Jumat, Mei 1, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 3

Lampung Selatan Raih Lampung Post Award 2026, Bukti Keseriusan Kembangkan Kawasan Ekonomi Strategis

0

BANDAR LAMPUNG, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menorehkan capaian penting dengan meraih Lampung Post Award 2026 sebagai Pilar Penggerak Pengembangan Kawasan Strategis Ekonomi, menegaskan arah baru pembangunan daerah yang kini difokuskan pada penguatan sektor pariwisata dan UMKM.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Pemimpin Perusahaan Lampung Post, Iskandar Zulkarnain, kepada Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kabupaten Lampung Selatan, Anasrullah, dalam ajang Lampung Post Executive Forum di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026).

Pengakuan ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan mencerminkan transformasi strategi pembangunan Lampung Selatan yang mulai menunjukkan hasil nyata, khususnya dalam mendorong sektor ekonomi berbasis potensi lokal.

Mewakili Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, Anasrullah menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.

“Kami sangat senang atas apresiasi dari Lampung Post. Insyaallah ke depan Lampung Selatan akan lebih baik lagi,” ujar Anasrullah.

Ia menambahkan, penghargaan ini menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan publik, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Saat ini, kata Anasrullah, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan tengah mengakselerasi pembangunan di sektor pariwisata dan UMKM sebagai prioritas utama.

“Sekarang pemerintah daerah, pak bupati sedang bergerak untuk meningkatkan perkembangan di pariwisata dan UMKM. Memang difokuskan ke sana,” katanya. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan potensi Lampung Selatan yang memiliki kekayaan destinasi wisata alam serta peluang besar dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah. Dengan pengelolaan yang optimal, kedua sektor ini diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Selain itu, pemerintah daerah juga menggulirkan berbagai program berbasis desa guna mendorong pemerataan pembangunan dan kemandirian ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui program Desa Helau yang diarahkan untuk mengoptimalkan potensi lokal.

“Banyak program bupati yang berkaitan dengan perkembangan ekonomi kerakyatan dan pembangunan daerah,” lanjutnya.

Pemkab Lampung Selatan juga terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, baik sektor swasta maupun masyarakat, guna memastikan pembangunan berjalan efektif, inklusif, dan berkelanjutan.

Dengan strategi tersebut, Lampung Selatan optimistis mampu meningkatkan daya saing daerah, tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga nasional. Penghargaan ini pun diharapkan menjadi pijakan awal menuju capaian pembangunan yang lebih besar di masa mendatang. (ptm-Kmf/*/red)

Borong Penghargaan Nasional, Perumda Tirta Jasa Lampung Selatan Raih TOP BUMD Awards 2026 Bintang 4, Bupati Egi Dinobatkan Pembina Terbaik

0

JAKARTA, (Ltc):

Perumda Air Minum Tirta Jasa Kabupaten Lampung Selatan menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan TOP BUMD Awards 2026 kategori Bintang 4.

Penghargaan ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan kinerja perusahaan daerah, tetapi juga mencerminkan peningkatan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat.

Prestasi tersebut semakin lengkap dengan diraihnya penghargaan TOP Pembina BUMD 2026 oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, serta TOP CEO BUMD 2026 yang diberikan kepada Direktur Perumda Air Minum Tirta Jasa, Julianto.

Ketiga penghargaan bergengsi tersebut diserahkan dalam acara puncak TOP BUMD Awards 2026 yang digelar di Dian Ballroom, Hotel Raffles, Jakarta Selatan, pada Senin (13/4/2026).

Ajang TOP BUMD Awards merupakan penghargaan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Majalah Top Business bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA). Penilaian dilakukan secara komprehensif terhadap kinerja, inovasi, serta kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mendukung pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menilai penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran BUMD, khususnya Perumda Air Minum Tirta Jasa.

“Alhamdulillah, ini adalah bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh jajaran pengurus BUMD, khususnya PDAM di Kabupaten Lampung Selatan,” ujarnya.

Bupati Egi menegaskan, penghargaan tersebut diharapkan menjadi pemacu semangat untuk terus meningkatkan kinerja dan inovasi pelayanan kepada masyarakat.

“Harapannya, ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk bekerja lebih baik dan lebih inovatif ke depan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati Egi menekankan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola perusahaan daerah agar semakin profesional, transparan, dan mampu memberikan pelayanan optimal.

