ingin mereka merasakan kasih sayang dan perhatian dari pemerintah daerah. Semoga apa yang kita lakukan hari ini bisa memberikan kebahagiaan dan semangat bagi mereka,” tambahnya.

Kehadiran Zita Anjani di Pasar Inpres Kalianda juga menarik perhatian para pengunjung. Sejumlah warga yang tengah berbelanja tampak antusias menyapa dan mengabadikan momen dengan berfoto bersama. Tak hanya mendampingi anak-anak panti, Zita juga menyempatkan diri berinteraksi dengan para pedagang dan masyarakat. Bahkan, ia turut membelikan kue lebaran bagi beberapa warga yang sedang berbelanja di pasar tersebut.

Bagi anak-anak dari Panti Asuhan Balita Kalianda, kegiatan itu menjadi pengalaman yang sangat membahagiakan. Salah satu anak mengungkapkan rasa syukurnya setelah mendapatkan baju dan sepatu baru untuk Lebaran.

“Terima kasih Bunda Zita sudah mengajak kami membeli baju dan sepatu baru. Kami sangat senang,” ujar salah satu anak panti dengan wajah penuh kegembiraan.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.

Di balik hiruk pikuk pasar tradisional, siang itu menjadi saksi bahwa kebahagiaan kadang hadir dari hal-hal sederhana, sepasang sepatu baru, baju lebaran pilihan sendiri, dan kehangatan perhatian dari orang-orang yang peduli. (lmhr-Kmf/*/red)

Respons Cepat Banjir Jati Agung, Bupati Egi Turun Malam Hari Cek Kondisi Warga

0

JATI AGUNG, (Ltc):

Air masih menggenangi sejumlah permukiman di Kecamatan Jati Agung ketika Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama tiba meninjau lokasi banjir, pada Jumat (6/3/2026) malam.

Usai menghadiri Safari Ramadan di Kalianda, Egi langsung turun ke lapangan untuk melihat kondisi warga terdampak sekaligus memastikan penanganan darurat berjalan cepat.

Peninjauan dilakukan di beberapa titik yang masih tergenang air, yakni Desa Gedung Harapan, Desa Margo Agung, serta Dusun 3 Desa Jati Mulyo. Saat bupati tiba di lokasi, kondisi banjir masih cukup tinggi dan belum sepenuhnya surut.

Bupati Egi hadir didampingi Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Kabupaten Supriyanto, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

Dalam peninjauan tersebut, mereka mengecek langsung penyebab banjir sekaligus memastikan proses penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah setelah banjir bandang melanda sejumlah wilayah akibat hujan deras yang mengguyur sejak Jumat sore.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, hujan dengan intensitas tinggi mulai turun sekitar pukul 15.00 WIB. Kondisi tersebut menyebabkan debit air meningkat secara cepat hingga akhirnya meluap ke permukiman warga.

Di Desa Gedung Harapan, luapan air yang terjadi sejak sekitar pukul 17.00 WIB bahkan menutup akses Jalan Kota Baru. Derasnya arus banjir juga menyebabkan dua unit mobil terseret arus.

Sementara itu, di Desa Margo Agung, banjir merendam permukiman warga dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa.

Salah seorang warga, Sri Utari, mengatakan air mulai naik sekitar pukul 16.00 WIB dan terus meningkat hingga merendam rumah-rumah warga. “Air naik cepat sekali, sekitar jam empat sore sudah tinggi,” ujarnya.

Hingga pukul 23.30 WIB, Jumat (6/3) malam, data sementara mencatat sekitar 160 kepala keluarga terdampak banjir di Desa Margo Agung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 60 warga terpaksa mengungsi di Gedung KDMP Margo Agung demi keselamatan.

Di wilayah Desa Jati Mulyo, banjir juga dipicu oleh jebolnya tanggul Bendungan Way Panas yang berada di Dusun 3, sehingga air meluap ke area permukiman sekitar.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Egi langsung menginstruksikan jajaran pemerintah kecamatan dan perangkat daerah terkait untuk segera melakukan pendataan terhadap seluruh warga terdampak.

