Selasa, Maret 10, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 6

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan raih Apresiasi dari Gubernur Lampung Atas Capaian 100% Hasil Pengawasan

0

KALIANDA, (Ltc):

Komitmen Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik kembali mendapat pengakuan.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan meraih Piagam Penghargaan dari Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal atas capaian penyelesaian 100 persen tindak lanjut hasil pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah tahun 2024.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, kepada Inspektur Kabupaten Lampung Selatan, Badruzzaman, pada kegiatan Rapat Koordinasi Pengawasan Daerah (Rakorwasda) yang berlangsung di Gedung Pusiban, Kantor Gubernur Lampung, Kamis, 15 Januari 2026.

Inspektur Kabupaten Lampung Selatan, Badruzzaman, menjelaskan bahwa penghargaan ini diberikan berdasarkan hasil evaluasi pengawasan yang dilakukan Inspektorat Provinsi Lampung sepanjang tahun 2024. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kesungguhan pemerintah daerah dalam menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil pengawasan secara tepat waktu, tuntas, dan akuntabel.

“Keberhasilan ini mencerminkan komitmen kuat Pemkab Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar dalam memastikan seluruh rekomendasi hasil pengawasan dapat ditindaklanjuti secara menyeluruh,” ujar Badruzzaman.

Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi bagian penting dari upaya berkelanjutan Pemkab Lampung Selatan dalam membangun pemerintahan yang bersih, profesional, dan bertanggung jawab, sekaligus memperkuat sistem pengawasan internal sebagai fondasi peningkatan kualitas pelayanan publik.

Menurut Badruzzaman, penghargaan ini tidak hanya bernilai administratif, tetapi juga menjadi indikator meningkatnya kualitas tata kelola pemerintahan daerah serta kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah.

“Ke depan, prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan integritas, kinerja, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan,” kata Badruzzaman. (Kmf/*/red)

KNMP Desa Kunjir Kecamatan Rajabasa di mulai, Peletakan Batu Pertama oleh Sekda Lamsel

0

RAJABASA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan kembali menegaskan perannya dalam mendukung pembangunan nasional sektor kelautan dan perikanan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, pada Kamis (15/1/2026).

Pembangunan KNMP di Desa Kunjir merupakan bagian dari program prioritas nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia (RI). Program tersebut saat ini memasuki pembangunan tahap kedua di 35 titik pesisir Indonesia, sebelum diperluas hingga mencakup 1.000 lokasi pembangunan di seluruh wilayah pesisir nasional pada 2029.

Sebelumnya, Kabupaten Lampung Selatan telah menjadi bagian dari pembangunan tahap pertama KNMP di dua lokasi, yakni Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, dan Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, yang termasuk dalam 65 lokasi awal pembangunan di Indonesia.

PPK Pembangunan KNMP KKP RI, Yusuf Santoso, menyampaikan bahwa pada Januari 2026 ini pihaknya menargetkan penyelesaian persiapan material pembangunan. Dengan demikian, pekerjaan fisik diharapkan dapat dimulai pada awal Februari 2026. “Untuk pembangunan KNMP tahap kedua ini, setelah pekerjaan selesai, aset akan diserahterimakan kepada dinas terkait selaku pemilik lahan,” ujar Yusuf Santoso.

Ia menjelaskan, pengelolaan kawasan Kampung Nelayan Merah Putih nantinya akan diserahkan kepada Koperasi Desa Merah Putih, dengan pengawasan dari Dinas Perikanan, pemerintah daerah, serta kepala desa setempat.

Menurut Yusuf, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kelancaran pengelolaan koperasi serta dukungan semua pihak selama proses pembangunan berlangsung.

Ia berharap tidak ada kendala yang dapat menghambat pekerjaan dan merugikan kepentingan masyarakat.

