Sabtu, Mei 2, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 18

Pemkab Lamsel terus dorong optimalisasi Adminduk hingga tingkat desa

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus mendorong optimalisasi pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) hingga ke tingkat desa.

Komitmen ini ditegaskan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi operator Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Kamis (11/12/2025).

Kegiatan yang diikuti operator SIAK desa tersebut bertujuan memperkuat kompetensi aparatur desa dalam mendukung pelayanan kependudukan yang lebih cepat, sederhana, dan mudah dijangkau masyarakat.

Plt Asisten Bidang Administrasi Umum, Drs. Edy Firnandi, M.Si., yang mewakili Bupati Lampung Selatan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa peningkatan pelayanan adminduk menjadi salah satu amanah prioritas dari Bupati Radityo Egi Pratama. “Kami diberi tugas untuk memastikan pelayanan kependudukan bisa sampai ke masyarakat dengan mudah. Setelah melihat dinamika di lapangan, layanan ini harus dapat diakses secara cepat dan sederhana,” ujar Edy.

Edy yang juga menjabat Kepala Disdukcapil Kabupaten Lampung Selatan menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai inovasi, mulai dari pelayanan online, pembukaan layanan di kecamatan, hingga memperluas aktivasi operator SIAK di desa. Saat ini, sebanyak 210 desa telah memiliki operator, meski sebagian masih belum aktif. “Kita akan terus berupaya memaksimalkan pelayanan. Saya tidak bisa memaksa desa yang belum aktif, tetapi kita dorong agar layanan di desa bisa berjalan optimal,” katanya.

Ia menekankan bahwa data kependudukan kini memegang peran strategis karena menjadi basis dalam hampir seluruh program pemerintah. Berbagai layanan seperti pencetakan Kartu Keluarga, akta kelahiran, perpindahan penduduk, hingga pencatatan kematian sudah dapat dilakukan di tingkat desa melalui akses langsung ke SIAK.

Melalui pelaksanaan Bimtek ini, Edy berharap operator desa mampu meningkatkan kompetensi, integritas, serta semangat melayani masyarakat. Ia juga menyampaikan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk memperkuat kualitas pelayanan.

“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada kolaborasi dengan puskesmas, desa, SLB, dan pihak lainnya agar pelayanan benar-benar optimal dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Edy menutup sambutannya. (ptm/*/red)

8 Kader Senior Partai Golkar Lamsel siap berkompetisi di Musda XI GOLKAR Lampung Selatan

0

KALIANDA, (Ltc):
Delapan kader senior Partai Golkar Lampung Selatan bakal bersaing/ berkompetisi mengikuti Musda Partai Golkar ke-XI tahun 2025 yang bakal diselenggarakan di GOR Mustafa Kamal Kalianda pada 17 Desember 2025 mendatang.

8 (Delapan) nama nama tersebut antara lain :
1. Agus Sutanto, ST, Wakil ketua bidangg OKK , Anggota fraksi Golkar DPRD Provisi lampung.
2. A. Benny Raharjo,  SH. Ketua DPD Golkar Lampung Selatan periode 2021 – 2025, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lampung Selatan.
3. Syaiful Azumar, SH.,MH. Sekretaris Partai Golkar Lampung Selatan,Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Lampung Selatan.
4. Ahmad Muslim, SE. Wakil Ketua DPD Partai Golkar, Anggota fraksi DPRD Kabupaten Lampung selatan.
5. Sidik Maryanto, S.sos, Bendahara Partai Golkar, Ketua Fraksi golkar DPRD Kabupaten Lampung Selatan.
6.Sopadli SY, S.E.,S.H.,M.E.SY.,M.H., Wakil ketua bidang Pendiidikan dan SDM DPD Golkar Lampung Selatan.
7. Sri Astuti. Wakil Ketua DPD Partai Golkar Lampung Selatan.
8. Dr. Hj. S Endang Prasetyawati.SH.,MH
Wakil ketua Bidang Hukum dan HAM, Ketua Alhidayah Kabupaten Lampung selatan.

Ketua Penyelenggara Musda ke XI Partai Golkar Kabupaten Lampung selatan Hi Herman Hanafiah, SE MM mengatakan, bahwa Persiapan Pelaksanaan Musda ke XI Partai Golkar Kabupaten Lampung Selatan sudah 80 % yang insya Alloh akan kita gelar pada 17 Desember 2025 di GOR Mustafa Kemal kalianda.

