Sabtu, Mei 2, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 20

BPS Lampung Selatan serahkan secara simbolis publikasi potret kemeskinan di Lamsel ke Pemkab Lamsel

0

KALIANDA, (Ltc):

Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Selatan menyerahkan secara simbolis Publikasi Potret Kemiskinan Kabupaten Lampung Selatan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan sebagai bagian dari Kampanye Publik Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).

Penyerahan berlangsung di pelataran Gedung Olahraga Way Handak Kalianda saat kegiatan senam rutin bersama BPS dan jajaran Pemkab Lampung Selatan, Jumat (28/11/2025), yang turut dihadiri Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution.

Kegiatan tersebut menjadi strategi BPS dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya SE2026, yang akan menjadi pendataan ekonomi terbesar di Indonesia dan dilaksanakan tahun depan.

Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, menegaskan bahwa keberhasilan SE2026 membutuhkan dukungan luas berbagai elemen.

“Sensus Ekonomi 2026 akan memberikan potret menyeluruh mengenai kondisi perekonomian nasional, mulai usaha besar, menengah, kecil, hingga mikro. Kesuksesan ini tidak bisa hanya mengandalkan BPS, tetapi memerlukan dukungan semua pihak,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama. “BPS akan mati gaya bila tidak mendapat dukungan banyak pihak. Karena itu kami sangat menghargai kehadiran dan kolaborasi dalam kegiatan hari ini,” tambahnya.

Ahmadriswan juga menyebut Lampung Selatan sebagai lokasi ketiga pelaksanaan senam publisitas SE2026 setelah Lampung Tengah dan Kota Metro.

Mewakili Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Plt Asisten Administrasi Umum Edy Firnandi menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penuh penyelenggaraan SE2026.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang menjaga kebugaran, namun juga sarana memperkuat dukungan publik terhadap pendataan ekonomi nasional.

“Data yang lengkap dan akurat akan membantu pemerintah merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran, baik untuk penguatan UMKM, peningkatan investasi, maupun penciptaan lapangan kerja baru,” jelas Edy.

Ia menegaskan bahwa keamanan data masyarakat terjamin sepenuhnya. “Hasil sensus dipublikasikan dalam bentuk angka agregat, sehingga identitas pelaku usaha tetap terlindungi,” tegasnya.

Edy juga mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Lampung Selatan turut berpartisipasi. “SE2026 bukan hanya sensus, tetapi inisiatif bersama untuk pertumbuhan ekonomi. Mari berpartisipasi dan memberikan dukungan penuh bagi masa depan ekonomi Lampung Selatan,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan senam sehat bersama sebagai simbol sinergi antara BPS dan Pemkab Lampung Selatan dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. (Nsy/*/red)

TP PKK Kabupaten Muara Enim Study Banding ke Lampung Selatan

0

KALIANDA, (Ltc):

Suasana hangat menyambut rombongan Tim Penggerak Pemberdyaan Kesejahteran Keluarga (TP PKK) Kabupaten Muara Enim saat melakukan studi banding ke Kabupaten Lampung Selatan, pada Jumat (28/11/2025).

Kunjungan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat kolaborasi antarorganisasi pemberdayaan perempuan di dua daerah.

Rombongan TP PKK Muara Enim yang dipimpin Ketua TP PKK, Heni Pertiwi Edison, disambut langsung Wakil Ketua TP PKK Lampung Selatan, Reni Apriyani, bersama Ketua DWP Lampung Selatan Ratna Yanuana Supriyanto, beserta jajaran pengurus TP PKK Lampung Selatan di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan.

Dalam sambutannya, Reni Apriyani, mewakili Ketua TP PKK Lampung Selatan, Zita Anjani, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menyebutnya sebagai kesempatan berharga untuk memperkuat gerakan PKK di kedua daerah.

“Kami merasa terhormat sekaligus berbahagia bisa menyambut ibu-ibu hebat dari Muara Enim. Studi banding ini penting, bukan hanya untuk melihat program daerah lain, tetapi juga bertukar gagasan, inovasi, dan praktik terbaik,” ujar Reni. Ia menjelaskan, Lampung Selatan terus mendorong sejumlah inovasi, mulai dari pengembangan ekonomi keluarga berbasis UMKM, penguatan kapasitas kader melalui pelatihan digital, peningkatan gizi anak, hingga ruang kreatif bagi perempuan inovator desa.