Sementara itu, mewakili Bupati Lampung Selatan, Sekda Supriyanto menilai pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Kunjir sebagai langkah strategis dan visioner dalam mendorong transformasi kawasan pesisir. Supriyanto menyebutkan, KNMP di Desa Kunjir merupakan lokasi ketiga di Kabupaten Lampung Selatan dari 100 lokasi KNMP yang direncanakan secara nasional. “Ini adalah kehormatan sekaligus amanah besar yang harus kita jaga bersama,” kata Supriyanto dalam sambutannya.

Ia berharap pembangunan KNMP dapat menjadi tonggak perubahan kehidupan nelayan, mulai dari penyediaan hunian yang lebih layak, peningkatan produktivitas aktivitas perikanan, hingga penguatan ekonomi keluarga nelayan secara berkelanjutan.

Menurut Supriyanto, kawasan pesisir bukanlah wilayah pinggiran, melainkan beranda depan ekonomi maritim Indonesia. Nelayan memiliki peran strategis sebagai penjaga ketahanan pangan laut dan kedaulatan sumber daya kelautan nasional.

“Oleh karena itu, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi keadilan sosial dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Supriyanto juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Kelautan dan Perikanan RI beserta jajaran atas komitmen mendorong pembangunan masyarakat nelayan, khususnya di Kabupaten Lampung Selatan dan Desa Kunjir.

Selain itu, Ia menegaskan kepada PT Nara selaku pelaksana kegiatan agar melaksanakan pembangunan secara profesional, tepat waktu, tepat mutu, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Jaga kualitas pekerjaan, utamakan keselamatan kerja, serta libatkan masyarakat lokal agar pembangunan ini memberikan manfaat sejak hari pertama,” pesannya.

Ke depan, Supriyanto juga mendorong pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih dilakukan melalui koperasi nelayan dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Dengan demikian, kawasan tersebut diharapkan berkembang menjadi pusat produksi, distribusi, dan pemasaran hasil perikanan yang memberi nilai tambah bagi nelayan. “Saya yakin, dengan terbangunnya Kampung Nelayan Merah Putih ini akan tumbuh pusat-pusat ekonomi baru di wilayah pesisir. Lapangan kerja terbuka, usaha perikanan meningkat, dan kesejahteraan nelayan di Desa Kunjir serta Kecamatan Rajabasa akan bergerak naik secara nyata,” kata Supriyanto. (KMF/*/red)

Bupati Egi meresmikan pembangunan ruas jalan Kota Baru-Sinar Rejeki Kecamatan Jati Agung

0

JATI AGUNG, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama kembali menegaskan komitmennya untuk mewujudkan pemerataan pembangunan infrastruktur jalan di seluruh kecamatan. Menurutnya, kondisi jalan yang baik menjadi kunci utama untuk menggerakkan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Egi saat meresmikan pembangunan ruas jalan Kota Baru-Sinar Rejeki di Kecamatan Jati Agung, pada Kamis (15/1/2026).

Ruas jalan ini merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Sinar Rejeki dengan kawasan Kota Baru. Keberadaannya diharapkan mampu menunjang mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang, serta menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar.

Pembangunan tersebut mencakup rekonstruksi Jalan Ruas Kota Baru-Sinar Rejeki (R.190) dengan total panjang penanganan mencapai 2.967 meter. Jalan dibangun dengan lebar bervariasi antara 4 hingga 5,5 meter menggunakan perkerasan beton Fc.20 setebal 20 sentimeter.

Proyek pembangunan jalan ini menelan anggaran sebesar Rp8.986.270.350,00 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lampung Selatan Tahun Anggaran 2025.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, disaksikan jajaran pejabat struktural Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Camat Jati Agung beserta unsur Forkopimcam, serta seluruh kepala desa se-Kecamatan Jati Agung.

Turut hadir Rektor Universitas Islam An-Nur Lampung, Dr. H. Andi Warisno, M.MPd., Dekan Fakultas Ilmu Syariah Universitas An-Nur, Dr. KH. Abdul Adib, M.Pd., tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung. Dalam sambutannya, Bupati Egi menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berhenti pada proses fisik, tetapi juga menuntut komitmen bersama dalam menjaga dan merawat aset yang telah dibangun.

