Jumat, Mei 1, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 6

Pengajian Al-Hidayah di Desa Betung Kecamatan Rajabasa. Hi Hidayatullah Penasehat: Ajari Anak Pendidikan Agama, ajak Sholat.

0
Ketua dewan penasehat Al-Hidayah Kabupaten Lampung Selatan Hi Hidayatullah MPd MM saat memberikan sambutan pada acara pengajian rutin Al-Hidayah yang berlangsung di Masjid Baiturohim Betung Dalam desa Betung Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung pada Sabtu (28/03/2026). (Poto;ist)

RAJABASA, (Ltc):
Dewan Pimpinan Cabang Pengajian Al-Hidayah Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan melaksanakan pengajian rutin bulanan yang berlangsung di Masjid Baiturohim Betung Dalam desa Betung Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan pada Sabtu (28/03/2026).

Hi Hidayatullah MPd, MM selaku ketua penasehat Al-Hidayah Kabupaten Lampung Selatan mengatakan pengajian rutin Al-Hidayah merupakan wadah penting untuk mengasah ilmu agama. Dengan niat ibadah lillahi ta’ala insyallah semua akan menjadi amal ibadah kelak di akhirat, “karena hidup tak selamanya, kita didunia ini hanya tempat berteduh.” kata Hi Hidayatullah mengaku pasca pensiun dari ASN kini aktif di keagamaan dan kegiatan sosial.

Menurutnya Agama Islam mengajarkan banyak hal, termasuk belajar mengaji, bersedekah, menuntut ilmu, peduli terhadap sesama/ termasuk peduli untuk mengajak dalam hal kebaikan. “Jangan sampai kita tidak peduli dengan anggota keluarga kita dalam hal kebajikan, contoh anak kita semestinya kita bangunkan untuk sholat, jangan kasihani anak kita untuk tidak sholat. Bila kita biarkan anak kita tidak sholat maka, di akhirat kelak akan menjadi beban kita. Demikian juga sesama muslim muslimat harus saling mengingatkan karena kita sesama muslim itu saudara kita,” terangnya.

Hi Hidayatullah berharap kedepannya pengajian Al-Hidayah terus berjalan karena hidayah itu harus dikejar dan direbut.

Sementara ketua Al-Hidayah Kabupaten Lampung Selatan DR Endang Prasetyo mengucapkan banyak terima atas terselenggaranya pengajian Al-Hidayah Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung. Dan terima kasih juga kepada Camat Rajabasa dan aparatur desa yang telah hadir.

Menurutnya Endang berdirinya Pengajian Al-hidayah di bentuk pada tahun 1978 oleh tokoh ulama, Agama, Pemerintah dan tokoh perempuan pada saat itu.

Al-Hidayah kepengurusannya terstruktur dari pusat sampai desa hingga sampai ke dusun.

Tujuannya untuk meningkatkan ukhwah Islamiyah ada di Indonesia. Dan semua itu/pergerakan Al-Hidayah mendukung program Pemerintah termasuk bidang Kebersihan lingkungan, ekonomi dan lain sebaginya. Al-Hidayah besar hingga kini karena belajar iklas dan sabar dii dalam menjalani lingkungan sosial Masyarakat,” DR Endang P.

Ketua Pengajian Al-Hidayah Kabupaten Lampung Selatan DR Hj Endang Prasetyo saat memberikan sambutan pada acara pengajian Al-Hidayah di masjid Baiturohman Desa Betung Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan pada Sabtu 28 Maret 2026.

Sementara dalam tauziahnya singkatnya Ust Muhamad Sofian Pimpinan Ponpes Nurul Huda Lebung Buluh Desa Merak Belantung mengajak seluruh umat Islam untuk saling memaafkan. Karena Saling memaafkan anjuran oleh Allah SWT, demikian juga do’a do’a kebajikan untuk anak anak agar di panjatkan oleh orang agar anak kedepannya akhlaq baik, masa depan anak baik sesuai harapan dan keinginan orang tua. Sebaliknya demikian juga anak anaknya mendo’akan orang tuanya, baik yang sudah meninggal atau orng tua yang masih hidup. Saling mendo’akan itu hal yang sangat istimewa di hadapan Allah SWT. “Insyaallah do’a yang baik di ijabah oleh Allah SWT,” tutup Ust Muhammad Sofyan.

