Minggu, Mei 3, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 31

TPID Kabupaten Lampung Selatan Turun Kelapangan Tinjau Harga Beras di Pasar Impres Kalianda

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kembali turun ke lapangan melakukan monitoring harga beras premium di Pasar Inpres Kalianda, pada Selasa (19/8/2025).

Langkah ini menindaklanjuti arahan Kementerian Dalam Negeri sekaligus merespons hasil pemantauan sebelumnya pada 16 Agustus, yang mencatat harga beras premium tembus Rp16.000 per kilogram. Angka tersebut jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Badan Pangan Nasional sebesar Rp14.900/kg.

Monitoring dipimpin langsung oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setdakab Lampung Selatan, Dulkahar, bersama tim gabungan TPID. Menurutnya, sidak dilakukan bukan hanya untuk mengontrol harga, tetapi juga menjaga keseimbangan antara kepentingan pedagang dan masyarakat. “Intinya surat imbauan yang kami keluarkan itu baik, untuk menjaga keseimbangan harga. Kami tidak ingin pedagang rugi, tapi masyarakat juga harus terlindungi. Karena itu, Pemkab juga akan menyampaikan imbauan langsung ke pabrik dan produsen,” ujar Dulkahar.

Hasil pemantauan menunjukkan adanya penurunan harga pada beberapa merek beras premium. Sebagai contoh, beras merek Ratu Koki kini turun menjadi Rp14.400/kg, bahkan untuk kemasan 25 kilogram mencapai Rp14.300/kg. Produsen juga diketahui memberikan kompensasi kepada pedagang yang sebelumnya terlanjur menyetok dengan harga tinggi. “Alhamdulillah, dari hasil pemantauan, harga sudah mulai turun. Artinya, imbauan kita dipatuhi. Produsen pun menunjukkan itikad baik dengan memberikan kompensasi ke pedagang lama,” ungkap Dulkahar.

Meski begitu, ia mengakui masih ada perbedaan harga di sejumlah kios. Hal itu dinilai wajar karena perbedaan stok dan proses distribusi. Namun, Pemkab menegaskan pemantauan akan terus dilakukan agar harga sesuai HET. “Kami sudah keliling di beberapa toko beras di Pasar Inpres Kalianda, memang masih ditemukan harga yang bervariasi. Tapi kita terus upayakan agar semua pedagang bisa menjual sesuai HET. Tujuannya supaya pedagang tetap maju usahanya dan masyarakat, terutama yang kurang mampu, bisa membeli beras dengan harga terjangkau,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dulkahar menekankan kebijakan ini tidak hanya ditujukan kepada pedagang, melainkan juga menyasar produsen dan distributor. Pemkab berencana memperluas imbauan kepada produsen yang belum tersentuh agar ikut menurunkan harga. “Harapan saya mari kita sama-sama memberikan yang terbaik. Bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tapi bagaimana masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga sesuai aturan,” tandasnya. (Nsy-Kmf/*/red)

TTKDH Lampung Selatan Gelar Lomba, Wabup M Syaiful: pengembangan seni bela diri tradisional sebagai upaya membentuk generasi yang tangguh, cerdas, dan berkarakter

0

KALIANDA, (Ltc):

Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, menghadiri Lomba Seni Bela Diri Pencak Silat tingkat anak-anak hingga dewasa yang digelar DPD Kebudayaan Seni Tari (Kesti) Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (TTKKDH) Lampung Selatan, di halaman GOR Way Handak, Kalianda, Selasa (19/8/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Hadir juga Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto beserta Staf Ahli Bupati Bidang Keuangan, Achmad Herry, dan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Yespi Cory.

