Senin, Juli 27, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 20

Safari Ramadan ke Kalianda, Jamintel Kejagung Dorong Transparansi Dana Desa Lewat Program Jaga Desa

0

KALIANDA, (Ltc):

Kunjungan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani, ke Kabupaten Lampung Selatan dalam rangka Safari Ramadan menjadi momentum penguatan tata kelola pemerintahan desa, khususnya dalam pengawasan penggunaan dana desa agar lebih transparan dan akuntabel.

Kegiatan yang digelar di Pendopo Agung Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan, pada Jumat (13/3/2026), itu sekaligus menjadi ajang sosialisasi dan optimalisasi program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa), sebuah inisiatif pendampingan dari kejaksaan untuk membantu desa mengelola keuangan secara tertib dan sesuai aturan.

Acara tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) Aditya Yusma Perdana, Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Danang Suryo Wibowo, Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Selatan beserta jajaran.

Turut hadir juga unsur Forkopimda, anggota DPRD, kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, hingga ketua dan bendahara BPD se-Kabupaten Lampung Selatan.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyampaikan apresiasi atas kunjungan Jamintel Kejaksaan Agung beserta rombongan. Menurutnya, kehadiran tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan tata kelola pemerintahan desa, khususnya dalam pengelolaan dana desa yang transparan dan akuntabel.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Jaksa Agung Muda Intelijen beserta jajaran. Kehadiran ini menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan tata kelola pemerintahan desa,” ujar Egi dalam sambutannya.

Ia menambahkan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memiliki peran strategis dalam pembangunan desa, terutama dalam mengawasi jalannya kebijakan serta penggunaan dana desa melalui mekanisme musyawarah desa.

Menurut Egi, pengelolaan dana desa yang baik tidak hanya berdampak pada tertibnya administrasi pemerintahan desa, tetapi juga mampu mendorong pengembangan potensi daerah, mulai dari sektor pertanian, perikanan hingga pariwisata yang dimiliki Lampung Selatan.

“Kami menyatakan Pemkab Lampung Selatan siap bersinergi dengan Kejaksaan Agung melalui program Jaga Desa. Dengan pendampingan dari jajaran kejaksaan, diharapkan administrasi desa semakin tertib, pembangunan lebih terarah, serta kesejahteraan masyarakat dapat meningkat,” kata Egi.

Sementara itu, Reda Manthovani menjelaskan bahwa program Jaga Desa bertujuan membantu memonitor tata kelola keuangan desa agar berjalan secara transparan serta sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, melalui aplikasi Jaga Desa, kejaksaan dapat memantau pertanggungjawaban keuangan desa yang terintegrasi dengan sistem keuangan desa.

“Dengan adanya aplikasi Jaga Desa ini, kami dapat memonitor pertanggungjawaban keuangan desa sehingga tata kelola keuangan desa dapat berjalan dengan baik. Jika pengelolaan keuangan desa berjalan baik, maka pembangunan desa juga akan berjalan dengan lancar,” jelasnya.

Reda juga menegaskan, pendampingan yang dilakukan kejaksaan melalui program tersebut bukan untuk melakukan kriminalisasi terhadap kepala desa maupun perangkat desa. “Kami hadir bukan untuk melakukan kriminalisasi, tetapi untuk membantu menjaga tata kelola desa agar berjalan sesuai aturan,” tegasnya.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan kejaksaan semakin kuat dalam mendukung pembangunan desa sekaligus mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (Kmf/*/red)

Pemkab Lampung Selatan Dorong Percepatan Serapan Anggaran 2026, Perangkat Daerah Wajib Disiplin Lapor di SI ABANG

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mendorong percepatan penyerapan anggaran Tahun Anggaran 2026 dengan memperkuat sistem pelaporan kinerja perangkat daerah melalui aplikasi Sistem Informasi Administrasi Pembangunan (SI ABANG).

Upaya tersebut dibahas dalam rapat akselerasi penyerapan anggaran yang digelar di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, pada Kamis (12/3/2026). Rapat diikuti perwakilan seluruh perangkat daerah guna memastikan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan berjalan sesuai rencana.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Lampung Selatan, Tri Umaryani, mengatakan pelaporan kegiatan perangkat daerah saat ini telah terintegrasi melalui aplikasi SI ABANG sebagai sarana memantau progres pembangunan daerah secara berkala.

