Sabtu, Mei 2, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 29

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama Hadiri Peresmian Madjid Al-Bakrie

0

BANDAR LAMPUNG, (Ltc):

Kehadiran Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, turut memberi warna dalam momen bersejarah peresmian Masjid Raya Al-Bakrie Lampung, di Kelurahan Enggal, Bandar Lampung, pada Jumat (12/9/2025).

Masjid megah yang berdiri di jantung Kota Bandar Lampung itu diresmikan langsung oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, disaksikan tokoh nasional Aburizal Bakrie dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal serta tokoh masyarakat lainnya.

Kehadiran Bupati Egi bersama para tokoh nasional dan daerah menegaskan pentingnya kebersamaan dalam membangun pusat peradaban umat.

Usai prosesi peresmian, Bupati Egi bersama seluruh tamu undangan menunaikan salat Jumat perdana di masjid yang baru diresmikan tersebut.

Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan bahwa masjid bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga rumah kemanusiaan yang menebar manfaat luas. “Mari kita jadikan masjid ini tempat bersyukur. Rumah ibadah ini harus menjadi pusat peradaban dan kemanusiaan,” ucap Nasaruddin Umar.

Masjid Raya Al-Bakrie Lampung hadir dengan fasilitas lengkap: area salat pria dan wanita, ruang VIP, ballroom, hingga ruang terbuka hijau dan area bermain anak. Tak hanya itu, tersedia pula area UMKM yang bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk berjualan.

Tokoh nasional Aburizal Bakrie menyampaikan, pembangunan masjid ini merupakan wujud syukur keluarga besar Bakrie kepada Allah SWT. Ia berharap keberadaan masjid tidak hanya menjadi tempat salat, tetapi juga pusat pendidikan Al-Qur’an, dakwah, dan kegiatan sosial. “Bangunan yang megah ini akan hidup bila diramaikan oleh jemaah. Mari kita memakmurkan masjid dengan ibadah dan kegiatan keilmuan,” ujarnya.

Peresmian Masjid Raya Al-Bakrie Lampung diharapkan menjadi ikon baru kota sekaligus pusat syiar Islam di Provinsi Lampung. Dengan kehadirannya, masjid ini tidak hanya memperindah wajah kota, tetapi juga memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui aktivitas sosial-ekonomi yang ada di dalamnya. (Nsy-Kmf/*/red)

Gerakan pasar murah yang di gelar Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan disambut antusias warga

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan leading sektor Dinas Perdagangan & Perindustrian menggelar Gerakan Pangan Murah yang berlangsung di Lapangan Korpri pada Jum’at (12/9/2025).

Sejak pagi, gelaran pangan murah di sambut antusias oleh warga masyarakat dengan berbondong-bondong datang untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibanding pasaran.

Dalam kegiatan ini, harga sejumlah bahan pokok dijual di bawah harga pasar, seperti minyak goreng merek MinyakKita Rp15.000 per liter, minyak goreng KITA (premium) Rp18.500 per liter, telur ayam Rp26.000 per kilogram, dan beras SPHP Rp56.000 untuk kemasan 5 kilogram. Selisih harga yang cukup signifikan membuat lapak-lapak langsung diserbu pembeli. “Alhamdulillah, bisa beli minyak lebih murah. Seneng sekali dengan adanya kegiatan ini. Semoga ke depan bisa ada lagi, terima kasih untuk Pak Bupati,” ungkap Saroh, warga Hartono, sambil menunjukkan belanjaannya dengan wajah semringah.

Hal senada juga disampaikan Driyana, warga Kelurahan Way Lubuk. Ia merasa kegiatan pasar murah benar-benar meringankan beban rumah tangga. “Kegiatan ini sangat membantu keluarga kecil seperti kami. Semoga bisa rutin digelar,” ujarnya.

Selain menjadi solusi atas kebutuhan pokok, pasar murah juga menghadirkan suasana akrab antara warga dan pemerintah daerah. Ramainya pengunjung menandakan tingginya kebutuhan masyarakat sekaligus respons positif terhadap inisiatif Pemkab Lampung Selatan.

