Senin, Juli 27, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 19

Pukul 00.15 Saat Banyak Terlelap, Bupati Egi Berdiri di Tengah Pemudik Motor: Mengawal Harapan Pulang Selamat

0

BAKAUHENI, (Ltc):

Di tengah dinginnya angin laut dan deru knalpot yang tak henti, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama berdiri di antara ratusan pemudik sepeda motor di Pelabuhan Bakauheni.

Waktu menunjukkan sekitar pukul 00.15 dini hari, pada Rabu (18/3/2026), saat sebagian orang terlelap, ia justru memilih turun langsung menyapa warga yang menempuh perjalanan panjang demi pulang ke kampung halaman.

Suara mesin kendaraan dan kepulan asap motor tidak menyurutkan langkahnya. Satu per satu pemudik disapa dengan hangat, menciptakan suasana akrab di tengah padatnya arus kedatangan kendaraan roda dua.

Egi mengaku terharu melihat semangat masyarakat yang tetap memilih mudik menggunakan sepeda motor, meski perjalanan yang ditempuh tidak mudah. “Alhamdulillah, saya senang melihat masyarakat yang naik sepeda motor tetap semangat pulang ke kampung halaman. Saya doakan perjalanannya aman, selamat sampai tujuan, dan semua bisa berkumpul dengan bahagia bersama keluarga,” ujarnya.

Momen humanis juga terlihat ketika ia menyapa salah satu pemudik yang berboncengan empat menuju Pringsewu. Dengan nada santai, Egi menanyakan kondisi mereka.

“Capek nggak?” tanya Egi.
“Enggak Pak, saya semangat,” jawab pemudik tersebut.

Dialog singkat itu menjadi gambaran semangat para pemudik, sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga keselamatan selama perjalanan.

Egi pun mengingatkan agar para pemudik tidak memaksakan diri jika merasa lelah. Ia menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dibanding kecepatan sampai tujuan. “Kalau merasa capek, istirahat dulu, jangan dipaksakan. Yang paling penting mudiknya aman, selamat sampai kampung halaman, dan keluarga di sana juga bahagia,” pesannya.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah menyiapkan berbagai fasilitas, mulai dari posko kesehatan hingga posko keamanan di sejumlah titik strategis.

Selain itu, perbaikan penerangan jalan umum juga tengah dikebut oleh Dinas Perhubungan sesuai arahan gubernur. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pemudik, khususnya yang melakukan perjalanan pada malam hari. “Dalam beberapa hari ke depan, kami terus memperbaiki penerangan jalan umum agar masyarakat bisa mudik dengan lebih aman dan nyaman,” kata Egi.

Kehadiran langsung kepala daerah di tengah pemudik, terlebih pada dini hari, menjadi simbol kepedulian sekaligus bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat yang tengah menjalani tradisi mudik Lebaran. (Kmf/*/red)

Buka Bersama PWI, Bupati Egi: Media Harus Jadi Penyeimbang, Bukan Sekadar Penyampai Informasi

0

KALIANDA, (Ltc):

Momentum Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lampung Selatan menggelar buka puasa bersama yang dirangkai dengan santunan anak yatim, pada Selasa (17/3/2026).

Dalam suasana hangat tersebut, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan pesan yang menekankan kedekatan emosional antara pemerintah daerah dan insan pers. Ia menyebut media bukan sekadar mitra kerja, melainkan bagian dari keluarga besar pembangunan daerah. “Bagi saya, teman-teman media ini bukan orang lain, tetapi sudah seperti keluarga. PWI adalah mitra diskusi, mitra penyeimbang, dan juga mitra yang memberikan kritik untuk membangun,” ujar Egi.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Wartawan R.A. Taher Tjindar Boemi, Sekretariat PWI Lampung Selatan, ini juga menjadi ruang refleksi bersama di bulan suci Ramadan.

Bupati Egi mengajak seluruh insan pers untuk tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menghadirkan dampak positif bagi masyarakat.

Ia menegaskan pentingnya peran media dalam menciptakan ruang informasi yang sehat dan konstruktif. “Saya mengajak kita semua untuk menggunakan pikiran, hati, dan peran kita dalam menyampaikan hal-hal yang berdampak positif dan keberlanjutan bagi Kabupaten Lampung Selatan,” lanjutnya.