Herman Hanafiah menjelaskan bahwa didalam kepanitiaan Musda ke XI Partai Golkar ini sebagai Ketua Steering Comite (SC) Drs. Mandala Putra wakil ketua bidang Kesra dan desa tertinggal , dan Ketua Panitia Pelaksana (OC) Hi Ahmad Al-akhran, S,S, Wakil Ketua Bidan Koperasi UMKM.

Dalam Pelaksanaan Musda ke- XI Partai Golkar tahun 2025 ini mengangkat Tema “GOLKAR SOLID INDONESIA MAJU” Suara Rakyat Suara Golkar.

Sementara itu Ketua Steering Comite (SC) Musda ke XI Partai Golkar Lampung selatan Drs. Mandala Putra mengatakan bahwa Musda mengacu pada juklak – 02 / DPP/Golkar/2025 tentang Persyaratan Pencalon Ketua Patai Golkar Kabupaten Lampung Selatan periode 2025 – 2030 yaitu,
1.Telah aktif menjadi pengurus partai sekurang kurangnya 1(satu) periode pada tingkatannya.
2.Berpendidikan menimal D3 (strata satu) atau strata sederajat.
3.Memiliki Prestasi, Dedikasi, Displlin, Loyalitas dan Tidak tercela (PD2LT)
4. memiliki Kapabilitas dan Akseptabilitas
5. Tidak pernah terlibat (G30SPKI)
6. Lulus pendidikan dan Latihan Kader Partai
7. Berdomisili di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.
8. Disukung sekurang kurangnya 30% pemilik hak suara
9. Bersedia meluangkan waktu dan bekerja kolektif dalam Partai
10. Apabila terdapat Bakal calon ketua tapi tidak memiliki persyaratan tersebut maka calon tersebu Harus mendapatkan persetujuan dari Ketua Umum DPP Partai Golkar.

Sementara, Hi Tony Eka Candra, Plt Ketua DPD Partai Golkar Lampung Selatan, Bendahara DPD Partai Golkar Provinsi Lampung juga mengingatkan, Kepada para calon Ketua berkompetisi yang sehat dalam alam demokrasi adalah hal biasa, namun silaturahmi, persahabatan dan persaudaraan adalah yang utama dan dirajut selamanya.

Partai Golkar adalah partai terpimpin apabila keputusan sudah diambil semua kader partai wajib untuk tunduk dan patuh pada keputusan serta kebijakan partai yang sudah diputuskan.” terangnya.

Tony Eka Candra juga berpesan kepada ketua yang terpilih nanti untuk dapat merangkul semua kader partai golkar dan harapan kedepan Hasil Musda ke XI Partai Golkar Kabupaten Lampung Selatan dapat menyatukan seluruh kader partai guna menjalankan tugas-tugas Partai untuk memenangkan agenda pemilu 2029 yaitu Pilkada, Pileg dan Pilpres.

Dan kekepada Jajaran Panitia Musda Ke-XI DPD Partai golkar Lampung selatan untuk terus bekerja siang malam untuk melakukan persiapan demi suksesnya Musda ke-XI DPD Partai Golkar tahun 2025 ini.(*)

penumpang KMP Dorothy yang lompat di perairan Pulau Sangiang, 5 baru ditemukan

0

BAKAUHENI, (Ltc):

Setelah lima hari pencarian pascainsiden seorang penumpang KMP Dorothy melompat ke laut di perairan Sangiang, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan sosok jenazah laki-laki yang mengapung di sekitar Pulau Sangiang, Rabu (10/12/2025). Korban kemudian berhasil diidentifikasi sebagai Dimas Aditiawan (25), mahasiswa asal Desa Lagan Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.