Pada tahun 2026, sebanyak 248 BUMD dan BLUD dari seluruh Indonesia mengikuti ajang ini, meningkat 4,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 218 BUMD dinyatakan mengikuti seluruh tahapan penilaian secara lengkap.

Sejak pertama kali digelar pada 2016, TOP BUMD Awards menjadi salah satu tolok ukur nasional dalam mendorong BUMD agar lebih profesional, inovatif, dan berdaya saing. (Kmf/*/*/red)

Pengajian Al-Hidayah di Masjid Nurul Ihsan Desa Jondong. Hidayatullah Ketua Penasehat: Alhamdulilah Pengajian Istiqomah Berjalan Rutin

0
Panitia pengajian Al-Hidayah Kecamatan Kalianda saat membagikan santunan kepada anak yatim piatu pada Minggu (12/04/2026).

KALIANDA, (Ltc):
Pengurus Pengajian Al-Hidayah Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan kembali menggelar Pengajian rutin yang di laksanakan di masjid Nurul Ihsan Desa Jondong Kecamatan Kalianda Lamsel pada Minggu (12/4/2026) pagi.

Acara tersebut, selain di isi dengan tausiah agama yang disampaikan oleh Ustadz Rismawan S.Pd Gr, pengajian yang di hadiri ratusan ibu ibu dari berbagai desa Kecamatan Kalianda itu merupakan untuk ajang silahturahmi dan memperkuat ukhwah Islamiyah, dan juga untuk menyampaikan santunan bagi 10 anak yatim piatu yang berasal dari desa setempat.

Hi Hidayatullah M.Pd MM Ketua Penasehat Pengajian Al-Hidayah Kabupaten Lampung Selatan

Ketua dewan penasehat Al-Hidayah Kabupaten Lampung Selatan Hi Hidayatullah M.Pd MM mengatakan pengajian Al-Hidayah merupakan wadah untuk menambah ilmu pengetahuan Agama, dimana didalamnya juga merupakan ajang silahturahmi muslimin dan muslimat anggota Al-Hidayah yang ada di Kecamatan Kalianda maupun dari Kecamatan lainnya. “Pengajian Al-Hidayah ini, ajang silahturahmi serta menambah pengetahuan tentang agama dan hal ini akan terus di laksanakan untuk mengasah/menambah pengetahuan tentang ilmu agama yang disampaikan para ulama yang sengaja didatangkan oleh pengurus Al-Hidayah Lamsel. kalau prihal ketempatan, dimana saja bisa, sesuai pengusulan atau kesepakatan dari pengurus Al-Hidayah,” ungkap Hi Hidayatullah.

Dan pengajian ini juga tempat menjaring aspirasi dari warga pengajian bila ada hal yang krusial terkait kegiatan sosial, akan disampaikan kepada pihak terkait untuk dapat di tindak lanjuti. “Intinya bila hal hal terkait kejadian sosial di warga pengajian akan dapat ditindaklanjuti, minimal dibantu direkomendasikan ke instansi terkait,” terang Hidayatullah.

Hidayatullah berharap kepada pengurus Al-Hidayah agar teruslah bersemangat & Istiqomah dalam menjalani/melaksanakan kegiatan Pengajian tersebut, “pokoknya harus tetap semangat, Istiqomah insyallah Allah SWT melimpahkan rahmat kepada kita semua,” tutupnya.(*/*/Red)

 

PKB Lampung Gelar Muscab di Pantai Sebalang, Bagikan Mobil BAGUNA untuk Layanan Warga

0

KATIBUNG, (Ltc):

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyerahkan tiga unit mobil layanan masyarakat “Mobil BAGUNA” dalam Musyawarah Cabang (Muscab) gabungan di Pantai Sebalang, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, pada Sabtu (11/4/2026).

Bantuan ini menjadi simbol penguatan peran partai dalam pelayanan langsung kepada masyarakat.

Muscab yang digelar oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Lampung Selatan, Metro, dan Bandar Lampung tersebut dipusatkan di Cafe Virgo, kawasan wisata Pantai Sebalang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Muscab serentak yang dilaksanakan Partai Kebangkitan Bangsa di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung pada 10-11 April 2026.

Selain menjadi agenda konsolidasi internal partai, Muscab kali ini mengusung tema “Kebangkitan UMKM dan Pariwisata Berkelanjutan di Provinsi Lampung”. Konsep pelaksanaannya pun dibuat berbeda dengan memilih lokasi di destinasi wisata unggulan sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pariwisata daerah.