Dalam sambutannya, Ketua DPD Kesti TTKKDH Lampung Selatan, Rudi Topan, menegaskan bahwa pencak silat tidak sekadar olahraga, tetapi juga warisan budaya yang sarat nilai luhur. Menurutnya, setiap gerakan dalam pencak silat mencerminkan sportivitas, disiplin, keberanian, serta semangat persaudaraan. “Pencak silat bukan hanya gerakan fisik, tetapi juga cerminan budaya, jati diri, dan karakter bangsa yang menjunjung tinggi kehormatan, persatuan, dan persaudaraan,” ujarnya.

Rudi berharap ajang ini dapat mempererat silaturahmi antarpeserta sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda pada seni bela diri tradisional Indonesia. Mewakili Bupati Lampung Selatan, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar menyampaikan pesan agar kegiatan semacam ini dapat terus digelar secara berkesinambungan.

Ia menekankan bahwa seni dan olahraga tradisional dapat bersinergi dengan program unggulan Pemkab Lampung Selatan, yaitu Agro Eduwisata. “Ke depan, kegiatan pencak silat bisa dilaksanakan di lokasi-lokasi wisata yang ada di Lampung Selatan. Dengan begitu, selain melestarikan budaya, juga sekaligus memajukan pariwisata daerah,” kata Wabup Syaiful.

Lebih lanjut, Wabup Syaiful menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendorong pengembangan seni bela diri tradisional sebagai upaya membentuk generasi yang tangguh, cerdas, dan berkarakter. “Melalui olahraga, khususnya seni bela diri tradisional, kita dapat mencetak generasi penerus yang cerdas, tangguh, dan berkarakter,” kata Wabup Syaiful. (lmhr-Kmf/*/red)

Sekjen KEMENDAGRI Ingatkan Pemerintah Kabupaten Serius Dalam Penanganan Antisipasi Harga Beras

0

KALIANDA, (Ltc):

Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, mengingatkan pemerintah daerah untuk lebih serius mengantisipasi kenaikan harga beras yang menjadi komoditas utama penyumbang inflasi nasional.

Pesan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar secara virtual, Selasa (19/8/2025).

Rapat diikuti Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Lampung Selatan, Dulkahar, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lampung Selatan melalui aplikasi zoom meeting dari ruang Kabag Perekonomian, kantor bupati setempat.

Tomsi menegaskan bahwa pengendalian harga beras harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah. “Saya minta harga beras ini bisa turun. Ini bukan hanya soal angka inflasi, tetapi menyangkut daya beli masyarakat. Jangan sampai kenaikan harga beras terus berlanjut dan membebani rakyat,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono, melaporkan inflasi nasional tercatat sebesar 2,37 persen. Inflasi terjadi pada empat bulan terakhir, dengan Juli mencatat inflasi 0,03 persen dan inflasi tahun kalender mencapai 1,69 persen.

Ateng menyebut, beras menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan andil 0,06 persen, disusul tomat, bawang merah, cabai rawit, dan bensin. “Selama tiga bulan terakhir, beras selalu masuk dalam lima besar komoditas penyumbang inflasi. Karena itu, pada Agustus ini perlu diwaspadai agar tidak memberikan andil lebih tinggi lagi,” jelasnya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, TPID Lampung Selatan langsung turun ke lapangan dengan melakukan monitoring harga beras premium di sejumlah pasar tradisional. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok serta menekan potensi kenaikan harga yang dapat berdampak langsung pada masyarakat.

Melalui koordinasi dan pemantauan langsung, pemerintah daerah berharap stabilitas harga pangan, khususnya beras sebagai kebutuhan pokok utama, dapat terjaga. (ptm-Kmf)

Ribuan Peserta Jalan Sehat Kelurahan Way Urang Padati Lapangan Korpri Pemkab Lamsel

0

KALIANDA, (Ltc):

Suasana meriah mewarnai Lapangan Korpri Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Senin (18/8/2025).

Ribuan warga tumpah ruah mengikuti Jalan Sehat dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar Pemerintah Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda.