Penemuan itu berawal dari laporan seorang nelayan yang melihat tubuh mengapung di perairan Pulau Sangiang sekitar pukul 08.00 WIB. Informasi tersebut diteruskan ke Syahbandar Pulau Sangiang, lalu dilaporkan kepada Sat Polair Polres Lampung Selatan, Basarnas, dan TNI AL. Tim SAR Gabungan segera bergerak ke lokasi menggunakan RIB Basarnas Bakauheni dan mengevakuasi jenazah ke Pelabuhan Bakauheni.
Kasat Polair Polres Lampung Selatan, IPTU Panpan Hermayadi, mengatakan proses evakuasi berjalan cepat setelah adanya laporan dari nelayan setempat.
“Begitu menerima informasi, kami langsung berkoordinasi dengan Basarnas, Dit Polairud, dan pihak pelayaran KMP Dorothy. Evakuasi dilakukan dengan RIB menuju Pulau Sangiang dan jenazah dibawa ke RS Bob Bazar untuk pemeriksaan forensik,” jelasnya.
Polisi juga menyiapkan ambulans dan segera menghubungi keluarga korban untuk penyampaian informasi resmi mengenai penemuan tersebut.
Setibanya di RS Bob Bazar Kalianda, jenazah langsung diperiksa Unit INAFIS Polres Lampung Selatan bersama dokter forensik dr. C. Andriyani Sp.FM, M.H (Kes) sekitar pukul 14.30 WIB.
Hasil visum luar menyatakan:
• Korban berjenis kelamin laki-laki
• Tidak memakai baju
• Menggunakan celana panjang hitam dan celana dalam abu-abu merek “KENSINI”
• Menggunakan jam tangan hitam di tangan kiri
• Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan
Identifikasi resmi menyebut korban bernama Dimas Aditiawan, lahir di Lagan Ulu pada 20 April 2000 dan berstatus mahasiswa.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, polisi menegaskan bahwa kondisi jenazah sesuai dengan dugaan korban yang melompat dari KMP Dorothy pada Jumat (5/12/2025) saat kapal melintas di perairan Sangiang.
“Pemeriksaan tidak menemukan unsur kekerasan. Kami telah menginfokan hasil identifikasi kepada keluarga korban dan tengah mempersiapkan proses administrasi untuk penyerahan jenazah,” ujar IPTU Panpan Hermayadi.

Dengan teridentifikasinya korban, rangkaian operasi pencarian dinyatakan selesai. Polres Lampung Selatan menyampaikan belasungkawa kepada pihak keluarga dan memastikan proses pemulangan jenazah dilakukan dengan pendampingan penuh.(Rls hms polres Ls/*/red)

Bupati egi diberi gelar Pengikhan Penata Marga pada perhelatan adat Cangget Bagha Marga Katibung

0

KATIBUNG, (Ltc):

Tradisi adat Lampung kembali menguatkan perannya dalam kehidupan masyarakat modern.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, resmi dinobatkan sebagai Pengikhan Penata Marga pada perhelatan adat Cangget Bagha Marga Katibung yang digelar di Lapangan Desa Tanjung Agung, Kecamatan Katibung, Rabu (10/12/2025).

Penobatan ini dilakukan langsung oleh tiga tokoh adat Marga Katibung, yakni Tuan Alam, Batin Sinar Alam, dan Paksi Sejati, sebagai bentuk pengakuan masyarakat adat terhadap kepemimpinan Bupati Egi.

Gelar tersebut juga diberikan kepada Ketua PKK yang sekaligus UKP Bidang Pariwisata, Zita Anjani (Pekhikhan Cahya Marga), Wakil Bupati Syaiful Anwar (Batin Penata Gama), serta Wakil Ketua TP PKK Reni Apriyani (Batin Mustika), meski ketiganya berhalangan hadir. Dalam sambutannya, Bupati Egi menyampaikan rasa hormat dan penghargaan mendalam atas gelar yang disematkan kepada dirinya dan istrinya.

Ia menegaskan bahwa adok adat bukan sekadar simbol, tetapi amanah besar yang mengandung nilai filosofis serta kepercayaan masyarakat.

“Gelar yang disematkan kepada kami merupakan anugerah yang amat tinggi. Ini akan menjadi kebaikan, kekuatan, serta menambah tekad kami untuk memajukan Kabupaten Lampung Selatan di masa mendatang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penganugerahan tersebut menandakan penerimaan penuh dari masyarakat adat, sekaligus memperkuat tanggung jawab moral dalam menjaga nilai-nilai leluhur.

Ketua Panitia Cangget Bagha, Fahrizal Purba, menjelaskan bahwa tradisi Cangget Bagha merupakan tarian adat Lampung yang dilaksanakan dalam rangka pemberian adok.

