Jumat, Juli 24, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 5

Bupati Radityo Egi Bangga, Dua Pelajar Lampung Selatan Lolos Calon Paskibraka Tingkat Pusat 2026

0

KALIANDA, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada dua pelajar asal Kabupaten Lampung Selatan yang berhasil terpilih sebagai Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat Tahun 2026.

Prestasi tersebut menjadi catatan membanggakan karena untuk pertama kalinya Kabupaten Lampung Selatan mampu mengirimkan wakil putra dan putri secara bersamaan ke tingkat nasional.

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Radityo Egi saat menerima kunjungan dua calon Paskibraka Tingkat Pusat asal Kabupaten Lampung Selatan, yakni Naufal Ghaly Oktora dari SMA Swadhipa Natar dan Chika Azzahra Salsabilla dari SMA Negeri 1 Natar, di ruang kerja Bupati Lampung Selatan, pada Selasa (30/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Bupati Radityo Egi mengatakan, keberhasilan kedua pelajar tersebut merupakan kebanggaan tidak hanya bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, tetapi juga bagi seluruh masyarakat. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa putra-putri daerah memiliki kualitas dan daya saing untuk berprestasi di tingkat nasional.

“Ini merupakan kebanggaan bagi Kabupaten Lampung Selatan karena mampu mengirimkan dua putra-putri terbaik mewakili Provinsi Lampung sebagai calon Paskibraka tingkat pusat. Semoga kalian dapat memberikan yang terbaik, mengharumkan nama daerah, serta memperoleh posisi terbaik pada saat pelaksanaan pengibaran bendera di tingkat nasional,” ujar Radityo Egi.

Bupati Egi juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, guru, dan orang tua yang telah memberikan dukungan penuh selama proses pembinaan. Ia berharap doa serta dukungan seluruh masyarakat Lampung Selatan dapat menjadi penyemangat bagi kedua calon Paskibraka dalam mengikuti seluruh tahapan pembentukan di tingkat pusat.

Keberhasilan Naufal dan Chika diraih setelah keduanya dinyatakan lolos proses verifikasi tingkat pusat yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Mereka terpilih sebagai wakil Provinsi Lampung untuk mengikuti pembentukan Paskibraka Tingkat Pusat Tahun 2026 bersama putra-putri terbaik dari seluruh Indonesia.

Berdasarkan hasil verifikasi tingkat pusat yang diumumkan BPIP, Naufal Ghaly Oktora dan Chika Azzahra Salsabilla terpilih sebagai perwakilan Provinsi Lampung dari total 76 peserta yang berasal dari 38 provinsi di Indonesia.

Keduanya diproyeksikan mengikuti rangkaian pembentukan Paskibraka Tingkat Pusat mulai 15 Juli 2026 selama 40 hari dan akan bertugas pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.

Bupati Radityo Egi menilai, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa Kabupaten Lampung Selatan memiliki sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di tingkat nasional. Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah.

Sementara itu, Pelatih Paskibraka Kabupaten Lampung Selatan, Hariyanto, yang juga menjabat sebagai Kaur Bin Ops Satlantas Polres Lampung Selatan, mengatakan minat generasi muda mengikuti seleksi Paskibraka terus meningkat setiap tahunnya.

Menurutnya, tingginya antusiasme tersebut menjadi modal penting dalam mencetak kader-kader terbaik yang siap mengemban tugas negara. “Potensi anak-anak Lampung Selatan sangat luar biasa. Setiap tahun antusiasme mengikuti seleksi Paskibraka terus meningkat. Proses pembinaan dilakukan secara maksimal karena mereka dipersiapkan untuk menghadapi tugas yang membutuhkan fisik, mental, disiplin, dan tanggung jawab tinggi. Mudah-mudahan tahun ini putra-putri Lampung Selatan mampu mengukir prestasi terbaik di tingkat nasional,” kata Hariyanto. (Kmf-lmhr/*/red)

Pembangunan Tak Boleh Timpang, Bupati Egi Dorong Penguatan SDM dan UMKM Melalui Shobat di Sragi

0

SRAGI, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak boleh berjalan timpang.