Dalam kegiatan tersebut, DPW PKB Lampung menyerahkan tiga unit mobil BAGUNA kepada DPC PKB Lampung Selatan, Metro, dan Bandar Lampung. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama.

Mobil serbaguna ini dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari layanan kesehatan darurat hingga kegiatan sosial dan pertanian.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati M. Syaiful Anwar. Dalam sambutannya, Egi mengapresiasi pelaksanaan Muscab yang digelar di kawasan wisata Pantai Sebalang.

Menurutnya, langkah ini tidak hanya memperkuat konsolidasi partai, tetapi juga menjadi strategi efektif dalam mempromosikan potensi pariwisata daerah.

Egi juga menegaskan pentingnya peran partai politik sebagai jembatan antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah.

Egi berharap Muscab PKB dapat menjadi momentum memperkuat arah perjuangan organisasi sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Melalui momentum ini, mari kita bekerja bersama untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya. (Kmf-ptm/*/red)

Muscam Partai Golkar di 3 Kecamatan Candipuro-Way sulan-Ketibung Berlangsung Lancar

0
oppo_2
Ketua DPD Partai Golkar Lamsel Agus Sutanto ST saat memberikan sambutan di acara Muscam 3 Pimpinan Kecamatan yakni Candipuro-Way Sulan- Katibung yang berlangsung di Kediaman Ketua DPD Partai Golkar Lamsel desa Rawa Selapan Kecamatan Candipuro pada Sabtu (11/4/2026) Poto;Ltc.

CANDIPURO, (Ltc):
DPD Partai Golkar Kabupaten Lampung Selatan menggelar Musyawarah Kecamatan Partai Golkar Yang berlangsung di desa Rawa Selapan Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan pada Sabtu (11/04/2026).

Muscam Partai Golkar yang dilaksanakan satu hari penuh tersebut dalam rangka menentukan susunan personalia Pimpinan Kecamatan Partai Golkar di 3 Kecamatan yakni Kecamatan Candipuro, Katibung dan Kecamatan Way Sulan periode 2026-2031.

Derri Kusuma SE selaku koordinator dapil 7 mengatakan Muscam Golkar Kecamatan Candipuro, Katibung, kecamatan Way Sulan yang dilaksanakan di desa Rawa Selapan Kecamatan Candipuro dalam rangka untuk melahirkan keputusan keputusan kepengurusan yang baru dan solid, serta untuk menggerakkan kebijakan/kepentingan partai Golkar kedepan, dan demi menjaring aspirasi masyarakat.

Sedangkan Ketua DPD Partai Golkar Lamsel Agus Sutanto ST mengatakan muscam merupakan konsolidasi, dimomen ini dia berharap ajang konsolidasi tidak hanya serimonial saja.

Dalam artian di ajang Muscam semua kader harus aktif berkomunikasi, bersilahturahmi satu dengan lainnya.
Karena dengan demikian yakinlah, “Siapa yang menebar benih, yakinlah akan mendapatkan hasil. Demikian pula, Siapa yang menebar instan-instan siap siap akan kena penyakit,” kata Agus Sutanto.

Menurut Agus, Partai Golkar merupakan tertua di Indonesia, sudah banyak kebijakan yang di lahirkan oleh partai Golkar, untuk itu kepada kader dan pengurus partai jangan ragu, bimbang, malu untuk menggunakan atribut partai karena Bakauheni ada, itu tidak terlepas dari kebijakan partai Golongan Karya. Untuk itu jangan malu dan ragu untuk membesarkan partai dengan terus menjalin silahturahmi antar masyarakat yang ada dilingkungan masing-masing.
“Tidak akan berhenti perjuangan partai Golkar, kalau belum “keadilan sosial bagi seluruh Indonesia” berdiri tegak. Sekali lagi jangan malu kader pakai baju Golkar, wong partai lain yang belum berjuang saja pede pede pakai atribut partainya,” terangnya.

Lebih jauh Agus Sutanto menjelaskan kedepan seluruh komponen Partai Golkar mulai dari pimdes hingga pimcam harus membuat program 100 kader dalam satu desa. Dan itu musti dikomunikasikan/berjalan dari saat ini karena waktu pileg legislatif tidak terasa akan sampai waktunya juga. Diharapkan seluruh kader segera bergerak untuk pembahan Kouta legislatif di tahun 2029 mendatang.