Menurutnya, pelestarian budaya di tengah era digital menjadi tantangan yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Fahrizal juga memaparkan bahwa wilayah Marga Katibung membentang dari Sukamarga hingga Rangai Tunggal, termasuk sebagian Candipuro dan Jambat Besi, dengan keberagaman suku besar Pepadun dan Sai Batin.

“Marga Katibung adalah miniatur Lampung. Keberagaman adat di sini menjadi kekuatan bersama dan dapat menjadi sarana mempromosikan budaya Lampung ke tingkat nasional,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan tokoh adat, Herdiansyah, menyebut penganugerahan gelar kepada Bupati dan Wakil Bupati sebagai bentuk apresiasi atas capaian pembangunan dan kepemimpinan yang dianggap mampu membawa kemajuan daerah.

Ia menambahkan bahwa pada malam hari, digelar pula acara Muli Mekhanai Katibung sebagai rangkaian kegiatan adat yang melibatkan masyarakat dari seluruh wilayah marga.

Acara Cangget Bagha Marga Katibung turut dihadiri Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, Kepala Badan Kesbangpol, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Camat Katibung, tokoh adat, kepala desa, dan ribuan masyarakat yang memadati lokasi.

Suasana khidmat sekaligus meriah menjadi gambaran kuat penghormatan masyarakat terhadap tradisi yang terus dijaga lintas generasi. (Gil-Kmf/*/red)

HUT ke-6 Radio dimensi baru 93 FM, Direktur Radio 93 FM Rudi Suhaimi dapat Suapan dari Kadis Kominfo Lamsel

0

KALIANDA, (Ltc):

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 Radio Dimensi Baru 93 FM menjadi panggung kreativitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Melalui gelaran Story of Radio Day (SORD) #6, stasiun radio milik Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan itu menghadirkan kompetisi dan kegiatan sosial yang merangkul berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga masyarakat umum.

Puncak acara yang berlangsung di Aula Rimau, Kantor Bappeda Lampung Selatan, pada Rabu (10/12/2025), dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Anasrullah, mewakili Bupati Lampung Selatan.

Hadir pula Wakil Ketua I DPRD Lampung Selatan Merik Havit, Komisioner KPID Provinsi Lampung, perwakilan Kejaksaan, serta pejabat daerah Pemkab Lampung Selatan.

Dalam sambutannya, Anasrullah menyampaikan apresiasi atas beragam kegiatan kreatif yang digelar, mulai dari lomba penyiar radio, lomba mewarnai, lomba konten video, hingga kompetisi dangdut koplo. Selain itu, rangkaian SORD #6 juga diisi aksi sosial berupa cek kesehatan gratis, donor darah, serta pembagian telur bagi anak-anak TK dan PAUD. “Kegiatan-kegiatan ini menegaskan bahwa Radio Dimensi Baru adalah rumah kreativitas, ruang aktualisasi, dan panggung bagi semua usia,” ujar Anasrulah. Anasrullah juga memberikan penghargaan kepada seluruh kru dan manajemen Radio Dimensi Baru 93 FM yang selama ini menjaga fungsi radio sebagai penyampai informasi, edukasi, dan hiburan bagi masyarakat Lampung Selatan. “Tetaplah menjadi suara yang menginspirasi, tetaplah tumbuh, tetaplah berani berbeda,” ujarnya.

Direktur Utama Radio Dimensi Baru 93 FM, Rudi Suhaimi, dalam kesempatan itu menuturkan perjalanan panjang radio yang kini berstatus Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL).

Ia menjelaskan bahwa meski radio tersebut telah lama eksis, legalitas resmi baru diperoleh enam tahun lalu setelah izin penyiaran dari Kementerian Komunikasi dan Informatika diterbitkan. “Kenapa baru yang ke-6? Karena sejak awal radio ini tidak memiliki dasar hukum. Izin baru kita urus enam tahun lalu. Barulah kemudian radio ini memiliki izin,” ungkap Rudi.

Ketua Panitia SORD #6, M. Vikri Yerza, menambahkan bahwa tema tahun ini, “Frekuensi Rasa Karya dan Budaya”, menggambarkan peran Radio Dimensi Baru sebagai ruang yang menghubungkan rasa, cerita, karya, dan kenangan antara penyiar dan pendengar.