Kemajuan infrastruktur fisik harus diiringi dengan pembangunan sumber daya manusia, penguatan nilai-nilai spiritual, serta pemberdayaan ekonomi kerakyatan hingga ke tingkat desa.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, saat menghadiri kegiatan Shobat (Sholawat Bareng Bupati) di Desa Kuala Sekampung, Kecamatan Sragi, pada Selasa malam (30/6/2026).

Momentum Shobat kali ini tidak hanya menjadi ajang syiar keagamaan dan silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Bupati Radityo Egi menyerahkan bantuan stimulan kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Sragi sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi masyarakat.

Di hadapan ratusan jemaah yang memadati lapangan, Bupati Egi menyampaikan rasa syukur atas antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, esensi Shobat bukan sekadar bershalawat bersama, melainkan memperkuat fondasi spiritual yang menjadi bagian penting dalam membangun daerah. “Kita hidup di tengah perubahan zaman yang begitu cepat. Tantangan ekonomi, teknologi, dan derasnya arus informasi menuntut kita memiliki ilmu sekaligus akhlak yang kuat. Karena itulah malam ini kita berkumpul di forum Shobat, bukan sekadar bersholawat, tetapi memperkuat hati, mempererat ukhuwah, dan mengingatkan bahwa pembangunan yang paling penting adalah pembangunan manusia,” ujar Bupati Egi.

Ia menegaskan, sebesar apa pun pembangunan jalan, jembatan, maupun fasilitas umum yang dilakukan pemerintah tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak dibarengi dengan kerukunan masyarakat, kualitas sumber daya manusia, dan kesiapan generasi penerus.

Menurut Bupati Egi, kekuatan sebuah daerah tidak hanya lahir dari kemajuan fisik, tetapi juga dari masyarakat yang memiliki karakter, moral, serta kebersamaan yang kuat.

Selaras dengan semangat tersebut, Egi mengaitkan nilai-nilai yang dibangun melalui Shobat dengan implementasi Program Desa HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul). Program tersebut dirancang sebagai gerakan bersama untuk mewujudkan desa yang modern, namun tetap berakar pada nilai agama, budaya, dan semangat gotong royong.

Melalui Program Desa HELAU, Pemkab Lampung Selatan menargetkan terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan pelayanan publik yang semakin optimal. Dampaknya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, serta mendorong pertumbuhan sektor UMKM sebagai penggerak ekonomi lokal.

Selain itu, program tersebut juga menempatkan masjid sebagai pusat pembinaan umat serta mendorong lahirnya generasi muda yang gemar mengaji dan memiliki karakter serta benteng moral yang kuat.

“Program ini akan berhasil apabila pemerintah dan masyarakat berjalan berdampingan. Ketika pelayanan semakin baik, perekonomian warga bergerak, dan masjid menjadi pusat pembinaan umat, maka Desa HELAU benar-benar hadir memberi manfaat nyata,” kata Bupati Egi.

Melalui forum Shobat, Pemkab Lampung Selatan juga menghadirkan jajaran pimpinan daerah secara langsung di tengah masyarakat. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat komunikasi, menyerap aspirasi warga, memperkuat kepercayaan publik, sekaligus mengapresiasi kerukunan yang selama ini terjaga di Kecamatan Sragi.

Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Supriyanto, jajaran pejabat utama dan para kepala perangkat daerah Pemkab Lampung Selatan, Camat Sragi, serta Kepala Desa Kuala Sekampung. (Kmf-Gil)

Jelang Harlah ke-46, Pujakesuma Audiensi dengan Bupati Lampung Selatan Perkuat Sinergi Budaya dan Pembangunan

0

KALIANDA, (Ltc):

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma) Kabupaten Lampung Selatan melakukan audiensi dengan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, sebagai bagian dari silaturahmi sekaligus membahas persiapan peringatan Hari Lahir (Harlah) Pujakesuma ke-46.

Pertemuan yang berlangsung hangat di Rumah Dinas Bupati, pada Senin (29/6/2026), menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berbasis budaya dan kebersamaan.