Kegiatan itu dilepas langsung oleh Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran Kelurahan Way Urang atas terselenggaranya kegiatan yang sarat makna kebersamaan tersebut. “Jalan sehat bukan sekadar jalan bareng, tetapi wujud nyata semangat persatuan. Di sini kita melihat wajah-wajah penuh senyum, tangan yang saling menggenggam, dan hati yang menyatu dalam semangat kebersamaan. Inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya,” ujar Wabup Syaiful.

Tidak hanya melepas peserta, Wabup Syaiful juga ikut berjalan bersama warga melewati rute yang dimulai dari Lapangan Korpri hingga kawasan Pantai Kedu Kalianda. Ia tampak didampingi Asisten Ekobang Dul Kahar, Kadis PMD Erdiyansyah, Kadis Sosial Puji Sukanto, Camat Kalianda Erman Suheri, dan Lurah Way Urang Iman Wahyudi.

Dalam kesempatan itu, Wabup Syaiful menekankan dua pesan penting. Pertama, menjaga ketertiban agar seluruh rangkaian berjalan aman dan damai. Kedua, mengutamakan keselamatan, karena jalan sehat bukan ajang balapan, melainkan momentum kebersamaan, kesehatan, dan silaturahmi. “Tidak ada lagi perbedaan, baik pejabat, pengusaha, maupun masyarakat biasa. Semuanya berpadu dalam kegembiraan dan rasa syukur,” imbuhnya.

Lurah Way Urang, Iman Wahyudi, turut mengungkapkan rasa bangga atas antusias masyarakat yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Ia menuturkan, kegiatan jalan sehat tersebut sudah tiga kali berturut-turut digelar. “Tahun ini sedikit spesial karena Pak Wakil Bupati ikut serta berjalan bersama masyarakat melewati rute ke kawasan Pantai Kedu. Selain menyehatkan, kegiatan ini juga menjadi ajang memperkenalkan keindahan wisata di Way Urang,” ujar Yudi.

Dengan penuh keceriaan, ribuan warga menutup acara dengan senyum gembira, menjadikan momentum HUT ke-80 RI di Kelurahan Way Urang bukan sekadar perayaan, tetapi juga pengikat kebersamaan yang semakin erat. (ptm-Kmf/*)

Jalan Sehat KBSB Lampung Selatan di Lepas Wakil Bupati Lamsel M Syaiful Anwar

0

KALIANDA, (Ltc):

Suasana Terminal Pasar Inpres Kalianda pada Senin (18/8/2025) pagi tampak berbeda dari biasanya.

Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan memadati lokasi tersebut untuk mengikuti Jalan Sehat yang digelar Keluarga Besar Sumatera Barat (KBSB) Kecamatan Kalianda, dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan yang diikuti hampir 4.000 peserta ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar. Kehadiran Wabup Syaiful disambut hangat ribuan warga yang antusias mengikuti jalannya acara.

Dalam sambutannya, Syaiful mengungkapkan rasa bangga sekaligus bahagia bisa berada di tengah masyarakat. Menurutnya, antusiasme yang ditunjukkan peserta jalan sehat menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan, kebersamaan, dan persatuan masih terjaga kuat di Lampung Selatan. “Jalan sehat ini bukan sekadar olahraga atau jalan santai, tetapi juga simbol kebersamaan dan kekuatan kita untuk melangkah bersama. Dalam keberagaman suku, ras, dan agama, kita tetap bisa berjalan seirama. Inilah kekuatan Lampung Selatan sebagai rumah bersama yang rukun dan damai,” ujarnya.

Wabup juga memberikan apresiasi kepada KBSB Kalianda yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Ia menilai, selain menjaga tradisi dan budaya Minang, KBSB turut berkontribusi dalam mempererat persaudaraan sekaligus mendukung pembangunan di Lampung Selatan.