Pengajian tersebut diakhiri dengan do’a yang dipimpin oleh Ustadz Muhammad Sofyan dan dilanjutkan dengan penyantunan secara pribadi oleh Hi Hidayatullah Mpd MM ketua penasehat Al-Hidayah Kabupaten Lampung Selatan terhadap 12 anak yatim.(Ltc/*/red)

DPD Partai Golkar Lampung Selatan Gelar Halal Bihalal 1447 H, Jalin Silaturahmi berkesinambungan dan Pererat Soliditas Kader

0

KALIANDA, (Ltc):

Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Lampung Selatan menggelar Halal Bihalal 1447 Hijriah/2026 Masehi yang berlangsung di Aula Sekretariat DPD Golkar Lampung Selatan, pada Jumat (26/03/2026) siang.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPD Partai Golkar Lamsel Agus Sutanto dan seluruh jajaran pengurus dan kader Partai Golkar Lampung Selatan. Turut hadir sebagai penceramah, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Dr. H. Firmansyah, yang sekaligus menyampaikan tausiyah dalam acara tersebut.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an,
Selanjutnya, sambutan Ketua DPD Golkar Lampung Selatan, Agus Sutanto, S.T., yang menyampaikan bahwa Halal Bihalal tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan di antara anggota Fraksi Golkar dan seluruh pengurus serta kader. “Tujuan utama halal bihalal ini adalah memperkuat silaturahmi dan kebersamaan. Melalui momen ini, kita bisa saling mengenal lebih dekat satu sama lain. Makna Halal Bihalal sangat luas, dan insya Allah akan terus kita laksanakan setiap tahun,” ujar Agus.

Agus Sutanto mengibaratkan momentum Halal Bihalal sebagai titik awal yang bersih bagi seluruh kader. “Kalau diibaratkan pertandingan, hari ini kita mulai dari skor 0-0. Kita satukan langkah, satu komando, dan memperkuat soliditas Partai Golkar di semua tingkatan kepengurusan,” tegasnya.

Sedangkam memasuki sesi inti, tausiyah disampaikan oleh Dr. H. Firmansyah dalam tauziahnya menyampaikan bahwa tradisi Halal Bihalal merupakan kekhasan budaya Indonesia yang sarat nilai luhur. “Halal Bihalal adalah tradisi khas Indonesia yang mengandung makna saling memaafkan. Memaafkan itu jauh lebih sulit daripada meminta maaf. Oleh karena itu, kita harus mampu menyelesaikan hubungan antarmanusia (habluminannas), tidak hanya hubungan dengan Allah (habluminallah),” jelasnya.

Nilai-nilai Halal Bihalal yang diangkat dalam kegiatan ini antara lain pentingnya keikhlasan, kerendahan hati, serta komitmen untuk menjaga persatuan. Momen ini juga menjadi sarana refleksi diri untuk memperbaiki hubungan sosial dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah dinamika kehidupan berorganisasi dan bermasyarakat.

Acara ditutup dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan antar peserta. Suasana haru dan penuh kehangatan begitu terasa, mencerminkan semangat kebersamaan yang kuat di antara seluruh kader.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, DPD Partai Golkar Lampung Selatan berharap dapat terus menjaga kekompakan, memperkuat solidaritas, serta menanamkan nilai-nilai kebersamaan dalam setiap langkah perjuangan politik ke depan.(Asop/*/red)

986 Mahasiswa Poltekkes Tanjung Karang Turun ke 25 Desa di Lampung Selatan, Pemkab Dorong Kolaborasi Percepat Program Kesehatan

0

KALIANDA, (Ltc):

Sebanyak 986 mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Tanjung Karang (Poltekkes Tanjung Karang) akan diterjunkan langsung ke 25 desa di Kecamatan Sidomulyo dan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, mulai 5 April 2026. Kehadiran ratusan mahasiswa lintas jurusan ini diharapkan menjadi energi baru dalam mempercepat berbagai program kesehatan daerah.

Program bertajuk Praktik Kolaborasi Semua Jurusan tersebut tidak hanya menjadi ajang pembelajaran lapangan bagi mahasiswa, tetapi juga diarahkan untuk bersinergi dengan program prioritas Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Rencana pelaksanaan kegiatan itu terungkap dalam audiensi antara Pemkab Lampung Selatan dan Poltekkes Tanjung Karang di ruang Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan, pada Kamis (26/3/2026).