Menurutnya, pelaporan kegiatan Tahun Anggaran 2026 sebenarnya sudah mulai berjalan sehingga setiap perangkat daerah diminta secara rutin menginput realisasi kegiatan melalui sistem tersebut.

“Kami mengharapkan dukungan dan komitmen dari seluruh perangkat daerah. Setiap bulan, maksimal tanggal 10, wajib menginput laporan realisasi kegiatan di aplikasi SI ABANG,” ujar Tri.

Namun demikian, Tri menegaskan bahwa pengisian laporan tidak hanya sebatas memasukkan data realisasi kegiatan. Perangkat daerah juga diminta melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program, apakah telah berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.

Ia menambahkan, perencanaan program pembangunan daerah harus selaras dengan visi dan misi Bupati Lampung Selatan serta prioritas pembangunan daerah. Dengan perencanaan yang tepat, diharapkan realisasi program pembangunan dapat berjalan lebih optimal. Dalam sistem tersebut, progres kinerja perangkat daerah akan dipantau setiap bulan. Sementara itu, evaluasi kinerja penyerapan anggaran akan dilakukan setiap triwulan melalui rapat bersama Bupati Lampung Selatan.

Untuk mempermudah pemantauan, aplikasi SI ABANG juga dilengkapi indikator warna sebagai penanda capaian kinerja. Warna merah menunjukkan realisasi jauh dari rencana, kuning menandakan mulai terjadi deviasi, sedangkan hijau berarti realisasi telah sesuai dengan target yang ditetapkan.

Selain itu, Tri juga mengungkapkan bahwa pada Musrenbang Kabupaten 2026 terdapat sejumlah perangkat daerah yang dinilai memiliki kualitas perencanaan terbaik. Inspektorat menempati peringkat pertama, disusul Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di posisi kedua, serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) di peringkat ketiga.

Pada akhir tahun anggaran nanti, lanjut Tri, pemerintah daerah juga akan melakukan penilaian menyeluruh terhadap kinerja perangkat daerah yang dituangkan dalam bentuk “rapor kinerja”.

Penilaian tersebut diharapkan menjadi perhatian bagi seluruh perangkat daerah agar pelaksanaan program dan penyerapan anggaran dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

“Kami berharap setiap perangkat daerah memiliki komitmen terhadap pengisian laporan ini. Selain itu, pergantian operator sebaiknya tidak terlalu sering agar pelaporan dapat berjalan konsisten dan akurat,” kata Tri. (ptm/*/red)

Pemkab Lampung Selatan Apresiasi Kegiatan Sosial PWI Lampung saat Buka Puasa Bersama

0

BANDAR LAMPUNG, (Ltc):

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak-anak panti asuhan di Kantor PWI Lampung, Balai Wartawan H. Sofian Akhmad, Bandar Lampung, pada Kamis (12/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, Forkopimda, akademisi, serta insan pers. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan turut hadir melalui Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, selaku mewakili Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama.

Hendry Kurniawan menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang digelar PWI Lampung karena dinilai tidak hanya mempererat silaturahmi insan pers, tetapi juga menghadirkan kepedulian sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. “Kami mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan PWI Lampung. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga sarat nilai kemanusiaan karena memberikan santunan kepada anak yatim dan bantuan kepada pihak-pihak yang membutuhkan,” kata Hendry.

Menurut Hendry, kegiatan sosial seperti ini menunjukkan bahwa organisasi pers tidak hanya berperan dalam menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Kami berharap kegiatan positif seperti ini terus dilaksanakan dan dapat menginspirasi berbagai pihak untuk memperkuat kepedulian sosial, terutama di momentum Ramadan yang penuh berkah,” katanya.

Dalam acara tersebut, PWI Lampung juga memberikan tali asih kepada anak-anak yatim dari Panti Asuhan Almahmuda Kemiling. Selain itu, bantuan turut disalurkan kepada anak dan istri anggota PWI yang telah meninggal dunia serta kepada anggota PWI Lampung yang terdampak bencana banjir beberapa waktu lalu.

Kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat tanah Kantor PWI Lampung oleh perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bandar Lampung kepada PWI Lampung.

Ketua PWI Provinsi Lampung, Wirahadikusumah, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada BPN yang telah memproses sertifikat tanah kantor PWI Lampung hingga selesai dalam waktu sekitar enam bulan.