“Saya minta camat segera mendata seluruh warga yang terdampak banjir agar penanganannya bisa dilakukan secara cepat dan tepat. Kepada masyarakat yang saat ini berada di pengungsian, saya harap tetap bersabar dan tetap menjaga kesehatan,” kata Bupati Egi.

Ia juga memastikan pemerintah daerah akan segera menyalurkan bantuan kepada warga terdampak, termasuk bantuan air bersih untuk membantu masyarakat membersihkan rumah-rumah yang terendam banjir.

“Kami akan mengirimkan bantuan, termasuk air bersih untuk membantu warga membersihkan rumah yang terdampak banjir. Yang terpenting saat ini adalah memastikan masyarakat dalam kondisi aman, sehat, dan kebutuhan pangan mereka terpenuhi,” tambahnya.

Sebelum Bupati dan Wakil Bupati tiba di lokasi, tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan telah lebih dulu bergerak melakukan evakuasi warga serta membantu pengaturan lalu lintas di kawasan terdampak.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak serta menyiapkan langkah-langkah penanganan lanjutan guna memastikan keselamatan warga dan mempercepat pemulihan pasca banjir. (Kmf/*/red)

Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf cek kesiapan pelabuhan bakauheni jelang operasi ketupat krakatau 2026

0

BAKAUHENI, (Ltc):

Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf melakukan pengecekan langsung ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, pada Rabu (4/3/2026), Hal tersebut dilaksanakan guna memastikan kesiapan pengamanan dan pelayanan bagi masyarakat menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026. Dan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi lonjakan arus mudik Lebaran, mengingat Pelabuhan Bakauheni merupakan salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia yang menjadi pintu gerbang utama penghubung Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.

Dalam pengecekan tersebut, Irjen Pol Helfi Assegaf dan rombongan meninjau sejumlah titik strategis di kawasan pelabuhan, mulai dari area antrean kendaraan, kantong parkir, dermaga penyeberangan, hingga kesiapan personel pengamanan yang akan dilibatkan dalam Operasi Ketupat Krakatau 2026.

Selain meninjau pelabuhan utama, Kapolda Lampung juga melakukan pengecekan terhadap dua dermaga alternatif yang disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi lonjakan kendaraan pemudik, yakni Dermaga PT Sumur Makmur Abadi (SMA) dan Dermaga PT Bandar Bakau Jaya (BBJ).

Kedua dermaga tersebut dipersiapkan sebagai dermaga alternatif darurat yang sewaktu-waktu dapat dioperasionalkan guna membantu mengurai kepadatan kendaraan di Pelabuhan Bakauheni pada saat puncak arus mudik.

Kapolda Lampung menegaskan bahwa pengecekan ini dilakukan untuk memastikan seluruh unsur pengamanan, pelayanan, serta manajemen arus kendaraan dapat berjalan optimal saat puncak arus mudik nanti. “Pelabuhan Bakauheni merupakan salah satu titik krusial dalam arus mudik nasional. Oleh karena itu, kita memastikan seluruh kesiapan mulai dari pengamanan, rekayasa lalu lintas hingga pelayanan kepada masyarakat sudah dipersiapkan secara maksimal,” ujar Irjen Pol Helfi Assegaf.

Dalam rangka mengantisipasi lonjakan pemudik, Polda Lampung bersama stakeholder terkait telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya:
Peningkatan jumlah personel pengamanan dari Polda Lampung dan Polres jajaran yang akan ditempatkan di titik-titik strategis di kawasan pelabuhan.

Diharapkan penguatan koordinasi dengan ASDP, TNI, pemerintah daerah serta instansi terkait untuk memastikan kelancaran operasional penyeberangan.

Penerapan rekayasa lalu lintas dan pengaturan antrean kendaraan guna mencegah terjadinya kepadatan panjang di jalur menuju pelabuhan.

Penyediaan buffer zone dan kantong parkir tambahan sebagai tempat penampungan kendaraan apabila terjadi lonjakan kendaraan pemudik.