Menurutnya, Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat introspeksi dan kebersamaan dalam membangun daerah. “Kita tidak perlu saling menyalahkan, tetapi bagaimana kita bisa melihat ke dalam dan terus memperbaiki diri agar Kabupaten Lampung Selatan menjadi daerah yang lebih baik dan masyarakatnya lebih sejahtera,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PWI Lampung Selatan, Edwin Apriandi, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wujud kepedulian sosial kepada anak yatim.

Ia juga mengapresiasi kehadiran dan dukungan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dalam kegiatan tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan dari Bupati Lampung Selatan. Kegiatan ini menjadi bentuk kebersamaan sekaligus kepedulian kepada anak yatim,” ujarnya. Hal senada disampaikan Pelaksana tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers dapat terus diperkuat.

Menurut Hendry, PWI memiliki peran strategis dalam menyampaikan berbagai program pembangunan kepada masyarakat secara luas dan tepat sasaran. “Kami berharap hubungan yang sudah terjalin baik ini semakin kuat, sehingga informasi pembangunan dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” kata Hendry.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara Pemkab Lampung Selatan dan insan pers semakin solid, sekaligus memberikan manfaat nyata, tidak hanya dalam penyebaran informasi, tetapi juga dalam membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Terpantau Lampungtik.com selain Ketua dan pengurus PWI Perwakilan Lamsel juga hadir para Dewan Penasehat PWI, para Wartawan Senior yang tergabung anggota Aktif PWI Lamsel. Kegiatan tersebut pun berlangsung lancar sesuai agenda yang ditentukan.(Nsy/*/red)

Cek Langsung ke Pasar, Sekda Supriyanto Pastikan Harga Sembako di Lampung Selatan Masih Terkendali

0

KALIANDA, (Ltc):

Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan mendapat kabar baik.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional masih relatif stabil.

Kepastian tersebut disampaikan setelah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, yang turun langsung melakukan pemantauan di Pasar Inpres Kalianda, pada Selasa (17/3/2026).

Dalam kegiatan itu, Sekda didampingi Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Tri Umaryani serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait. Tim melakukan pengecekan langsung terhadap ketersediaan bahan pangan sekaligus memantau pergerakan harga di lapangan.

Supriyanto mengatakan, pemantauan tidak hanya dilakukan di Pasar Kalianda, tetapi juga di sejumlah pasar lain di wilayah Lampung Selatan guna memastikan kondisi pasokan menjelang Lebaran tetap terkendali. “Kami ingin memastikan dua hal utama, yaitu ketersediaan barang dan perkembangan harga. Secara umum, stok kebutuhan pokok masih cukup dan harga cenderung stabil,” ujarnya. Berdasarkan hasil pemantauan, hanya beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Daging tercatat naik sekitar Rp5.000 per kilogram, sementara telur mengalami kenaikan berkisar Rp1.000 hingga Rp2.000.

Namun demikian, kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan tidak signifikan dibandingkan lonjakan harga yang biasanya terjadi menjelang hari besar keagamaan. “Alhamdulillah, beberapa hari menjelang Lebaran ini, kebutuhan pokok masih tersedia cukup banyak dan harga relatif stabil. Kenaikan hanya terjadi pada beberapa komoditas dan tidak terlalu besar,” jelas Supriyanto.

Selain melakukan pemantauan, Sekda juga berdialog langsung dengan para pedagang. Ia memberikan semangat agar aktivitas jual beli semakin meningkat seiring mendekatnya Idulfitri. “Semoga pembeli semakin ramai, apalagi ini sudah mendekati Lebaran. Insyaallah pasar akan semakin hidup,” katanya.

Pemantauan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkab Lampung Selatan dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan, sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadan dan menyambut Idulfitri dengan lebih tenang. (Nsy/*/red)

Turun ke Pasar Jati Agung, Wabup Syaiful Pastikan Stok Aman dan Harga Terkendali

0

KALIANDA, (Ltc):

Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memastikan harga bahan pokok masih relatif stabil dan ketersediaan stok dalam kondisi aman.

Kepastian tersebut didapat setelah jajaran Pemkab Lampung Selatan turun langsung memantau sejumlah pasar tradisional dalam dua hari terakhir. Pada Selasa (17/3/2026), Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, melakukan peninjauan di Pasar Kalianda, sementara Wakil Bupati M. Syaiful Anwar memantau kondisi di Pasar Jati Agung.

