Rabu, Maret 11, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 106

Pemkab Lamsel Terima TP PKK Pesisir Barat Dalam Rangka Studi Tiru Tangani Stunting

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah kabupaten Lampung Selatan menerima kunjungan silaturahmi Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Pesisir Barat.

Kedatangan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pesisir Barat Hj. Septi Istiqlal beserta rombongan, disambut langsung oleh Bupati Lampung Selatan Hi Nanang Ermanto beserta Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Winarni di Aula Krakatau, Kantor Bupati setempat, pada Jum’at (2/12/2022).

Kunjungan ini merupakan ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus studi tiru mengenai penanganan stunting di Kabupaten Lampung Selatan melalui program swasembada gizi.

Pada kesempatan itu, Bupati Nanang Ermanto mengucapkan selamat datang kepada Ketua Tim Penggerak PKK Pesisir Barat beserta rombongan di Kabupaten berjuluk Bumi Khagom Mufakat.

Dirinya menjelaskan, terbentuknya Tim Swasembada Gizi berawal dari program Swasembada WC yang merupakan strategi Kabupaten Lampung Selatan, dalam mendorong 100 persen Open Defecation Free (ODF). “Selamat datang untuk ibu Septi dan rombongan Tim Penggerak PKK di Lampung Selatan. Pada tahun 2013 Lampung Selatan pernah masuk dalam lokus stunting dan ini merupakan PR bagi kita semua,” ungkapnya.

Dengan kerjakeras bersama antara Pemerintah Daerah bersama dengan Tim Penggerak PKK dan seluruh stakeholder terkait, Kabupaten Lampung Selatan berhasil menekan angka stunting di wilayah-wilayah yang menjadi lokus penanganan stunting. “Bagaimana suatu keterkaitan ini bermanfaat, persoalan stunting dengan kebersamaan dan gotong royong ini bisa kita capai dengan baik. Sehingga, alhamdulillah Kabupaten Lampung Selatan mendapat penghargaan dari Pemerintah Pusat, yang dalam hal ini adalah Bappenas,” jelas Nanang.

Nanang juga berharap dengan berlangsungnya pertemuan pada hari ini, Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Pesisir Barat dapat saling bertukar ilmu mengenai pencapaian di wilayah masing-masing.

“Saya harap nanti kita bisa saling bertukar ilmu, saling sharing mengenai penanganan stunting melalui program swasembada gizi serta mengenai keberhasilan Pesisir Barat dalam sektor pariwisata,” ungkap Nanang lebih lanjut.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pesisir Barat Hj. Septi Istiqlal mengaku senang dan menyampaikan ucapan terimakasih atas penyambutan yang telah diberikan.

“Terimakasih kami disambut dengan sangat luar biasa, kalau menurut ibu Bupati kami ini dari Kabupaten Pesisir Barat adalah cucu dari Lampung Selatan. Jadi kalau cucu datang itu memang lebih disayang daripada anak,” ujarnya.

Septi menjelaskan, Kabupaten Pesisir Barat menjadi lokus stunting peringkat kedua se-Provinsi Lampung. Oleh karena itu, dengan dilaksanakannya kunjungan ke Kabupaten Lampung Selatan bisa mendapatkan trik dan tips dalam menekan angka stunting.

“Saya ingin bagaimana caranya stunting di tempat kami bisa turun. Makanya kami ingin datang ke Lampung Selatan dan sharing menenai pola-pola apa yang harus kita lakukan di Pesisir Barat sehingga stunting kita bisa turun. Karena, stunting bukan hanya urusan PKK tapi urusan kita semua,” katanya. (ptm/*/red).

Nanang Ermanto Hadir Di Podcast Kejaksaan Negeri Kalianda

0

KALIANDA, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan Hi Nanang Ermanto untuk pertama kalinya diundang sebagai narasumber pada Podcast Kejaksaan Negeri Lampung Selatan.

Kedatangan Nanang Ermanto didampingi Kepala Perangkat Daerah terkait, disambut langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Selatan Dwi Astuti Beniyati beserta jajaran di Kejaksaan Negeri Lampung Selatan, pada Kamis (1/12/2022).

Dalam momentum tersebut, banyak persoalan yang diperbincangkan oleh Kepala Daerah Lampung Selatan. Terutama terkait persoalan skala prioritas pembangunan Kabupaten Lampung Selatan kedepan.

Tak hanya itu, perbincangan dalam Podcast Kejaksaan Negeri Lampung Selatan juga turut membahas mengenai berbagai program, potensi, pembangunan, pariwisata, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta keamanan daerah.

Dalam diskusi ringan tersebut, Nanang menyampaikan progres serta capaian pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan. Terutama, mengenai potensi wisata yang menjadi program prioritas pemerintah daerah dalam pembangunan.