Menurutnya, transformasi sistem kerja PKK Kabupaten Lampung Selatan juga dilakukan agar seluruh program berjalan lebih terukur dan efektif.

“Kami berharap apa yang kami lakukan dapat memberi gambaran tambahan bagi ibu-ibu sekalian, sebagaimana kami pun siap belajar dari praktik terbaik yang diterapkan di Kabupaten Muara Enim,” kata Reni.

Reni menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk komitmen bersama untuk terus belajar dan tumbuh sebagai organisasi pemberdayaan keluarga.

“Masa depan keluarga Indonesia ada di tangan perempuan-perempuan yang kuat, cerdas, dan penuh empati. Karena itu, pertemuan ini harus menjadi langkah nyata untuk memperluas jaringan dan membangun kerja sama,” tuturnya. Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Muara Enim, Heni Pertiwi Edison, menyampaikan bahwa kunjungannya bertujuan mempelajari langsung pelaksanaan 10 program pokok PKK di Lampung Selatan, yang dinilai berhasil dan dapat menjadi contoh bagi pengembangan program di Muara Enim.

“Kami ingin menduplikasi pengalaman baik dari Lampung Selatan. Pengetahuan dan praktik yang kami pelajari di sini sangat berharga untuk meningkatkan kualitas program PKK di daerah kami,” ujar Heni.

Heni turut menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan pihak Lampung Selatan. Ia berharap pertemuan itu menjadi awal kolaborasi yang berkelanjutan antar kedua daerah.

“Kami sangat mengapresiasi keberhasilan TP PKK Lampung Selatan. Kami yakin dapat belajar banyak dari pengalaman ini,” tambahnya.

Kegiatan studi banding tersebut diakhiri dengan pertukaran cendera mata, diskusi program, pemaparan materi, dan rencana tindak lanjut kerja sama antardaerah sebagai upaya memperkuat peran PKK dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. (dul/*/red)

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Kominfo Lamsel menggelar FGD review SPBE & penyusunan arsitek data

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar Forum Group Discussion (FGD) Review Arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Penyusunan Arsitektur Data di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, pada Jumat (28/11/2025).

Kegiatan ini digelar untuk mengevaluasi kesesuaian arsitektur SPBE dengan kondisi aktual di pemerintah daerah, sekaligus memastikan penerapan empat prinsip Satu Data Indonesia, yaitu standar data, metadata, interoperabilitas data, serta kode referensi dan data induk.

FGD diikuti jajaran pejabat administrator Dinas Kominfo Kabupaten Lampung Selatan dan perwakilan perangkat daerah yang terlibat dalam implementasi SPBE. Kepala Bidang Tata Kelola SPBE Dinas Kominfo Lampung Selatan, Delfarizy, menjelaskan bahwa forum tersebut menjadi ruang identifikasi kebutuhan integrasi layanan, perbaikan, dan rencana pengembangan sistem.

Delfarizy juga menambahkan bahwa output utama kegiatan ini meliputi tersusunnya dokumentasi evaluasi arsitektur SPBE dan arsitektur data saat ini, rekomendasi pengembangan sistem, serta roadmap tindak lanjut yang terstruktur. “Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat integrasi sistem, keamanan, dan efisiensi layanan SPBE di Lampung Selatan,” tambahnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Keuangan, Achmad Herry, menegaskan bahwa birokrasi tidak lagi boleh berjalan lambat, manual, atau terkotak-kotak. Ia menekankan pentingnya SPBE sebagai blueprint penyatuan sistem pemerintahan daerah. “SPBE bukan sekadar memasukkan data ke komputer. Ini tentang memberikan layanan terpadu dan kemampuan pemerintah mengambil keputusan secara real time,” tegasnya.

Achmad Herry juga menyampaikan tiga fokus utama Pemkab Lampung Selatan ke depan, yakni integrasi total sistem data, efisiensi anggaran terutama menghindari pembelian aplikasi yang berulang, serta peningkatan indeks SPBE.