Mengakhiri sambutannya, Wabup Syaiful mengajak seluruh peserta menjadikan momentum peringatan HUT ke-80 RI sebagai tonggak memperkuat gotong royong, persatuan, dan kebersamaan. “Dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim, Jalan Sehat Keluarga Besar Sumatera Barat Kecamatan Kalianda dalam rangka Peringatan HUT ke-80 RI Tahun 2025 secara resmi saya nyatakan dilepas,” ucap Syaiful disambut sorak sorai penuh semangat. (ptm/*/red)

Ada Momen Haru! Gabriel Alexander Gaibida Mote, pelajar SMA Kebangsaan asal Papua Tengah, Anggota Paskibraka HUT ke-80 Kabupaten Lampung Selatan

0

KALIANDA, (Ltc);

Momen pengibaran Sang Saka Merah Putih di Menara Siger pada peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, Minggu (17/8/2025), meninggalkan kisah haru sekaligus membanggakan.

Sosok Gabriel Alexander Gaibida Mote, pelajar SMA Kebangsaan asal Papua Tengah, menjadi sorotan setelah dipercaya sebagai Danpok 17 dalam formasi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Lampung Selatan.

Yang membuat momen ini semakin istimewa, kehadiran Gabriel turut disaksikan langsung oleh sang ibu, Selpiana Magai, yang menempuh perjalanan jauh dari Nabire, Papua Tengah. Dengan mata berkaca-kaca, Selpiana tak kuasa menahan rasa haru ketika menyaksikan putranya berdiri gagah di tengah lapangan, mengibarkan bendera pusaka. “Saya bangga sekali bisa melihat anak saya bertugas di sini. Semua lelah perjalanan hilang, diganti kebahagiaan yang tidak bisa saya ucapkan dengan kata-kata,” ucap Selpiana dengan suara bergetar.

Kehadiran keluarga Gabriel dari Papua bukan hanya menjadi pelengkap kebahagiaan pribadi, tetapi juga simbol kebersamaan bangsa. Di titik nol Pulau Sumatera, di bawah megahnya Menara Siger, kisah ini menjadi gambaran nyata bahwa semangat kemerdekaan dirayakan oleh seluruh anak negeri, dari barat hingga timur Indonesia.

Menara Siger sendiri dipilih sebagai lokasi upacara tahun ini bukan tanpa alasan. Bangunan ikonik berbentuk siger—mahkota khas perempuan Lampung—menjadi simbol agung tentang kebersamaan, keanggunan, dan identitas budaya daerah.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang bertindak sebagai inspektur upacara menegaskan bahwa peringatan di Menara Siger menjadi bukti nyata identitas dan kebanggaan masyarakat. “Menara Siger adalah ikon Lampung Selatan, simbol budaya dan kebanggaan kita,” ujarnya.

Kisah Gabriel dan ibunya menjadi warna tersendiri dalam peringatan kemerdekaan kali ini. Di balik gegap gempita upacara, terselip pesan kuat tentang persatuan bangsa: bahwa kemerdekaan bukan hanya milik satu daerah, melainkan milik seluruh rakyat Indonesia dari Sabang hingga Merauke. (Nsy-Kmf/*/red)

Bupati Lampung Selatan Egi & Wabup Syaiful, Forkopimda Lamsel Laksanakan Tabur Bunga di TMP Kesuma Bangsa Kalianda

0

KALIANDA, (Ltc):

Dalam suasana khidmat, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menggelar upacara ziarah nasional dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kesuma Bangsa, Kalianda, pada Minggu (17/8/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bupati Lampung Selatan, Radito Egi Pratama, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) hadir langsung dalam prosesi tersebut. Dengan langkah tegap, rombongan memasuki kompleks makam, membawa semangat penghormatan atas jasa para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan bangsa. Prosesi ziarah dimulai dengan penghormatan kepada arwah pahlawan, dipimpin Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri. Setelah itu, doa dipanjatkan dengan khusyuk, disusul peletakan karangan bunga, dan ditutup dengan tabur bunga di pusara makam pahlawan.