Hal ini mengingat wilayah Kabupaten Lampung Selatan memikili potensi besar pada sektor pariwisata. Apalagi, saat ini sedang berlangsung pembangunan Bakauheni Harbour City yang masuk dalam Kawasan Wisata Strategis Nasional. “Saat ini kita sudah pembenahan dalam segala aspek wisata di Lampung Selatan, kita menggali sisi sebuah potensi yang ada di desa sehingga itu bisa menjadi desa wisata untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Lampung Selatan lengkap, mulai dari pantai, air terjun, air panas, semua ada disini,” ungkap Nanang.

Kemudian, pembahasan pun berlanjut mengenai kolaborasi dan sinergitas program kerja antara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dengan Kejaksaan Negeri Lampung Selatan, sebagai modal dalam membangun daerah ujung Sumatera.

Nanang mengungkapkan, tak sedikit program-program dari Kejaksaan Negeri Lampung Selatan yang dikolaborasikan dengan program kerja pemerintah daerah. Terutama, mengenai pembinaan kepada masyarakat. “Dengan adanya kerjasama, kolaborasi, dukungan dan gotong royong, inilah yang menumbuhkan inovasi dan kreatifitas pemerintahan, dengan adanya dukungan dari seluruh Forkompimda ini adalah kunci untuk membangun daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Selatan Dwi Astuti Beniyati menyampaikan, mengenai perkembangan program-program kolaborasi antara Kejaksaan Negeri dengan pemerintah daerah.

Agar tujuan dari program tersebut dapat benar-benar tercapai, kata Dwi Astuti, dirinya bersama dengan jajaran pemerintah daerah akan turun langsung ke Kecamatan-Kecamatan untuk melakukan pembinaan kepada masyarakat. “Rencana kita akan jadwalkan untuk turun langsung ke masing-masing kecamatan, jadi untuk edukasi kepada Kepala Desa mengenai apa itu Jagad Desa, kemudian juga ada beberapa tentang narkotika dan pelecehan seksual,” kata Dwi Astuti. (ptm).

Nanang Ermanto & Winarni Hadiri Pengajian BKMT Palas

0

PALAS, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan Hi Nanang Ermanto menghadiri acara Pengajian Bulanan Badan Kontak Majelis Ta’lim (BKMT) Kecamatan Palas, pada Rabu (30/11/2022).

 

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Miftahul Jannah, Dusun Tanjung Rejo, Desa Pematang Baru, Kecamatan Palas tersebut merupakan agenda rutin yang selalu diselenggarakan setiap bulannya.

Dalam acara Pengajian Bulanan BKMT Kecamatan Palas, menghadirkan Ustadzah cantik asal Kscamatan Kalianda, Nabilla Zainuri sebagai penceramah.

Nanang Ermanto mengatakan, kehadirannya bersama jajaran pemerintahan Kabupaten Lampung Selatan pada kesempatan itu, ialah untuk menjalin silaturahmi dengan seluruh jamaah Majelis Ta’lim Kecamatan Palas. “Alhamdulillah pada siang hari ini kita masih diberi kesehatan sehingga bisa hadir dalam acara pengajian yang luar biasa, BKMT disatukan dengan pengajian pemerintah daerah oleh Kabag Kesra dan seluruh jajaran pemerintahan kabupaten yang hadir hari ini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Nanang berpesan kepada seluruh jamaah Majelis Ta’lim yang mayoritasnya merupakan ibu-ibu rumah tangga, agar dapat memanfaatkan lahan pekarangan rumah dengan sebaik mungkin. Sehingga dapat menjadi sumber pangan dan pendapatan tambahan keluarga. “Alhamdulillah, kita patut bersyukur kepada Allah SWT, wilayah negara Indonesia ini merupakan yang paling subur di Dunia. Maka, ketika terjadi inflasi, situasi ekonomi sedang sulit, ketahanan pangan kita disini sangat kuat,” kata Nanang.

Sementara itu, Penasehat BKMT Kabupaten Lampung Selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto meminta agar dalam kegiatan keagamaan dapat melibatkan para pemuda/i yang tergabung dalam organisasi Remaja Islam Masjid (Risma) setempat.

Dengan dilibatkan secara langsung dalam setiap kegiatan, diharapkan dapat memberdayakan dan memberikan wadah kepada para pemuda, dalam menyalurkan daya kreatifitas di bidang keagamaan.

“Ini harus dapat pembinaan, bagaimana keagamaan di Risma juga harus ditingkatkan. Mudah-mudahan kerja sama antara Majelis Ta’lim dengan Pemerintah Daerah, Kecamatan dan Desa bisa memberikan pembinaan kepada para milenial, remaja yang tergabung dalam Risma,” ungkapnya. (ptm/*/red).

Nanang Ermanto Lepas Peserta MTQ Lamsel Ke Ajang MTQ Tingkat Provinsi Di Mesuji

0

KALIANDA, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto melepas Kafilah Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Lampung Selatan yang akan mengikuti MTQ tingkat Provinsi Tahun 2022 di Aula Sebuku Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan, pada Kamis (01/12/2022).