Sementara, Rycko Menoza Anggota DPR-RI Lampung 1 yang hadir dalam Muscam Candipuro, Katibung dan Way Sulan mengatakan Partai Golkar harus terus berjaya, mata pilih harus terus bertambah, minimal bisa mempertahankan jumlah kursi yang ada di legislatif baik di tingkat Kabupaten, Propinsi dan DPR-RI, kiat yang harus diterapkan yakni dengan menginventarisir tokoh tokoh Golkar yang di desa dan di daerah baik dalam hal keseniorran, kesepuhan untuk diajak membesarkan partai Golkar Kabupaten Lamsel. “Pengurus DPD, Pimpinan Kecamatan, Pimdes, Organisasi sayap, hasta karya dan opk yang ada seluruhnya bergerak untuk membesarkan partai (semua solid), bila itu terjadi. Yakinlah itu, apa yang di cita cita kan/diharapkan akan terwujud,” tutupnya.

Sementara Hidayatullah M.Pd MM Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan DPD Partai Golkar berharap janji janji yang disampikan oleh pimpinan Kecamatan yang terpilih dapat diwujudkan di akar rumput, sehingga dapat menularkan ke Pimpinan Kecamatan lainnya. Mengapa demikian? Karena kedepannya sangat diharapkan partai Golkar bisa memiliki Bupati sendiri yakni Bupati dari partai Golkar. Demikian juga ketua DPRD nya dari Partai Golkar, sehingga kebijakan kebijakan politik akan sangat mudah di koordinasikan & dilaksanakan.

Muscam 3 Kecamatan yang di hadiri oleh seluruh pengurus dan fungsinaris partai, OKP, Hasta Karya Golkar itu berlangsung hikmatnya, karena sertai dengan aksi penanaman pohon oleh Rycko Menoza, Agus Sutanto Ketua DPD Partai Golkar Lamsel sebagai bukti bahwa partai Golkar peduli dengan lingkungan sekitar, dan serta penyerahan bantuan alat semprot rumput untuk beberapa kelompok petani di 3 Kecamatan Candipuro, Way Sulan dan Katibung.(Ltc/*/red)

Malam Final, Maura dan Rizky Juara Muli Mekhanai Lampung Selatan 2026

0

KALIANDA, (Ltc):

Maura Cantiqa Candra dan Rizky Nanda Febrio Adha resmi terpilih sebagai Muli Mekhanai Kabupaten Lampung Selatan 2026 dalam malam grand final yang digelar meriah di Grand Elty Krakatoa Resort, Kalianda, pada Jumat malam (10/4/2026).

Ajang tahunan yang menjadi wadah duta pariwisata daerah tersebut dibuka langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama.

Kegiatan turut dihadiri Ketua TP PKK Lampung Selatan sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, jajaran Forkopimda, Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, serta Wakil Ketua TP PKK Lampung Selatan Reni Apriyani Anwar.

Turut hadir pula, Wakil Ketua III DPRD Lampung Selatan Bella Jayanti, Sekretaris Daerah Kabupaten Supriyanto beserta Ketua DWP Ratna Yanuana, para Staf Ahli Bupati, Asisten Setdakab, serta kepala perangkat daerah dan camat se-Kabupaten Lampung Selatan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Selatan, I Nyoman Setiawan, dalam laporannya menyampaikan bahwa pemilihan tahun ini diikuti 83 pendaftar.

Setelah melalui tahapan seleksi administrasi, tes tertulis, dan wawancara, terpilih 65 finalis yang terdiri dari 34 Muli dan 31 Mekhanai.

Ia menambahkan, proses penilaian dilakukan oleh lima dewan juri dari unsur profesional, termasuk perwakilan Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata serta Putri Indonesia Pariwisata 2023, guna memastikan kualitas para pemenang.

“Para pemenang tidak hanya membawa gelar, tetapi juga tanggung jawab sebagai wajah pariwisata daerah yang mampu mempromosikan potensi Lampung Selatan hingga tingkat nasional dan internasional,” ujar Nyoman. Malam puncak yang mengusung tema “From Beauty to Excellence” berlangsung semarak dengan balutan pesona pantai dan tata cahaya yang memperkuat suasana elegan di kawasan Grand Elty Krakatoa.

Dalam sambutannya, Bupati Radityo Egi menegaskan bahwa ajang Muli Mekhanai bukan sekadar kompetisi penampilan, melainkan ruang pembentukan karakter generasi muda.

“Lampung Selatan adalah beranda Pulau Sumatra. Apa yang mereka lihat di sini akan menjadi kesan tentang Indonesia. Pertanyaannya, apakah kita siap menjadi cerita yang membanggakan?” kata Egi.

Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mendukung program strategis daerah, termasuk konsep Desa HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul).

“Dunia hari ini tidak mencari yang sempurna, tetapi yang terus bertumbuh. Muli Mekhanai harus menjadi bagian dari ekosistem pembinaan pemimpin muda ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, Zita Anjani menyampaikan apresiasinya atas kembali digelarnya ajang tersebut setelah sempat vakum pada 2025. Ia menargetkan capaian lebih tinggi di tingkat provinsi.

“Tahun ini kita persiapkan maksimal. Target kita bukan sekadar ikut, tetapi meraih juara di tingkat Provinsi Lampung pada Mei mendatang,” ujar Zita

Diketahui, Maura Cantiqa Candra merupakan utusan dari BPKAD, sementara Rizky Nanda Febrio Adha utusan dari Dinas Kesehatan. Keduanya berhasil unggul dari total 65 finalis setelah melalui penilaian ketat mencakup aspek fotogenik, bakat, favorit, intelegensia, dan wawasan global.

Kemenangan ini menjadi simbol lahirnya generasi muda yang diharapkan mampu memperkuat promosi pariwisata Lampung Selatan ke tingkat yang lebih luas.

Selain penobatan juara utama, malam grand final juga dimeriahkan parade kostum dan unjuk bakat finalis, serta penyerahan berbagai penghargaan seperti kategori Fotogenik, Berbakat, Kulit Sehat, Intelegensia, dan Favorite.

Para pemenang dijadwalkan akan mewakili Kabupaten Lampung Selatan pada ajang Muli Mekhanai tingkat Provinsi Lampung yang akan digelar pada 21 Mei 2026. (Gil-Kmf/*/red)

Pemenang nominasi dalam pemilihan Muli Mekhanai Kabupaten Lampung Selatan 2026 adalah sebagai berikut :

– Muli Lampung Selatan : Maura Cantiqa Candra

– Mekhanai Lampung Selatan : Rizky Nanda Febrio Adha

– Muli Runner Up 1 : Salsa Febiola

– Mekhanai Runner Up 1 : Nandara Narapati

– Muli Runner Up 2 : Saskia Nabila

– Mekhanai Runner Up 2 : Ananta Abimanyu

– Muli Runner Up 3 : Cikanza Abita

– Mekhanai Runner Up 3 : M. Yuda

– Muli Runner Up 4 : Atiki Tia

– Mekhanai Runner Up 4 : Ghazi Al Gifari

– Muli Runner Up 5 : Riska Amelia

– Mekhanai Runner Up 5 : Ilham Mansan Saputra

– Muli Fotogenik : Raudi Asyifa

– Mekhani Fotogenik : Ailef An-Naswa

– Muli Berbakat : Nadia W. Hastari

– Mekhanai Berbakat : Ahmad Musdafari

– Muli Kulit Sehat : Luthfia Hanah. H

– Mekhanai Kulit Sehat : Rafi Fadilah

– Muli Intelegensia : Dwi Ramadona

– Mekhanai Intelegensia : Agung Berlian

– Muli Favorite : Hanifah Sabilla

– Mekhanai Favorite : Faik Ilmi

Zita Anjani Ajak Finalis Muli Mekhanai Bersih Pantai Semukuk, Titip Misi Jaga Lingkungan

0

KALIANDA, (Ltc):

Langit Pantai Semukuk pagi itu tampak cerah, menyapu garis horizon yang bertemu dengan birunya laut di Desa Pauh Tanjung Iman, Kecamatan Kalianda.

Di antara deru ombak yang tenang, langkah-langkah para finalis Muli Mekhanai Lampung Selatan Tahun 2026 menyusuri pasir putih, memungut satu per satu sampah yang tersisa.

Di tengah aktivitas itu, sosok Zita Anjani berdiri, tak sekadar memimpin aksi bersih pantai, tetapi menanamkan sebuah visi tentang masa depan.

Bagi Zita, menjaga lingkungan bukan hanya gerakan sesaat, melainkan tanggung jawab yang harus dibawa oleh generasi muda, terutama mereka yang kelak menjadi wajah daerah.

Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata itu memimpin langsung kegiatan bersih-bersih pantai bersama Dharma Wanita Persatuan dan para finalis Muli Mekhanai, di Pantai Semukuk, Jumat (10/4/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua TP PKK Lampung Selatan Reni Apriyani Anwar, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ratna Supriyanto, serta jajaran perangkat daerah terkait.