Menurutnya, perayaan ini bukan sebatas peringatan ulang tahun, tetapi juga wadah bagi generasi muda Lampung Selatan untuk menggali potensi di bidang penyiaran, seni, dan musik. “SORD #6 mendukung upaya mencetak generasi unggul 2045 menuju Lampung Selatan Maju,” kata Vikri. (dul/*/red)

Guna memperkuat Ketahanan pangan Pemkab Lamsel dan Kejati Lampung berkolaborasi dengan menanam padi biosalin

0

SRAGI, (Ltc):

Upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah pesisir Lampung Selatan kembali ditegaskan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, pada Rabu, 10 Desember 2025.

Kerja sama itu diwujudkan melalui penanaman padi biosalin di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, disertai peresmian Koperasi Konsumen Adhyaksa Mandiri Sejahtera Lampung, penyerahan sertifikat halal dan PIRT, bantuan CSR untuk UMKM, hingga penandatanganan sejumlah akta kerja sama kelembagaan.

Kegiatan strategis tersebut dihadiri, Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Danang Suryo Wibowo, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Selatan Suci Wijayanti, Dandim 0421 Lampung Selatan Letkol Kav Mochammad Nuril Ambiyah, Sekda Supriyanto, serta jajaran perangkat daerah lainnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Selatan, Suci Wijayanti, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan catatan penting dalam upaya membangun ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan di wilayah pesisir Lampung Selatan.

Ia menekankan bahwa wilayah pesisir Lampung Selatan memiliki tantangan salinitas tinggi, namun inovasi biosalin membuka peluang baru bagi petani.

“Berdirinya Koperasi Konsumen Adhyaksa Mandiri Sejahtera Lampung dan kesiapan 17 hektare tambahan untuk ditanami padi biosalin menunjukkan bahwa inovasi yang tepat mampu mengubah keterbatasan menjadi sumber kesejahteraan baru,” ujar Suci. Dukungan teknis juga diberikan melalui penyediaan 425 kilogram benih biosalin untuk dua gapoktan dari Kementerian Pertanian, serta alokasi pupuk 150 kilogram urea dan 250 kilogram NPK per hektare. “Ini bukti bahwa upaya kita bukan sekadar wacana, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan lapangan,” tambahnya.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengapresiasi komitmen Kejaksaan Tinggi Lampung yang turut mendampingi petani Bandar Agung. Menurutnya, sinergi tersebut mencerminkan bahwa lembaga penegak hukum tidak hanya menjalankan peran penegakan keadilan, tetapi juga menjadi mitra pembangunan daerah.

“Kegiatan mulai dari penanaman padi biosalin, peresmian koperasi, hingga penandatanganan kerja sama ini menunjukkan kolaborasi yang solid dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” kata Bupati Egi. Pada kesempatan yang sama, Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung, Danang Suryo Wibowo, mengungkapkan keberhasilan pemanfaatan lahan bekas tambak yang tidak digunakan selama empat tahun. Program biosalin tahap kedua ini merupakan lanjutan dari tahap pertama yang mencatat hasil panen hingga 6 ton per hektare.

“Lahan payau sekalipun bisa menjadi produktif bila dikelola dengan teknologi yang tepat dan dukungan pemerintah daerah,” ujar Danang.

Selain sektor pertanian, kegiatan ini turut memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat melalui peresmian Koperasi Konsumen Adhyaksa Mandiri Sejahtera Lampung, penyerahan sertifikat halal dan PIRT, bantuan CSR kepada UMKM Mitra Adhyaksa, serta penandatanganan akta kerja sama dengan petani, UMKM, dan koperasi.

Seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi pijakan strategis dalam pemberdayaan petani, peningkatan daya saing UMKM, dan penguatan ketahanan pangan di Lampung Selatan. (Nsy/*/red)

Narkoba Bukan Akhir, Tapi Peringatan: Sebuah Pesan yang Mengguncang Jiwa dari Pak Tony Eka Candra

0

BANDAR LAMPUNG, (Ltc):

Saya masih ingat betul senyapnya ruangan pada hari Minggu, 7 Desember 2025, ketika Bapak H. Tony Eka Candra, Ketua DPD GRANAT Provinsi Lampung, berdiri memberikan kata sambutan di depan puluhan remaja dari SMA, SMK, dan MA se-Kota Bandar Lampung. Tidak ada slide penuh angka, tidak ada grafik menakutkan. Yang ada hanya suara beliau yang bergetar, mata yang berkaca-kaca, dan satu kalimat pembuka yang langsung menusuk ulu hati:

“Saudara-saudara sekalian… saya bukan datang untuk mengajari kalian takut pada narkoba. Saya datang untuk mengajakkan kalian bahwa kalian terlalu berharga untuk jadi korban.”