Hadir pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Thamrin yang juga sekaligus Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Lampung Selatan dan Ketua Kontingen MTQ Kabupaten Lampung Selatan yakni Kepala Kantor Kementerian Agama Lampung Selatan H. Azhari.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Lampung Selatan Firmansyah melaporkan, pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Lampung ke- 49 akan dilaksanakan di Kabupaten Mesuji yang akan dimulai pada tanggal 4 – 6 Desember 2022 serta dilanjutkan dengan babak final pada tanggal 7 Desember 2022.

“Kafilah Kabupaten Lampung Selatan akan melaksanakan pembinaan tingkat Kabupaten Lampung Selatan yang akan di laksanakan mulai tanggal 2 sampai 9 Desember 2022 yang berlokasi di Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji,” ucapnya.

Selanjutnya, Firmansyah juga menyebutkan, kafilah Kabupaten Lampung Selatan akan mengikuti 7 cabang kejuaraan yang diantaranya :

1. Tilawah putra dan putri, anak-anak dan dewasa.

2. Fahmil grup putra dan putri.

3. Khotbah Qur’an.

4. Hifzil Qur’an 1,5,10 dan 30 jus.

5.Cabang 100 ilmu hadist putra dan putri.

6. Cabang 500 ilmu hadist putra dan putri

7. Tafzir Qur’an putra dan putri.

”Dengan jumlah kafilah yang diberangkatkan berjumlah 86 orang dengan rincian peserta dan pendamping canet berjumlah 56 orang serta official dan pelatih sebanyak 30 orang,” sebutnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto mengatakan, MTQ tingkat Provinsi merupakan event tahunan dimana kafilah yang dimiliki Kabupaten Lampung Selatan harus mendapatkan pembinaan-pembinaan khusus dalam kejuaraan yang akan dilombakan.

“Kita jangan mengikuti hanya sekedar memenuhi kuota saja, namun harus ada pendidikan yang continue kepada kafilah-kafilah kita ini yang benar-benar dibina dengan didukung potensi Lampung Selatan yang juga banyak pesantren-pesantren yang membuat kita juga lebih fokus dalam pembinaannya,” ungkapnya.

Tidak lupa, dirinya juga berpesan untuk tidak menjadikan setiap acara hanya sekedar ceremonial saja, namun harus didukung dengan keseriusan agar hasil yang dicapai juga menjadi prestasi kerja yang baik.

” Saya lebah baik tidak juara tapi itu hasil binaan kita sendiri dari pada kita meraih juara tapi bukan binaan dari Lampung Selatan. Untuk itu saya meminta kepada seluruh peserta kafilah-kafilah yang akan berangkat untuk menjaga nama baik Kabupaten Lampung Selatan,”pesannya.

“Sekali lagi harapan saya, kita harus merubah pola pikir serta pola kerja kita dalam penanganan suatu organisasi untuk kebaikan generasi yang akan datang,” pungkasnya. (lmhr/*/red)

Pemkab Lamsel & PMI Rapat Persiapan JUMBARA Nasional

0

KALIANDA, (Ltc):

Palang Merah Indonesia Cabang Lampung Selatan bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan gelar rapat terkait persiapan JUMBARA (Jumpa Bakti Gembira) yang akan dilaksanakan di Lampung Selatan, pada Kamis (01/12/2022).

Rapat yang dilaksanakan di aula Agrowisata Lampung Selatan itu membahas persiapan serta penentuan lokasi perkemahan setiap kontingen dari luar Provinsi.

Sebelum rapat dimulai, Pemerintah Daerah bersama Ketua PMI Lampung Selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto beserta para pejabat yang terkait bertolak meninjau lokasi yang akan dijadikan perkemahan pada acara JUMBARA tersebut.

Dimana, lokasi yang ditinjau diantaranya GOR Stadion ZA Pagar Alam, lapangan dan kebun sekitar Lampung Selatan Expo, lahan kosong dibelakang sekitar Agrowisata dan kantor BPBD.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Eka Riantinawati mengatakan, lokasi JUMBARA harus cepat ditentukan dan selanjutnya dilakukan perancangan master plain atau denah lokasi yang akan digunakan karena akan segera dilaporkan kepada pihak PMI Provinsi dan PMI Pusat. “Master plain lokasi JUMBARA harus cepat ditetapkan mulai dari perkemahan, pameran umkm, MCK, sampai parkir, untuk kita laporkan ke Provinsi dan Pusat,” ucapnya.

Usai dilakukan peninjauan lahan, maka PMI dan Pemerintah Daerah merencanakan GOR ZA Pagar Alam sebagai Lokasi Pembukaan dan penutupan kegiatan, lahan sekitar Lampung Selatan Expo untuk perkemahan 16 Provinsi dan lahan dibelakang BPBD atau sekitar Agrowisata untuk perkemahan 18 Provinsi. ”Jika sudah ditetapkan menjadi lokasi perkemahan pembersihan harus segera dilakukan terlait pembangunan akses jalan, serta pembuatan MCK,” ungkapnya.