Pada 2024, indeks SPBE Lampung Selatan berada di angka 3,08 dengan predikat baik dan menempati posisi ke-7 dari 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. “Capaian ini patut diapresiasi, tetapi harus menjadi pemacu untuk mencapai hasil lebih baik. Target kita bukan hanya tetap baik, tapi menjadi yang terbaik di Provinsi Lampung,” tambahnya.

Melalui FGD ini, Pemkab Lampung Selatan berharap percepatan transformasi digital dapat semakin optimal dan terarah guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan terintegrasi. (ptm/*/red)

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama Kunjungi Jalan Rambat Beton Penghubung Desa Kunjir dan desa cugung

0

RAJABASA, (Ltc):

Pembangunan jalan beton yang menjadi jalur utama pelajar di Kecamatan Rajabasa mendapat perhatian khusus dari Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama.

Bupati Egi meninjau langsung progres pengerjaan ruas jalan di Desa Kunjir, pada Kamis (27/11/2025), untuk memastikan kualitas konstruksi benar-benar sesuai standar.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Egi didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), jajaran Dinas PUPR, Camat Rajabasa, serta Kepala Desa Kunjir.

Ruas jalan ini menghubungkan Desa Cugung dan Desa Kunjir, yang setiap hari dilalui masyarakat, termasuk ratusan pelajar. Karena menjadi jalur vital mobilitas pendidikan dan ekonomi, Bupati Egi menegaskan pentingnya kualitas pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh warga. “Alhamdulillah secara umum jalannya bagus. Kita cek progres pembangunannya, ada beberapa yang tetap harus kita evaluasi,” ujar Egi saat meninjau kondisi beton.

Adapun pembangunan jalan tersebut memiliki panjang sekitar 350 meter, lebar 3,5 meter, dan ketebalan konstruksi mencapai 0,5 meter. Bupati Egi meminta seluruh spesifikasi teknis dipatuhi guna menjamin ketahanan jangka panjang.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya soal hasil fisik, tetapi bagaimana fasilitas tersebut benar-benar meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat. “Jalan ini jadi akses utama anak sekolah. Harus kuat, aman, dan layak digunakan,” tegasnya.

Dinas PUPR diminta melakukan evaluasi lanjutan untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan memenuhi standar mutu yang ditetapkan. Bupati menekankan bahwa setiap proyek harus akuntabel dan memberikan hasil nyata bagi masyarakat. (Gil/*/red)

Polsek Natar Ungkap Kasus Curat, Tangkap Penjaga Gudang di Hajimena

0

NATAR, (Ltc):

Tekab 308 Presisi Polsek Natar berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di sebuah gudang terpal di Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Seorang penjaga gudang bernama D (50) ditangkap setelah diduga mencuri terpal milik majikannya pada Rabu (26/11/2025) malam.

Kapolsek Natar AKP Budi Howo membenarkan penangkapan tersebut. “Betul, pelaku atas nama D (50), warga Hajimena, kami amankan setelah mengakui perbuatannya. Ia memanfaatkan posisinya sebagai penjaga gudang untuk melakukan pencurian,” ujarnya.

Penangkapan dilakukan pada Jumat (28/11/2025) sekitar pukul 17.00 WIB. Tim Unit Reskrim Polsek Natar yang dipimpin IPTU Ade Candra bersama Panit Reskrim IPDA Adek Suci Pebrianto, mendatangi lokasi keberadaan pelaku di Desa Hajimena. Pelaku ditangkap tanpa perlawanan, kemudian langsung dibawa ke Mapolsek Natar untuk pemeriksaan lanjutan.

Kasus pencurian terjadi pada Rabu (26/11/2025) pukul 22.00 WIB di gudang terpal milik HW, warga Teluk Betung Selatan. Berdasarkan laporan korban, pelaku Dayat bersama seorang rekannya bernama Unang masuk ke gudang dengan cara membuka gembok menggunakan kawat, lalu mengambil satu gulung terpal merk Canvas nomor 2334 berwarna biru dengan ukuran lebar 103 cm dan panjang 106 meter. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp7.755.000. “Pelaku mengetahui kondisi gudang karena bekerja sebagai penjaga. Modusnya membuka gembok dengan kawat saat situasi sepi,” kata AKP Budi.