Melalui gerakan pangan murah ini, pemerintah daerah menunjukkan komitmennya menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung ketahanan pangan. Warga pun dapat berbelanja lebih hemat tanpa khawatir harga yang kian melonjak di pasaran. (ptm-Kmf/*/red)

peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Masjid Taqwa Thariqatul Huda, Dusun Sumberjo 4, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Merbau Mataram dihadiri Bupati Egi

0

MERBAU MATARAM, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Masjid Taqwa Thariqatul Huda, Dusun Sumberjo 4, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Merbau Mataram, pada Kamis (11/9/2025).

Acara yang diselenggarakan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Mekar Jaya itu menghadirkan tausiah agama dari Almukarom KH. M. Abdullah Arifin Al Asyiqin atau yang akrab disapa Kyai Arjuna Muda, Pimpinan Pondok Pesantren Assandamy, Kota Sukabumi.

Dalam sambutannya, Bupati Egi menekankan pentingnya menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momen refleksi dan teladan dalam kehidupan sehari-hari. “Rasulullah SAW bukan hanya Nabi, tetapi juga pemimpin, pendidik, pembela kaum lemah, dan agen perubahan sosial. Akhlak beliau adalah contoh terbaik yang harus kita ikuti,” ujarnya.

Selain menghadiri peringatan, Bupati Egi juga menyerahkan santunan kepada enam anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial pemerintah daerah. Kepala Desa Mekar Jaya, Pudin, mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran Bupati yang dinantikan warga. “Sejak semalam masyarakat bertanya-tanya apakah beliau hadir. Kehadiran Bupati membuat warga bangga dan bahagia,” kata Pudin.

Pada kesempatan itu, Bupati Egi juga memastikan pembangunan infrastruktur jalan di Desa Mekar Jaya menjadi prioritas tahun 2026. “Pembangunan jalan tidak bisa instan, butuh perencanaan yang matang. Insyaallah tahun 2026 akan kita bangun bertahap,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan menata lingkungan desa. “Saya ingin Mekar Jaya jadi desa ABRI: Asri, Bersih, Rapi, dan Indah. Lingkungan yang tertata akan membuat pembangunan lebih bermakna,” tambah Egi. (Gil-Kmf/*/red)

Menteri Hukum Terima Pengurus PWI Pusat, Blokir Administrasi Resmi Dibuka

0

JAKARTA, (Ltc):

Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat yang dipimpin oleh Ketua Umum terpilih, Akhmad Munir, diterima langsung oleh Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, pada Kamis (11/9/2025) siang.

Pertemuan yang berlangsung tersebut menjadi momen penting bagi kelanjutan perjalanan organisasi wartawan tertua di Indonesia itu.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Hukum menandatangani disposisi pembukaan blokir sistem administrasi pendaftaran legalitas PWI yang sempat terhambat selama setahun terakhir. “Menteri Hukum Supratman Andi Agtas sudah menandatangani disposisi pembukaan blokir sistem administrasi pendaftaran pengurus PWI hasil Kongres Persatuan PWI 2025,” jelas Akhmad Munir usai pertemuan.

Seperti diketahui, Akhmad Munir resmi terpilih sebagai Ketua Umum PWI periode 2025–2030 dalam Kongres Persatuan yang digelar di Gedung BPPTIK Kementerian Kominfo, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada 30 Agustus 2025 lalu. Kemenangan Munir sekaligus mengakhiri masa penuh ketidakpastian di tubuh PWI, yang sebelumnya sempat terbelah dalam dualisme kepemimpinan.

Munir menegaskan, fokus utama kepengurusannya saat ini adalah menyelesaikan persoalan legalitas agar organisasi dapat kembali berjalan normal. “Agar segera dapat bekerja, maka hal utama yang harus dibereskan adalah terkait legalitas. Nantinya Administrasi Hukum Umum (AHU) menjadi bukti legalitas dan pengakuan negara atas keberadaan PWI sebagai organisasi profesi wartawan,” ujarnya.