Selaku ketua PMI Lampung Selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Daerah yang mendukung Kegiatan JUMBARA tersebut. ”Saya selaku Ketua PMI Lampung Selatan berterima kasih kepada bapak ibu kepala OPD yang mendukung dilaksanakannya JUMBARA di Lampung Selatan,” ungkapnya.

Winarni juga menerangkan, PMI Provinsi mengajukan 4 daerah untuk dijadikan lokasi JUMBARA diantarnya Lampung Timur, kota Metro, Pesawaran, dan Lampung Selatan dan terpilihlah Kabupaten Lampung Selatan oleh PMI Pusat untuk menjadi tuan rumah kegiatan tersebut. ”Provinsi Lampung memilih 4 Kabupaten Kota untuk diajukan ke PMI Pusat yaitu Lampung Timur, Metro, Pesawaran dan Lampung Selatan, dan Lampung Selatan terpilih untuk dijadikan lokasi JUMBARA ke 9 tersebut,” terangnya.

Winarni meminta untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi antar semua perangkat daerah terkait untuk mempersiapkan kegiatan JUMBARA tersebut.

”Nanti Semakin dekat waktunya, intensitas koordinasi dan komunikasi juga harus diperbanyak dan harus ada progres yang meningkat,” pinta Winarni.

Ketua PMI Lampung Selatan itu juga menekankan untuk semua perangkat daerah yang terlibat menjunjung tinggi kerjasama dan gotong royong untuk keberhasilan kegiatan tersebut agar Lampung Selatan bisa dikenal baik oleh seluruh Provinsi di Indonesia. (kmf/*/red)

Pemkab Lamsel Hadiri Konferensi Tahunan SDGs/TDP Indonesia 2022

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menghadiri Konferensi Tahunan Sustainable Development Goals atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs/TPB) Indonesia tahun 2022 secara virtual, Kamis (1/12/2022).

Nampak menghadiri konferensi tahunan secara virtual melalui aplikasi zoom meeting dari Ruang Sekdakab Lampung Selatan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Thamrin beserta para pejabat terkait.

Kegiatan tersebut, digelar oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia, dengan mengusung tema “Mendorong Aksi Nyata Transformasi Ekonomi Hijau Untuk Mencapai SDGs”.

Konferensi tahunan SDGs Indonesia 2022 diselenggarakan secara hybrid digelar selama dua hari yaitu pada tanggal 1 hingga 2 Desember 2022, di Golden Ballroom – The Sultan Hotel Jakarta.

Dalam sambutannya, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menyampaikan, SDGs bertujuan untuk menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang inklusif dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya. “Dengan tujuan tersebut yang merupakan komitmen global dan nasional dalam upaya menyejahterakan masyaraka dengan mencakup tujuan yang terarah,” ungkap Menteri PPN tersebut.

Suharso Monoarfa juga mengatakan, strategi ekonomi hijau juga merupakan hal yang mendukung pencapaian SDGs di Indonesia, dengan memiliki prinsip menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, seiring dengan mendorong kesejahteraan sosial dan menjaga kualitas dan daya dukung lingkungan. “Dengan fokus pada peningkatan investasi hijau, mengelola aset dan infrastruktur yang berkelanjutan, memastikan transisi yang adil dan terjangkau, serta sumber daya manusia ,” ujar Suharso Monoarfa.

Menteri PPN/Kepala Bappenas itu juga menuturkan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo agar target SDGs tetap terus dicapai meskipun sedang mengalami akibat dampak pandemi Covid-19, aksi nyata dan kerjasama para pihak sangat diperlukan untuk akselerasi pencapaian SDGs.

“Penguatan kerangka regulasi dan pengaruh keutamaan SDGs perlu terus dilakukan baik dalam RPJMN maupun RPJPN. Konferensi SDGs tahun ini diharapkan dapat meneguhkan kembali komitmen pencapaian SDGs dengan seluruh pihak berperan aktif dan berkolaborasi,” tandasnya. (Nsy/*/red).

MENGAJAR DENGAN HATI

0
Afrezi Miftahul Husna, S.Pd

 

Suasana di pelataran di salah satu SMA, terlihat ramai sekali. Hilir mudik kendaraan  roda dua dan empat datang silih berganti,  mengantar Si Putih abu-abu. Di halaman sekolah, terlihat beberapa pelajar sedang duduk di bawah pohon mangga sambil membaca buku setebal seratus halaman lebih.  Sementara kelompok pelajar lainnya sedang bersenda gurau, bercerita tentang pengalaman kocaknya masing-masing, diiringi gelak tawa diantara mereka.

Namun tiba-tiba aktivitas mereka mendadak terhenti lantaran melihat seorang remaja putri yang baru saja tiba ke sekolah. Remaja putri tersebut tidak lain adalah Bunga yang sudah sekian lama tidak masuk sekolah. Mereka saling berbisik dengan suara pelan, membicarakan Bunga yang baru terlihat batang hidungnya.