Dari pihak Pemkab, hadir Sekretaris Daerah Supriyanto didampingi Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M. Darmawan, Plt Kepala Dinas Kesehatan Devi Arminanto, perwakilan BRIDA, serta Bagian Kerja Sama.

Sementara itu, dari Poltekkes Tanjung Karang hadir Wakil Direktur I Ns. Martini Fairus, M.Sc., Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Gustop Amatiria, S.Kp., M.Kes., beserta jajaran. Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Poltekkes Tanjung Karang, Gustop Amatiria menjelaskan, kegiatan ini akan melibatkan seluruh jurusan yang ada di Poltekkes Tanjung Karang dalam satu skema kolaboratif di lapangan. “Persiapan dimulai 30 Maret hingga 4 April. Kemudian pelaksanaan di desa dimulai 5 April sampai 22 April 2026, atau sekitar 17 hari penuh di lokasi,” jelas Gustop.

Ia menambahkan, untuk tahap awal, kegiatan difokuskan di dua kecamatan, yakni Sidomulyo dan Katibung, dengan total 25 desa sebagai lokus intervensi. “Untuk tahun ini kita mulai dari dua kecamatan dulu. Ke depan tidak menutup kemungkinan akan diperluas,” katanya.

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan, M. Darmawan, menyambut positif kegiatan tersebut.

Ia menilai, kehadiran mahasiswa dapat menjadi katalis dalam mempercepat penanganan berbagai persoalan kesehatan di daerah.

Menurut Darmawan, kolaborasi ini diharapkan dapat terintegrasi dengan program-program strategis Pemkab Lampung Selatan, seperti penanganan stunting, open source testing, zero dose, serta program kesehatan lainnya. “Keberadaan mahasiswa ini kita harapkan bisa membantu percepatan penanganan masalah kesehatan di Lampung Selatan,” ujar Darmawan.

Tak hanya itu, Darmawan juga menekankan pentingnya peran edukasi kepada masyarakat selama kegiatan berlangsung. “Mereka juga diharapkan bisa memberikan edukasi langsung kepada masyarakat di desa, sehingga kesadaran dan derajat kesehatan masyarakat dapat meningkat,” tambahnya.

Dengan skala yang cukup besar dan melibatkan lintas disiplin ilmu kesehatan, program ini diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat di tingkat desa. (Mhr/*/red)

Efektifitas Makan Bergizi (MBG) sebagai Fondasi Pembangunan Sumber Daya Manusia Tangguh dan Berkwalitas di Provinsi Lampung

0

Oleh: H. Hidayatullah, MPd., MM.
Ketua Komite Nasional Masyarakat Madani (KNMM) Propinsi Lampung

BANDAR LAMPUNG, (Ltc):

Pemenuhan kebutuhan gizi yang optimal melalui Program Makan Bergizi (MBG) menjadi salah satu strategi krusial dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh dan berkwalitas. Hal ini menjadi semakin penting mengingat tantangan gizi yang masih dihadapi Provinsi Lampung, seperti data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 yang menunjukkan prevalensi konsumsi pangan tidak cukup (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Lampung rata-rata lebih tinggi dari rata-rata nasional, dengan Kota Metro sebagai wilayah dengan PoU terendah (8,23%) dan Kabupaten Lampung Timur sebagai yang tertinggi (11,54%).

Peran MBG dalam Meningkatkan Kualitas SDM

Program MBG, baik yang berbasis sekolah maupun skala masyarakat, dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi seimbang yang meliputi karbohidrat kompleks, protein hewani/nabati, sayuran, buah-buahan, serta lemak sehat. Asupan gizi yang tepat memiliki dampak langsung pada perkembangan fisik dan kognitif, terutama pada anak-anak dan remaja. Kajian ilmiah menunjukkan bahwa individu dengan asupan gizi yang cukup memiliki konsentrasi lebih tinggi, kemampuan belajar yang optimal, serta daya tahan tubuh yang baik – semua ini menjadi dasar untuk membentuk SDM berkualitas.

Di tingkat nasional, Sekretaris Kabinet Merah Putih Teddy Indra Wijaya juga menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program bantuan pangan, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. Hal ini sejalan dengan pandangan KNMM Provinsi Lampung yang menganggap MBG sebagai langkah strategis untuk mewujudkan generasi emas 2045 dari tingkat daerah.