Dengan keluarnya disposisi dari Menkumham, Munir optimistis PWI dapat segera menyatukan kembali seluruh elemen organisasi yang sempat terpecah. Ia berharap, momentum ini menjadi pintu masuk bagi kebangkitan PWI dalam menjaga marwah pers nasional. “Kita bersyukur hari ini dapat diterima langsung oleh Pak Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. Semoga hal ini menjadi langkah yang positif untuk PWI ke depannya,” tambah Munir.

Keputusan Menkumham ini disambut baik oleh jajaran pengurus PWI Pusat. Mereka menilai, pengakuan legalitas dari pemerintah menjadi modal penting untuk menggerakkan kembali roda organisasi, membangun sinergi dengan berbagai pihak, serta memperkuat peran PWI dalam mengawal kebebasan pers di Indonesia.(*/*/Red)

KDMP Desa Pemulihan Kecamatan Way Sulan diresmikan Egi

0

WAY SULAN, (Ltc):

Semangat baru menggema dari pelosok Way Sulan. Di tengah suasana desa yang sederhana, masyarakat Desa Pamulihan meluncurkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai simbol kebangkitan ekonomi gotong royong.

Acara peresmian yang berlangsung di Desa Pamulihan, Kecamatan Way Sulan, pada Kamis (11/9/2025) itu dihadiri langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama.

Dalam sambutannya, Bupati Egi menyampaikan apresiasi tinggi atas berdirinya koperasi yang diprakarsai warga setempat. Menurutnya, langkah ini menjadi bukti nyata semangat masyarakat desa untuk mandiri, meskipun berada di wilayah terpencil. “Saya sangat mengapresiasi dedikasi atas terwujudnya koperasi ini. Walaupun Desa Pamulihan merupakan desa yang terpencil dan terbelakang, tetapi dengan inovasi dan semangat masyarakat, saya yakin desa ini bisa maju,” ujar Bupati Egi.

Bupati Egi juga menekankan bahwa kunci kemajuan tidak terletak pada luas wilayah atau sumber daya alam, melainkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ia mencontohkan Singapura sebagai negara kecil yang mampu maju berkat pengelolaan SDM. “Inovasi kecil seperti koperasi ini adalah langkah awal menuju kesuksesan. Dengan dukungan masyarakat, saya yakin koperasi ini akan tumbuh besar,” tambahnya.

Menurut Bupati Egi, koperasi yang digagas pemerintah pusat melalui program Koperasi Merah Putih bertujuan memperluas perputaran ekonomi agar tidak hanya dirasakan masyarakat perkotaan, tetapi juga menjangkau desa-desa.

Ketua Koperasi Desa Merah Putih Pamulihan, Nur Fajri, menyampaikan bahwa koperasi ini baru terbentuk melalui rapat pengurus dan anggota. Saat ini, koperasi mengelola penjualan beras dan minyak dengan perputaran modal sekitar Rp1–2 juta. “Launching ini menjadi tonggak awal bagi koperasi kami. Walaupun masih berproses dan menghadapi keterbatasan, kami berkomitmen untuk menjalankan program pemerintah. Dengan dukungan semua pihak, kami yakin bisa berkembang lebih besar,” kata Nur Fajri.

Ia menambahkan, koperasi ini juga mendapat dukungan dari Bank Mandiri serta fasilitas sementara berupa gedung pinjaman dari pemerintah desa. “Kami bangga karena ini pertama kalinya Bupati hadir di Desa Pamulihan. Kami akan terus membuktikan kerja nyata agar koperasi ini memberi manfaat nyata sesuai harapan Presiden,” ujar Nur Fajri. (Gil-Kmf)

Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani Kunjungi Way Tayas di Kaki Gunung Rajabasa

0

RAJABASA, (Ltc):

Suara gemericik air dari ketinggian berpadu dengan rimbunnya pepohonan di kaki Gunung Rajabasa menjadi sambutan alami bagi Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani. Rabu (10/9/2025), ia menapaki jalur setapak menuju Air Terjun Way Tayas di Desa Sukaraja, Kecamatan Rajabasa.