Bunga yang berparas cantik, berhidung mancung, dan berkulit putih,  telah menjadi buah bibir di sekolahnya. Mereka membicarakan Bunga bukan tanpa sebab. Bunga yang berulang kali  dipanggil oleh guru Bimbingan Konseling (BK), masih saja tidak mengindahkan warning yang diberikan olehnya. Ia tetap saja datang dan pulang sekolah sesuka hatinya.

Berulang kali teguran diberikan dari sekolah, bahkan tak tanggung-tanggung Bunga diberikan sanksi untuk membersihkan toilet dan juga sanksi lainnya. Namun sanksi itu tak juga merubah kebiasaan buruknya. Hal itu membuat dewan guru dan Kepala Sekolah bersepakat untuk mengeluarkan Bunga dari sekolahnya.

Karena sikap Bunga yang demikian, dapat menjadi preseden buruk bagi siswa lain di sekolah itu. Bahkan siswa yang lain sudah mulai berani ikut-ikutan Bunga, datang sesuka hatinya.

Melihat kenyataan ini, saya merasa terpanggil untuk membantu sekolah dan membantu Bunga untuk keluar dari masalahnya. Saya yakin perubahan yang terjadi pada Bunga bukan tanpa sebab. Tentu ada alasan lain di balik prilaku Bunga selama ini. Mengapa Bunga bersikap demikian?

Saya pun menghadap Kepala Sekolah, dan memohon agar Bunga diberi kesempatan lagi. Alhamdulillah Bapak Kepala sekolah mengabulkan permohonan saya, dan beliau memberi  kesempatan satu bulan kepada Bunga untuk berubah.  Saya juga meminta kepada Bapak Kepala Sekolah agar saya diberi kesempatan untuk mengajar di kelas tersebut. Dengan tujuan, saya ingin  mengurai pemasalahan yang sedang dihadapi Bunga.

Sejak hari itu juga saya ditugaskan untuk mengajar di kelas Bunga. Saya pun menjalankan misi pertama saya untuk mencari tahu mengapa Bunga malas-malasan untuk belajar?

Misi saya dimulai dengan pendekatan personal. Setiap kali saya mengajar, saya selalu menyelipkan nasihat-nasihat untuk anak didik saya. Saya juga menyelipkan cerita tentang pengalaman hidup saya yang penuh warna. Tujuannya adalah untuk memotivasi siswa, bahwa hidup ini penuh dengan perjuangan.

Sampailah pada minggu kedua, dimana saya diberi kesempatan untuk mengawas ujian semester di kelasnya Bunga. Kesempatan emas itu tidak saya sia-siakan untuk melakukan pendekatan secara personal. Saya keliling kelas, dan sekali-kali berhenti di dekat Bunga. Sayangnya Bunga terlihat cuek kepada saya, dan hanya fokus kepada ujian semester. Saya pun kembali ke depan, dan duduk di kursi pengawas ruang.

Sambil mengawasi siswa yang lain, sesekali pandangan saya tertuju pada Bunga. Saya tahu dari raut wajahnya, ia sedang mengalami kesulitan dalam menjawab soal. Saya pun mendekatinya, lalu menanyakan tentang kesulitannya. Di luar dugaan saya, ia mengungkapkan kesulitannya dalam menjawab soal ujian. Saya mencoba menjelaskan maksud dari soal tersebut, tanpa membocorkan jawabannya. Ia tersenyum sambil mengangguk-angguk, seolah telah memahami apa yang telah saya jelaskan tadi.

Keesokan harinya saya kembali mengawas di kelas yang sama. Entah mengapa  pagi itu wajah Bunga terlihat tak seperti biasanya. Pagi itu wajahnya terlihat berseri-seri, bak bulan purnama. Ia menatapku sambil tersenyum, lalu memanggilku dengan berbisik. Ternyata ia kembali mengalami kesulitan dalam menjawab soal ujian semester.

Saya kembali mendekatinya, lalu menjelaskan maksud dari soal tadi. Lagi-lagi dia mengangguk-angguk sambil tersenyum, pertanda bahwa ia telah mengerti. Setelah itu saya pun kembali ke tempat duduk.

Dalam benak ku, sekaranglah saatnya mengirim pesan rahasia untuk Bunga. Saya meraih secuil kertas yang ada di atas meja, lalu menulis pesan untuk Bunga. Kemudian  menggulangnya, menjadi gulungan kecil, dan memberikannya ke Bunga. Bunga mengambil dan membaca pesan yang saya berikan. Terlihat diwajahnya sedikit tegang. Namun tak lama kemudian ia mengangguk, pertanda menyetujuinya.

Usai mengawas, saya pergi ke baso yang letaknya tidak jauh dari sekolah, diikuti oleh Bunga. Saya langsung memesan dua mangkuk baso, dan mempersilahkan Bunga untuk menyantapnya. Tanpa sepatah kata kami menyanyantap baso itu, sampai habis, tak tersisa. Ada seribu satu pertanyaan tersirat pada wajah Bunga. Ia menatapku dengan tanda tanya.