Polisi menyita sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus ini, antara lain: Uang Rp2.000.000 hasil penjualan terpal, Satu lembar nota pembelian No. 0375, tanggal 11 September 2025, senilai Rp39.868.400

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.(Rilis Polres Ls/*/red)

HUT PGRI & HGN 2025 tingkat Kabupaten Lampung Selatan Berlangsung Hikmat

0

KALIANDA, (Ltc):

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Kabupaten Lampung Selatan berlangsung khidmat dan penuh makna di Lapangan Korpri Kalianda, kompleks perkantoran Pemkab Lampung Selatan, pada Selasa (25/11/2025).

Ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan berdiri berbaris rapi, sementara anak-anak sekolah dasar dengan pakaian adat nusantara berjalan kecil-kecil, seolah membawa semangat budaya yang menyala di antara kerumunan.

Dengan tema “Guru Bermutu Indonesia Maju, Guru Hebat Indonesia Kuat, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas”, upacara tahun ini menghadirkan nuansa reflektif sekaligus optimistis. Bukan sekadar merayakan ulang tahun sebuah organisasi profesi, tetapi juga mengenang perjalanan delapan dekade PGRI sebagai pilar pendidikan nasional.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, tampil sebagai pembina upacara, sementara seluruh rangkaian acaranya dijalankan oleh para guru.

Mulai dari perwira upacara, pemimpin upacara, hingga pemandu acara. Ketua PGRI Lampung Selatan, Edi Merizon, memimpin sebagai Perwira Upacara, didampingi Sekretaris PGRI, Syahri, yang bertindak sebagai Pemimpin Upacara. Salah satu momen yang menarik perhatian adalah kehadiran tiga alumni Paskibraka yang kini telah menjadi guru, dipercaya sebagai pengibar bendera: Ade Surya (SDN 3 Way Urang), Eni Anisa (SDN 1 Way Urang), dan Teguh Saputra (SDN 2 Kalianda).

Kehadiran mereka menghadirkan simbol estafet pengabdian dari masa sebagai pelajar hingga kini berdiri sebagai pendidik.

Di sudut lapangan, Paduan Suara Guru SMPN 1 Kalianda menampilkan Mars PGRI, Hymne Guru, dan lagu “Terima Kasih Guruku”. Beberapa peserta tampak menahan haru ketika lagu-lagu tersebut dinyanyikan dengan penuh penghayatan.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama PGRI juga menyerahkan piagam penghargaan kepada para guru dan kepala sekolah berprestasi pada Festival KREASI Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Lampung 2025. Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa profesi guru terus berkembang dan dituntut adaptif terhadap perubahan.

Mewakili Bupati Lampung Selatan, Sekda Supriyanto menyampaikan bahwa peringatan ini bukan sekadar formalitas tahunan. Ia menekankan bahwa upacara ini adalah upaya merawat ingatan sejarah dan memperteguh komitmen bersama memajukan pendidikan. “Delapan puluh tahun adalah perjalanan panjang pengabdian para guru. Guru adalah penjaga masa depan, fondasi peradaban, dan benteng moral bangsa,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan dasar historis peringatan Hari Guru Nasional, yakni Keppres Nomor 78 Tahun 1994, yang menetapkan 25 November sebagai HGN sekaligus hari lahir PGRI.

Di tengah tantangan literasi digital dan kompetensi abad ke-21, lanjutnya, guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat. Pemerintah pun menjamin penguatan ekosistem pelatihan, peningkatan kesejahteraan, serta perlindungan hukum bagi para pendidik. “Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berkomitmen menjadi mitra PGRI dalam memastikan guru kita kuat, terlindungi, dan terus bertumbuh,” tegasnya.