Suasana hening menyelimuti area makam ketika bunga-bunga berjatuhan di atas nisan. Momen ini menjadi pengingat bahwa di balik meriahnya perayaan kemerdekaan, terdapat darah, air mata, dan pengorbanan yang mengiringi lahirnya kemerdekaan.

TMP Kesuma Bangsa kembali menjadi saksi bisu bahwa perjuangan para pahlawan bukan sekadar catatan sejarah, melainkan warisan semangat juang yang harus terus dijaga dan diwariskan bagi generasi penerus. (Dul/*/red)

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama & Forkopimda Formasi Lengkap Hadiri Renungan Suci di TMP Kusuma Bangsa Kalianda

0

KALIANDA, (Ltc):

Suasana khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Kesuma Bangsa Kalianda tepat pukul 00.00 WIB, pada Minggu (17/8/2025). Dalam gelapnya malam, apel kehormatan dan renungan suci digelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Upacara yang dipimpin Dandim 0421/Lampung Selatan, Mohammad Nuril Ambiyah, ini dihadiri langsung oleh Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, serta para pejabat Pemkab.

Deretan nisan para pahlawan tampak diterangi cahaya obor yang menyala sepanjang upacara. Suasana syahdu kian terasa ketika segenap peserta upacara berdiri tegak, mengheningkan cipta mengenang jasa para pejuang bangsa. Nyala api obor menjadi simbol semangat juang yang tidak pernah padam, sekaligus pengingat bahwa kemerdekaan hari ini adalah buah dari pengorbanan jiwa dan raga para pahlawan.

Sesekali, keheningan malam diiringi suara serangga dan desir angin, seakan turut menjadi saksi janji suci generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan mereka yang telah mendahului.

Bagi peserta, momen renungan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang refleksi. TMP Kesuma Bangsa kembali menjadi pengingat bahwa di balik kemerdekaan yang dirayakan, ada darah dan air mata pahlawan yang gugur demi merah putih. (Gil-Kmf/*/red)

Sejarah Baru Tercipta! Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama Pimpin Upacara HUT RI ke-80 di Menara Siger Bakauheni

0

BAKAUHENI, (Ltc):

Sejarah baru tercatat di Kabupaten Lampung Selatan. Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan ikonik Menara Siger, Kecamatan Bakauheni, pada Minggu (17/8/2025).

Upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, selaku Inspektur Upacara, berlangsung khidmat sekaligus megah. Latar belakang Menara Siger yang menjulang di tepi Selat Sunda, berpadu dengan hamparan laut biru dan langit pagi yang cerah, menjadikan prosesi sakral ini semakin berkesan.

Tepat pukul 08.00 WIB, upacara dimulai dengan laporan Komandan Upacara, Kapten Infantri Sobirin, Danramil 421-10 Katibung. Suasana hening penuh khidmat menyelimuti area lapangan Menara Siger hingga puncak acara, yaitu pengibaran Sang Saka Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

Dewani Lovena Putri, siswi SMA Kebangsaan, dipercaya sebagai pembawa baki bendera. Dengan langkah tegap, ia menerima bendera dari Inspektur Upacara.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pengibaran oleh tim inti: Rian Fadli Raja Siregar sebagai Danpok 8, Gabriel Alexander Gaibida Mote sebagai Danpok 17, Uspo Atila Wijaya dari SMA Negeri 1 Kalianda sebagai penggerek, dan Iqbal Maulana Febriano sebagai pembentang bendera. Gerakan kompak mereka membuat Sang Merah Putih berkibar gagah di langit Menara Siger, disambut tepuk tangan meriah para tamu undangan.

Ribuan pasang mata menyaksikan momen bersejarah ini, mulai dari jajaran Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, pelajar, organisasi masyarakat, hingga Wakil Bupati M. Syaiful Anwar. Tampak pula mantan Wakil Bupati Lampung Selatan, Pandu Kesuma Dewangsa, hadir memberikan penghormatan.