Saya tersnyum untuk merilekskan suasana. Setelah dirasa tepat, saya pun mengajak bunga untuk bicara dari hati ke hati, tentang masalah yang sedang dihadapinya. Untuk beberapa saat, ia pun terdiam tak sepatah kata keluar dari bibirnya. Beberapa menit kemudian, ia menarik napas panjang, lalu menuturkan masalah yang sedang dihadapinya sambil terbatah-batah diiringi tangisan pilu.

Ternyata yang menyebabkan Bunga jarang masuk sekolah, karena perceraian kedua orang tuanya. Masing-masing mereka telah menikah lagi, dan pergi meninggalkan  Bunga seorang diri. Untuk melupakan kenangan pahit itu, Bunga pun pergi dari rumah, dan lebih memilih untuk mengontrak di tempat lain. Ia juga bekerja sebagai tukang cuci di dekat kontrakannya, untuk membiayai sekolahnya.

Mendengar penuturan Bunga hati ku terenyuh dan terbawa perasaan. Tanpa terasa air mata ini telah tumpah membasahi pipi. Saya teringat masa lalu saya, saat dimana saya harus berjuang seorang diri untuk menggapai cita-cita.

Saya segera tersadar dan berusaha menguatkan hatinya. Bahwa hidup ini adalah sebuah perjuangan yang cukup panjang. Yakinlah bahwa Allah tidak akan menguji hamba-Nya, melebihi kemampuannya. Seperti halnya dengan Bunga.

Alhamdulillah sejak Bunga mau menceritakan masalahnya kepada saya, kini ia telah bangkit dan menjadi pribadi yang periang. Begitu juga dengan sekolahnya. Ia menjadi rajin sekolah, dan telah berubah menjadi seratus delapan puluh derajat.

Melihat perubahan yang terjadi pada diri Bunga, saya kembali menghadap Bapak Kepala Sekolah dan menceritakan permasalahan yang sedang dihadapi oleh Bunga. Wal hasil Bapak Kepala Sekolah tidak jadi mengeluarkan Bunga, bahkan semua biaya Bunga, dibebaskan oleh sekolah. Buah dari perjuangan semua guru di sekolah itu, Bunga pun akhirnya lulus.

Dari pengalaman ini telah mengajarkan kepada kita, bahwa tugas menjadi seorang guru bukan saja hanya mengajar, melainkan juga sebagai pendidik. Tak selamanya guru yang selalu marah-marah di depan kelas, akan membuat siswanya menjadi nurut begitu saja. Sebaliknya juga, tak selamanya guru yang selalu lembut di hadapan siswanya, akan kehilangan wibawanya. Mengajarlah dengan hati yang tulus, dengan penuh kelembutan. Insya Allah semua yang kita lakukan akan bernilai ibadah di hadapan Robb-Nya, aamiin.(Afrezi Miftahul Husna, S.Pd Guru Bimbingan konseling SMAN 1 Kalianda)

Pasca Covid 19, SMAN 1 Kalianda Banyak Meraih Prestasi

0
Neli Komalasari, S.Pd

Sejak wabah Covid-19 telah memporak-porandakan berbagai sendi kehidupan, WHO telah mendeklarasikan kejadian ini sebagai pandemi global. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa Swis pada tanggal 11 maret 2020 silam.

Dampak dari Covid-19, membuat para pemimpin negara di belahan dunia, mencari solusi untuk keluar dari virus yang sangat mematikan. Salah satunya adalah dengan melakukan karantina wilayah atau yang kita kenal dengan sebutan lockdown.

Kebijakan lockdown ini sudah barang tentu mengganggu aktivitas perekonomian di berbagai negara. Akibat Virus Corona, kegiatan perekonomian mengalami lumpuh total, yang mengakibatkan bertambahnya angka kemiskinan diberbagai negara. Bukan hanya itu saja, dampak dari kebijakan lockdown telah membuat kebingungan para pendidik untuk menerapkan metode pembelajaran di sekolah.

Pemerintah Indonesia melalui surat edaran Mentri Pendidikan Nasional nomor 4 Tahun 2020, tentang kebijakan dalam masa darurat Covid-19, pelaksanaan pembelajaran menyesuaikan dengan kebijakan ini. Artinya pembelajaran dilakukan dengan cara mandiri tidak melalui tatap muka (Luring) Luar jaringan. Daring (dalam jaringan) atau melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Begitu juga dengan surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama (Menang) Menteri Kesehatan (Menkes) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang penduan Penyelegaraan Pembelajaran Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 perlu diterjemahkan secara bijak oleh banyak pihak, khususnya penyelenggara lembaga pendidikan dan pembelajar, baik siswa sekolah dasar, menengah maupun mahasiswa di perguruan tinggi.

