Selasa, Maret 10, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 4

Pria Tak Dikenal Bacok Pasutri di Ruko Sidomulyo Lampung Selatan, Polisi Selidiki Motif

0

 LAMPUNG SELATAN, (Ltc):

Seorang pria tak dikenal melakukan aksi penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis golok terhadap pasangan suami istri di sebuah ruko di Dusun Katibung I, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Korban diketahui bernama M Fajeri (64) dan istrinya, Rohimah (49), yang sehari-hari berprofesi sebagai wiraswasta dan tinggal di lokasi kejadian.

Kapolsek Sidomulyo AKP Peri Setiawan mengatakan, pelaku datang seorang diri dengan mengenakan pakaian hitam serta penutup wajah, lalu masuk ke dalam ruko milik korban dengan berpura-pura menanyakan harga golok. “Pelaku sempat menanyakan harga golok kepada korban. Namun secara tiba-tiba pelaku langsung membacok korban M. Fajeri menggunakan golok tersebut pada bagian tangan kanan,” kata Peri dalam keterangannya, pada Kamis (12/2/2026).

Melihat suaminya diserang, Rohimah berusaha memberikan pertolongan. Namun pelaku juga menyerangnya menggunakan senjata tajam yang sama. “Ketika istri korban berusaha menolong, pelaku kembali melakukan pembacokan hingga korban mengalami luka serius,” ujar Peri.

Teriakan korban mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah saksi kemudian datang untuk memberikan pertolongan, sementara pelaku melarikan diri ke arah seberang jalan.

Akibat kejadian tersebut, M Fajeri mengalami luka sabetan senjata tajam di tangan kanan hingga lengan atas dalam kondisi sadar. Sementara Rohimah mengalami luka sabetan di lengan kanan serta paha kaki kiri yang cukup parah. Kedua korban saat ini menjalani perawatan medis di RS Bob Bazar Kalianda.

Feri menegaskan, tidak ada barang milik korban yang hilang di lokasi kejadian. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas pelaku serta motif penyerangan. “Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Kami sedang mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di lapangan untuk mengungkap pelaku,” kata dia.(HMS Polres Ls/*/red)

 

Radityo Egi Pratama, meresmikan Grand Opening Cik Tien Oleh-oleh Lampung

0

KALIANDA, (Ltc):

Upaya mendorong Lampung Selatan menjadi daerah tujuan singgah berbasis ekonomi lokal terus diperkuat.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, meresmikan Grand Opening Cik Tien Oleh-oleh Lampung di Jalan Kusuma Bangsa No. 175 Kalianda, Rabu (11/2/2026), yang sekaligus dirangkai dengan peresmian Sekretariat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) Kabupaten Lampung Selatan.

Peresmian ditandai dengan penerbangan balon serta penandatanganan prasasti oleh Bupati Radityo Egi Pratama bersama owner Cik Tien Oleh-oleh Lampung, Yustina Dwi Hafsari, didampingi Ketua DPC Hippi Lampung Selatan Yosefh Fauzi.

Kehadiran pusat oleh-oleh tersebut menjadi simbol dimulainya operasional ruang distribusi produk UMKM sekaligus pusat kolaborasi pelaku usaha lokal.

Dalam sambutannya, Bupati Egi menilai peresmian itu sebagai contoh nyata sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan UMKM dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah. Menurutnya, kemandirian ekonomi bertumpu pada dua aspek utama, yakni pelaku usaha yang inovatif serta kualitas produk dan jasa yang mampu bersaing.

“Ini kombinasi yang baik dan nyata untuk kepentingan ekonomi Lampung Selatan. Kemandirian ekonomi kuncinya ada dua, pelaku usaha dan produk atau jasa. Hari ini kita melihat inovasi pengusaha lokal yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ujar Bupati Egi.

Ia berharap keberadaan pusat oleh-oleh mampu meningkatkan perputaran ekonomi sekaligus menjadi embrio wadah yang lebih besar dalam memajukan UMKM dan pariwisata daerah.

Menurutnya, penguatan ruang distribusi produk lokal menjadi langkah strategis agar Lampung Selatan tidak hanya menjadi daerah lintasan, tetapi juga destinasi yang memberi pengalaman bagi wisatawan.

“Saya tidak ingin Lampung Selatan hanya dilintasi, tetapi menjadi daerah tujuan singgah yang nyaman. Dari gerbang Sumatra kita jadikan beranda Sumatra. Kita siapkan ruang yang membuat orang datang, betah, dan kembali lagi,” katanya.