Ruangan yang tadinya gaduh langsung hening. Bahkan napas pun seperti berhenti sejenak.

Beliau bercerita tentang seorang anak remaja. Dia kelas 3 SMA di Lampung yang dulu sangat berprestasi. Dia cuma “iseng” mencoba sabu sekali di ulang tahun teman. Enam bulan kemudian, tubuhnya tinggal 38 kg, ibunya menangis histeris di depan GRANAT, dan remaja itu sendiri menangis memohon, “Pak, tolong selamatkan saya… saya nggak mau mati dulu, saya masih mau lihat ibu saya bahagia…”

Saat Pak Tony menceritakan itu, air mata beliau jatuh. Bukan air mata aktor. Itu air mata seorang ayah, seorang pejuang, seorang manusia yang sudah puluhan tahun memungut potongan-potongan hidup anak bangsa dari jurang narkoba.

Lalu beliau bertanya kepada para peserta, suaranya parau tapi tegas: “Kalian tahu bedanya kalian sama remaja itu apa?  Bukan karena kalian lebih pintar.  Bukan karena kalian lebih kuat.  Bedanya cuma satu: kalian masih punya kesempatan untuk memilih HARI INI!”

Ruangan jadi hening. Bukan hening canggung, tapi hening yang berat—yang membuat semua orang sadar: apa yang tadi diceritakan Pak Tony itu nyata, dan bisa menimpa siapa saja di sini.

Saat itu saya tahu, ini bukan lagi sekadar pelatihan biasa.  Ini momen di mana puluhan anak muda tiba-tiba merasa, “Gue nggak mau jadi cerita seperti itu. Dan gue nggak mau temen gue jadi cerita seperti itu.”

Nggak ada drama berlebihan.  

Cuma kesadaran yang datang pelan, tapi dalam sekali. Dan itu cukup.

Pak Tony kemudian berkata sesuatu yang sampai sekarang masih bergema di kepala saya:

“Narkoba itu seperti orang yang menawarkan tangga ke surga, tapi tangganya terbuat dari tulang belulang teman-teman kalian yang sudah jatuh lebih dulu. Jangan pernah naik tangga itu. Kalian bukan penutup cerita mereka. Kalian adalah harapan baru yang akan menulis akhir bahagia untuk bangsa ini.”

Jangan pernah mencoba, sekali mencoba akan terjerumus selamanya, pesan Pak Tony.

One Way Ticket: Hanya ada tiket pergi dan tak ada tiket untuk kembali.

Beliau mengajak kita melihat peran GRANAT bukan sebagai “polisi moral”, tapi sebagai “saudara tua” yang siap menampung kapan saja kita goyah. Beliau katakan, “Kalau suatu saat kalian ditawari narkoba dan kalian takut menolak, cukup bilang: ‘Maaf, saya janji sama Pak Tony GRANAT nggak boleh’. Kami akan jemput kalian, kami akan lindungi kalian. Kalian tidak pernah sendiri.”

Dan bagian yang paling membakar semangat adalah ketika beliau menutup materinya dengan kalimat ini:

“Ingat, anak-anakku…  

Dunia ini tidak butuh remaja yang hanya pintar dan sukses.  

Dunia ini butuh remaja yang berani menyelamatkan temannya dari kematian berjalan bernama narkoba.  

Kalian bukan generasi strawberi.  

Kalian generasi pejuang.  

Dan mulai hari ini, kalian adalah penyuluh sebaya, penjaga masa depan Indonesia.”

Saat itu semua berdiri. Tepuk tangan menggelegar. Bukan tepuk tangan sopan. Tapi tepuk tangan yang disertai rasa haru dan janji-janji suci di antara para remaja: “Kita lawan bareng. Kita lindungi bareng. Kita nggak akan biarkan satu pun temen kita jatuh.”

Hari itu, 7–9 Desember 2025, bukan sekadar pelatihan.  