Upacara ditutup dengan suasana hangat antarguru, penuh senyum, pelukan, dan perbincangan ringan. Tanpa panggung megah, kesederhanaan justru menegaskan besarnya arti peran para pendidik yang sehari-hari membentuk masa depan bangsa dari ruang-ruang kelas. (Kmf/*/red)

Kabupaten Lampung Selatan resmi menjadi tuan rumah Gala Dinner pembukaan AIYEP 2025

0

KALIANDA, (Ltc):

Cahaya lampu di bibir Pantai Grand Elty Krakatoa menghangatkan pertemuan para tamu pada Selasa malam (25/11/2025), saat Kabupaten Lampung Selatan resmi menjadi tuan rumah Gala Dinner pembukaan Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) 2025.

Acara ini menandai dimulainya rangkaian pertukaran budaya dan kolaborasi pemuda yang melibatkan 42 peserta dari Indonesia dan Australia.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama hadir bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, jajaran Forkopimda, kepala instansi vertikal, pejabat daerah, camat, para orang tua asuh, serta tamu undangan.

Dalam suasana akrab itu, diperkenalkan pula 21 delegasi Australia dan 21 delegasi Indonesia yang akan menjalani program selama beberapa minggu ke depan.

Staf Ahli Bidang Regulasi Kepemudaan dan Keolahragaan Kemenpora RI, Samsudin, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan atas kesediaannya menjadi tuan rumah.

Ia menilai pemilihan Kalianda bukan kebetulan, melainkan konsekuensi dari potensi pariwisata yang kuat, lanskap maritim yang khas, serta kedekatan dengan Pelabuhan Bakauheni sebagai gerbang selatan Sumatra. Menurutnya, seluruh unsur tersebut diyakini mampu menghadirkan pengalaman lokal yang otentik bagi peserta.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan para orang tua asuh, karena interaksi budaya yang paling bermakna justru lahir dari keseharian dalam lingkungan keluarga.

Samsudin mengingatkan agar peserta tidak diarahkan ke pusat perbelanjaan, melainkan diperkenalkan pada kuliner pesisir dan budaya masyarakat setempat.

“Menu seperti lumay, hasil laut dan hidangan lokal lainnya akan menjadi pengalaman yang meninggalkan kesan mendalam bagi para delegasi,” kata Samsudin.

Dalam sambutannya, Bupati Egi menekankan bahwa Gala Dinner ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum yang menyatukan masa depan dua bangsa melalui peran pemuda. Ia menyebut peserta AIYEP sebagai “wajah baru hubungan Indonesia-Australia”.

Bupati Egi menegaskan bahwa AIYEP bukan hanya pertukaran pemuda, melainkan pertukaran ide, karakter, dan cara pandang. Di tengah dinamika global yang dipengaruhi kecerdasan buatan, ekonomi hijau, dan diplomasi modern, ia menilai pemuda harus memiliki keluwesan budaya serta kemampuan berkolaborasi lintas negara.

Lampung Selatan, katanya, tidak hanya menyediakan tempat magang dan keluarga asuh, tetapi juga ruang pembelajaran sosial yang akan membentuk perspektif masa depan para peserta. Dengan nada ringan, ia memperkenalkan salam khas daerah, “Tabik Pun”, sembari menyampaikan bahwa salam tersebut bukan hanya sapaan, melainkan sebuah rasa yang mencerminkan kehangatan masyarakat Lampung Selatan.

“Selama di Lampung Selatan, jangan hanya belajar, tapi juga harus jatuh cinta, cinta pada budaya, pariwisata, dan kuliner khas Lampung Selatan,” ujarnya sebelum secara resmi membuka acara dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim.

Acara ditutup dengan prosesi penyerahan cendera mata dari para delegasi kepada Bupati Lampung Selatan, simbol komitmen persahabatan yang diharapkan bertahan melampaui batas formalitas program.

Malam itu, Grand Elty Krakatoa bukan sekadar venue, tetapi menjadi rumah kedua yang menyambut para peserta dengan kehangatan budaya Lampung Selatan. (Gil-Kmf/*/red)

Pemkab Lampung Selatan terus memperkuat ekosistem literasi keuangan di kalangan ASN

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus memperkuat ekosistem literasi keuangan di kalangan aparatur sipil negara (ASN).