Optimalisasi pemanfaatan dermaga alternatif, termasuk Dermaga PT Sumur Makmur Abadi (SMA) dan Dermaga PT Bandar Bakau Jaya (BBJ) apabila terjadi peningkatan signifikan volume kendaraan pemudik.

Dan optimalisasi pos pengamanan dan pos pelayanan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Selain itu, Polda Lampung juga akan mengoptimalkan sistem pemantauan melalui CCTV dan patroli intensif guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran.

Kapolda Lampung juga mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar mempersiapkan perjalanan dengan baik, mematuhi aturan lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan keselamatan bersama. “Dengan kesiapan yang matang serta sinergi seluruh pihak, kita berharap pelaksanaan arus mudik melalui Pelabuhan Bakauheni dapat berjalan aman, lancar dan kondusif,” tutup Irjen Pol Helfi Assegaf.(*/Hms Polda/*/red)

Amankan Jalur Arus Mudik, Polisi Buru pelaku dan Gerebek Rumah Pelaku Pencurian

0

PENENGAHAN, (Ltc):

Tekab 308 Polres Lampung Selatan melakukan penggerebekan terhadap lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku pencurian sepeda motor di wilayah Lampung Selatan. Dalam penggerebekan tersebut, polisi berhasil menemukan sepeda motor milik korban yang sebelumnya dilaporkan hilang, meski para pelaku berhasil melarikan diri.

Peristiwa pencurian dengan pemberatan itu terjadi pada Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIB di area parkir Rumah Makan di Dusun Kenyayan Atas, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Korban berinisial F.B.T.I. (27) diketahui memarkirkan sepeda motor Honda Beat warna putih hitam bernomor polisi B 5239 BPO di area parkir rumah makan tersebut. Saat itu korban bersama rekannya sedang singgah untuk beristirahat dan makan.

Namun beberapa saat kemudian, ketika hendak melanjutkan perjalanan, korban mendapati kendaraan yang diparkir sudah tidak berada di lokasi semula. Selain sepeda motor, di dalam jok kendaraan tersebut juga terdapat sejumlah barang milik korban, termasuk satu dokumen penting. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp22 juta dan melaporkannya ke pihak kepolisian.

Kapolsek Penengahan IPTU Donal Afriansyah mengatakan, setelah menerima laporan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pencurian tersebut.
“Unit Reskrim Polsek Penengahan segera melakukan penyelidikan di lokasi kejadian dan mengumpulkan sejumlah petunjuk, termasuk keterangan saksi di sekitar tempat kejadian,” kata Donal.

Dari hasil penyelidikan, polisi mendapati dari warga sekitar melihat dua orang pelaku diduga terlibat dalam aksi pencurian tersebut dengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy. Selain itu, petugas juga menelusuri keberadaan kendaraan korban yang mengarah ke wilayah Lampung Timur.

Berbekal informasi tersebut, Unit Reskrim Polsek Penengahan yang dibackup Tim Tekab 308 Polres Lampung Selatan bersama Tekab 308 Polres Lampung Timur kemudian melakukan penggerebekan pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 04.00 WIB di sebuah rumah warga di Desa Tanjung Aji, Kecamatan Melinting, Kabupaten Lampung Timur, yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku.

Namun saat petugas tiba di lokasi, para pelaku diduga telah melarikan diri. Meski demikian, polisi berhasil menemukan dan mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi tersebut.

Barang bukti yang diamankan di antaranya satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih milik korban, satu unit sepeda motor Honda Scoopy tanpa nomor polisi yang diduga digunakan pelaku sebagai sarana kejahatan, satu buah matras warna abu-abu, kain warna cokelat yang diduga digunakan sebagai tempat tidur gantung, serta sebuah tas warna biru bertuliskan Thermarst. “Barang bukti telah kami amankan di Polsek Penengahan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Saat ini petugas masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang identitasnya telah kami kantongi,” ujar Donal.