Audiensi tersebut turut dihadiri Ketua DPW Pujakesuma Provinsi Lampung, H. Nuryono. Sementara Bupati Radityo Egi Pratama didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Anasrullah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Martoni Sani, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan I Nyoman Setiawan.

Dalam kesempatan itu, H. Nuryono memaparkan perkembangan Pujakesuma yang kini telah tumbuh menjadi salah satu organisasi kemasyarakatan terbesar di Pulau Sumatra.

Berawal dari sebuah paguyuban seni dan budaya, Pujakesuma terus berkembang menjadi wadah yang berperan aktif dalam menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, dan membangun harmoni sosial di tengah masyarakat.

Menurut Nuryono, Kabupaten Lampung Selatan merupakan salah satu daerah dengan basis warga keturunan Jawa yang cukup besar sehingga kepengurusan Pujakesuma berkembang secara kuat hingga tingkat desa.

Struktur organisasi Pujakesuma saat ini telah terbentuk mulai dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), hingga kepengurusan ranting.

Di Kabupaten Lampung Selatan sendiri tercatat sekitar 70 orang pengurus aktif, sementara di setiap kabupaten/kota di Provinsi Lampung rata-rata terdapat sekitar 50 orang pengurus yang menjadi penggerak berbagai kegiatan sosial, budaya, dan kemasyarakatan.

Pada kesempatan tersebut, Nuryono juga menyampaikan undangan secara langsung kepada Bupati Lampung Selatan untuk menghadiri puncak peringatan Hari Lahir ke-46 Pujakesuma.

“Melalui momentum ini, kami berharap sinergisitas program-program kemasyarakatan yang selama ini telah berjalan dapat terus diselaraskan dengan visi pembangunan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan,” ujar Nuryono.

Menanggapi hal itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan apresiasi atas kiprah Pujakesuma yang selama puluhan tahun konsisten menjaga nilai-nilai kebersamaan, keberagaman, serta mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.

Menurut Bupati Egi, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berkomitmen mendukung berbagai program positif yang dilaksanakan organisasi kemasyarakatan, termasuk Pujakesuma, karena memiliki kontribusi nyata dalam menjaga kondusivitas daerah sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sangat mendukung dan mengapresiasi rangkaian kegiatan yang direncanakan oleh Pujakesuma. Organisasi ini telah menunjukkan konsistensinya dalam merawat kerukunan, menjaga keberagaman, dan memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat,” ujar Bupati Egi.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Egi juga menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat menghadiri secara langsung peringatan Harlah Pujakesuma ke-46 mengingat pada waktu yang bersamaan dirinya u melaksanakan agenda kedinasan di Kota Medan.

“Secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, saya sangat mendukung kegiatan Pujakesuma. Namun saya mohon maaf karena pada tanggal pelaksanaan saya harus menjalankan tugas kedinasan ke Kota Medan,” ungkapnya.

Mengakhiri audiensi, Bupati Egi mengajak Pujakesuma untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya melalui pengembangan kegiatan seni dan budaya yang dapat diintegrasikan dengan sektor pariwisata.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjadi ruang pelestarian budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui destinasi wisata berbasis seni pertunjukan dan budaya lokal. (Kmf-Gil/*/red)

Peringatan Harganas ke-33, Pemkab Lampung Selatan Perkuat Komitmen Membangun Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menjadikan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dalam membangun keluarga yang berkualitas, harmonis, dan tangguh sebagai fondasi utama pembangunan daerah sekaligus mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Komitmen tersebut disampaikan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan, Muhamad Darmawan, saat memimpin upacara peringatan Harganas ke-33 Tahun 2026, di Lapangan Korpri, Kalianda, Senin (29/6/2026).

Upacara diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lampung Selatan, mulai dari pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat fungsional, hingga PNS dan PPPK.

Dalam kesempatan itu, Darmawan membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

Ia menegaskan, Hari Keluarga Nasional bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi menjadi pengingat akan pentingnya peran keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa.

Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama bagi setiap anak untuk memperoleh kasih sayang, pendidikan, pembentukan karakter, serta nilai-nilai kehidupan yang menjadi bekal dalam menghadapi masa depan.

“Keluarga merupakan tempat pertama setiap anak memperoleh kasih sayang, pendidikan, pembentukan karakter, serta nilai-nilai kehidupan yang akan menjadi bekal dalam menghadapi masa depan,” ujar Darmawan.

Ia mengatakan, perkembangan teknologi, dinamika ekonomi, serta perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Di tengah perubahan tersebut, keluarga diharapkan mampu menjadi ruang yang menghadirkan rasa aman, keteladanan, sekaligus memperkuat karakter setiap anggotanya.

“Oleh karena itu, ketahanan keluarga menjadi kebutuhan yang sangat mendasar bagi keberhasilan pembangunan bangsa,” katanya.

Lebih lanjut, Darmawan menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan pada akhirnya sangat ditentukan oleh kualitas keluarga. Karena itu, pemerintah akan terus memperkuat berbagai kebijakan yang berpihak pada pembangunan keluarga sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa upaya tersebut tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Diperlukan dukungan serta komitmen seluruh orang tua, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan keluarga dapat berjalan secara optimal.

Melalui peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 ini, Pemkab Lampung Selatan berharap semakin tumbuh kesadaran bersama untuk memperkuat peran keluarga dalam melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, berdaya saing, serta siap menyongsong terwujudnya Indonesia Emas 2045. (Kmf/*/red)

Pengurus Al-Hidayah Kecamatan Rajabasa Pengajian, Ketua Penasehat Hidayatullah: ini Ukhwah Islamiyah

0

 

 

RAJABASA, (Ltc):
DPC Al-Hidyah Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan melakukan pengajian tausyiah dan Sholat Tasbih yang berlangsung di Masjid Al-Abror Dusun Sukau Desa Canti Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan pada Sabtu (27/6/2026).

Kegiatan yang dihadiri 500 peserta itu, menghadirkan Ustadz Hi Firdaus dari Kalianda sebagai petuziah itu juga dihadiri juga oleh Ibu Sundari Jafar Isterinya Camat Rajabasa Firdaus SE dan beberapa tokoh yang ada di Kecamatan Kalianda dan Rajabasa.

Ketua Pembina Pengajian Al-Hidayah Kabupaten Lampung Selatan Hi Hidayatullah M.Pd MM mengatakan kegiatan yang aktif dan rutin dilaksanakan pihaknya disetiap kecamatan secara bergiliran ini merupakan kegiatan ukhwah Islamiyah dengan tujuan menyebarkan ilmu agama dan menjalin silahturahmi antara ummat muslim dan muslimah yang ada di kecamatan Rajabasa Khususnya dan di Lampung Selatan pada umumnya. “Alhamdulillah setiap Minggu kami secara bergiliran melaksanakan pengajian ibu-ibu dengan tujuan menyebarkan ilmu agama, semoga semua akan menjadi amal jariyah bagi yang ikut serta menyampaikan dan mendukung/ melaksanakan kegiatan ini hingga lancar,” kata Hidayatullah mantan Kelapa Sekolah 15 tahun di SMAN 1 Sidomulyo ini.

Hidayatullah juga berharap kepada peserta agar bisa fokus kepada isi tauziah dan Istiqomah dalam mengikuti pengajian ini serta bisa kedepannya mengajak ibu ibu lainnya agar bisa hadir lebih banyak, karena dengan mengajak lebih banyak insyaallah pahala yang di berikan Allah akan berlipat ganda pahala yang didapatkan.

Sementara ustadz Hi Firdaus dalam tausyiahnya mengajak hadirin pengajian Al-Hidayah agar senantiasa menjaga sholat dan ibadah lainnya termasuk sholat Sunnah, karena dengan demikian insyallah segala sesuatu akan dimudahkan, hajat akan di kabulkan. “Terkait Ibadah ibadah sholat wajib dan Sunnah telah dilaksanakan, insyallah akan menjadi ladang pahala bagi yang melaksanakannnya. Untuk itu, baiknya, segera tambahkan sholat sunnahnya, bisa meluangkan waktunya untuk melaksanakan sholat Sunnah,” kata terangnya.