Didampingi Camat Rajabasa Firdaus serta Kepala Desa Sukaraja, M. Yusuf, Zita tampak antusias menikmati perjalanan. Sesekali ia berhenti memperhatikan derasnya aliran air yang mengalir di sela bebatuan, seakan memastikan panorama tetap terjaga.

Perjalanan rombongan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dari area parkir kendaraan. Dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam, akhirnya tepat pukul 09.10 WIB, mereka tiba di lokasi air terjun yang dikenal masih alami dan jarang terjamah wisata massal.

“Wisata Way Tayas ini salah satu air terjun terbaik di Lampung Selatan. Keasriannya akan kita pertahankan, tapi juga kita tata agar lebih proper. Saya ingin memastikan kebersihannya terjaga, karena di sini keren banget,” ungkap Zita dengan semangat. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. “Airnya benar-benar berwarna biru. Tolong jangan buang sampah sembarangan. Jagalah keaslian alam, karena jarang ada air terjun dengan warna seindah ini,” tambahnya.

Bagi masyarakat sekitar, Way Tayas bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang untuk melepas penat dan kembali menyatu dengan alam. Keindahan yang ditawarkan, mulai dari nuansa sejuk khas pegunungan hingga panorama air terjun yang menawan, menjadikan lokasi ini sebagai permata tersembunyi di Rajabasa.

Kunjungan Zita Anjani pun menjadi momentum penting dalam mengangkat potensi wisata alam Lampung Selatan. Harapannya, Way Tayas bisa berkembang menjadi ikon wisata berkelanjutan, tidak hanya membanggakan warga lokal, tetapi juga menarik minat wisatawan dari luar daerah. (Gil-Kmf/*/red)

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama Tunjuk Intji Indriati, sebagai Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata

0

KALIANDA, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, resmi menunjuk Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Intji Indriati, sebagai Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lampung Selatan.

Penunjukan ini ditetapkan melalui Surat Keputusan nomor: 800.1.11.1/403/V.05/2025 yang diserahkan langsung oleh Bupati Egi kepada Intji usai Rapat Koordinasi Bulanan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di Aula Rajabasa, Kantor Bupati, pada Rabu (10/9/2025).

Bupati Egi menjelaskan, keputusan tersebut diambil menyusul perpindahan tugas Kepala Dinas Pariwisata sebelumnya, Kurnia Oktaviani, yang sejak awal September 2025 resmi bergabung dengan Pemerintah Kabupaten Pesawaran. “Hari ini juga saya akan menyerahkan SK Plt Kepala Dinas Pariwisata karena Kadis sebelumnya pindah tugas. Dan yang terpilih untuk mengisi adalah Bu Intji,” ujar Egi.

Ia menegaskan, penunjukan ini bertujuan memastikan kesinambungan program kerja Dinas Pariwisata sekaligus memperkuat pengembangan sektor pariwisata yang menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.

Selain itu, penempatan pejabat struktural dinilai sebagai bagian dari penataan birokrasi yang dinamis dan profesional, sehingga pelayanan publik kepada masyarakat dapat terus meningkat.

Dengan keputusan ini, Intji Indriati resmi menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lampung Selatan terhitung mulai 10 September 2025. (lmhr/*/red)

Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, saat menjajal wisata paralayang di destinasi Batu Alif Paragliding Site

0

BAKAUHENI, (Ltc):

Udara sejuk di perbukitan Dusun Kayu Tabu, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, menjadi saksi pengalaman berharga Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, saat menjajal wisata paralayang di destinasi Batu Alif Paragliding Site, pada Selasa (9/9/2025).