Upaya itu ditandai dengan dibukanya kegiatan Sosialisasi Product Matching, Literasi Keuangan Pasar Modal, serta fasilitasi Pembukaan Rekening Saham bagi ASN di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, pada Senin (24/11/2025).

Kegiatan yang digelar oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Lampung Selatan tersebut merupakan kolaborasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung dan Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung.

Program ini bertujuan mempercepat peningkatan pemahaman aparatur terhadap produk keuangan formal, khususnya sektor pasar modal.

Deputi Direktur PEPK & LMS, OJK Provinsi Lampung, Ety Elyati, menegaskan pentingnya ASN memiliki kecakapan finansial yang memadai. Menurutnya, aparatur merupakan kelompok strategis yang berperan besar dalam menggerakkan pembangunan daerah.

“ASN dengan literasi keuangan yang baik mampu merencanakan masa depan secara bijak dan menjadi teladan bagi masyarakat dalam menggunakan produk keuangan yang aman dan legal,” ujarnya.

Ety juga mengingatkan bahwa meski tingkat inklusi keuangan nasional semakin meningkat, pemahaman terhadap risiko dan karakter produk keuangan masih belum seimbang. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap maraknya layanan fintech ilegal.

“Investasi harus dilakukan pada lembaga berizin dan diawasi OJK. Pastikan selalu mengecek legalitas setiap layanan keuangan,” tegasnya. Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, yang mewakili Bupati membuka kegiatan tersebut, menyebut literasi finansial sebagai elemen penting dalam pembangunan kualitas sumber daya aparatur.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi Pemkab, OJK, dan BEI. Kita tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga infrastruktur finansial bagi ASN,” kata Supriyanto.

Ia mendorong ASN untuk mulai memandang pengelolaan keuangan sebagai bagian dari tanggung jawab pribadi dan profesional.

“ASN harus memiliki lambung yang kuat. Gaji bukan hanya untuk dibelanjakan, tetapi dikembangkan melalui instrumen yang aman, legal, dan terukur. Melalui pasar modal, ASN bisa naik kelas, dari sekadar konsumen menjadi pemilik modal,” tegasnya.

Supriyanto berharap kegiatan ini menjadi titik balik bagi ASN Lampung Selatan untuk berpikir lebih progresif dalam mengalokasikan pendapatan pada instrumen investasi jangka panjang, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap investasi bodong.

Dalam kegiatan tersebut, ASN juga difasilitasi melakukan pembukaan Rekening Saham (SID) sebagai langkah awal memasuki pasar modal. Pihak BEI memberikan pendampingan teknis langsung agar prosesnya mudah, cepat, dan aman.

Program ini sekaligus memperkuat komitmen Pemkab Lampung Selatan dalam meningkatkan kesejahteraan aparatur melalui penguatan kapasitas literasi keuangan dan kemandirian finansial. (Nsy-Kmf/*/red)

Bupati egi resmikan Basecamp Gym di Sidomulyo

0

SIDOMULYO, (Ltc):

Upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan kebugaran masyarakat di Lampung Selatan kembali diperkuat dengan diresmikannya Basecamp Gym cabang kedua di Kecamatan Sidomulyo, pada Kamis (20/11/2025). Fasilitas ini menjadi perluasan dari cabang pertama yang telah lebih dahulu beroperasi di Kalianda.

Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar. Prosesi pemotongan tumpeng menjadi tanda resmi beroperasinya pusat kebugaran tersebut yang diharapkan dapat menjadi ruang olahraga yang mudah diakses, terjangkau, dan berkelanjutan bagi warga Sidomulyo.

Acara tersebut juga dihadiri sejumlah anggota DPRD Lampung Selatan, Ketua BPH Yayasan Battuta Bangun Negeri UIM, Kadis Kepemudaan dan Olahraga, Kadis Kominfo, Kadis Sosial, Camat Sidomulyo, Ketua Karang Taruna, KONI, serta Kepala Cabang BNI Tanjung Karang. Bupati Radityo Egi Pratama dalam keterangannya mengapresiasi inisiatif masyarakat yang berperan aktif dalam mendorong kemajuan daerah, termasuk pengembangan sarana kebugaran berbasis komunitas.