Dengan adanya surat edaran tersebut di atas, semua dilarang  berkerumun dan harus menjaga jarak, agar tidak terjadi penularan virus covid-19. Karena sejak merebaknya Virus Corona atau yang dikenal dengan Covid-19 di Wuhan, sampai akhirnya merebak di berbagai belahan dunia,termasuk Indonesia, kegiatan belajar-mengajar dilakukan dengan  metode daring yang disebut “DARING METHOD”.

Daring Method adalah metode yang memanfaatkan jaringan online melalui handphone ataupun komputer. Metode ini cukup praktis digunakan karena bisa diakses menggunakan handphone pribadi siswa maupun menggunakan komputer atau laptop.

Terlebih lagi anak di jaman sekarang tidak bisa lepas dari teknologi, baik hanphone atau hp. Anak-anak belajar daring di rumah masing-masing dalam keadaan aman tanpa harus berkerumun. Ada pun metode yang digunakan bervariasi. Misalnya menggunakan aplikasi Whatsapp, e-learning, youtube, email, telegram, zoom, google classroom dan lain sebagainya. Semua tergantung guru dan murid mau menggunakan metode yang mana. Karena semua tergantung kesiapan antara guru dan murid.

Namun di tahun Ajaran 2022-2023 ini, terutama di SMA Negeri 1 Kalianda, guru dan siswa sudah dapat kembali lagi melakukan kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka. Hal ini sejalan dengan harapan dari guru, siswa dan juga harapan orang tua. Karena masa depan bangsa, terletak pada maju mundurnya pendidikan di negeri ini. Sebagai guru, siswa dan juga orang tua, tentu berharap kondisi ini akan tetap normal, dan tidak akan kembali lagi seperti tahun yang lalu.

Sebagai guru memang kita sadar bahwa untuk mengembalikan mental siswa seperti sedia kala, tidaklah mudah. Karena siswa sudah terbiasa belajar di rumah dan tidak bertemu dengan gurunya. Namun demikian, kita punya kewajiban untuk menumbuhkan kembali semangat anak-anak untuk belajar lagi di sekolah. Oleh karena itu perlu dukungan dari berbagai pihak.

Untuk menumbuhkan kembali semangat belajar siswa di SMA Negeri 1 Kalianda, sekolah telah membuka kembali berbagai kegiatan yang diminati oleh siswa. Seperti kegiatan Pramuka, Paskibra, PMR, Pencak Silat, Patroli Keamanan Sekolah (PKS), Kegiatan Literasi Siswa, seni, dan lain sebagainya.

Alhamdulillah, kegiatan tersebut telah mengembalikan semangat siswa, yang pada akhirnya siswa SMA Negeri 1 Kalianda Lampung Selatan, telah kembali mengukir banyak prestasi. Baik Prestasi akademik maupun nonakademik. Sehingga saat ini SMA Negeri 1 Kalianda, merupakan salah satu sekolah terbaik di Lampung. (Neli Komalasari, S.Pd Guru Sejarah SMA Negeri 1 Kalianda Lampung Selatan)

PT. Angkasa Pura II Bandara Raden, Sambangi Pemkab Lamsel

0

KALIANDA, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan Hi Nanang Ermanto menerima audiensi dari PT. Angkasa Pura II (AP II) Bandara Raden Intan II yang bertempat di Ruang Vidcon Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan, pada Selasa (29/11/2022).

Audiensi yang dimoderatori oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Badruzzaman tersebut dalam rangka silahturahmi antara Executive General Manager Angkasa Pura II yang baru Untung Basuki dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Executive General Manager Angkasa Pura II Untung Basuki juga melaporkan terkait update traffic Bandara Raden II dimana saat perhari terdapat 14 pergerakan penerbangan yang mana dengan rincian 7 landing dan 7 take off bahkan dihari-hari tertentu bisa mencapai 20 pergerakan ditambah dengan penerbangan menuju Way Kanan dan juga Krui. “Alhamdulillah saat ini sudah mulai membaik pak dengan pergerakan penumpang ± 1900 perharinya. Namun kalau dibandingkan dengan tahun 2019 memang belum full recovery karena ditahun 2019 kita bisa mencapai 45 pergerakan pesawat dengan didukung 5000 penumpang perharinya,” ucapnya.

Dirinya juga mengatakan, saat ini Bandara Raden Intan II didukung dengan 7 Pesawat yang melayani rute ke Lampung yakni 1 pesawat Garuda Indonesia dan 6 lainnya merupakan pesawat dari Lion Grup. “Saat ini kami sedang melakukan pendekatan kepada setiap maskapai penerbangan yang ada Indonesia untuk menambahkan trafficnya.Hal ini kami lakukan sebagai bukti pelayanan kami ke masyarakat sehingga nantinya pilihan maskapai ke Lampung semakin banyak dan harga yang didapat masyarakat juga bisa lebih kompetitif,” jelasnya.