Dari hasil pemantauan, pemerintah daerah memastikan bahwa kebutuhan pokok masyarakat menjelang Lebaran masih tercukupi. Selain itu, harga sejumlah komoditas utama juga terpantau stabil tanpa lonjakan signifikan.

“Untuk kebutuhan pokok kita pastikan cukup. Kemudian terkait harga, sampai hari ini masih relatif aman,” ujar Wakil Bupati Syaiful Anwar di sela peninjauan.

Sejumlah komoditas penting seperti beras dan daging disebut masih berada dalam kondisi normal. Hal ini menjadi indikator bahwa pasokan bahan pangan di wilayah tersebut masih terkendali meski permintaan mulai meningkat. Tidak hanya memantau harga, jajaran Pemkab Lampung Selatan juga berdialog langsung dengan para pedagang guna menyerap informasi dari lapangan.

Dari hasil dialog tersebut, diketahui bahwa distribusi bahan pokok masih berjalan lancar dan belum ditemukan indikasi kelangkaan.

Para pedagang juga mengonfirmasi bahwa stok barang masih tersedia dengan baik menjelang hari raya, sehingga aktivitas jual beli tetap berlangsung normal.

Untuk menjaga kondisi ini, Pemkab Lampung Selatan mengimbau para pelaku usaha dan distributor agar tidak melakukan penimbunan barang maupun praktik yang dapat memicu kenaikan harga. Pemerintah menekankan pentingnya peran semua pihak dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Ke depan, pemantauan akan terus dilakukan secara berkala guna mengantisipasi potensi gejolak harga maupun gangguan pasokan.

Dengan langkah tersebut, masyarakat diharapkan dapat memenuhi kebutuhan menjelang Idulfitri 1447 H dengan lebih tenang dan nyaman. (ptm/*/red)

Bupati Egi Dampingi Wakapolri Dedi Prasetyo Tinjau Arus Mudik Bakauheni, Pastikan Pemudik Aman dan Nyaman

0

BAKAUHENI, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, turun langsung mendampingi Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo meninjau arus mudik Lebaran 1447 Hijriah di jalur penyeberangan Merak-Bakauheni, pada Selasa (17/3/2026).

Dalam pemantauan tersebut, arus lalu lintas terpantau relatif lancar meski volume kendaraan mulai meningkat menjelang puncak mudik. Kehadiran Bupati Egi di lapangan menjadi bagian dari upaya memastikan pemudik dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman, khususnya di wilayah Lampung Selatan sebagai gerbang Pulau Sumatra.

Berdasarkan hasil pemantauan udara dan darat yang dilakukan jajaran kepolisian, kondisi arus dari arah Jakarta menuju Merak hingga penyeberangan ke Bakauheni masih terkendali. Meski demikian, antrean kendaraan mulai terlihat di Pelabuhan Merak, sementara di Bakauheni kondisi masih relatif stabil. “Hasil pemantauan udara menunjukkan arus lalu lintas, baik dari Jakarta menuju Merak maupun sebaliknya, serta dari Merak ke Bakauheni, secara umum masih relatif lancar dan didukung kondisi cuaca yang baik,” ujar Dedi Prasetyo.

Fokus pengamanan mudik tahun ini tidak hanya pada kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga kesiapan sistem dan strategi pengendalian kepadatan.

Salah satu inovasi yang digunakan adalah aplikasi Siger Presisi yang menyajikan data lalu lintas secara real time untuk mendukung pengambilan keputusan di lapangan.

Melalui sistem tersebut, kondisi lalu lintas dibagi dalam tiga kategori, yakni hijau, kuning, dan merah, yang masing-masing telah dilengkapi skenario penanganan berbeda. Selain itu, pengaturan distribusi kendaraan dilakukan melalui empat jalur utama guna menghindari penumpukan di satu titik, serta pemanfaatan rest area sebagai buffer zone. Di sisi lain, kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat juga telah disiapkan dengan melibatkan armada kapal dan personel gabungan dari TNI, Polri, dan Basarnas untuk mengantisipasi situasi kontingensi di jalur penyeberangan.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk memastikan kelancaran arus mudik, terutama di jalur Trans Sumatra yang menjadi akses utama pemudik.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap memperhatikan kondisi fisik dan kendaraan selama perjalanan. “Saya berpesan kepada seluruh pemudik untuk menjaga kesehatan, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, dan tidak memaksakan diri saat lelah. Silakan manfaatkan posko istirahat yang telah disediakan,” ujar Egi.