Ia menjelaskan, bahwa gedung PWI Lampung merupakan hibah dari mantan Ketua PWI Lampung, almarhumah Hi. Sofian Akhmad, yang diwakili oleh enam putra-putrinya. Hibah tersebut kemudian diproses hingga menjadi sertifikat resmi atas nama PWI Lampung. “Kami berharap apa yang telah diberikan oleh ayahanda Sofian Akhmad membawa keberkahan bagi beliau. Kami yakin hibah bangunan ini, jika dimanfaatkan untuk kepentingan umat, akan menjadi amal jariyah bagi beliau,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wirahadikusumah juga menyampaikan bahwa Provinsi Lampung resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) 2027 dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027.

Menurutnya, penetapan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah di Lampung. “Kami memohon dukungan dari semua pihak agar ketika Lampung menjadi tuan rumah Porwanas dan HPN 2027, kegiatan tersebut dapat terselenggara dengan sukses,” katanya.

Sementara itu, sambutan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang dibacakan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Lampung, M. Firsada, menyampaikan apresiasi kepada PWI Lampung yang selama ini konsisten menjaga profesionalisme dan kualitas jurnalisme di daerah.

Menurutnya, PWI menjadi wadah penting bagi wartawan untuk terus meningkatkan kompetensi serta menjaga marwah profesi jurnalistik di tengah derasnya arus informasi di era digital.

Acara tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Lampung, unsur Forkopimda Provinsi Lampung, perwakilan Pemerintah Kota Bandar Lampung, rektor perguruan tinggi, perwakilan BUMN, serta berbagai instansi lainnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama, makan malam, serta ramah tamah antar undangan.(Ido/*/red)

Operasi Ketupat Krakatau 2026 Dimulai, Kapolres Lamsel Tekankan Sinergi dan Pelayanan Prima

0

KETAPANG, (Ltc):

Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri, S.H., S.I.K., M.H. menekankan pentingnya pelayanan maksimal kepada masyarakat serta sinergi tanpa ego sektoral dalam pelaksanaan pengamanan arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Lampung Selatan saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2026 yang digelar di Dermaga Pelabuhan PT SMA, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, pada Kamis (12/3/2026).

Kapolres menegaskan bahwa seluruh personel pengamanan harus benar-benar menjalankan tugas secara maksimal demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan melaksanakan mudik Lebaran. “Personel pengamanan agar benar-benar melaksanakan tugas secara maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tidak ada ego sektoral, karena kita semua bekerja bersama untuk satu tujuan yaitu melayani masyarakat,” tegas AKBP Toni Kasmiri.

Menurutnya, keberhasilan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran tidak hanya menjadi tanggung jawab Polri semata, tetapi merupakan kerja bersama seluruh instansi terkait yang harus dilaksanakan secara terpadu dan penuh tanggung jawab. “Kegiatan Operasi Ketupat ini adalah bentuk komitmen kita bersama dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Sinergi seluruh stakeholder menjadi kunci agar pengamanan Idul Fitri dapat berjalan dengan baik, tertib dan lancar,” lanjutnya.

Apel gelar pasukan tersebut merupakan bagian dari persiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk melakukan pengecekan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres Lampung Selatan juga membacakan amanat Kapolri yang menegaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026 dengan melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri dan berbagai instansi terkait.
Untuk mendukung pengamanan di wilayah Lampung Selatan, sebanyak 100 personel BKO dari Polda Lampung turut diperbantukan serta didirikan 14 pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di sejumlah titik strategis.

Pengamanan juga difokuskan pada berbagai objek vital seperti masjid, lokasi salat Idul Fitri, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, bandara hingga objek wisata yang diprediksi mengalami peningkatan kunjungan selama masa libur Lebaran.

Melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026 ini, diharapkan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas selama masa mudik hingga arus balik Lebaran di wilayah Kabupaten Lampung Selatan dapat berjalan dengan aman, tertib dan kondusif.

Pada apel gelar pasukan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, S.T., M.Pd., Pasi Ops Kodim 0421/LS Lettu Inf. Edi Alfian, Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Selatan Afni Carolina, S.H., M.H., Kasat Pol PP Kabupaten Lampung Selatan Maturidi Ismail, S.H., Plt. Kepala Dinas Perhubungan Harrizon, S.E., M.M., Kepala Dinas PUPR Dr. Hasbie Aska, S.T., Kepala Dinas Kesehatan Devi Arminanto, S.K.M., M.M., Kepala Dinas Damkar M. Sefri Masdian, S.Sos., serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kurnia Oktaviani, S.Sos., M.M.