“Yang pertama, kita support masyarakat Lampung Selatan yang punya inisiatif. Apalagi Mas Paris ini punya semangat. Intinya, kami mendukung jika ada masyarakat Lampung Selatan yang berinisiatif untuk kemajuan kita bersama,” ujarnya.

Owner Basecamp Gym, Parissan Gultom, menyampaikan rasa syukur dan menyebut peresmian tersebut sebagai momentum bersejarah bagi pengembangan pusat kebugaran berbasis komunitas di daerah.

“Puji syukur kehadirat Allah SWT, hari ini menjadi hari yang penuh makna dan sejarah bagi kami. Kehormatan yang luar biasa ketika Basecamp Gym Sidomulyo diresmikan langsung oleh Bapak Bupati dan Wakil Bupati,” ucapnya. Ia menegaskan bahwa Basecamp Gym tidak sekadar tempat latihan, tetapi wadah untuk membangun kedisiplinan, semangat, serta perubahan positif di tengah masyarakat.

“Kami berkomitmen penuh menjadi mitra pemerintah daerah dalam menciptakan masyarakat Sidomulyo yang sehat, kuat, dan produktif. Semoga kehadiran kami dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” tambahnya.

Peresmian ini menandai komitmen bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun budaya hidup sehat di Lampung Selatan, sekaligus mendorong Sidomulyo tumbuh sebagai kawasan yang aktif, bugar, dan berdaya saing. (Gil/*/red)

Kominfo gelar Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Statistik Sektoral dan Interoperabilitas Data Statistik Sektoral

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Statistik Sektoral dan Interoperabilitas Data Statistik Sektoral, Selasa (18/11/2025), di Negeri Baru Resort, Kalianda.

Kegiatan dibuka oleh Staf Ahli Bupati Lampung Selatan Bidang Keuangan, Achmad Herry, SE, MM, serta dihadiri Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Lampung Selatan, Anasrullah, S.Sos, MM. Sosialisasi ini diikuti 30 peserta dari berbagai perangkat daerah.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Achmad Herry, pemerintah daerah disebut tengah menghadapi tantangan besar terkait ketimpangan kualitas data antarsatuan kerja, mulai dari perbedaan definisi, format, hingga metode pengumpulan. Kondisi tersebut disebut menghambat penyusunan kebijakan yang presisi.

“Oleh karena itu, kegiatan hari ini bukan sekadar sosialisasi. Ini adalah upaya membangun budaya data yang disiplin, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya seluruh perangkat daerah bekerja berbasis data yang valid, reliabel, dan sinkron, bukan asumsi.

Achmad Herry menyampaikan bahwa penguatan kelembagaan statistik dan interoperabilitas data menjadi bagian dari pembangunan sistem informasi pemerintahan yang lebih modern, cepat, dan terhubung.

“Inilah fondasi Lampung Selatan yang lebih modern dan lebih siap menghadapi tantangan zaman,” katanya. Sementara itu, Kepala Bidang Statistik dan Data Elektronik Dinas Kominfo Lampung Selatan, Yofi Oktarini, SE, MM, menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut digelar untuk memastikan seluruh pihak mampu bekerja dalam ekosistem data yang terintegrasi dan terkoordinasi.

“Maksud kegiatan ini adalah penyampaian informasi, edukasi, dan penanaman kesadaran agar perangkat daerah dapat bertukar informasi serta menggunakan data secara bermakna dan aman,” jelasnya.

Sosialisasi menghadirkan dua narasumber, yakni Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik Kabupaten Lampung Selatan, Rudy Ramadhani Syoer, S.ST, M.Si, serta Tenaga Ahli Dinas Kominfo Kabupaten Lampung Selatan, Ayu Aprianti, S.Mat, M.Mat.

Achmad Herry menutup dengan ajakan agar perangkat daerah memperkuat kolaborasi antara BPS, Diskominfo sebagai walidata, serta seluruh OPD sebagai produsen data. “Jadikan kegiatan ini momentum memperkuat disiplin data daerah,” katanya. (dul/*/red)