Ia meminta seluruh pihak, mulai dari aparat hingga masyarakat, aktif mengawasi penggunaan jalan, khususnya terkait kendaraan yang melintas melebihi kapasitas.

“Jalan ini adalah hasil kolaborasi kita semua. Saya menitipkan pesan kepada Pak Camat dan Kapolsek agar memastikan kendaraan yang melintas sesuai tonase. Jangan sampai melebihi kapasitas sehingga jalan cepat rusak dan akhirnya Dinas PUPR kembali disalahkan,” tegas Bupati Egi.

Bupati Egi juga mengaku terkesan dengan perubahan wajah Kecamatan Jati Agung setelah dilakukan perbaikan infrastruktur. Menurutnya, jalan yang baik membawa dampak langsung terhadap suasana wilayah, menjadikannya lebih terang, hidup, dan nyaman bagi masyarakat.

“Saya merasakan Jati Agung sebagai kecamatan yang penuh berkah. Banyak ulama berkumpul di sini. Bahkan saat Ijtima, suasananya terasa sejuk, mengingatkan saya pada suasana di Mekkah,” ujarnya. Lebih lanjut, Bupati Egi berharap pembangunan jalan tersebut mampu meningkatkan semangat produktivitas warga. Ia juga meminta masyarakat bersabar terhadap ruas-ruas jalan lain yang belum tersentuh perbaikan, karena pemerintah daerah harus menetapkan skala prioritas secara bertahap dan terukur.

“Kami tidak mungkin menyelesaikan seluruh persoalan infrastruktur dalam waktu singkat. Semua sudah kami pertimbangkan. Insyaallah, pembangunan jalan di Lampung Selatan akan terus berlanjut secara bertahap dan merata,” kata Bupati Egi.

Sementara itu, tokoh masyarakat sekaligus Rektor Universitas Islam An-Nur Lampung, Andi Warisno, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Ia mengaku baru kali ini merasakan kualitas jalan yang begitu baik.

“Saya sudah hampir 50 tahun tinggal di kampung ini. Baru sekarang saya melihat jalan sebagus ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Lampung Selatan,” ujarnya dengan penuh haru. (Gil-Kmf/*/red)

Desa Suak meraih Juara Favorit Lomba Desa Wisata Nusantara Tahun 2025 Tematik Ramah Lingkungan Kategori II: Desa Maju/Mandiri.

0

KALIANDA, (Ltc):

Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional setelah berhasil meraih Juara Favorit Lomba Desa Wisata Nusantara Tahun 2025 Tematik Ramah Lingkungan Kategori II: Desa Maju/Mandiri.

Capaian tersebut dinilai sebagai buah dari arahan, pembinaan, dan dukungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar.

Penghargaan itu diterima langsung oleh Kepala Desa Suak, Juli Wahyudin, didampingi Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar serta Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M. Darmawan, pada puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Kamis (15/1/2026).

Dalam ajang bergengsi tersebut, Desa Suak mewakili Provinsi Lampung dan bersaing di Regional I dengan desa-desa wisata unggulan dari berbagai daerah di Sumatra. Persaingan ketat tidak menyurutkan langkah Desa Suak untuk tampil menonjol melalui konsep pengelolaan desa wisata berbasis ramah lingkungan dan partisipasi masyarakat.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kualitas tata kelola pemerintahan desa di Kabupaten Lampung Selatan yang terus diperkuat melalui kebijakan pembangunan daerah.

Di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, pembinaan desa diarahkan tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan potensi lokal secara berkelanjutan.

Prestasi Desa Suak juga mencerminkan efektivitas pengelolaan sektor pariwisata desa yang mengedepankan prinsip keberlanjutan. Desa wisata diposisikan bukan semata sebagai destinasi, melainkan sebagai ruang hidup masyarakat yang tumbuh seiring dengan kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan dan kearifan lokal.