Adapun peserta apel terdiri dari personel Polres Lampung Selatan, Kodim 0421/LS, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, BPBD, Basarnas, Damkar serta dari Kantor Kesehatan Pelabuhan yang tergabung dalam pasukan pengamanan Operasi Ketupat Krakatau 2026.(Hms Polres/*/red)

Hindari Gratifikasi, Bupati Lampung Selatan Larang Pejabat Daerah Terima ‘Hampers Lebaran’

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menegaskan komitmennya dalam mencegah praktik gratifikasi menjelang Hari Raya Idulfitri.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bahkan memastikan dirinya bersama jajaran pemerintah daerah tidak menerima hampers atau bentuk gratifikasi lainnya yang biasanya marak saat momentum hari raya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, menjelaskan bahwa imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Lampung Selatan Nomor 20 Tahun 2026 tanggal 2 Maret 2026 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi Terkait Hari Raya di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

“Artinya Pak Bupati dan Wakil Bupati beserta jajaran tidak menerima gratifikasi atau hampers yang biasanya marak menjelang Hari Raya Idulfitri,” kata Hendry dalam keterangannya, Kamis (12/3/2026).

Dalam surat edaran tersebut, Bupati Egi mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan penyelenggara negara di lingkungan Pemkab Lampung Selatan untuk menolak serta melaporkan setiap bentuk penerimaan gratifikasi pada kesempatan pertama.

Ia menegaskan, ASN harus menjadi teladan dengan tidak memberi maupun menerima gratifikasi yang berkaitan dengan jabatan dan bertentangan dengan tugasnya, termasuk dalam momentum perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.

Selain itu, Bupati Lampung Selatan juga menekankan bahwa permintaan dana atau hibah seperti Tunjangan Hari Raya (THR) atau sebutan lain, baik secara pribadi maupun mengatasnamakan institusi kepada masyarakat, perusahaan, atau sesama pegawai negeri, merupakan perbuatan yang dilarang.

Praktik tersebut dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, melanggar aturan serta kode etik, dan berisiko mengarah pada tindak pidana korupsi.

Dalam surat edaran itu pula, ASN diminta tidak menggunakan fasilitas dinas untuk kepentingan pribadi. Fasilitas dinas hanya boleh dimanfaatkan untuk kegiatan yang berkaitan langsung dengan tugas kedinasan.

Bupati Lampung Selatan juga meminta para kepala perangkat daerah, kepala bagian, direktur RSUD dan BUMD, kepala UPTD puskesmas, kepala satuan pendidikan, hingga lurah dan kepala desa untuk menyampaikan imbauan secara internal kepada seluruh pegawai agar menolak gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga mengingatkan pihak swasta, asosiasi, perusahaan, maupun masyarakat untuk tidak memberikan hadiah atau bentuk gratifikasi kepada pegawai negeri maupun penyelenggara negara.

Langkah ini diharapkan menjadi upaya pencegahan agar tidak terjadi praktik suap, uang pelicin, atau bentuk gratifikasi lain yang berpotensi melanggar hukum. (Mhr/*/red)

Bupati Egi Kukuhkan Pimpinan BASNAZ Kabupaten Lampung Selatan periode 2022-2027

0

KALIANDA, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, secara resmi melantik jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lampung Selatan periode 2022-2027 di Masjid Agung Kalianda, pada Kamis malam (12/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Egi menekankan pentingnya integritas dalam mengelola amanah umat melalui zakat, infak, dan sedekah.

Pada pelantikan itu, posisi Ketua Baznas Kabupaten Lampung Selatan yang sebelumnya dijabat Mukhlisin resmi diserahterimakan kepada Nur Mahfud.

Pergantian kepemimpinan tersebut diharapkan mampu menghadirkan energi baru dalam pengelolaan zakat di Kabupaten Lampung Selatan.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah awal perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan umat dan memakmurkan rumah ibadah kita,” ujar Bupati Egi dalam sambutannya.

Ia menyampaikan keyakinannya bahwa jajaran pengurus Baznas yang baru dilantik mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.