Ia menambahkan, pihak kepolisian terus berupaya mengungkap kasus tersebut serta mencari keberadaan para pelaku yang masih dalam pelarian.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memarkirkan kendaraan di tempat umum.

“Kami mengingatkan masyarakat agar memastikan kendaraan dalam kondisi terkunci dengan aman dan tidak meninggalkan barang berharga di dalamnya. Apabila menemukan atau mengalami tindak kejahatan, masyarakat dapat segera melapor melalui kantor kepolisian terdekat atau memanfaatkan layanan darurat 110,” kata Donal.(Rilis Polres/*/*/red)

Membangun Masa Depan Lewat Kolaborasi, Heksahelix Jadi Napas Baru Lampung Selatan

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemandangan berbeda terlihat di Pendopo Agung, Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan pada Selasa (3/3/2026) petang.

Aura formal birokrasi mencair menjadi ruang diskusi yang hidup saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyambut hangat kedatangan para aktivis mahasiswa dari Aliansi Cipayung Plus dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Lampung Selatan.

Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Ini adalah kelanjutan konkret dari aspirasi yang sempat disuarakan mahasiswa di jalanan beberapa pada 23 Februari 2026 lalu. Kini, teriakan di podium beralih menjadi adu gagasan di meja dialog dalam bingkai kolaborasi Heksahelix.

*LamSel ConNextion: Wadah Aspirasi Tanpa Sekat*

Dalam suasana yang partisipatif, Bupati Radityo Egi menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan ide-ide segar anak muda menguap begitu saja.

Ia meresmikan dukungan penuh terhadap “LamSel ConNextion” sebuah platform strategis yang akan menjadi laboratorium ide, wadah diskusi, dan kompas bagi gerakan pemuda-mahasiswa di Lampung Selatan.

“Pembangunan daerah tidak bisa dilakukan dengan ‘single fighter’. Kita butuh energi pemuda. Mahasiswa bukan lagi sekadar pengawas dari luar, tapi mitra strategis yang duduk bersama kami merumuskan solusi,” tegas Bupati Egi.

*Perspektif Akademisi: Lompatan Progresif Tata Kelola Daerah*

Diskusi yang berlangsung hangat ini dipandu oleh Naufal A. Caya, akademisi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Tulang Bawang (UTB).

Sebagai sosok yang juga menjabat Direktur Eksekutif SIGER Institute, Naufal menilai langkah Bupati Egi adalah sebuah terobosan komunikasi politik yang inklusif.

“Menempatkan mahasiswa sebagai subjek pembangunan, bukan lagi objek adalah langkah yang sangat tepat. Model Heksahelix ini memberikan ruang setara bagi pemerintah dan pemuda untuk berkolaborasi secara produktif,” ujar Naufal yang juga mantan aktivis mahasiswa ini.

Menurutnya, dialog ini merupakan momentum emas untuk menginstitusikan partisipasi anak muda dalam kebijakan publik. Ia menekankan bahwa ke depan, setiap kebijakan harus lahir dari proses yang didukung oleh:
– Riset dan Data yang akurat.
– Kepekaan Sosial terhadap kebutuhan masyarakat.
– Komunikasi Inklusif lintas sektor.

*Membangun Fondasi Berkelanjutan*

Pertemuan petang itu menjadi sinyal kuat bahwa Lampung Selatan sedang bergerak menuju tata kelola pemerintahan yang lebih modern.

Dengan semangat Heksahelix, kolaborasi ini diharapkan mampu memicu inovasi di sektor ekonomi lokal serta meningkatkan kualitas layanan publik. “Ketika pemerintah membuka pintu dan pemuda menjawabnya dengan gagasan nyata, di situlah fondasi masa depan Lampung Selatan yang berkelanjutan sedang kita bangun,” tutup Naufal optimis.

Kini, bola panas ada di tangan para pemuda dan pemerintah. Akankah sinergi ini melahirkan inovasi baru bagi Bumi Khagom Mufakat? Publik menanti aksi nyata dari LamSel ConNextion. (*/*/Red)