Sementara itu, Owner Cik Tien Oleh-oleh Lampung, Yustina Dwi Hafsari, menyampaikan bahwa kehadiran toko oleh-oleh tersebut berangkat dari kebutuhan wisatawan yang selama ini kesulitan menemukan pusat oleh-oleh yang mudah dijangkau di wilayah Kalianda. Ia berharap toko tersebut dapat menjadi solusi sekaligus sarana promosi produk UMKM lokal.

“Selama ini wisatawan menemui kesulitan mendapatkan toko oleh-oleh yang mudah dijangkau di Kalianda. Karena itu, kami menghadirkan Cik Tien sebagai solusi bagi wisatawan yang ingin pulang membawa khas Lampung sekaligus mendukung produk UMKM lokal. Saya percaya upaya kecil ini bisa menjadi bagian dari penguatan pariwisata dan UMKM Lampung Selatan,” ujar Yustina. Di sisi lain, Ketua DPC Hippi Lampung Selatan, Yosefh Fauzi, menegaskan bahwa sekretariat baru tersebut akan menjadi ruang diskusi dan kolaborasi pengusaha lokal dalam memperkuat ekosistem UMKM. Ia menyebut keberadaan fasilitas distribusi produk melalui Cik Tien akan memperluas peluang pemasaran bagi pelaku usaha daerah.

“Hippi sudah lama hadir, dan kini kami kembali bersama UMKM. Gedung ini mungkin kecil, tetapi insyaallah penuh makna dan keberkahan. Di sini kita berdiskusi, berbagi pengalaman, serta didukung fasilitas distribusi produk UMKM melalui Cik Tien. Kolaborasi seperti ini sangat baik untuk membangun Lampung Selatan,” kata Yosefh.

Peresmian tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan ruang kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, pelaku usaha, dan UMKM, sekaligus memperkuat posisi Lampung Selatan sebagai gerbang ekonomi dan pariwisata di Pulau Sumatra. (ptm-Kmf/*/red)

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan Bersama Kodim 0421 Gelar Karya Bhakti Pembersihan Fasum & Sungai Area Bom Kalianda

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama Kodim 0421/Lampung Selatan menggelar karya bakti pembersihan fasilitas umum dan sungai di kawasan Dermaga Bom Kalianda, Rabu (11/2).

Kegiatan tersebut menjadi implementasi instruksi Presiden Republik Indonesia terkait pelaksanaan Korve pembersihan lingkungan sekaligus penguatan Gerakan Lingkungan Hidup Bebas Sampah (Zero Waste) di daerah setempat.

Aksi gotong royong diawali dengan apel bersama yang dipimpin langsung Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, serta dihadiri Wakil Bupati M. Syaiful Anwar dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari Polres Lampung Selatan, Satpol PP, Damkar, perangkat daerah, hingga pemerintah kecamatan dan kelurahan setempat.

Ratusan peserta kemudian bergerak membersihkan sampah di area fasilitas umum dan aliran sungai di sekitar Dermaga Bom, yang dikenal sebagai salah satu titik aktivitas masyarakat pesisir Kalianda.

Dalam arahannya, Bupati Egi menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk komitmen nyata dalam menjaga lingkungan, kesehatan masyarakat, dan masa depan daerah. “Pagi ini kita tidak hanya bekerja secara fisik, tetapi menegaskan komitmen menjaga lingkungan, menjaga kesehatan, dan menjaga masa depan Lampung Selatan. Kepedulian tidak menunggu perintah, dan aksi nyata lebih kuat daripada sekadar wacana,” ujarnya. Bupati Egi juga menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0421/LS dan Polres Lampung Selatan yang dinilai konsisten hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga mendukung pembangunan serta kepedulian terhadap lingkungan.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan Forkopimda merupakan kekuatan strategis dalam membangun disiplin kolektif terhadap kebersihan serta memperkuat budaya gotong royong di masyarakat.

Ia menambahkan, kawasan sungai dan dermaga memiliki peran vital sebagai urat nadi kehidupan masyarakat pesisir. Lingkungan yang bersih, kata dia, akan berdampak langsung pada kesehatan, aktivitas ekonomi, hingga citra daerah.