Penerapan konsep ramah lingkungan dilakukan secara konsisten, mulai dari pelestarian alam, penataan kawasan wisata berbasis budaya lokal, hingga pelibatan aktif masyarakat sebagai pelaku utama pariwisata.

Inovasi tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian dewan juri, sehingga mengantarkan Desa Suak meraih predikat Juara Favorit di tingkat nasional. Kepala Desa Suak, Juli Wahyudin, mengatakan penghargaan tersebut merupakan buah dari kebersamaan dan konsistensi seluruh warga desa dalam menerapkan konsep ABRI melalui program Asri, Bersih, Rapi, dan Indah. Program ini dijalankan secara berkelanjutan sebagai upaya membangun lingkungan desa yang tertata dan berdaya saing.

Program ABRI bertujuan menciptakan lingkungan yang nyaman, bersih, dan tertib, baik di kawasan perkantoran desa maupun ruang publik. Implementasinya juga terintegrasi dengan program BKW (Bersih, Kering, dan Wangi) pada fasilitas toilet umum sebagai bagian dari peningkatan standar pelayanan publik.

Juli menjelaskan, program yang digaungkan oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima, membangun budaya kerja yang baik, sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata melalui kebersihan dan keindahan lingkungan.

Upaya tersebut dijalankan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat serta dukungan lintas perangkat daerah.

Menurutnya, pengembangan desa wisata tidak akan berjalan optimal tanpa peran serta masyarakat dan sinergi yang kuat dengan perangkat daerah, khususnya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan.

“Penghargaan ini bukan hanya milik pemerintah desa, tetapi milik seluruh masyarakat Desa Suak. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan menjaga keberlanjutan desa wisata yang ramah lingkungan,” ujar Juli.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Lampung Selatan, Erdiyansyah, menambahkan bahwa keberhasilan Desa Suak meraih Juara Desa Wisata Nusantara 2025 bukanlah suatu kebetulan.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil keselarasan antara kebijakan desa dengan Program ABRI BKW yang diterapkan secara konsisten.

Ia menyebutkan, sejak awal kepemimpinan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, seluruh perangkat daerah hingga tingkat desa selalu didorong untuk menjadikan kebersihan dan keindahan lingkungan sebagai pintu masuk penguatan sektor pariwisata.

“Hal tersebut akhirnya membuahkan hasil dan mendapat pengakuan di tingkat nasional. Desa wisata yang ramah lingkungan ini sejalan dengan tagline impactful dan sustainable, terutama dalam aspek keberlanjutan lingkungan,” ujar Erdiyansyah.

Pemkab Lampung Selatan berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk terus berinovasi, memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel, serta mendorong pembangunan berbasis potensi lokal yang berkelanjutan. (Kmf)

PW RMI NU audensi dengan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bahas Muktamad I Tingkat Provinsi Lampung

0

KALIANDA, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pelaksanaan Musabaqah Kutubut Turats Bainal Ma’ahid (Muktamad) I Tingkat Provinsi Lampung yang akan digelar pada 23–25 Januari 2026 di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in, Kecamatan Jati Agung.

Dukungan tersebut disampaikan Bupati Egi saat menerima audiensi Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PW RMI NU) Provinsi Lampung, di ruang kerja Bupati Lampung Selatan, Rabu (14/1/2026).

Bupati Egi menilai, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi antar-pesantren, tetapi juga berperan strategis dalam memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan keagamaan dan pengembangan sumber daya manusia di Lampung Selatan.

“Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mendukung penuh pelaksanaan Muktamad I PW RMI NU ini. Selain mempererat ukhuwah, kegiatan ini juga menjadi sarana meningkatkan kualitas pendidikan pesantren,” ujar Bupati Egi.