Menurut Egi, keberadaan Baznas memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah daerah memperkuat kesejahteraan sosial masyarakat melalui pengelolaan dana zakat yang transparan dan tepat sasaran. Acara pelantikan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, para pejabat utama pemerintah daerah, kepala perangkat daerah, para camat se-Kabupaten Lampung Selatan, serta pimpinan BUMD dan RSUD.

Setelah prosesi pelantikan pimpinan Baznas, kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus Takmir Masjid Agung Lampung Selatan masa bakti 2026-2027.

Pengukuhan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola masjid yang profesional serta mendukung visi pembangunan daerah yang religius dan bermartabat.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan berita acara pelantikan yang disaksikan berbagai tokoh agama dari sejumlah organisasi, di antaranya MUI, NU, Muhammadiyah, LDII, FKUB, FKPP, GP Ansor, hingga Muslimat NU.

Kehadiran para tokoh agama tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap kepengurusan Baznas Lampung Selatan yang baru agar dapat menjalankan tugasnya dengan amanah dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. (Gil-Kmf/*/red)

1.169 Usulan Warga Dibahas dalam Musrenbang RKPD 2027 Lampung Selatan, Tetapkan Pariwisata Berkelanjutan Jadi Prioritas

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mulai mematangkan arah pembangunan daerah tahun 2027 dengan menitikberatkan pada pengembangan pariwisata berbasis potensi desa sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 yang digelar di Aula Rimau Kantor Bappeda Lampung Selatan, pada Rabu (11/3/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Percepatan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Potensi Desa untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat” itu dihadiri langsung oleh Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, didampingi Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, serta Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela.

Turut hadir jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto beserta kepala perangkat daerah, instansi vertikal, hingga berbagai elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Radityo Egi Pratama memaparkan capaian pembangunan Kabupaten Lampung Selatan sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan tren positif.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Lampung Selatan tercatat mencapai 5,71 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung yang berada di angka 5,28 persen serta nasional 5,11 persen.

“PDRB kita juga meningkat dari Rp60,32 triliun menjadi Rp65,66 triliun. Angka kemiskinan dan stunting berhasil kita tekan secara signifikan. Ini menjadi fondasi penting untuk melangkah menuju pembangunan tahun 2027,” ujar Egi.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus memperkuat pembangunan infrastruktur dan ekonomi kerakyatan. Salah satunya melalui pembangunan jalan sepanjang 270,9 kilometer, serta penguatan ekonomi desa melalui 260 Koperasi Desa Merah Putih yang mulai aktif menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

Ke depan, kata Egi, arah pembangunan Lampung Selatan akan difokuskan pada pariwisata berkelanjutan dengan mengedepankan keseimbangan antara lingkungan, sosial-budaya, dan ekonomi. Salah satu program unggulan yang disiapkan adalah pengembangan Desa HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman, Unggul) sebagai model desa wisata yang ramah lingkungan dan berdaya saing. “Lampung Selatan adalah Beranda Sumatera. Kita memiliki potensi gunung dan pantai yang luar biasa. Melalui Desa HELAU, kita ingin pariwisata menjadi penggerak ekonomi masyarakat tanpa merusak identitas budaya maupun kelestarian alam,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Lampung Selatan Aryan Saruhian menjelaskan, Musrenbang RKPD 2027 merupakan puncak dari rangkaian proses perencanaan pembangunan yang telah berjalan sejak tingkat desa hingga kecamatan.

Dari proses tersebut, berhasil dihimpun 1.169 usulan masyarakat dari 17 kecamatan, serta 412 pokok pikiran DPRD yang telah melalui proses verifikasi secara teknokratis. “Seluruh usulan ini menjadi dasar dalam merumuskan prioritas pembangunan daerah tahun 2027,” kata Aryan Saruhian.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela mengingatkan pentingnya integritas dalam setiap proses perencanaan pembangunan daerah.

Menurutnya, kolaborasi yang kuat harus berjalan seiring dengan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. “Kolaborasi tanpa integritas tidak akan menghasilkan kinerja dan kepercayaan publik yang tinggi. Setiap tahapan perencanaan harus menjunjung prinsip good governance: transparan, akuntabel, dan taat aturan,” tegas Jihan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, pemerintah daerah juga memberikan penghargaan kepada sejumlah instansi dengan kinerja terbaik.

Untuk kategori Perangkat Daerah Terbaik, penghargaan diberikan kepada Inspektorat, Satpol PP, dan Dinas Ketahanan Pangan.