Untung Basuki juga menjelaskan PT. Angkasa Pura II saat ini berada dibawah Induk Perusahaan Holding Company yakni PT. Aviasi Pariwisata yang berfokus pada pengembangan destinasi pariwisata. “Sebagai salah satu perusahaan yang dibawahi PT. Aviasi Pariwisata, Kami Insyaallah siap, ketika nanti dari Pemerintah Daerah akan melakukan promosi destinasi wisata setempat melalui pihak bandara dengan terlebih dahulu melalui MOu antara AP II dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan,” ungkapnya.

“Jadi kami nanti kami siapkan tempat di bandara kemudian nanti dari Pemerintah Kabupaten dapat menampilkan kesenian serta kebudayaan yang ada di Kabupaten Lampung Selatan untuk dipromosikan,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto menyampaikan sangat tertarik dengan program pariwisata yang di miliki oleh PT. Angkasa Pura II sebagai anak perusahaan dari PT. Aviasi Pariwisata. ”Saya juga ingin di Bandara Raden Intan II itu tetap ditonjolkan keindahan alam serta pariwisata yang ada di Kabupaten Lampung Selatan, termasuk saat pesawat landing untuk dapat diubah kata-kata yaitu telah tiba di Bandara Raden Intan II Lampung Selatan Provinsi Lampung, ” pintanya.

Nanang Ermanto juga mengatakan, dirinya akan menugaskan kepada Dekranasda untuk membuka gerai di Bandara Raden Intan II sebagai salah satu tempat untuk mempromosikan makanan khas serta UMKM di Kabupaten Lampung Selatan. “UMKM ini sangat luar biasa, kami punya 17 kecamatan, 256 desa serta 4 kelurahan dan disetiap desa ini punya UMKM masing-masing yang harus kita promosikan kedunia luar untuk nantinya dapat dikenal dan bisa dijadikan oleh-oleh yang istimewa yang dibawa oleh para penumpang,” pungkasnya. (lmhr/*/red)

Sekda Thamrin Terima Tim Supervisi Unit Pungli Propinsi Lampung

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menerima kunjungan dari Tim Supervisi Unit Pemberantasan Pungutan Liar (Pungli) Provinsi Lampung, yang berlangsung di Ruang Sekdakab Lampung Selatan, Selasa (29/11/2022).

Kunjungan Tim II Supervisi Unit Pemberantasan Pungli Provinsi Lampung tersebut disambut dan diterima oleh Sekretaris Daerah Lampung Selatan Thamrin beserta Forkopimda Lampung Selatan dan jajaran Perangkat Daerah lainnya.

Pelaksanaan kegiatan supervisi tersebut mengarah pada dua instansi, yaitu Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) dan Badan Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD).

Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Lampung Selatan, Thamrin menyambut baik kedatangan Tim Unit Pemberantasan Pungli Provinsi Lampung ke Lampung Selatan. “Saya ucapkan selamat datang ke Lampung Selatan. Mengenai pelaksanaan supervisi yang dilakukan oleh Tim II Unit Pemberantasan Pungli Provinsi Lampung, Instansi DPMTSP dan BPPRD Lampung Selatan sudah mempersiapkan semua data yang diminta oleh Tim Unit Pemberantasan Pungli Provinsi Lampung,” ucap Thamrin.

Sementara, Kasi Ekonomi Kejati Lampung, Amriansah mengatakan, Tim II Unit Pemberantasan Pungli Provinsi Lampungmendapat tugas supervisi ini sebelumnya sudah disampaikan melalui Inspektorat Kabupaten, terkait hal-hal yang belum tercatat dan hal-hal yang akan dilakukan. “Fokus kami pada tahun ini adalah mengenai perizinan dan retribusi yang ada di dua instansi yaitu DPMTSP dan Bapenda. Fokus kita sesuai dengan arahan presiden yaitu kemudahan berinvestasi harus bisa dirasakan langsung oleh para pengusaha dan pelaku usaha,” ujar Amriansah.

“Dan juga bagaimana menumbuhkan ekonomi di tengah-tengah masyarakat yang saat ini sedang mengalami resesi, tetapi dibalik itu semua kita masih ada peluang untuk tumbuh yaitu dengan investasi dengan harapan investasi ini bisa tumbuh dengan adanya kemudahan-kemudahan investasi, kemudahan perizinan juga pendapatan yang maksimal dari pajak retribusi yang ada di daerah,” ujarnya lebih lanjut.

Kasi Ekonomi Kejati Lampung menuturkan, rujakan tersebut sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar serta surat perintah Ketua Pelaksana Unit Pemberantasan Pungli Provinsi Lampung.

“Surat perintah Ketua Pelaksana Unit Pemberantasan Pungli Provinsi Lampung, Nomor: Sprin/41/XI/HUK.6.6./2022/UPP.LPG tanggal 17 November 2022 tentang contoh pelaksanaan kegiatan pada DPMTSP dan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda)/Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) di Kabupaten, Provinsi Lampung,” tuturnya. (Nsy/*/red)