“Kalau lingkungannya bersih, ekonomi bergerak, kesehatan terjaga, dan martabat daerah meningkat. Zero waste bukan sekadar slogan, tetapi cara berpikir, cara bersikap, dan cara bertindak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Egi berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan budaya baru di tengah masyarakat, yakni budaya tidak membuang sampah sembarangan, budaya peduli lingkungan, serta semangat gotong royong yang berkelanjutan.

Kegiatan karya bakti ini diharapkan menjadi pemantik kesadaran bersama untuk mewujudkan Lampung Selatan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui gerakan Zero Waste yang konsisten serta terintegrasi di berbagai sektor. (Nsy-Kmf/*/red)

Pemkab Lampung Selatan Siapkan Lomba Desa Helau, Desa Paling Cantik dan Inovatif Bakal Dapat Hadiah Infrastruktur

0

KETAPANG, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berencana menggelar lomba Desa Helau dengan hadiah pembangunan infrastruktur bagi desa yang berhasil menciptakan lingkungan indah, hijau, inovatif, dan berdaya saing.

Program tersebut digagas sebagai stimulus percepatan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat di tingkat desa.

Rencana tersebut disampaikan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 Kecamatan Ketapang yang berlangsung di Desa Sri Pendowo, pada Rabu (11/2/2026).

Dalam forum perencanaan pembangunan tersebut, Bupati Egi mengajak seluruh kepala desa bersama masyarakat untuk berkompetisi secara positif dengan menghadirkan desa yang lebih maju, asri, inovatif, dan berdaya saing.

Menurutnya, lomba Desa Helau akan menjadi pemicu agar desa-desa terus berbenah dan menghadirkan perubahan nyata yang dirasakan langsung oleh warga. “Saya ingin bapak ibu semua bikin desa helau. Kita akan launching, setiap desa nanti kita lombakan, hadiahnya infrastruktur. Bikin desanya jadi cantik, hijau, lestari, elok, aman, dan SDM-nya unggul,” ujar Egi.

Ia menegaskan, program tersebut bukan sekadar kompetisi seremonial, melainkan gerakan kolektif yang mendorong pembangunan desa berbasis kreativitas dan partisipasi masyarakat. Desa didorong menghadirkan karya inovatif yang mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus kesejahteraan warganya. “Kita sama-sama berlomba dalam kebaikan. Bikin karya-karya inovatif, karya-karya yang berdampak untuk masyarakat,” tambahnya.

Selain memaparkan program strategis desa, Bupati Egi juga mengingatkan para kepala desa agar menjalankan amanah jabatan secara profesional serta tidak mempersulit masyarakat dalam pelayanan publik. Ia menekankan pentingnya integritas dan kepatuhan terhadap aturan, disertai pengawasan ketat dari pemerintah daerah melalui inspektorat. “Jangan dengan jabatan kepala desa mempersulit diri sendiri dan masyarakat. Saya tidak main-main, saya tidak bisa lindungi. Mau itu tim sukses saya sekalipun, kalau melanggar hukum ya saya angkat tangan,” tegasnya.

Dalam Musrenbang kecamatan yang menjadi titik ke-11 tersebut, Egi juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terbuka terhadap kritik dan laporan masyarakat.

Namun, setiap laporan harus disertai identitas serta bukti yang jelas agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.

“Saya tidak anti kritik, tapi kalau laporan akun bodong tanpa identitas saya tidak bisa tanggapi karena tidak tahu benar atau tidak. Ada yang tanya kenapa aduannya lama ditanggapi, karena kita harus cari bukti dulu. Satu aduan saja bisa seminggu, karena harus mengumpulkan alat bukti,” jelasnya.

Melalui forum Musrenbang RKPD 2027 tersebut, Pemkab Lampung Selatan berharap sinergi antara pemerintah daerah, desa, dan masyarakat semakin kuat, sehingga program pembangunan, termasuk lomba Desa Helau, mampu mendorong perubahan nyata menuju desa yang lebih maju, hijau, dan berdaya saing. (Kmf/*/red)

Prestasi Beruntun! Lampung Selatan Raih Opini Kualitas Tinggi Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 2025

0

 

BANDAR LAMPUNG, (Ltc):

Prestasi demi prestasi terus ditorehkan Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati Muhammad Syaiful Anwar.

Kali ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan meraih Opini Ombudsman Republik Indonesia kategori Kualitas Tinggi dalam Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2025.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung berdasarkan periode observasi pada September hingga November 2025 pada acara Penyampaian Hasil Penilaian/Opini Ombudsman RI Tahun 2025.