Ia juga menyatakan rencananya untuk hadir langsung pada kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap lembaga pendidikan keagamaan di Kabupaten Lampung Selatan. Dalam audiensi tersebut, Bendahara Umum PW RMI NU Provinsi Lampung sekaligus Ketua Pelaksana Muktamad I, Gus Nasihudin Mustofa, menjelaskan bahwa Muktamad ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan, tidak hanya di Provinsi Lampung, tetapi juga secara nasional.

“Kegiatan ini menjadi yang pertama di Indonesia dan sekaligus merupakan rangkaian peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-103 tahun 2026,” jelas Gus Nasihudin.

Ia menyebutkan, Muktamad I akan diikuti para santri dari berbagai pesantren dengan sembilan cabang perlombaan, di antaranya Musabaqah Qira’atil Kutub, Musabaqah Hifdzin Nadzmi, Musabaqah Hifdzil Qur’an, Musabaqah Tilawatil Qur’an, khitabah, serta cabang olahraga seperti voli dan futsal.

Selain santri, kegiatan ini juga melibatkan unsur kiai, gawagis, bu nyai, dan nawaning. Para kiai dan gawagis akan mengikuti lomba futsal dan catur, sementara bu nyai dan nawaning berkompetisi dalam lomba tata boga.

Audiensi tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Anton Carmana, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Martoni Sani, serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Firmansyah. (lmhr-Kmf/*/red)

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama buka Konferkab IX PWI Lamsel Tahun 2026 di Grand Elty Kratatoa

0

KALIANDA, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) harus tampil sebagai kanalis informasi yang sehat sekaligus penjaga profesionalisme wartawan di tengah derasnya arus informasi yang kian sulit dibendung.

Penegasan itu disampaikan Bupati Egi saat membuka Konferensi Kabupaten (Konferkab) IX PWI Lampung Selatan yang digelar di Grand Elty Krakatoa, Kalianda, pada Rabu (14/1/2026).

Menurut Bupati Egi, era banjir informasi menghadirkan tantangan besar bagi insan pers, khususnya dalam melindungi masyarakat dari polusi informasi, hoaks, dan konten yang menyesatkan. Karena itu, wartawan dituntut bekerja berdasarkan fakta, menjunjung etika jurnalistik, serta menjalankan fungsi edukasi kepada publik. “Jurnalis bukan hanya juru tulis, tetapi penyambung lidah masyarakat dan kompas yang memberi arah. Setiap tinta dan bidikan kamera memiliki tanggung jawab moral karena dampaknya langsung dirasakan publik,” ujar Bupati Egi.

Konferkab IX PWI Lampung Selatan yang mengusung tema “Mewujudkan Wartawan yang Profesional dan Bermartabat Menuju Lampung Selatan Maju” tersebut turut dihadiri pengurus PWI Provinsi Lampung, unsur Forkopimda Lampung Selatan, Sekretaris Daerah beserta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Lampung Selatan.

Selain sebagai forum evaluasi organisasi, Konferkab IX juga menjadi agenda penting pemilihan Ketua PWI Lampung Selatan untuk masa bhakti 2026-2029.

Bupati Egi menilai Konferkab PWI merupakan cerminan demokrasi internal yang merajut kebersamaan dan memperkuat profesionalisme dunia jurnalistik di daerah.

Ia berharap, siapapun yang terpilih nantinya mampu membawa wajah baru jurnalistik Lampung Selatan yang lebih bermartabat, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan publik. “Saya berharap PWI mampu menjadi kanalis dengan konsep edukasi yang baik, sehingga kualitas jurnalistik di Lampung Selatan bisa naik kelas,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PWI Lampung Selatan periode 2022-2025, Supradianto, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Polres Lampung Selatan, dan DPRD Lampung Selatan atas dukungan yang diberikan sehingga Konferkab IX dapat terlaksana dengan lancar. “Atas nama organisasi, kami mengucapkan terima kasih atas seluruh dukungan. Dengan terpilihnya ketua PWI yang baru, maka masa kepemimpinan kami akan berakhir. Kami juga memohon maaf apabila terdapat kekurangan selama masa kepengurusan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Lampung, Wirahadikusumah, menegaskan bahwa Konferkab IX menjadi penanda perjalanan panjang PWI Lampung Selatan yang telah berdiri dan berkontribusi selama 24 tahun.