Dengan berbagai kesiapan tersebut, arus mudik Lebaran 2026 diharapkan dapat berlangsung aman, lancar, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan menuju kampung halaman.

Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18-19 Maret 2026, sementara arus balik diperkirakan berlangsung pada 24-25 Maret serta 28-29 Maret 2026. (Nsy-Kmf/*/red)

Kalapas Kalianda Kunjungi Kediaman Pemuka Adat Saibatin Keratuan Manangsi & Saibatin Marga Katibung

0

 

Kalapas Klas II Kalianda Beni didampingi Budi Setiawan (Raden Paksi Setia Marga) Marga RAJABASA saat berkunjung kekediaman Saibatin Keratuan Manangsi desa Taman Baru Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan pada Senin (16/03/2026). (Poto:ist)

KALIANDA, (Ltc):

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kalianda melakukan kunjungan Silahturahmi kekediaman kepemuka adat Saibatin Keratuan Manangsi Pengeran Cahya Marga di desa Taman Baru Kecamatan Penengahan dan kekediaman Saibatin Marga Katibung gelar Pengeran Sesuhunan Sempurna Jaya Kabupaten Lampung Selatan pada Senin (16/3/2026). Kegiatan yang dilaksanakan itu merupakan kegiatan lanjutan dalam rangka untuk memperkuat hubungan dan sinergi antara Lapas Kalianda dengan tokoh masyarakat di Lampung Selatan.

Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda Beni mengatakan keterlibatan tokoh masyarakat merupakan salah satu kunci keberhasilan pembinaan di pemasyarakatan.
“Silaturahmi ini menjadi langkah untuk memperkuat kebersamaan antara Lapas dan masyarakat. Kami berharap dukungan dari para tokoh adat dapat menjadi bagian penting dalam membangun semangat perubahan bagi warga binaan agar nantinya dapat kembali ke masyarakat dengan lebih baik,” ujar Beni.

Silaturahmi berlangsung dalam suasana hangat  penuh kekeluargaan. Dipertemuan tersebut juga membahas berbagai hal terkait pentingnya dukungan masyarakat, khususnya pemuka adat, dalam proses pembinaan warga binaan agar memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali dapat diterima di tengah masyarakat.

Kunjungan ini juga menjadi bentuk komitmen Lapas Kalianda untuk terus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Peran tokoh adat dinilai sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai sosial, budaya, serta kearifan lokal yang dapat menjadi bagian dari proses pembinaan bagi warga binaan.(Rilis Lapas Kls/*/red)

Kapalas Klas II Kalianda Beni didampingi oleh Budi Setiawan (Raden Paksi Setia Marga) Marga Saibatin Rajabasa, saat berada di kediaman Saibatin Katibung (Pengeran Sesuhunan Sempurna Jaya), pada Senin (16/03/2026). (Poto:ist)

 

Bupati Egi bersama Gubernur dan Forkopimda Lampung Kunjungi Sejumlah posko pelayanan mudik di titik-titik vital jalur lintas Sumatra

0

BAKAUHENI, (Ltc):

Menjelang puncak arus mudik Idulfitri, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memastikan kesiapan layanan bagi para pemudik yang melintas di jalur Trans Sumatra. Lonjakan kendaraan yang terus meningkat menjadi perhatian utama dalam pemantauan tersebut.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mendampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama jajaran Forkopimda Provinsi Lampung meninjau langsung sejumlah posko pelayanan mudik di titik-titik vital jalur lintas Sumatra, pada Senin (16/3/2025).

Rombongan yang turut diikuti Pangdam XXI/Radin Inten, Kapolda Lampung, Wakapolda Lampung, serta Danrem 043/Gatam tersebut menyambangi beberapa lokasi strategis, mulai dari Rest Area KM 49, Rest Area KM 20, hingga Pelabuhan Bakauheni.

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas sekaligus kesiapan fasilitas pelayanan bagi pemudik, terutama di jalur utama yang menjadi pintu gerbang masuk Pulau Sumatra.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga memeriksa kesiapan Posko Pelayanan Kesehatan yang disiagakan di rest area KM 49 dan KM 20. Posko tersebut disiapkan untuk memberikan penanganan medis bagi pemudik yang mengalami kelelahan selama perjalanan maupun membutuhkan pemeriksaan kesehatan ringan.

Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan di tiga titik utama tersebut, kondisi arus lalu lintas masih terpantau aman dan kondusif meski volume kendaraan terus mengalami peningkatan signifikan.

“Data pantauan menunjukkan tren peningkatan. Pada tanggal 13 tercatat sekitar 5.000 kendaraan, hari berikutnya naik menjadi 11.000 kendaraan, tadi malam mencapai 19.000 kendaraan, dan hari ini menyentuh sekitar 20.000 kendaraan, baik roda dua maupun roda empat,” ujar Helfi. Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah penumpang kapal penyeberangan rata-rata mencapai 2.000 hingga 2.500 orang per perjalanan.

Untuk menjaga keamanan pemudik, khususnya pengendara roda dua, pihak kepolisian telah melakukan pengawalan sebanyak empat kali dari pelabuhan menuju jalur reguler.

Koordinasi tersebut akan terus dilakukan secara serentak bersama seluruh pemangku kepentingan selama masa arus mudik.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan layanan mudik tahun ini.

Menurutnya, berbagai fasilitas pelayanan yang disiapkan, mulai dari pengamanan hingga layanan kesehatan, menunjukkan kesiapan yang matang dalam menghadapi lonjakan pemudik. “Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Polda, Polres Lampung Selatan, serta tim kesehatan dari provinsi dan kabupaten yang telah bersiaga. Persiapan pelayanan mudik ini sudah sangat matang,” kata Egi.

Bupati Egi juga mengingatkan para pemudik agar selalu menjaga kondisi tubuh dan memastikan kendaraan dalam keadaan laik jalan selama perjalanan.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri berkendara ketika merasa lelah dan memanfaatkan posko istirahat yang telah disediakan di sepanjang jalur mudik. “Saya berpesan kepada seluruh pemudik untuk selalu menjaga kesehatan agar kondisi tubuh tetap prima, pastikan kendaraan dalam keadaan laik jalan, dan yang terpenting jangan memaksakan diri. Jika lelah, istirahatlah sejenak di posko yang tersedia,” ujarnya. (Gil-Kmf/*/red)

Blusukan ke Pasar Natar, Bupati Egi Cek Harga Sembako Jelang Lebaran, Pedagang: Masih Stabil

0

NATAR, (Ltc):

Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama turun langsung ke Pasar Natar, Kecamatan Natar, pada Senin (16/3/2026), untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan pasokan pangan tersedia bagi masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Egi menyusuri sejumlah lapak pedagang sembako sambil berdialog langsung dengan para pedagang dan pembeli.

Ia menanyakan kondisi harga bahan pokok sekaligus memantau kemungkinan kenaikan harga yang kerap terjadi menjelang Lebaran. “Hari ini kita melakukan pengecekan langsung harga bahan pokok di Pasar Natar. Dari hasil pemantauan, sebagian besar harga sembako masih relatif stabil,” ujar Egi di sela kegiatan.

Pemantauan langsung ke pasar tradisional ini dilakukan pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan juga secara berkala melakukan monitoring harga pangan di pasar guna mengantisipasi lonjakan harga.

Di sela-sela kunjungan, Bupati Egi juga membeli sejumlah sayuran dari pedagang pasar. Sayuran tersebut kemudian dibagikan kepada warga yang sedang berbelanja, yang disambut antusias oleh masyarakat.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Egi menyebutkan terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Namun demikian, kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas yang wajar.

Ia mencontohkan, harga ayam yang sebelumnya berada di kisaran Rp35.000 per kilogram kini naik menjadi sekitar Rp40.000 per kilogram.

Sementara itu, harga daging sapi juga mengalami kenaikan dari sekitar Rp125.000 menjadi Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram. “Memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, tetapi masih dalam rentang yang normal,” jelasnya.

Meski demikian, Pemkab Lampung Selatan memastikan akan terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan harga bahan pokok di pasar.

“Kami akan terus melakukan monitoring hingga mendekati Lebaran. Insyaallah harga masih dalam batas normal dan tidak akan mengalami lonjakan yang terlalu tinggi,” tambah Egi.

Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Natar, Muis, mengatakan bahwa harga bahan pokok secara umum masih relatif stabil, meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami sedikit kenaikan. “Kalau secara umum masih stabil, hanya beberapa barang saja yang naik sedikit,” kata Muis.