Dalam keterangannya, Zita menegaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan wisata.

“Saya baru pertama kali ke Pantai Semukuk. Hari ini kita bersih-bersih pantai sesuai arahan Bapak Presiden agar Indonesia semakin bersih dari sampah. Ke depan, pengelolaan sampah akan diperkuat hingga ke tingkat kecamatan,” ujar Zita. Ia menekankan, Kabupaten Lampung Selatan memiliki potensi wisata pantai yang besar, sehingga kebersihan menjadi faktor kunci dalam menjaga daya tarik tersebut.

“Lampung Selatan punya banyak pantai yang indah. Karena itu kebersihannya harus kita jaga bersama. Dimulai dari tempat-tempat wisata yang menjadi kebanggaan daerah,” lanjutnya.

Lebih jauh, Zita secara khusus menitipkan pesan kepada para finalis Muli Mekhanai agar menjadikan isu lingkungan sebagai bagian dari identitas mereka sebagai duta daerah.

“Kalau nanti mendapat amanah mewakili Lampung Selatan, salah satu visi yang harus dibawa adalah menjaga lingkungan. Mulai dari kebersihan pantai, laut, hingga lingkungan sekitar,” pesannya.

Pantai Semukuk sendiri dipilih sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Zita menyebut, kawasan tersebut memiliki potensi wisata yang besar namun belum banyak dikenal publik.

Dengan hamparan pasir putih dan pepohonan yang masih alami, pantai ini dinilai layak menjadi destinasi unggulan baru atau hidden gem Lampung Selatan.

“Kita sudah pernah melakukan kegiatan di beberapa pantai seperti Setigi Heni, Minang Rua, dan Rio by The Beach. Tapi di Semukuk ini saya baru pertama kali datang dan ternyata pantainya sangat bagus. Ini bisa menjadi hidden gem yang dimiliki Lampung Selatan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan semakin meningkat, sekaligus memperkuat citra Lampung Selatan sebagai daerah wisata yang bersih, indah, dan berkelanjutan. (Nsy-Kmf/*/red)

11 Bulan Tak Digaji, Buruh PT San Xiong Steel Akhirnya Dapat Kepastian Usai Bupati Egi Turun Tangan

0

 

KALIANDA, (Ltc):

Harapan baru muncul bagi ratusan buruh PT San Xiong Steel Indonesia yang selama 11 bulan tidak menerima gaji. Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengambil langkah konkret dengan memimpin langsung mediasi dan menghadirkan solusi bagi pemenuhan hak-hak pekerja.

Pertemuan antara buruh dan pemerintah daerah digelar di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, pada Jumat (10/4/2026), setelah sebelumnya ratusan pekerja menggelar aksi unjuk rasa menuntut pembayaran gaji, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, hingga Tunjangan Hari Raya (THR) yang belum dipenuhi perusahaan.

Dalam forum tersebut, Bupati Egi mempertemukan seluruh pihak terkait, mulai dari perwakilan karyawan, manajemen perusahaan, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, hingga instansi teknis, sebagai bagian dari upaya percepatan penyelesaian masalah.

Perwakilan buruh PT San Xiong Steel Indonesia, Iwan Tulus, mengungkapkan kondisi berat yang dialami para pekerja. Selama hampir satu tahun, mereka tidak menerima penghasilan, termasuk THR saat Lebaran.

“Yang utama bagi kami adalah BPJS dan THR, pak. Hidup kami terus berjalan, kami butuh kejelasan agar bisa bekerja lagi dan mendapatkan hak kami,” ujar Iwan.

Selain persoalan upah, kendala lain yang dihadapi pekerja adalah layanan BPJS Kesehatan yang tidak dapat digunakan, terutama saat rujukan ke luar daerah. Status kepesertaan yang masih terikat dengan perusahaan juga menyulitkan mereka untuk mencari pekerjaan baru.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lampung Selatan, R. Rully Maulana, menyampaikan solusi konkret terkait pencairan Jaminan Hari Tua (JHT).

Menurutnya, pekerja tetap dapat mencairkan JHT dengan melengkapi dokumen pendukung seperti slip gaji atau surat pernyataan.

“Solusinya bisa menggunakan slip gaji untuk proses pencairan. Kami siap membantu dan menjembatani agar hak pekerja tetap bisa terpenuhi,” jelas Rully.

Bupati Egi pun langsung menginstruksikan BPJS Ketenagakerjaan dan Dinas Tenaga Kerja untuk aktif mendampingi proses administrasi para buruh.