Akhirnya pelaksanaan pengajian Al- Hidayah itu berjalan dengan lancar disertai dengan penyerahan dana santunan pribadi dari Ketua Penasehat Hi Hidayatullah ke-kepada 7 Anak Yatim-piatu yang ada di sekitaran Masjid Al-Abror dusun Sukau Desa Canti Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan.(Ltc)

Mukerda MUI Kabupaten Lampung Selatan Di Jati Agung

0

JATI AGUNG, (Ltc):

Sinergi antara ulama dan umara menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat dalam karakter, moral, dan kehidupan beragama.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati (Wabup) Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, saat membuka Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2026 di Aula SMA Yayasan Al Huda, Kecamatan Jati Agung, Jumat (26/6/2026).

Mukerda MUI Kabupaten Lampung Selatan menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan para ulama dalam merumuskan program kerja yang mampu menjawab berbagai tantangan kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di daerah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Pemkab Lampung Selatan, Anasrullah, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan Firmansyah, Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan Dapil 5, Slamet Nuriman, serta perwakilan Kantor Kementerian Agama Lampung Selatan.

Selain itu, turut hadir Ketua Umum MUI Provinsi Lampung Prof. Dr. KH. Mohammad Mukri, M.Ag., Ketua Umum MUI Kabupaten Lampung Selatan Dr. KH. Ahmad Habib, M.Pd., jajaran pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, di antaranya PCNU, DPD Muhammadiyah, DPD LDII, FKUB, Baznas, serta Rektor Universitas Islam An-Nur Lampung.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar menyampaikan apresiasi kepada MUI Kabupaten Lampung Selatan atas dedikasi dan kontribusinya dalam membina kehidupan keagamaan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjaga kerukunan umat di tengah masyarakat.

Menurutnya, MUI merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, damai, dan berkeadaban. Peran ulama dinilai sangat penting dalam menjaga nilai-nilai moral, etika, serta memperkuat kehidupan beragama di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman.

“Sinergi antara ulama dan umara merupakan fondasi utama keberhasilan pembangunan daerah. Kemajuan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas akhlak, karakter, persatuan, serta ketahanan moral masyarakat,” ujar Syaiful.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berkomitmen terus memperkuat kemitraan dengan MUI melalui berbagai program kolaboratif, mulai dari pembinaan kehidupan keagamaan, pendidikan karakter, penguatan moderasi beragama, hingga pemberdayaan masyarakat.

Syaiful juga berharap Mukerda MUI Tahun 2026 mampu menghasilkan program-program kerja yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, hasil musyawarah diharapkan mampu memberikan manfaat nyata, terutama dalam memperkuat ketahanan keluarga, membina generasi muda, serta meningkatkan literasi keagamaan di Kabupaten Lampung Selatan.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Provinsi Lampung, Prof. Dr. KH. Mohammad Mukri, M.Ag., menegaskan bahwa Mukerda harus menjadi forum yang menghasilkan rumusan program kerja yang konkret dan dapat diimplementasikan secara langsung untuk menjawab berbagai persoalan umat.

Menurut Prof. Mukri, tantangan kehidupan masyarakat yang semakin dinamis menuntut MUI hadir sebagai lembaga yang responsif, adaptif, sekaligus mampu memperkuat perannya sebagai pelayan umat dan mitra strategis pemerintah.

“Mukerda ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi memformulasikan secara matang apa yang bisa dilaksanakan secara nyata. MUI harus hadir sebagai pelayan umat sekaligus mitra pemerintah yang mampu memberikan solusi atas berbagai dinamika sosial,” tegasnya.