Dengan pemantauan langsung tersebut, pemerintah daerah berharap stabilitas harga pangan dapat terus terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan menyambut Idulfitri dengan lebih tenang. (Kmf/*/red)

Bupati Egi Terapkan Standar Kebersihan Baru, Mulai 2026 Warga Lampung Selatan Wajib Pilah Sampah

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mulai menerapkan standar baru dalam pengelolaan kebersihan dan keindahan lingkungan.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama resmi mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Kebersihan dan Keindahan Lingkungan, yang menjadi pedoman baru bagi seluruh instansi pemerintah, fasilitas publik, hingga masyarakat dalam menjaga kebersihan.

Peraturan ini menandai perubahan cara pandang terhadap kebersihan di Lampung Selatan. Jika sebelumnya kebersihan lebih dipahami sebatas kondisi bersih secara umum, kini pemerintah daerah menetapkan standar yang lebih terukur dan sistematis.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, menjelaskan bahwa Perbup tersebut mengatur penerapan tiga konsep utama, yakni ABRI, BKW, dan Strategi Bijak Kelola Sampah.

“Mulai 2026, kebersihan di Lampung Selatan tidak lagi hanya soal bersih secara kasat mata, tetapi memiliki standar yang jelas melalui Peraturan Bupati,” ujar Hendry dalam keteranganya resminya, Minggu, 15/3/2026.

Menurut Hendry, aturan ini berlaku bagi seluruh kantor pemerintah daerah, perangkat daerah, instansi vertikal, kecamatan, desa dan kelurahan, sekolah, puskesmas, serta berbagai fasilitas pelayanan publik yang berada dalam kewenangan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

*Konsep ABRI: Asri, Bersih, Rapi, Indah*

Dalam peraturan tersebut, setiap instansi diwajibkan menerapkan konsep ABRI, yaitu Asri, Bersih, Rapi, dan Indah.

Konsep *asri* diwujudkan melalui penanaman dan pemeliharaan tanaman hias, pohon pelindung, serta ruang terbuka hijau di lingkungan kantor maupun fasilitas publik.

Sementara itu, aspek *bersih* menekankan pembersihan rutin area kerja, ruang pelayanan, halaman kantor, hingga area publik dari sampah, debu, maupun bau tidak sedap.

Kemudian aspek *rapi* mengatur penataan dokumen, ruang kerja, area parkir, dan fasilitas pelayanan agar tertata dengan baik dan mudah diakses masyarakat.

Sedangkan aspek *indah* diwujudkan melalui pengecatan bangunan, penataan ornamen estetika, serta pengaturan elemen visual yang memberikan kenyamanan sekaligus mencerminkan kearifan lokal Lampung Selatan.

*Standar Toilet BKW*

Selain lingkungan kerja, Perbup ini juga mengatur standar fasilitas sanitasi melalui konsep *BKW, yaitu Bersih, Kering, dan Wangi.*

Toilet di kantor pemerintah maupun fasilitas publik diwajibkan bebas dari kotoran dan bau, tidak memiliki genangan air, serta memiliki ventilasi dan sistem sanitasi yang baik.

“Standar BKW ini bertujuan memastikan fasilitas sanitasi yang layak dan nyaman bagi masyarakat yang menggunakan layanan publik,” kata Hendry.

*Strategi Bijak Kelola Sampah*

Perbup ini juga menekankan strategi pengelolaan sampah yang lebih terstruktur melalui konsep *Bijak Kelola Sampah.*

Beberapa langkah yang diwajibkan antara lain pemilahan sampah minimal menjadi tiga jenis, yaitu sampah organik, sampah anorganik yang dapat didaur ulang, dan sampah residu.

Pemerintah daerah juga mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, optimalisasi barang tahan lama, serta penerapan prinsip *3R* _(reduce, reuse, recycle)_ melalui bank sampah, fasilitas pengomposan, dan TPS3R.

Setiap instansi dan fasilitas publik juga diwajibkan menyediakan tempat sampah terpilah, bahkan dapat dikembangkan hingga empat jenis termasuk sampah B3 rumah tangga.

Selain itu, penggunaan bahan yang sulit terurai seperti styrofoam juga dibatasi dalam kegiatan pemerintah daerah.

*Larangan dan Sanksi*

Perbup tersebut juga memuat sejumlah larangan bagi masyarakat maupun pelaku usaha, termasuk membuang sampah sembarangan di jalan, sungai, pantai, dan fasilitas umum.