Dengan semangat penuh, Zita terbang dari ketinggian 320 meter di atas permukaan laut bersama instruktur sekaligus pilot berlisensi, Deon. Dari udara, ia menikmati panorama spektakuler yang membentang hingga Tanjung Tua, ujung Pulau Sumatera.

“Pemandangannya indah sekali dari atas, luar biasa, dengan suguhan panorama hingga ke ujung Pulau Sumatera. Terima kasih kepada komunitas paralayang yang sudah mendampingi,” ujar Zita sesaat setelah mendarat dengan selamat. Tak hanya merasakan sensasi terbang, Zita juga menyempatkan diri menyusuri Pantai Minang Rua dan melanjutkan kunjungan ke kawasan Lummay, yang juga menjadi bagian dari paket wisata di sekitar lokasi.

Menurut Zita, Batu Alif Paragliding Site memiliki potensi besar untuk menjadi magnet wisata baru Lampung Selatan. Namun, pengelola dari Komunitas Paralayang Lampung Club (PLC) mengungkapkan masih ada sejumlah kendala, mulai dari akses jalan hingga ketersediaan air dan listrik.

“Untuk jalan, kita tahu sendiri kondisinya seperti apa. Kami juga pernah menggali sumur hingga kedalaman 60 meter, tetapi belum berhasil mengalir ke atas. Infrastruktur memang masih sangat membutuhkan dukungan, dan kami berharap ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan,” ungkap salah satu perwakilan komunitas PLC.

Dari Nol Hingga Jadi Ikon Baru

Komunitas menuturkan perjalanan menemukan lokasi ini tidaklah mudah. Dibutuhkan waktu mencari titik tertinggi, berkoordinasi dengan warga, hingga akhirnya menjadikan Batu Alif sebagai spot paralayang terbuka pertama untuk umum di Lampung.

Saat ini, dua warga Kayu Tabu telah dilatih terbang, sementara total ada sekitar 12 pilot aktif, tiga diantaranya perempuan. Bahkan, komunitas juga membuka kursus paralayang berlisensi dengan biaya Rp12 juta per orang untuk program intensif selama 2–3 minggu.

“Kami ingin olahraga paralayang ini dikenal luas di Lampung, bukan hanya untuk penggiat olahraga, tapi juga wisata. Harapan kami, Batu Alif Paragliding bisa menjadi ikon baru, dan Pemkab bisa memberi dukungan agar Lampung Selatan lebih maju ke depan,” tambah pengurus komunitas PLC.

Dengan dukungan berbagai pihak, Batu Alif Paragliding Site diyakini dapat menjadi wajah baru pariwisata Lampung Selatan, menggabungkan keindahan alam, olahraga ekstrem, dan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. (Gil-Kmf/*/red)

Tak Benar Rp10,5 Miliar, Pemkab Lampung Selatan Klarifikasi Soal Anggaran BPO Bupati

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memahami dan menghargai adanya perhatian publik atas pemberitaan mengenai Biaya Penunjang Operasional (BPO) Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan.

Sehubungan dengan hal tersebut, Pemkab Lampung Selatan memandang perlu menyampaikan klarifikasi resmi agar masyarakat memperoleh informasi yang benar, proporsional, serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

*Klarifikasi atas Pemberitaan*

Sebelumnya, salah satu media memberitakan bahwa BPO Bupati Lampung Selatan mencapai lebih dari Rp10,5 miliar per tahun, dengan perhitungan yang disandingkan terhadap batas maksimal sekitar Rp1,45 miliar. Informasi tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat, karena metode perhitungan yang digunakan tidak mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

*Dasar Hukum dan Penetapan BPO*

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, kepala daerah dan wakil kepala daerah memiliki hak keuangan, salah satunya Biaya Operasional, yang terdiri atas beberapa komponen, termasuk Biaya Penunjang Operasional (BPO).