Melalui Mukerda tersebut, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, ulama, dan seluruh elemen masyarakat semakin kokoh dalam mewujudkan Lampung Selatan yang religius, harmonis, maju, serta berdaya saing. (Kmf-Nsy)

SPMB SD-SMP di Lampung Selatan Berjalan Transparan dan Real-Time, Disdik Imbau Masyarakat Waspadai Calo dan Jasa Titipan

0

KALIANDA, (Ltc):

Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Lampung Selatan yang dilakukan secara online dan real-time untuk jenjang SD dan SMP dipastikan berjalan lancar, transparan, serta mengedepankan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.

Seiring proses seleksi yang masih berlangsung, Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai praktik percaloan maupun tawaran “jasa titipan” yang menjanjikan kelulusan calon peserta didik.

Syaifulloh Plt Kadis Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan saat memberikan keterangan kepada pers pada Kamis (25/6/2026). (Poto:ist)

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan, Syaifulloh, menegaskan bahwa seluruh tahapan SPMB tahun ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus menutup ruang terjadinya maladministrasi dalam proses penerimaan siswa baru.

Berdasarkan data pusat kendali SPMB Dinas Pendidikan per 25 Juni 2026, distribusi kuota penerimaan jenjang Sekolah Dasar telah berjalan sesuai ketentuan. Sebanyak 475 SD di Kabupaten Lampung Selatan telah mengakomodasi kuota melalui Jalur Domisili sebesar 80 persen, Jalur Afirmasi 15 persen, dan Jalur Mutasi 5 persen.

Sementara itu, untuk jenjang SMP, proses pendaftaran melalui Jalur Domisili dan Afirmasi masih berlangsung hingga 26 Juni 2026. Adapun komposisi kuota yang diterapkan terdiri dari 40 persen Jalur Domisili, 20 persen Jalur Afirmasi, 35 persen Jalur Prestasi, dan 5 persen Jalur Mutasi.

Menurut Syaifulloh, integrasi sistem pendaftaran berbasis digital yang diterapkan tahun ini terbukti mampu memangkas birokrasi yang selama ini kerap menjadi keluhan masyarakat. Selain itu, pengaturan kuota yang proporsional juga dilakukan secara ketat guna memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan yang adil untuk mengakses pendidikan.

“Sehingga tidak akan terjadi ada sekolah yang kelebihan siswa dan tidak sesuai ketentuan, sementara ada sekolah lain yang kekurangan murid,” kata Syaifulloh dalam keterangannya, pada Kamis (25/6/2026).

Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu percaya terhadap pihak-pihak tertentu yang menawarkan bantuan untuk meloloskan calon siswa melalui jalur tidak resmi, terlebih apabila disertai permintaan imbalan atau tarif tertentu.

Menurutnya, seluruh proses seleksi berlangsung secara terbuka dan dapat dipantau langsung oleh masyarakat melalui sistem yang telah disediakan.

Karena itu, segala bentuk praktik percaloan maupun penyalahgunaan kewenangan tidak memiliki ruang dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.

Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan bersama seluruh satuan pendidikan juga menyatakan komitmennya untuk menjaga integritas pelaksanaan SPMB agar tetap berjalan murni, bersih, dan sesuai dengan aturan yang berlaku. “Segala bentuk pelanggaran, kecurangan, ataupun praktik percaloan yang ditemukan di lapangan akan ditindak tegas sesuai ketentuan undang-undang,” tegas Syaifulloh.

Untuk menjamin keterbukaan informasi, masyarakat diimbau memantau perkembangan jurnal seleksi secara mandiri dan berkala melalui portal resmi SPMB. Selain itu, tim teknologi informasi dan layanan pengaduan juga disiagakan guna membantu masyarakat yang mengalami kendala teknis maupun validasi dokumen selama proses pendaftaran.

Syaifulloh juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan indikasi praktik tidak sehat selama pelaksanaan SPMB. Laporan dapat disampaikan melalui layanan Halo Lamsel di nomor 0821-2880-0800 atau secara langsung ke Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan.

Di sisi lain, Dinas Pendidikan mengingatkan para orang tua dan wali murid agar menyikapi hasil seleksi secara bijak mengingat daya tampung setiap sekolah memiliki keterbatasan.