Ia menekankan pentingnya membedakan antara informasi dan berita melalui kerja jurnalistik yang berlandaskan fakta, verifikasi, dan kode etik.

“Wartawan hadir untuk menyampaikan fakta, bukan menghakimi. Berita harus melalui proses jurnalistik agar kebenarannya terjamin,” tegasnya.

Wirahadikusumah juga berharap sinergi antara PWI dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dapat terus terjalin di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama, guna mendukung kemajuan daerah dan terciptanya ekosistem pers yang sehat. (ptm-Kmf/*/red)

Bupati Egi: Pejabat Tinggi harus tetap semangat melayani masyarakat & rendah hati

0

KALIANDA, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa jabatan yang tinggi tidak boleh menjauhkan pejabat dari semangat melayani masyarakat dengan rendah hati.

Pesan tersebut disampaikan kepada para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang baru dilantik, sebagai pengingat bahwa amanah jabatan harus dijalankan dengan integritas, keteladanan, dan orientasi pelayanan publik.

Pesan Bupati tersebut disampaikan melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan, M. Darmawan, saat memimpin apel mingguan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, di Lapangan Korpri, Kalianda, pada Senin (12/1/2026). “Ingatlah, jabatan boleh tinggi, tetapi pelayanan harus tetap rendah hati,” ujar Darmawan selaku Pembina Apel saat membacakan amanat Bupati.

Apel mingguan yang merupakan apel kedua di bulan Januari 2026 itu diikuti jajaran pejabat utama, kepala perangkat daerah, pejabat administrator, pejabat fungsional, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), baik PNS, PPPK, maupun PPPK Paruh Waktu.

Dalam amanatnya, Bupati Egi menekankan pentingnya menjaga amanah dan kepercayaan publik, khususnya bagi pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang baru dilantik pada 6 Januari 2026 lalu.

Para pejabat diminta segera beradaptasi dengan lingkungan kerja baru, membangun kolaborasi lintas perangkat daerah, serta menghadirkan kebijakan yang solutif dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Selain itu, Darmawan kembali menegaskan nilai dasar yang harus menjadi karakter seluruh ASN Lampung Selatan, yakni menjadi pegawai dan pejabat yang “BETIK”.

BETIK merupakan akronim dari Bersih dalam niat dan tindakan, disiplin dalam waktu dan tanggung jawab, serta melayani dengan sepenuh hati kepada masyarakat. “Nilai BETIK ini harus kita tanamkan dalam diri, kita praktikkan setiap hari hingga menjadi kebiasaan dan budaya kerja. Inilah jati diri ASN Lampung Selatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Darmawan juga kembali menegaskan arah pembangunan Kabupaten Lampung Selatan yang harus bermuara pada keberhasilan Program Agroeduwisata.

Ia menekankan bahwa pengembangan agroeduwisata bukan hanya menjadi tanggung jawab satu atau dua perangkat daerah, melainkan kewajiban bersama seluruh organisasi perangkat daerah. “Saya tidak ingin lagi mendengar alasan bahwa pariwisata hanya urusan Dinas Pariwisata atau pertanian hanya urusan Dinas Pertanian. Semua perangkat daerah wajib memiliki mindset agroeduwisata,” katanya.

Ia pun meminta seluruh perangkat daerah menyinkronkan program kerja serta membangun ekosistem wisata berbasis potensi alam, edukasi, pertanian, budaya, dan kearifan lokal. “Jika kita bergerak bersama, Lampung Selatan tidak hanya maju, tetapi juga memiliki identitas dan daya saing yang kuat, serta semakin dikenal baik secara nasional maupun mancanegara,” kata Darmawan. (Nsy-Kmf/*/red)

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama keluarga Kunjungi SLB Negeri

0

SIDOMUYO, (Ltc):

Tawa polos dan sapaan hangat mewarnai halaman Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Sidomulyo, Desa Budidaya, Kecamatan Sidomulyo, pada Jumat (9/1/2026).