Hari itu adalah kelahiran puluhan pahlawan kecil bernama Penyuluh Remaja Sebaya Anti Narkoba Kota Bandar Lampung.

Terima kasih, Pak H. Tony Eka Candra.  

Terima kasih GRANAT.  

Karena kalian, kami percaya:  

Meskipun kata orang jaringan Narkoba itu kuat.  

Tapi cinta kami pada teman, keluarga, dan masa depan Indonesia, jauh lebih kuat.

Salam perang terhadap narkoba.  

Salam generasi yang sadar, berani, dan penuh kasih.

Kami bangga menjadi bagian dari perjuangan ini.

Ditulis oleh: 

SUSANTO SAMAN 

(Dosen UBL / Penyuluh dan Konselor P4GN DPP GRANAT Provinsi Lampung)

 

KONI Lampung Selatan pastikan PORKAB di gelar 22 bulan Desember 2025

0

KALIANDA, (Ltc):

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lampung Selatan memastikan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) 2025 akan digelar pada 22 Desember 2025 sebagai ajang persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.

Kepastian tersebut disampaikan Ketua KONI Kabupaten Lampung Selatan, Zulhaidir, saat melakukan audiensi dengan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, di ruang kerja bupati setempat, Selasa (9/12/2025).

Zulhaidir menyebutkan bahwa Porkab tahun ini akan mempertandingkan sembilan cabang olahraga, yakni Pencak Silat, Catur, Renang, Bulutangkis, Biliar, Sepak Bola, Tenis Meja, Atletik, serta satu cabang olahraga eksebisi.

Menurutnya, perhelatan ini menjadi agenda strategis dalam rangka pembinaan atlet daerah menjelang Porprov 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober tahun depan.

Pada pembukaan Porkab, KONI akan menampilkan defile dari 40 cabang olahraga yang berada di bawah naungannya dengan melibatkan sekitar 1.300 peserta.

“Porkab tahun ini akan diikuti oleh 17 kecamatan se-Kabupaten Lampung Selatan dan dipusatkan di Stadion Jati, Kalianda,” ujarnya. Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengapresiasi persiapan KONI dan menekankan pentingnya penguatan kegiatan olahraga mulai dari tingkat kecamatan. Ia menilai penyelenggaraan event harus mampu menggugah partisipasi masyarakat hingga ke desa.

“Kegiatan seperti ini jangan hanya ramai di kabupaten. Harus dimulai dari tingkat kecamatan, sehingga masyarakat sampai ke desa juga bisa merasakan kemeriahannya,” kata Bupati Egi.

Selain itu, Bupati Egi mendorong agar Porkab dikemas lebih atraktif dengan tambahan unsur hiburan. Ia menilai pendekatan tersebut dapat meningkatkan daya tarik promotor dan sponsor, sehingga mampu memperkuat ekosistem pembinaan olahraga di Lampung Selatan.

“Dengan begitu, event semacam ini berpotensi menarik lebih banyak promotor dan sponsor, sehingga dapat menambah semangat serta memperkuat pembinaan olahraga di Lampung Selatan,” ujar Bupati Egi. (lmhr)

Bupati egi Benahi menyeluruh jajaran Komisaris dan Direksi Perseroda Lampung Selatan Maju

0

KALIANDA, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, S.T., MBA., menegaskan pesan pembenahan menyeluruh dalam pelantikan jajaran Komisaris dan Direksi Perseroda Lampung Selatan Maju Tahun 2025 yang digelar di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, pada Selasa (9/12/2025).

Ia meminta manajemen baru bekerja dengan integritas tinggi untuk mengembalikan kepercayaan publik dan memperkuat fondasi ekonomi daerah.

Pelantikan tersebut menetapkan Ir. Agustinus Oloan, M.T., M.Eng., sebagai Komisaris Utama; Dr. Ery Setyanegara, S.E., S.H., M.H., sebagai Komisaris; Baiquni Aka Sanjaya, M.T., sebagai Direktur Utama; serta Ami Mahzumi, S.Psi., sebagai Direktur Operasional.

Dalam arahannya, Bupati Egi menekankan bahwa pelantikan itu bukan sekadar pergantian struktur, tetapi momentum penting dalam membangun babak baru pengelolaan BUMD.