Bupati Egi, yang tampil gagah dalam Pakaian Dinas Upacara Besar, menegaskan bahwa peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Menara Siger adalah simbol kebanggaan sekaligus identitas masyarakat Lampung Selatan. “Ini (Menara Siger) ikon kita masyarakat Lampung,” ujar Bupati Egi usai memimpin upacara.

Selain mengenang jasa pahlawan, momen ini juga menandai langkah baru daerah dalam merayakan kemerdekaan di ikon yang menjadi gerbang Pulau Sumatera.

Dengan semangat kebangsaan yang membara, upacara pengibaran bendera di Menara Siger tahun ini tercatat sebagai catatan penting perjalanan Lampung Selatan dalam mengisi kemerdekaan.(Kominfo ls/*/red)

41 Paskibra Kabupaten Lampung Selatan Sukses Tunaikan Tugas, Bupati Lampung Selatan Egi: Jadikan Pengalaman ini Bekal Menjadi Pemimpin Berintegritas

0

BAKAUHENI, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, secara resmi melepas Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2025. Pelepasan dilakukan usai upacara penurunan bendera di Lapangan Menara Siger, Bakauheni, pada Minggu malam (17/8/2025).

Sebanyak 41 anggota Paskibraka yang sebelumnya sukses mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Lampung Selatan, kini resmi menuntaskan tugasnya. Mereka dilepas dengan penuh apresiasi atas dedikasi, disiplin, dan semangat kebangsaan yang ditunjukkan sepanjang rangkaian acara.

Dalam sambutannya, Bupati Egi menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh anggota Paskibraka, jajaran Forkopimda, Ketua DPRD, pelatih, serta para orang tua yang telah memberikan dukungan penuh. “Saya melihat kalian adalah mata generasi penerus yang nanti akan mewujudkan Indonesia Emas 2045. Di Selat Sunda, Sang Saka Merah Putih menatap Gunung Krakatau. Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, saya mengucapkan terima kasih atas segala dukungan yang diberikan,” ujar Egi.

Bupati Egi juga mengungkapkan bahwa persiapan kegiatan ini dilakukan hanya dalam waktu 10 hari. Meski singkat, seluruh rangkaian berlangsung lancar berkat kerja keras dan koordinasi semua pihak. “Kalau ada kekurangan saya mohon maaf, karena persiapannya jujur hanya 10 hari. Tapi mari kita bekerja out of the box,” ucapnya.

Lebih dari sekadar seremoni, Egi menekankan bahwa kegiatan peringatan kemerdekaan ini menjadi momentum konsolidasi birokrasi secara menyeluruh. Menurutnya, sinergi yang terjalin harus dijaga agar menjadi kebanggaan bersama masyarakat Lampung Selatan. “Ini adalah dedikasi, semangat, dan kedisiplinan kalian semua yang terlibat. Mari kita rawat, kita lestarikan, dan kita jadikan kebanggaan Lampung Selatan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Bupati Egi turut mengajak masyarakat menumbuhkan rasa bangga terhadap daerah. Ia menilai, rangkaian kegiatan di Menara Siger tidak hanya menampilkan kekhidmatan peringatan kemerdekaan, tetapi juga memperlihatkan keindahan alam Lampung Selatan yang eksotis. “Seharian saya berada di Menara Siger, menyaksikan betapa indahnya alam Lampung Selatan. Inilah the amazing south of Lampung. Saya berharap rasa bangga dan bahagia ini tetap terjaga,” ucapnya penuh semangat.

Menutup sambutannya, Bupati Egi berpesan agar pengalaman menjadi Paskibraka dijadikan bekal berharga bagi generasi muda untuk menapaki masa depan sebagai pemimpin bangsa. “Jadikan pengalaman ini bekal untuk menjadi pemimpin yang berintegritas, disiplin, dan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi,” pungkasnya. (Nsy-Kmf/*/red)