“Nanti dibantu BPJS Ketenagakerjaan dan Disnaker. Data-data yang diperlukan segera dikomunikasikan. Alhamdulillah hari ini sudah ada solusi,” ujar Egi.

Kepastian pencairan JHT ini menjadi titik terang bagi para pekerja untuk melanjutkan kehidupan sekaligus membuka peluang kembali bekerja di tempat lain.

Selain solusi jangka pendek, Bupati Egi juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperjuangkan hak normatif pekerja.

Pemkab Lampung Selatan, kata Egi, akan segera melayangkan surat teguran kepada PT San Xiong Steel Indonesia agar memenuhi kewajiban pembayaran gaji dan THR yang tertunggak.

“Kami hadirkan semua pihak hari ini untuk memberikan solusi. Pemerintah daerah juga akan memberikan teguran kepada perusahaan agar segera menyelesaikan kewajibannya,” tegasnya.

Untuk persoalan BPJS Kesehatan, Egi menjelaskan bahwa kepesertaan dapat dialihkan, dengan syarat status hubungan kerja karyawan telah dinyatakan jelas.

Dalam langkah cepat lainnya, Egi juga melakukan koordinasi lintas daerah dengan melakukan video call bersama Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, guna membantu akses layanan BPJS Kesehatan bagi pekerja yang berdomisili di Bandar Lampung.

Langkah ini menegaskan pendekatan kolaboratif yang diambil pemerintah daerah dalam memastikan perlindungan sosial bagi para buruh tetap berjalan. (ptm-Kmf/*/red)

Tangis Ibu Desi Pecah! 3 Anaknya Idap Thalasemia, Zita Anjani Datang Bawa Harapan

0

KALIANDA, (Ltc):

Air mata itu akhirnya jatuh pelan, tapi tak terbendung. Di sebuah rumah sederhana di Dusun 7 Jati Baru, Kalianda, Desi Rohilah (29) tak lagi mampu menyembunyikan perasaannya saat Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Selatan, Zita Anjani berdiri di hadapannya, menyapa satu per satu anak-anaknya yang tengah berjuang melawan penyakit sejak usia dini.

Sore itu, pada Kamis (9/4/2026), bukan sekadar kunjungan, momen itu menjelma menjadi pelukan emosional bagi seorang ibu tunggal yang selama ini berjuang dalam diam.

Tiga anak Desi, Almeira Azzahra Alfatun Nisa (8), Abhan Sultanul Alam (7), dan Amara Zea Pelangi (5), harus menjalani hidup yang tak biasa. Sejak kecil, mereka didiagnosis mengidap thalasemia, penyakit kelainan darah yang memaksa mereka bergantung pada transfusi darah rutin setiap dua minggu sekali.

Kadar hemoglobin yang tak stabil, peradangan darah, hingga kondisi kekurangan gizi yang dialami si bungsu Amara menjadi bagian dari keseharian yang tak bisa mereka pilih.

Zita Anjani tak sekadar datang melihat. Ia duduk, menyapa, dan berbicara langsung kepada anak-anak itu dengan bahasa sederhana, namun penuh harapan. “Adik-adik harus tetap semangat, rajin belajar, supaya nanti bisa jadi orang sukses. Bisa jadi bupati, wakil bupati,” ujarnya, disambut tatapan polos penuh harap.

Kepada Abhan, ia menitipkan pesan yang lebih dalam. Sebuah dorongan kecil yang sarat makna bagi anak laki-laki yang kelak diharapkan menjadi penopang keluarga. “Kalau laki-laki harus kuat, harus bantu ibu,” kata Zita Anjani.

Di balik senyum anak-anak itu, ada cerita panjang tentang perjuangan. Desi menjalani semuanya seorang diri setelah berpisah dengan suami.

Menjadi ibu sekaligus ayah, ia harus memastikan ketiga anaknya tetap mendapatkan pengobatan rutin, meski beban hidup kian berat dari hari ke hari.

Namun, ia tidak sepenuhnya sendiri. Perhatian dan kepedulian yang diberikan membuat Desi merasa tidak sendiri dalam menghadapi cobaan merawat buah hatinya yang sakit.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Kesehatan telah memberikan dukungan nyata, mulai dari fasilitas transportasi untuk pengobatan ke Rumah Sakit Immanuel hingga jaminan biaya melalui BPJS Kesehatan. Bantuan tersebut menjadi nafas tambahan bagi keluarga kecil ini untuk terus bertahan.