Di tengah suasana sederhana namun penuh keakraban itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, hadir langsung menyapa siswa-siswi berkebutuhan khusus, membawa pesan empati, perhatian, dan dukungan moral dari pemerintah daerah.

Kehadiran Bupati Egi terasa istimewa karena ia turut mengajak ketiga putrinya, Kaleela Aisyah Pratama, Kaisara Alisyah Pratama, dan Khawla Ameena Pratama. Kebersamaan keluarga tersebut semakin memperkuat nuansa kekeluargaan saat mereka membaur, berinteraksi, dan memperkenalkan diri satu per satu di hadapan para siswa. Dalam kesempatan itu, Bupati Egi mengungkapkan kesan positifnya saat pertama kali mengunjungi SLB Negeri Sidomulyo.

Ia menilai dedikasi para guru sangat luar biasa dalam mendidik siswa-siswi berkebutuhan khusus. Menurutnya, lingkungan sekolah yang bersih, nyaman, dan penuh warna menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. “Lingkungannya bagus, nyaman, bersih, dan penuh warna. Saya yakin anak-anak merasa senang dan betah belajar di sekolah ini,” ujar Bupati Egi.

Sebagai bentuk kepedulian nyata, Bupati Egi bersama ketiga putrinya menyerahkan secara langsung sebanyak 128 paket bingkisan berupa susu UHT dan buku tulis kepada para siswa, serta 20 paket sembako bagi keluarga siswa yang kurang mampu. Dalam kesempatan itu, Bupati Egi mengungkapkan kesan positifnya saat pertama kali mengunjungi SLB Negeri Sidomulyo.

Ia menilai dedikasi para guru sangat luar biasa dalam mendidik siswa-siswi berkebutuhan khusus. Menurutnya, lingkungan sekolah yang bersih, nyaman, dan penuh warna menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. “Lingkungannya bagus, nyaman, bersih, dan penuh warna. Saya yakin anak-anak merasa senang dan betah belajar di sekolah ini,” ujar Bupati Egi.

Sebagai bentuk kepedulian nyata, Bupati Egi bersama ketiga putrinya menyerahkan secara langsung sebanyak 128 paket bingkisan berupa susu UHT dan buku tulis kepada para siswa, serta 20 paket sembako bagi keluarga siswa yang kurang mampu. Turut mendampingi Bupati Radityo Egi Pratama dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Lampung Selatan Agus Sartono, Plt Kepala Dinas Pendidikan M. Darmawan, Kepala Dinas Sosial Puji Sukanto, serta Camat Sidomulyo Fran Sinatra Adung.

Kehadiran jajaran pejabat ini sekaligus menegaskan komitmen kolektif Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam menjamin kesejahteraan, perlindungan, serta pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, agar tumbuh setara, bermartabat, dan memiliki masa depan yang lebih baik. (Gil-Kmf/*/red)

Bupati Egi Tinjau Langsung proyek KNMP Kecamatan Ketapang

0

KALIANDA, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, melakukan peninjauan langsung proyek pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, pada Kamis (8/1/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proyek strategis nasional itu berjalan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat nelayan.

KNMP merupakan bagian dari program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam menata kawasan pesisir agar lebih sehat, layak huni, aman, dan produktif.

Dalam peninjauan itu, Bupati Egi mengecek secara detail progres pembangunan sekaligus menekankan pentingnya kualitas pekerjaan, baik dari sisi fungsi maupun keberlanjutan kawasan.

Bupati Egi menyampaikan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Hari ini kita meninjau langsung Kampung Nelayan Merah Putih. Pembangunan ini sepenuhnya selaras dengan program Presiden RI untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat nelayan melalui penataan kawasan yang lebih modern dan terpadu,” ujar Bupati Egi di sela-sela peninjauan.