Dampak MBG terhadap Kesehatan dan Ekonomi Lokal

Selain manfaat bagi kesehatan dan pendidikan, implementasi MBG juga memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal. Seperti yang diterapkan dalam sosialisasi program MBG di Bandar Lampung pada September 2025, dapur MBG menggunakan bahan baku dari petani, peternak, dan UMKM lokal, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan pangan berkualitas.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) dalam peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 tahun 2026 juga menggarisbawahi pentingnya memanfaatkan pangan lokal untuk pemenuhan gizi seimbang. Pangan lokal tidak hanya lebih terjangkau dan segar, tetapi juga membantu mengatasi masalah gizi ganda (triple burden of malnutrition) yang meliputi kekurangan nutrisi, kelebihan berat badan, dan kekurangan zat gizi mikro.

Komitmen KNMM Provinsi Lampung dalam Mendukung MBG

Komite Nasional Masyarakat Madani (KNMM) Propinsi Lampung berkomitmen untuk mendukung percepatan implementasi dan penyebaran program MBG di seluruh wilayah Provinsi Lampung. Langkah yang akan dilakukan meliputi:

1. Penyelenggaraan penyuluhan gizi berbasis komunitas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat.
2. Kerjasama dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan organisasi terkait untuk mengoptimalkan pelaksanaan program MBG.
3. Pendukung penggunaan pangan lokal dalam menu MBG sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi daerah.

“Pembangunan SDM yang tangguh dan berkwalitas tidak dapat tercapai tanpa dasar kesehatan yang kuat, yang dimulai dari pemenuhan kebutuhan gizi. Melalui kolaborasi seluruh pihak, kita yakin program MBG akan menjadi katalisator perubahan positif bagi masa depan Provinsi Lampung,” tutup H. Hidayatullah.(*)

Tanpa Sekat di Hari Raya, Egi-Zita Salami Warga Satu per Satu di Lamban Rakyat

0

KALIANDA, (Ltc):

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa di Lamban Rakyat, Kalianda, pada Sabtu (21/3/2026). Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Kabupaten Lampung Selatan memadati lokasi untuk mengikuti halalbihalal bersama pemerintah daerah dalam rangka Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Di balik ramainya acara, ada satu hal yang paling membekas, kedekatan tanpa jarak antara pemimpin dan masyarakat. Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama sang istri, Zita Anjani, tampak membaur di tengah warga.

Keduanya menyapa, tersenyum, dan menyalami masyarakat satu per satu, menciptakan suasana akrab yang jarang ditemui dalam agenda formal pemerintahan.

Kesederhanaan justru menjadi kekuatan dalam kegiatan ini. Tanpa panggung megah maupun pembatas, masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan pemimpinnya. Momentum tersebut seakan menghapus sekat antara pemerintah dan rakyat, menjadikan halalbihalal sebagai ruang pertemuan yang hangat dan penuh makna.

Sejak pagi, antusiasme warga sudah terlihat. Mereka datang bersama keluarga, bahkan rela mengantre demi bisa bersalaman dan berbincang langsung dengan Bupati Radityo Egi Pratama, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, serta jajaran pemerintah daerah.

Aisyah, warga Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda, mengaku momen ini selalu dinantikan setiap Lebaran.

“Senang sekali, ini sudah yang kedua kalinya Lebaran ke Lamban Rakyat. Bisa halalbihalal langsung dengan Pak Bupati. Semoga beliau dan jajaran selalu sehat, berkah, dan dapat membangun Lampung Selatan lebih baik lagi,” ujarnya dengan wajah semringah.

Hal serupa disampaikan Iis Miyati, warga Desa Banding, Kecamatan Rajabasa, yang datang bersama anaknya. Menurutnya, kehadiran langsung pemimpin daerah di tengah masyarakat menjadi kebahagiaan tersendiri.

“Alhamdulillah, senang sekali bisa bertemu Pak Bupati, Bu Zita, dan pejabat lainnya. Harapannya, acara seperti ini terus ada setiap tahun,” ungkapnya.

Di tengah suasana penuh kehangatan itu, Bupati Egi menegaskan bahwa halalbihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat hubungan emosional antara pemerintah dan masyarakat.

“Melalui momen ini, kita perkuat silaturahmi dan kebersamaan. Insyaallah, dengan kebersamaan, kita bisa membangun Lampung Selatan lebih maju,” ujarnya singkat.