Larangan lain mencakup pembakaran sampah sembarangan, pencampuran berbagai jenis sampah dalam satu wadah, serta pembuangan limbah berbahaya ke tempat sampah umum.

Bagi pelaku usaha, penggunaan kemasan yang sulit terurai seperti styrofoam juga dilarang, serta diwajibkan menyediakan fasilitas pemilahan sampah di area usaha.

Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat dikenai sanksi administratif mulai dari teguran lisan, teguran tertulis, pembinaan khusus, hingga penghentian sementara aktivitas usaha.

*Penghargaan untuk Daerah Bersih*

Selain sanksi, pemerintah daerah juga menyiapkan mekanisme penghargaan bagi instansi, desa, dunia usaha, maupun masyarakat yang berhasil menerapkan standar kebersihan tersebut dengan baik.

Bentuk penghargaan dapat berupa piagam dari bupati, publikasi resmi pemerintah daerah, hingga penetapan sebagai zona bersih dan nyaman.

Penghargaan tersebut akan diberikan minimal satu kali dalam setahun setelah melalui proses evaluasi oleh perangkat daerah yang membidangi lingkungan hidup.

Hendry mengatakan, penerbitan Perbup ini bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju budaya hidup bersih dan ramah lingkungan. “Harapannya, kebersihan bukan hanya menjadi program pemerintah, tetapi menjadi budaya bersama masyarakat Lampung Selatan,” katanya. (KMF/*/red)

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan Salurkan Rp36,6 Milyar THR ASN/PPPK Tahun 2026

0

KALIANDA, (Ltc):
Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, ribuan aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mulai menerima Tunjangan Hari Raya (THR). Pemerintah daerah memastikan pembayaran dilakukan lebih awal dengan total anggaran mencapai Rp35,6 miliar.

Sebanyak 12.014 penerima mendapatkan THR tersebut, terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dua pejabat negara, anggota DPRD, hingga PPPK paruh waktu.

Penyerahan THR secara simbolis dilakukan oleh Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama kepada perwakilan ASN di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Kalianda, pada Jumat (13/3/2026).

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lampung Selatan Rini Ariasih menjelaskan bahwa pencairan THR telah dilakukan langsung ke rekening masing-masing penerima.

“Per 12 Maret 2026 tunjangan hari raya keagamaan bagi seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah dicairkan,” ujar Rini dalam laporannya.

Ia merinci, total penerima THR tersebut meliputi 5.442 PNS, 741 PPPK, dua pejabat negara, 50 anggota DPRD, serta 5.779 PPPK paruh waktu yang menerima tunjangan keagamaan dan tambahan penghasilan THR bagi ASN. Menurut Rini, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp35.629.356.958 untuk pembayaran THR ASN tahun 2026.

“Pemberian THR ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah daerah atas dedikasi, loyalitas, dan kerja keras para ASN dalam mendukung pelayanan publik serta pembangunan daerah,” kata Rini.

Selain sebagai bentuk apresiasi, lanjut dia, kebijakan tersebut juga menjadi wujud perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan aparatur menjelang Idulfitri.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa pembayaran THR merupakan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesejahteraan aparatur sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Anggaran ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah untuk memastikan kesejahteraan aparatur tetap terjaga,” ujar Egi.

Ia mengingatkan bahwa setiap rupiah yang diterima ASN harus dibayar dengan kinerja dan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

“Setiap rupiah yang saudara terima adalah hutang pengabdian. Pastikan setiap sen yang diterima dapat diwujudkan menjadi pelayanan terbaik dan menghadirkan kepuasan bagi masyarakat,” tegasnya. Egi juga menekankan pentingnya birokrasi yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, birokrasi yang lambat dan pasif tidak lagi relevan di tengah perkembangan zaman.

“Kita dituntut untuk bekerja secara adaptif dan responsif terhadap perkembangan zaman serta kebutuhan masyarakat. Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan pengabdian yang tulus, saya yakin Kabupaten Lampung Selatan yang maju, mandiri, dan sejahtera dapat kita wujudkan bersama,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Egi turut memberikan apresiasi kepada pemenang lomba bertutur cerita rakyat Lampung dalam ajang Student Olympic Lampung Selatan 2025.

Penghargaan berupa tabungan pelajar diberikan kepada Nova Reza Aliando dari SMA Negeri 1 Kalianda sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap prestasi generasi muda Lampung Selatan. (lmhr-Kmf/*/red)