Dalam kunjungan itu, Zita Anjani juga menyerahkan bantuan sembako dan santunan sebagai bentuk kepedulian langsung. Meski sederhana, bagi Desi, perhatian itu memiliki arti yang jauh lebih besar dari sekadar bantuan materi. “Terima kasih banyak Bu Zita sudah mengunjungi kami. Saya senang sekali, terharu, campur aduk rasanya. Terima kasih juga untuk semua yang sudah peduli,” ucap Desi lirih.

Di tengah segala keterbatasan, Desi tetap memastikan anak-anaknya bersekolah. Bahkan, pihak sekolah turut menjadi bagian dari sistem dukungan, dengan sigap memberi kabar jika kondisi anak menurun, seperti saat demam atau kelelahan.

Kunjungan ini bukan hanya tentang bantuan atau seremoni. Ia menjadi pengingat bahwa di balik angka-angka program kesehatan, ada wajah-wajah kecil yang sedang berjuang, dan ada seorang ibu yang bertahan dengan seluruh kekuatannya.

Di rumah sederhana itu, harapan mungkin tak datang dalam bentuk besar. Tapi hari itu, ia hadir, melalui kepedulian, melalui perhatian, dan melalui keyakinan bahwa mereka tidak sendiri. (Kmf/*/red)

Merawat Harmoni di Tengah Perbedaan, Pemkab Lampung Selatan Pererat Toleransi Lewat Dharma Santi Umat Hindu

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memperkuat nilai toleransi antarumat beragama melalui kegiatan silaturahmi Dharma Santi Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 bersama umat Hindu, yang digelar di Aula Pendopo, Lamban Rakyat Lampung Selatan, pada Kamis (9/4/2026).

Momentum ini menjadi istimewa karena perayaan Nyepi tahun ini berlangsung beriringan dengan bulan suci Ramadan, mencerminkan harmoni kehidupan beragama di Kabupaten Lampung Selatan.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Ketua TP PKK Zita Anjani, Wakil Ketua TP PKK Reni Apriyani, Sekretaris Daerah Kabupaten Supriyanto besreta Ketua DPW Ratna Yanuana.

Turut hadir juga, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M. Darmawan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan I Nyoman Setiawan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Erdiyansyah, dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Firmansyah.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Lampung Selatan, Made Sugriwa, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap umat Hindu.

Ia menilai kehadiran pemerintah dalam kegiatan keagamaan menjadi bukti nyata inklusivitas dalam pembangunan daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati atas perhatian yang diberikan. Kehadiran pemerintah menjadi bukti bahwa umat Hindu diakui dan menjadi bagian dari pembangunan Lampung Selatan,” ujarnya.

Made Sugriwa juga menyoroti tema Nyepi tahun ini, “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni, Indonesia Maju”, yang dinilai relevan dengan kondisi sosial saat ini.

“Momentum Nyepi yang beriringan dengan Ramadan menunjukkan indahnya toleransi dan harmonisasi antarumat beragama di Lampung Selatan,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Nyepi kepada umat Hindu, sekaligus menegaskan makna Dharma Santi sebagai ruang rekonsiliasi sosial. “Dharma Santi adalah jembatan hati, manifestasi ajaran luhur untuk merajut kembali persaudaraan,” kata Egi.

Ia juga mengapresiasi masyarakat Bali di Lampung Selatan yang dinilai mampu menjaga keseimbangan antara modernitas dan nilai tradisi.

“Saya bangga melihat masyarakat Bali yang mandiri, pekerja keras, dan tetap teguh memegang adat istiadat. Inilah kekuatan kita, modernitas dalam bingkai tradisi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Egi menekankan pentingnya pelestarian seni dan budaya Bali sebagai bagian dari kekayaan daerah sekaligus potensi pengembangan sektor pariwisata.

“Teruslah melestarikan seni dan budaya. Jangan biarkan identitas budaya luntur. Seni budaya Bali adalah kekuatan karakter dan daya tarik wisata Lampung Selatan,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Egi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

“Kemajuan tidak hanya ditentukan pembangunan fisik, tetapi juga oleh kerukunan masyarakat. Mari kita perkuat persatuan demi Lampung Selatan yang lebih maju dan sejahtera,” katanya.

Kegiatan Dharma Santi ini diharapkan mampu mempererat silaturahmi antarumat beragama, meningkatkan kerukunan sosial, serta memperkuat nilai-nilai kebhinekaan dalam kehidupan masyarakat Lampung Selatan. (Kmf/*/red)