Lebih dari sekadar agenda seremonial, kegiatan ini menjadi simbol kedekatan, ruang interaksi, sekaligus pengingat bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang kebijakan, tetapi juga tentang kehadiran dan empati.

Dengan nuansa hangat dan penuh kekeluargaan, halalbihalal di Lamban Rakyat tahun ini meninggalkan kesan mendalam, di Lampung Selatan, pemimpin dan rakyat dapat berdiri sejajar, saling menyapa, dan bersama-sama menatap masa depan dengan optimisme. (Kmf/*/red)

Halalbihalal di Lamban Rakyat Jadi Berkah UMKM, Dagangan Ludes Diborong dan Dibagikan Gratis

0

KALIANDA, (Ltc):

Kegiatan halalbihalal yang digelar Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di Lamban Rakyat, pada Sabtu (21/6/2026), tak hanya menghadirkan suasana silaturahmi, tetapi juga membawa dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam kegiatan itu, dagangan pelaku UMKM ludes setelah diborong oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, untuk kemudian dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Momentum ini menjadi lebih dari sekadar perayaan Lebaran. Di balik kebersamaan yang terjalin, terbuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha kecil yang ikut berpartisipasi.

Dampaknya pun terasa seketika. Para pedagang tidak perlu menunggu lama untuk menjual dagangan mereka. Bahkan, sebelum sore hari, hampir seluruh lapak telah habis terjual.

Kiki, penjual pempek, mengaku dagangannya ludes dalam waktu singkat. Ia menyebut kondisi ini sangat berbeda dibanding hari biasa. “Biasanya bisa habis berhari-hari, tapi hari ini langsung habis. Sangat membantu kami,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Mama Omam, penjual siomay. Ia mengatakan seluruh dagangannya terjual jauh lebih cepat karena diborong dalam kegiatan tersebut. “Biasanya sampai sore, ini cepat sekali habis. Terima kasih Pak Egi,” katanya.

Sementara itu, Saleh, penjual pecel, menilai kegiatan tersebut memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha kecil. Ia mengapresiasi kesempatan yang diberikan pemerintah daerah, tidak hanya untuk berjualan tanpa biaya, tetapi juga adanya kepastian dagangan terjual.

Kegiatan halalbihalal ini menjadi bukti bahwa program pemerintah daerah dapat dirancang memberi manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya sektor UMKM. Tidak hanya mempererat silaturahmi di momen Lebaran, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi rakyat secara konkret.

Langkah yang dilakukan Bupati Lampung Selatan tersebut sekaligus mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memberdayakan UMKM. Kebersamaan yang terbangun pun tidak berhenti pada seremoni, melainkan hadir dalam bentuk aksi nyata yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas. (Kmf/*/red)

Pukul 00.15 Saat Banyak Terlelap, Bupati Egi Berdiri di Tengah Pemudik Motor: Mengawal Harapan Pulang Selamat

0

BAKAUHENI, (Ltc):

Di tengah dinginnya angin laut dan deru knalpot yang tak henti, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama berdiri di antara ratusan pemudik sepeda motor di Pelabuhan Bakauheni.

Waktu menunjukkan sekitar pukul 00.15 dini hari, pada Rabu (18/3/2026), saat sebagian orang terlelap, ia justru memilih turun langsung menyapa warga yang menempuh perjalanan panjang demi pulang ke kampung halaman.

Suara mesin kendaraan dan kepulan asap motor tidak menyurutkan langkahnya. Satu per satu pemudik disapa dengan hangat, menciptakan suasana akrab di tengah padatnya arus kedatangan kendaraan roda dua.

Egi mengaku terharu melihat semangat masyarakat yang tetap memilih mudik menggunakan sepeda motor, meski perjalanan yang ditempuh tidak mudah. “Alhamdulillah, saya senang melihat masyarakat yang naik sepeda motor tetap semangat pulang ke kampung halaman. Saya doakan perjalanannya aman, selamat sampai tujuan, dan semua bisa berkumpul dengan bahagia bersama keluarga,” ujarnya.

Momen humanis juga terlihat ketika ia menyapa salah satu pemudik yang berboncengan empat menuju Pringsewu. Dengan nada santai, Egi menanyakan kondisi mereka.

“Capek nggak?” tanya Egi.
“Enggak Pak, saya semangat,” jawab pemudik tersebut.

Dialog singkat itu menjadi gambaran semangat para pemudik, sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga keselamatan selama perjalanan.