Sedangkan untuk kategori Kecamatan Terbaik, penghargaan diraih oleh Kecamatan Kalianda, Tanjung Bintang, dan Sragi.

Musrenbang ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Musrenbang RKPD 2027 oleh Bupati Lampung Selatan, Wakil Gubernur Lampung, Wakil Bupati Lampung Selatan, Sekda Kabupaten Lampung Selatan, perwakilan Forkopimda dari Polres Lampung Selatan, perwakilan tokoh adat, serta perwakilan Forum Anak.

Penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan pembangunan Kabupaten Lampung Selatan yang lebih maju dan berkelanjutan. (Gil-Kmf/*/red)

Zita Anjani Dorong TK di Lampung Selatan “Naik Kelas”, TK IT Al-Mumtaza Disiapkan Jadi Role Model

0

KALIANDA, (Ltc):

Bunda PAUD Kabupaten Lampung Selatan, Zita Anjani, mendorong taman kanak-kanak di daerah itu untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan lingkungan belajar.

Ia bahkan menjadikan TK IT Al-Mumtaza Kalianda sebagai contoh atau pilot project bagi TK lainnya agar mampu “naik kelas” menjadi sekolah yang lebih kreatif, ramah anak, dan berkualitas.

Hal tersebut disampaikan Zita Anjani saat mengunjungi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) TK IT Al-Mumtaza, di Jalan Lorong Usaha Bersama, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Rabu (11/3/2026).

Kunjungan itu sekaligus menjadi bentuk apresiasi setelah TK IT Al-Mumtaza berhasil meraih predikat Ramah Anak tingkat nasional berdasarkan penilaian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI.

“Saya senang datang ke sini. TK-nya bagus, betul-betul ramah anak. Ini menjadi kebahagiaan kita di Kabupaten Lampung Selatan karena ada TK yang mendapat penghargaan nasional,” kata Zita. Ia menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah dan para guru yang dinilai telah membawa nama baik daerah melalui inovasi dan komitmen dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman serta menyenangkan bagi anak.

Lebih dari itu, Zita berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi TK lainnya di Kabupaten Lampung Selatan.

“Saya ingin TK Al-Mumtaza ini menjadi contoh bagi TK-TK lain agar bisa naik kelas. Yang tadinya biasa-biasa saja, bisa menjadi lebih baik dan lebih kreatif,” ujarnya.

Menurutnya, kualitas pendidikan anak usia dini tidak selalu ditentukan oleh besar kecilnya sekolah. Yang lebih penting adalah bagaimana guru dan pengelola sekolah mampu menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan mendukung tumbuh kembang anak.

“Dunia TK itu seperti kanvas. Mau kita lukis warna-warni sehingga indah untuk anak-anak, atau kita lukis hitam putih yang membosankan, semuanya tergantung kita,” kata Zita. Ia juga menekankan pentingnya peran guru PAUD yang disebutnya sebagai “guru kedua” setelah orang tua.

“Setelah anak dididik oleh orang tua di rumah, yang mendidik mereka selanjutnya adalah guru PAUD dan guru TK. Karena itu saya selalu sangat peduli dengan para guru PAUD,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Zita meminta dinas terkait untuk memperkuat program pembinaan antara PAUD unggulan dengan PAUD lainnya agar kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Lampung Selatan bisa berkembang merata.

Ia juga menyatakan dukungannya terhadap pengembangan TK IT Al-Mumtaza, termasuk rencana pemberian beberapa alat pembelajaran Montessori serta peluang magang bagi guru di Kids Republik.

“Nanti perwakilan dari TK Al-Mumtaza bisa magang di Kids Republik. Kita juga akan support beberapa alat Montessori untuk di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah TK IT Al-Mumtaza, Andriani, menyampaikan rasa syukur atas kunjungan Bunda PAUD Kabupaten Lampung Selatan beserta para tamu undangan.

Ia menjelaskan, keberhasilan sekolahnya meraih predikat Ramah Anak merupakan hasil dari berbagai upaya yang dilakukan secara konsisten dalam menciptakan lingkungan bermain yang aman, nyaman, dan edukatif bagi anak. “Program RBRA merupakan komitmen kami dalam memberikan perlindungan sekaligus pemenuhan hak anak, khususnya dalam memperoleh ruang bermain yang layak, aman, dan mendukung tumbuh kembang mereka,” ujar Andriani.