Besaran BPO diatur secara jelas dalam Pasal 9 ayat (2) PP Nomor 109 Tahun 2000, dengan klasifikasi sesuai kemampuan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Wahidin Amin, selaku Sekretaris Tim TAPD, menjelaskan bahwa PAD Kabupaten Lampung Selatan tahun 2025 diproyeksikan sebesar Rp425,93 miliar.

Dengan demikian, sesuai dengan Pasal 9 ayat (2) huruf f PP Nomor 109 Tahun 2000, daerah dengan PAD di atas Rp150 miliar memiliki rentang BPO paling rendah Rp600 juta dan paling tinggi 0,15% dari PAD.

“Oleh karena itu, perhitungan yang menyebutkan bahwa BPO maksimal Rp1,45 miliar berdasarkan 0,40% PAD dikalikan 60% tidak memiliki dasar hukum yang sah,” tegas Wahidin Amin, Selasa (9/9/2025).

*Perbedaan BPO dengan Belanja Operasional Lainnya*

Pemkab Lampung Selatan juga menegaskan bahwa BPO berbeda dengan belanja operasional Sekretariat Daerah secara keseluruhan. BPO merupakan salah satu komponen yang sah, digunakan untuk mendukung pelaksanaan tugas kepala daerah dan wakil kepala daerah, seperti koordinasi pemerintahan, penanggulangan kerawanan sosial, pengamanan, hingga kegiatan khusus lainnya yang bersifat strategis.

*Komitmen Pemerintah Daerah*

Dalam situasi keterbatasan fiskal, Pemkab Lampung Selatan menekankan komitmen untuk tetap mengutamakan pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan dasar, serta program-program prioritas yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Dengan adanya klarifikasi ini, Pemkab Lampung Selatan berharap masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh serta terhindar dari persepsi yang keliru terkait Biaya Penunjang Operasional Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. (*/*/Ret)

Kader PKK Lamsel bersama Zita Anjani, Lakukan Senam Massal dilapangan Raden Intan

0

KALIANDA, (Ltc):

Ribuan kader PKK dan masyarakat tumpah ruah mengikuti senam massal di Stadion Radin Inten, Kalianda, Selasa (9/9/2025), dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2025.

Kegiatan senam massal ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Selatan, Zita Anjani, yang hadir dengan penuh kehangatan.

Acara semakin semarak dengan kehadiran Wakil Ketua TP PKK Lampung Selatan Reni Apriani Syaiful Anwar, Wakil Ketua III DPRD Bela Jayanti, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ratna Yanuana Supriyanto, serta Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Yespi Cory.

Momentum ini tidak hanya menjadi ajang berolahraga bersama, tetapi juga mempererat silaturahmi antar-kader PKK dan masyarakat.

Sejak sore hari, antusiasme peserta sudah terasa. Iringan musik enerjik mengiringi gerakan-gerakan lincah, termasuk “Senam Oke Gas” yang menjadi favorit para ibu-ibu. Lapangan stadion pun seketika berubah menjadi arena kebugaran penuh keceriaan. “Selamat sore, apa kabarnya ibu-ibu semua? Sekarang saya mau senam bareng ya,” sapa Zita Anjani disambut tepuk tangan dan sorak riuh. Kehadirannya bukan sekadar memimpin, tetapi juga membaur bersama warga, mencerminkan semangat kebersamaan yang hangat.

Tidak hanya senam, kegiatan ini juga diselingi ajakan Zita untuk mendoakan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar. Ia berharap keduanya senantiasa diberi kekuatan dalam menjalankan amanah kepemimpinan. “Kita doakan bersama-sama agar Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan selalu istiqomah dan bisa memberikan yang terbaik untuk daerah ini,” ucapnya.

Bagi masyarakat, momen senam massal ini menjadi pengalaman berharga. Selain menjaga kesehatan, mereka juga merasakan kedekatan dengan pemimpin daerah. Kegiatan sederhana namun penuh makna ini menjadi bukti bahwa olahraga bisa menjadi jembatan kebersamaan dan semangat gotong royong. (Nsy-Kmf/*/red)