Egi pun mengingatkan agar para pemudik tidak memaksakan diri jika merasa lelah. Ia menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dibanding kecepatan sampai tujuan. “Kalau merasa capek, istirahat dulu, jangan dipaksakan. Yang paling penting mudiknya aman, selamat sampai kampung halaman, dan keluarga di sana juga bahagia,” pesannya.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah menyiapkan berbagai fasilitas, mulai dari posko kesehatan hingga posko keamanan di sejumlah titik strategis.

Selain itu, perbaikan penerangan jalan umum juga tengah dikebut oleh Dinas Perhubungan sesuai arahan gubernur. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pemudik, khususnya yang melakukan perjalanan pada malam hari. “Dalam beberapa hari ke depan, kami terus memperbaiki penerangan jalan umum agar masyarakat bisa mudik dengan lebih aman dan nyaman,” kata Egi.

Kehadiran langsung kepala daerah di tengah pemudik, terlebih pada dini hari, menjadi simbol kepedulian sekaligus bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat yang tengah menjalani tradisi mudik Lebaran. (Kmf/*/red)

Buka Bersama PWI, Bupati Egi: Media Harus Jadi Penyeimbang, Bukan Sekadar Penyampai Informasi

0

KALIANDA, (Ltc):

Momentum Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lampung Selatan menggelar buka puasa bersama yang dirangkai dengan santunan anak yatim, pada Selasa (17/3/2026).

Dalam suasana hangat tersebut, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan pesan yang menekankan kedekatan emosional antara pemerintah daerah dan insan pers. Ia menyebut media bukan sekadar mitra kerja, melainkan bagian dari keluarga besar pembangunan daerah. “Bagi saya, teman-teman media ini bukan orang lain, tetapi sudah seperti keluarga. PWI adalah mitra diskusi, mitra penyeimbang, dan juga mitra yang memberikan kritik untuk membangun,” ujar Egi.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Wartawan R.A. Taher Tjindar Boemi, Sekretariat PWI Lampung Selatan, ini juga menjadi ruang refleksi bersama di bulan suci Ramadan.

Bupati Egi mengajak seluruh insan pers untuk tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menghadirkan dampak positif bagi masyarakat.

Ia menegaskan pentingnya peran media dalam menciptakan ruang informasi yang sehat dan konstruktif. “Saya mengajak kita semua untuk menggunakan pikiran, hati, dan peran kita dalam menyampaikan hal-hal yang berdampak positif dan keberlanjutan bagi Kabupaten Lampung Selatan,” lanjutnya.

Menurutnya, Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat introspeksi dan kebersamaan dalam membangun daerah. “Kita tidak perlu saling menyalahkan, tetapi bagaimana kita bisa melihat ke dalam dan terus memperbaiki diri agar Kabupaten Lampung Selatan menjadi daerah yang lebih baik dan masyarakatnya lebih sejahtera,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PWI Lampung Selatan, Edwin Apriandi, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wujud kepedulian sosial kepada anak yatim.

Ia juga mengapresiasi kehadiran dan dukungan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dalam kegiatan tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan dari Bupati Lampung Selatan. Kegiatan ini menjadi bentuk kebersamaan sekaligus kepedulian kepada anak yatim,” ujarnya. Hal senada disampaikan Pelaksana tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers dapat terus diperkuat.

Menurut Hendry, PWI memiliki peran strategis dalam menyampaikan berbagai program pembangunan kepada masyarakat secara luas dan tepat sasaran. “Kami berharap hubungan yang sudah terjalin baik ini semakin kuat, sehingga informasi pembangunan dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” kata Hendry.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara Pemkab Lampung Selatan dan insan pers semakin solid, sekaligus memberikan manfaat nyata, tidak hanya dalam penyebaran informasi, tetapi juga dalam membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Terpantau Lampungtik.com selain Ketua dan pengurus PWI Perwakilan Lamsel juga hadir para Dewan Penasehat PWI, para Wartawan Senior yang tergabung anggota Aktif PWI Lamsel. Kegiatan tersebut pun berlangsung lancar sesuai agenda yang ditentukan.(Nsy/*/red)

Cek Langsung ke Pasar, Sekda Supriyanto Pastikan Harga Sembako di Lampung Selatan Masih Terkendali

0

KALIANDA, (Ltc):

Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan mendapat kabar baik.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional masih relatif stabil.