Ia menyebut Perseroda harus menjadi instrumen penggerak kesejahteraan masyarakat, pencipta lapangan kerja, dan pendorong ekonomi kolektif.

“Pelantikan hari ini harus menjadi fondasi awal dalam memperkuat perekonomian Lampung Selatan. Perseroda harus hadir sebagai lembaga yang efektif, adaptif, dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah,” ujarnya. Egi menegaskan pentingnya integritas tanpa kompromi dalam pengelolaan BUMD, terlebih karena Perseroda sebelumnya menghadapi masa yang kurang baik.

Ia meminta jajaran baru menjalankan tugas dengan dedikasi penuh dan memastikan setiap rupiah dikelola secara bertanggung jawab.

“Jabatan ini adalah amanah. Ada harapan besar di pundak saudara. Administrasi dan SOP harus dibenahi serius. Penguatan sistem pengendalian internal, audit berkala, dan mekanisme cek and balance wajib dilakukan,” tegasnya.

Selain pembenahan tata kelola, Bupati Egi juga meminta penyusunan rencana bisnis lima tahun yang realistis dan selaras dengan program pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya efisiensi operasional, inovasi, dan peningkatan kapasitas bisnis.

“Ubah mindset menjadi entrepreneurship. Optimalkan potensi agar omset meningkat. Bangun sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder,” kata Egi.

Lebih jauh, ia menyampaikan harapan besar agar Perseroda Lampung Selatan Maju mampu menjadi magnet investasi yang berkualitas, baik dari dalam daerah, luar Sumatra hingga mancanegara.

“Perseroda harus menjadi motor peningkatan investasi langsung. Saya yakin BUMD ini bisa maju, selama tidak ada penyalahgunaan wewenang,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan optimistis formasi baru Perseroda Lampung Selatan Maju dapat membawa BUMD tersebut memasuki fase yang lebih profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kemajuan ekonomi daerah. (ptm/*/red)

Polisi Tangkap Pelaku Perampasan di Pantai Ketang, Beraksi Bersama 3 Rekan

0

KALIANDA, (Ltc):

Polsek Kalianda berhasil mengungkap kasus dugaan perampasan dengan kekerasan yang menimpa dua remaja di Pantai Ketang, Way Urang, Kecamatan Kalianda. Seorang pelaku berinisial RA (17) ditangkap usai merampas dua unit handphone milik FM (15) dan PN (15) pada Sabtu malam (6/12/2025).

Insiden terjadi sekitar pukul 21.15 WIB ketika empat pelaku mendatangi korban dengan dua sepeda motor. Dua di antaranya turun dan meminta uang, namun ditolak. Para pelaku kemudian merampas ponsel korban. Saat PN berusaha mempertahankan barangnya, ia dipukul dua kali di bagian pipi kiri sebelum ponselnya diambil. Satu ponsel milik FM juga dirampas, dan para pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi.

Setelah laporan diterima, Unit Reskrim Polsek Kalianda melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan RA pada Senin malam (8/12/2025). Dalam pemeriksaan, RA mengakui aksinya dilakukan bersama tiga rekannya, yakni RF (18), DK (18), dan OK (19), yang kini masih dalam pengejaran. “Kami bergerak cepat menyusul laporan dari korban. Pelaku RA berhasil kami amankan dan langsung mengakui perbuatannya. Kami juga telah mengidentifikasi tiga pelaku lain yang saat ini sedang kami kejar,” kata Kapolsek Kalianda IPTU Sulyadi.

Menurut Sulyadi, keberhasilan penangkapan tersebut merupakan hasil respons cepat dan koordinasi anggota di lapangan. “Tim melakukan penyisiran di sejumlah titik dan menemukan RA di wilayah Penengahan. Barang bukti ponsel yang dirampas juga sudah kami amankan,” ujarnya.

Polisi menyita barang bukti berupa kotak ponsel Samsung A02, satu unit Samsung A02, serta satu unit Vivo V23E. Total kerugian korban ditaksir mencapai Rp4 juta, sementara PN mengalami luka memar akibat pemukulan.

RA kini ditahan di Polsek Kalianda dan dijerat Pasal 368 KUHP tentang perampasan disertai kekerasan. Polisi menyatakan proses penyidikan dan pengejaran terhadap tiga pelaku lainnya masih terus dilakukan.(Rls Hms Polres/*/red)