“Bagi para orang tua diharapkan tidak memaksakan diri agar putra-putrinya harus diterima di sekolah tertentu. Dinas Pendidikan menegaskan bahwa kualitas pendidikan di Kabupaten Lampung Selatan saat ini telah merata, sehingga semua sekolah memiliki standar mutu pelayanan yang sama baiknya,” ujar Syaifulloh. (Kmf/*/red)

Satu Dekade WTP, Pemkab Lampung Selatan Perkuat Akuntabilitas melalui Pertanggungjawaban APBD TA 2025

0
Wakil Bupati Lampung Selatan M Syaiful Anwar saat memberikan sambutan pada acara Paripurna DPRD Lamsel dalam agenda LKPJ Bupati tahun anggaran 2025.
Wakil Bupati Lampung Selatan M Syaiful Anwar saat memberikan sambutan pada acara Paripurna DPRD Lamsel dalam agenda LKPJ Bupati tahun anggaran 2025.(Poto:ist)

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel.

Hal tersebut ditandai dengan penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lampung Selatan.

Pada momentum tersebut, Pemkab Lampung Selatan juga mencatat capaian membanggakan dengan kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-10 kalinya secara berturut-turut.

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lampung Selatan yang digelar di Ruang Sidang Paripurna DPRD setempat, Rabu (24/6/2026), dipimpin Ketua DPRD Lampung Selatan, Erma Yusneli, didampingi Wakil Ketua I DPRD Merik Havit dan Wakil Ketua II Benny Raharjo. Rapat tersebut dihadiri 38 anggota DPRD dari total 50 anggota dewan.

Mewakili Bupati Lampung Selatan, Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada masyarakat melalui DPRD sebagai lembaga representatif rakyat.

Dalam pemaparannya, Syaiful Anwar menjelaskan bahwa pendapatan daerah yang dianggarkan sebesar Rp2,43 triliun berhasil direalisasikan sebesar Rp2,36 triliun atau mencapai 97,09 persen. Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp2,30 triliun dari target anggaran sebesar Rp2,56 triliun atau sebesar 89,82 persen.

Selain itu, penerimaan pembiayaan netto yang dianggarkan sebesar Rp131,47 miliar terealisasi sebesar Rp131,48 miliar atau mencapai 100 persen.

“Jumlah realisasi pendapatan daerah dan penerimaan pembiayaan daerah mencapai Rp2,49 triliun, sedangkan realisasi belanja daerah sebesar Rp2,30 triliun. Dengan demikian terdapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp190,58 miliar,” ujar Syaiful Anwar.

Pada kesempatan itu, Syaiful Anwar juga menyampaikan hasil audit Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Lampung Selatan Tahun Anggaran 2025 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Lampung.

Berdasarkan hasil audit tersebut, Pemkab Lampung Selatan kembali berhasil meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-10 kalinya secara berturut-turut.

Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi pemerintah daerah dalam menerapkan prinsip-prinsip tata kelola keuangan yang baik, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan kembali meraih Opini WTP untuk yang ke-10 kali secara berturut-turut. Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh pihak, baik eksekutif maupun legislatif, dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel,” ungkapnya.

Keberhasilan mempertahankan opini WTP selama satu dekade berturut-turut tersebut semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah. Selain itu, capaian tersebut juga menjadi indikator kuat komitmen Pemkab Lampung Selatan dalam menjaga kualitas pengelolaan keuangan daerah guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (ptm-Kmf/*/red)

Tekan Angka Kemiskinan, Pemkab Lampung Selatan Perkuat Sinergi dan Percepat Program Berbasis Data

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten  Lampung Selatan terus memperkuat langkah percepatan penurunan angka kemiskinan melalui penguatan sinergi lintas sektor dan optimalisasi program berbasis data.

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Tahun 2026 yang digelar di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Selasa (23/6/2026).

Rapat koordinasi yang dipimpin Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Lampung Selatan, Tri Umaryani, itu dihadiri kepala perangkat daerah, perwakilan instansi vertikal, serta mitra pembangunan terkait.