Kepastian tersebut disampaikan setelah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, yang turun langsung melakukan pemantauan di Pasar Inpres Kalianda, pada Selasa (17/3/2026).

Dalam kegiatan itu, Sekda didampingi Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Tri Umaryani serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait. Tim melakukan pengecekan langsung terhadap ketersediaan bahan pangan sekaligus memantau pergerakan harga di lapangan.

Supriyanto mengatakan, pemantauan tidak hanya dilakukan di Pasar Kalianda, tetapi juga di sejumlah pasar lain di wilayah Lampung Selatan guna memastikan kondisi pasokan menjelang Lebaran tetap terkendali. “Kami ingin memastikan dua hal utama, yaitu ketersediaan barang dan perkembangan harga. Secara umum, stok kebutuhan pokok masih cukup dan harga cenderung stabil,” ujarnya. Berdasarkan hasil pemantauan, hanya beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Daging tercatat naik sekitar Rp5.000 per kilogram, sementara telur mengalami kenaikan berkisar Rp1.000 hingga Rp2.000.

Namun demikian, kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan tidak signifikan dibandingkan lonjakan harga yang biasanya terjadi menjelang hari besar keagamaan. “Alhamdulillah, beberapa hari menjelang Lebaran ini, kebutuhan pokok masih tersedia cukup banyak dan harga relatif stabil. Kenaikan hanya terjadi pada beberapa komoditas dan tidak terlalu besar,” jelas Supriyanto.

Selain melakukan pemantauan, Sekda juga berdialog langsung dengan para pedagang. Ia memberikan semangat agar aktivitas jual beli semakin meningkat seiring mendekatnya Idulfitri. “Semoga pembeli semakin ramai, apalagi ini sudah mendekati Lebaran. Insyaallah pasar akan semakin hidup,” katanya.

Pemantauan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkab Lampung Selatan dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan, sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadan dan menyambut Idulfitri dengan lebih tenang. (Nsy/*/red)

Turun ke Pasar Jati Agung, Wabup Syaiful Pastikan Stok Aman dan Harga Terkendali

0

KALIANDA, (Ltc):

Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memastikan harga bahan pokok masih relatif stabil dan ketersediaan stok dalam kondisi aman.

Kepastian tersebut didapat setelah jajaran Pemkab Lampung Selatan turun langsung memantau sejumlah pasar tradisional dalam dua hari terakhir. Pada Selasa (17/3/2026), Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, melakukan peninjauan di Pasar Kalianda, sementara Wakil Bupati M. Syaiful Anwar memantau kondisi di Pasar Jati Agung.

Dari hasil pemantauan, pemerintah daerah memastikan bahwa kebutuhan pokok masyarakat menjelang Lebaran masih tercukupi. Selain itu, harga sejumlah komoditas utama juga terpantau stabil tanpa lonjakan signifikan.

“Untuk kebutuhan pokok kita pastikan cukup. Kemudian terkait harga, sampai hari ini masih relatif aman,” ujar Wakil Bupati Syaiful Anwar di sela peninjauan.

Sejumlah komoditas penting seperti beras dan daging disebut masih berada dalam kondisi normal. Hal ini menjadi indikator bahwa pasokan bahan pangan di wilayah tersebut masih terkendali meski permintaan mulai meningkat. Tidak hanya memantau harga, jajaran Pemkab Lampung Selatan juga berdialog langsung dengan para pedagang guna menyerap informasi dari lapangan.

Dari hasil dialog tersebut, diketahui bahwa distribusi bahan pokok masih berjalan lancar dan belum ditemukan indikasi kelangkaan.

Para pedagang juga mengonfirmasi bahwa stok barang masih tersedia dengan baik menjelang hari raya, sehingga aktivitas jual beli tetap berlangsung normal.

Untuk menjaga kondisi ini, Pemkab Lampung Selatan mengimbau para pelaku usaha dan distributor agar tidak melakukan penimbunan barang maupun praktik yang dapat memicu kenaikan harga. Pemerintah menekankan pentingnya peran semua pihak dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Ke depan, pemantauan akan terus dilakukan secara berkala guna mengantisipasi potensi gejolak harga maupun gangguan pasokan.

Dengan langkah tersebut, masyarakat diharapkan dapat memenuhi kebutuhan menjelang Idulfitri 1447 H dengan lebih tenang dan nyaman. (ptm/*/red)