Ia menuturkan, berbagai langkah telah dilakukan mulai dari penyediaan sarana dan prasarana ramah anak, penerapan aturan keselamatan, hingga pengawasan yang memadai dalam kegiatan belajar dan bermain.

Selain itu, pihak sekolah juga melibatkan orang tua, dinas terkait, serta masyarakat sekitar untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak.

Andriani menjelaskan, proses penilaian RBRA dilakukan secara bertahap mulai dari pengisian borang hingga evaluasi virtual pada September hingga November 2025.

Selanjutnya, tim auditor dari Kementerian PPPA RI melakukan audit lapangan pada 15-17 Desember 2025, yang dilanjutkan dengan proses perbaikan hingga 31 Januari 2026. “Alhamdulillah berkat dukungan Bunda PAUD Kabupaten Lampung Selatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta berbagai perangkat daerah lainnya, TK IT Al-Mumtaza akhirnya memperoleh predikat Ramah Anak tingkat nasional,” katanya.

Ia pun berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi lembaga pendidikan anak usia dini lainnya di Kabupaten Lampung Selatan untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang ramah anak. (Mhr/*/red)

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan Matangkan Persiapan Hadapi Arus Mudik & Balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah, 15 Posko Kesehatan disiapkan

0

 

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mulai mematangkan berbagai persiapan menghadapi arus mudik dan lonjakan aktivitas masyarakat pada Lebaran 1447 Hijriah.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah penyediaan 15 posko kesehatan yang akan bersiaga selama 24 jam di sejumlah titik keramaian.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) bulanan yang dipimpin langsung Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, di Aula Krakatau, kantor bupati setempat, pada Rabu (11/3/2026).

Rakor itu turut dihadiri Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Kabupaten Supriyanto, jajaran pejabat utama, kepala perangkat daerah, serta para camat di lingkungan Pemkab Lampung Selatan.

Dalam arahannya, Bupati Egi menegaskan bahwa pelayanan publik harus tetap berjalan selama masa libur Lebaran, sehingga masyarakat tetap dapat mengakses layanan penting meskipun sebagian besar aktivitas perkantoran libur.

Sebagai bagian dari kesiapan tersebut, Pemkab Lampung Selatan menyiapkan 15 posko kesehatan di berbagai lokasi strategis yang diprediksi akan ramai selama periode mudik dan libur Idulfitri.

Bupati Egi juga menekankan pentingnya perhatian terhadap petugas yang tetap bekerja selama libur Lebaran. Menurutnya, pemerintah daerah perlu memberikan insentif dan fasilitas tambahan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka.

“Mereka bekerja saat yang lain libur, sehingga perlu diperhatikan insentif, uang lembur, dan fasilitas tambahan sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah,” ujar Egi.

Selain pelayanan kesehatan, Bupati Egi meminta peningkatan pengamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di wilayah yang menjadi pusat aktivitas pemudik dan wisatawan seperti Kecamatan Kalianda, Bakauheni, serta kawasan destinasi wisata.

Ia menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan untuk memperkuat koordinasi dengan Polres Lampung Selatan guna menjaga kelancaran lalu lintas dan keamanan masyarakat selama periode mudik. Bupati Egi juga meminta seluruh rumah sakit dan puskesmas di Lampung Selatan tetap mengoperasikan layanan darurat selama libur Idulfitri, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya penyakit yang kerap meningkat saat mobilitas masyarakat tinggi.

Di sisi lain, tim siaga bencana juga diminta meningkatkan pemantauan terhadap potensi bencana di kawasan wisata selama masa libur Lebaran.

Dinas Pariwisata turut diinstruksikan menyiapkan pengelolaan destinasi wisata yang aman dan tertib dengan berkoordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pemadam Kebakaran.

Selain fokus pada kesiapan mudik, Bupati Egi juga menyoroti ketahanan pangan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Idulfitri.

Ia meminta seluruh perangkat daerah bersama para camat turun langsung ke pasar untuk memantau harga kebutuhan pokok serta memastikan ketersediaan gas LPG bagi masyarakat.