Dalam arahannya, Tri Umaryani menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2025 tercatat sebesar 12,05 persen, sementara angka kemiskinan ekstrem berada pada level 0,60 persen.

Meskipun menunjukkan tren yang terus membaik, capaian tersebut masih berada di atas rata-rata Provinsi Lampung maupun nasional.

Oleh karena itu, Tri meminta seluruh perangkat daerah menjadikan penurunan kemiskinan sebagai salah satu prioritas utama dalam penyusunan dan pelaksanaan program kerja tahun 2026. Menurutnya, setiap program yang dijalankan harus mampu memberikan dampak nyata dan terukur terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Tri juga menekankan pentingnya pemutakhiran dan validasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis utama pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan.

Ia meminta seluruh perangkat daerah yang mengelola bantuan sosial menggunakan data DTSEN agar berbagai intervensi pemerintah dapat tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Selain aspek data, Tri turut menyoroti realisasi anggaran program penanggulangan kemiskinan yang hingga Triwulan I Tahun 2026 masih berada pada kisaran 14 hingga 19 persen. Untuk itu, ia mendorong percepatan pelaksanaan kegiatan pada Triwulan II agar target pembangunan dan pengurangan kemiskinan dapat tercapai secara optimal.

“Kita harus memastikan setiap program yang dilaksanakan memiliki dampak langsung dan terukur terhadap pengurangan kemiskinan, bukan sekadar memenuhi target realisasi anggaran,” tegasnya.

Lebih lanjut, Tri mengarahkan agar program pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, serta berbagai bantuan sosial dapat terintegrasi dengan data DTSEN.

Dengan demikian, seluruh program pemerintah dapat saling mendukung dan memberikan hasil yang lebih efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemkab Lampung Selatan berharap seluruh perangkat daerah semakin memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas data dan pelaporan, serta mengoptimalkan berbagai program yang berdampak langsung terhadap penurunan kemiskinan guna mewujudkan Lampung Selatan yang lebih sejahtera, maju, dan berdaya saing. (Nsy/*/red)

Masuki Semester II 2026, Pemkab Lampung Selatan Percepat Realisasi Program dan Perkuat Sinergi Perangkat Daerah

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan kembali menggelar apel mingguan di Lapangan Korpri, Kalianda, pada Senin (22/6/2026).

Apel tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen, disiplin, serta semangat kebersamaan seluruh aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.

Apel dipimpin Asisten Bidang Administrasi Umum Setdakab Lampung Selatan, Edy Firnandi, dan diikuti ASN di lingkungan Pemkab Lampung Selatan, mulai dari pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat fungsional, hingga PNS dan PPPK.

Menyampaikan amanat Bupati Lampung Selatan, Edy Firnandi menekankan pentingnya evaluasi kinerja dan percepatan realisasi program pembangunan seiring telah memasuki pertengahan tahun anggaran 2026.

Menurut Edy, seluruh perangkat daerah perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap capaian kinerja serta pelaksanaan program yang telah direncanakan.

“Pastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai target, tepat waktu, tepat mutu, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Edy Firnandi.

Selain itu, Edy juga meminta setiap perangkat daerah memperkuat fungsi pengendalian dan monitoring secara berkala guna mengantisipasi keterlambatan pelaksanaan kegiatan maupun penyerapan anggaran.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh capaian masing-masing organisasi perangkat daerah, tetapi juga oleh kemampuan seluruh jajaran pemerintah dalam membangun sinergi dan kolaborasi.

Menurutnya, berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi daerah tidak dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri. Oleh karena itu, koordinasi, komunikasi, dan kerja sama antarpemangku kepentingan harus terus diperkuat.

“Hilangkan ego sektoral dan utamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan organisasi maupun individu. Dengan kolaborasi yang baik, berbagai program pembangunan akan berjalan lebih efektif dan memberikan hasil yang optimal,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Edy juga mengajak seluruh aparatur Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk terus menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh komitmen, kerja keras, dan kebersamaan seluruh aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.

“Keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh komitmen, kerja keras, dan kebersamaan kita semua,” kata Edy Firnandi. (Dul/*/red)