Selain aspek estetika kawasan, Bupati Egi juga memberi perhatian serius pada faktor keamanan bangunan, khususnya dari potensi bencana alam seperti banjir rob dan pasang air laut. Ia meminta agar seluruh konstruksi benar-benar memperhitungkan kondisi geografis wilayah pesisir. Menanggapi hal tersebut, Kepala Proyek KNMP dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk., Candra, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerapkan langkah mitigasi dengan meningkatkan elevasi lahan kawasan.

“Kami melakukan urugan tanah hingga mencapai elevasi tertentu, sehingga posisi bangunan berada jauh lebih tinggi dari permukaan air laut maupun jalan di sekitarnya,” jelas Candra.

Ia menambahkan, area yang sebelumnya rendah kini telah ditimbun hingga setinggi sekitar dua meter sebagai standar keamanan jangka panjang. “Langkah ini kami terapkan agar kawasan permukiman tetap aman, kering, dan nyaman bagi warga,” tambahnya.

Tak hanya diproyeksikan sebagai kawasan permukiman nelayan, KNMP juga dirancang menjadi destinasi wisata baru di Lampung Selatan.

Untuk itu, Bupati Egi memberikan arahan khusus terkait penataan aksesibilitas kawasan, terutama penyediaan lahan parkir yang memadai dan mudah dijangkau pengunjung.

“Saya ingin lokasi parkir dibuat sedekat mungkin dengan titik wisata. Akses yang mudah akan membuat wisatawan merasa nyaman dan tertarik datang ke sini,” tegas Bupati Egi. (Gil-Kmf/*/red)

BUMD Pemerintah Provinsi Jawa Tengah lirik peluang Investasi di Lamsel

0

KALIANDA, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menerima audiensi jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Tengah di ruang kerjanya, pada Rabu (7/1/2026).

Pertemuan tersebut menjadi forum awal untuk bertukar informasi serta melihat peluang kerja sama strategis antara BUMD Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Rombongan BUMD Provinsi Jawa Tengah dipimpin oleh Direktur Utama PT Jateng Petro Energi (Perseroda) atau JPEN, Dwi Budi Sulistiyana. Dalam audiensi tersebut, ia menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan serta ketertarikan terhadap potensi daerah yang dimiliki. “Kami merasa terhormat dapat diterima langsung oleh Bupati Lampung Selatan. Dari kunjungan singkat ini, kami melihat Lampung Selatan memiliki potensi yang sangat menarik untuk dibicarakan lebih lanjut,” ujar Dwi Budi Sulistiyana.

Pandangan serupa disampaikan Direktur Utama PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), Ahmad Fauzie Nur. Menurutnya, Lampung Selatan memiliki keunggulan dari sisi produksi pertanian yang melimpah serta posisi geografis yang strategis sebagai gerbang Sumatra. “Lampung Selatan sangat potensial, baik dari sektor pertanian maupun letak geografisnya. Kami terbuka untuk menjajaki berbagai peluang, termasuk kemungkinan pengembangan hilirisasi,” kata Ahmad Fauzie Nur.

Turut hadir dalam rombongan tersebut Direktur Utama PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (Perseroda) atau SPJT, Rudolf Tulus P. Sirait, beserta jajaran BUMD Provinsi Jawa Tengah lainnya.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan suatu kehormatan bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membuka ruang komunikasi dan kerja sama yang berorientasi pada kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami sangat terbuka terhadap berbagai bentuk penjajakan kerja sama, tentu dengan tujuan mendorong kemajuan Kabupaten Lampung Selatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati Egi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Egi juga memaparkan gambaran umum potensi Lampung Selatan, mulai dari sektor pariwisata, pertanian, industri, hingga kekayaan budaya. Ia menekankan bahwa pengembangan sektor berbasis agro dan pariwisata menjadi salah satu fokus pembangunan daerah ke depan.

Audiensi ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait. (Nsy/*/red)