“Menjelang Idulfitri, kita harus memastikan stabilitas harga bahan pokok dan gas LPG tetap terjaga. Saya minta perangkat daerah bersama para camat turun langsung ke pasar. Pak Sekda agar mengatur jadwal pengecekan harga, dan nanti saya bersama Wakil Bupati juga akan turun ke lapangan bersama Forkopimda,” tegasnya.

Lebih lanjut, Egi menekankan bahwa setiap program kerja pemerintah daerah harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

“Setiap pekerjaan yang kita lakukan harus memiliki output yang jelas, berdampak, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.

Menutup arahannya, Bupati Egi mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk bekerja secara kolaboratif dan responsif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama menghadapi momentum Lebaran yang diperkirakan akan meningkatkan mobilitas warga.

“Saya yakin kunjungan ke Lampung Selatan pada Lebaran tahun ini akan meningkat. Oleh karena itu, pelayanan kepada masyarakat harus terus dijaga dan ditingkatkan,” ujar Egi. (lmhr-Kmf)

Hadirkan Senyum Anak Yatim, UKP Zita Anjani Ajak Tujuh Bocah Panti Belanja Baju Lebaran di Pasar Inpres Kalianda

0

KALIANDA, (Ltc):

Suasana berbeda terlihat di lorong-lorong Pasar Inpres Kalianda pada Selasa siang (10/3/2026). Di tengah keramaian pasar tradisional itu, tawa anak-anak terdengar riang saat mereka memilih baju, sepatu, dan tas baru untuk menyambut Hari Raya Idulfitri.

Di antara mereka, hadir Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata yang juga sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan, Zita Anjani, tampak berjalan santai mendampingi tujuh anak yatim piatu dari Panti Asuhan Balita Kalianda. Tanpa canggung, ia menyusuri satu per satu kios pakaian, membiarkan anak-anak tersebut memilih sendiri kebutuhan lebaran yang mereka inginkan.

Momen sederhana itu menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi anak-anak panti. Dengan wajah ceria, mereka mencoba sepatu baru, menenteng tas pilihan, hingga memilih baju yang akan dikenakan saat Idulfitri nanti.

Kegiatan berbagi kebahagiaan tersebut turut didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan, Reni Apriyani, Ketua DWP Lampung Bu Selatan, Ratna Yanuana Supriyanto, serta Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Setdakab Lampung Selatan, Tri Umaryani. Menurut Zita Anjani, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada anak-anak yatim piatu sekaligus upaya menghadirkan kebahagiaan menjelang hari raya.

“Anak-anak ini adalah anak-anak kesayangan kita semua, juga anak-anak kesayangan Bapak Bupati. Hari ini kita ingin mengajak mereka bergembira, memilih sendiri baju baru, sepatu baru, dan tas baru agar mereka bisa merasakan kebahagiaan dalam menyambut Idulfitri,” ujar Zita.

Ia mengatakan, kebahagiaan sederhana seperti berbelanja bersama diharapkan dapat menjadi kenangan indah bagi anak-anak panti tersebut.

“Kami ingin mereka merasakan kasih sayang dan perhatian dari pemerintah daerah. Semoga apa yang kita lakukan hari ini bisa memberikan kebahagiaan dan semangat bagi mereka,” tambahnya.

Kehadiran Zita Anjani di Pasar Inpres Kalianda juga menarik perhatian para pengunjung. Sejumlah warga yang tengah berbelanja tampak antusias menyapa dan mengabadikan momen dengan berfoto bersama. Tak hanya mendampingi anak-anak panti, Zita juga menyempatkan diri berinteraksi dengan para pedagang dan masyarakat. Bahkan, ia turut membelikan kue lebaran bagi beberapa warga yang sedang berbelanja di pasar tersebut.

Bagi anak-anak dari Panti Asuhan Balita Kalianda, kegiatan itu menjadi pengalaman yang sangat membahagiakan. Salah satu anak mengungkapkan rasa syukurnya setelah mendapatkan baju dan sepatu baru untuk Lebaran.

“Terima kasih Bunda Zita sudah mengajak kami membeli baju dan sepatu baru. Kami sangat senang,” ujar salah satu anak panti dengan wajah penuh kegembiraan.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.

Di balik hiruk pikuk pasar tradisional, siang itu menjadi saksi bahwa kebahagiaan kadang hadir dari hal-hal sederhana, sepasang sepatu baru, baju lebaran pilihan sendiri, dan kehangatan perhatian dari orang-orang yang peduli. (lmhr-Kmf/*/red)