Penyerahan penghargaan berlangsung di Gedung Balai Keratun Lantai III, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin (9/2/2026), dan diserahkan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela kepada Plt Asisten Administrasi Umum Setdakab Lampung Selatan, Edy Firnandi, disaksikan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung, Nur Rahman Yusuf.

Penilaian ini mengacu pada Peraturan Ombudsman Nomor 61 Tahun 2025 tentang Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik sebagai bagian dari fungsi pengawasan pelayanan publik secara nasional. Dalam hasil penilaian tersebut, Kabupaten Lampung Selatan memperoleh nilai 80,51 dengan predikat Baik (Kualitas Tinggi).

Adapun unit layanan yang menjadi objek penilaian meliputi Dinas Sosial, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Ketiga unit layanan tersebut dinilai menunjukkan kualitas pelayanan publik yang baik dan konsisten memenuhi standar pelayanan kepada masyarakat.

Plt Asisten Administrasi Umum Setdakab Lampung Selatan, Edy Firnandi, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Berdasarkan hasil pengawasan pelayanan publik, Kabupaten Lampung Selatan berhasil meraih Predikat Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2025 dari Ombudsman RI dengan nilai 80,51 kategori Baik atau Opini Kualitas Tinggi,” ujar Edy.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Egi-Syaiful dalam memperbaiki tata kelola pelayanan publik agar semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Alhamdulillah, Kabupaten Lampung Selatan mendapatkan penghargaan Opini Kualitas Tinggi dari Ombudsman RI. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tambahnya.

Edy juga menegaskan bahwa hasil penilaian Ombudsman RI akan dijadikan bahan evaluasi dan penguatan sistem pelayanan publik ke depan. Pemkab Lampung Selatan berkomitmen mendorong pelayanan yang semakin cepat, mudah, serta akuntabel bagi masyarakat.

Penghargaan ini sekaligus mempertegas posisi Kabupaten Lampung Selatan sebagai salah satu daerah di Provinsi Lampung yang serius membangun pelayanan publik berkualitas dan berintegritas, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan peningkatan kinerja pemerintahan daerah. (Kmf/*/red)

Kabupaten Lampung Selatan Di percaya sebagai motor penguatan hilirisasi peternakan ayam nasional

0

JATI AGUNG, (Ltc):

Kabupaten Lampung Selatan kembali dipercaya sebagai salah satu lokasi program strategis nasional. Kepercayaan itu ditandai dengan dimulainya program hilirisasi industri ayam terintegrasi yang diproyeksikan menjadikan daerah ini sebagai motor penguatan hilirisasi peternakan ayam nasional sekaligus penyangga pasokan protein hewani untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program tersebut merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian RI serta Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Pembangunan resmi dimulai melalui kegiatan groundbreaking di Perkebunan PTPN I Region 7 Trikora, Desa Rejomulyo, Kecamatan Jati Agung, pada Jumat (6/2/2026).

Groundbreaking dilaksanakan hanya sehari setelah audiensi antara Ditjen PKH Kementerian Pertanian RI dan Bupati Lampung Selatan pada Kamis (5/2/2026), menandakan percepatan implementasi program yang menjadi prioritas pemerintah pusat tersebut.

Salah satu program utama yang akan dijalankan adalah skema “Ayam Merah Putih”, yakni model pengembangan peternakan ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Program ini mencakup penyediaan bibit ayam, pakan, kandang, hingga penguatan industri pengolahan, sehingga peternak tidak lagi bergantung pada penjualan ayam hidup, tetapi dapat memperoleh nilai tambah dari produk olahan.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengatakan pembangunan hilirisasi pangan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat sektor pertanian dan peternakan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan kegiatan groundbreaking dengan PTPN I dan Danantara terkait pembangunan hilirisasi pangan yang ada di Lampung Selatan,” ujar Egi.

Bupati Egi menjelaskan, kehadiran industri hilir yang terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas peternakan ayam serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.

“Kami optimistis ini akan mampu menggerakkan ekonomi lokal dan menciptakan domino efek terhadap potensi yang ada di daerah sini,” lanjutnya.

Program hilirisasi tersebut dirancang untuk memperkuat rantai pasok sektor peternakan, mulai dari produksi, pengolahan, hingga distribusi.

Dengan sistem terintegrasi, hasil peternakan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan daerah, tetapi juga menopang kebutuhan nasional.

Selain memperkuat ketahanan pangan, proyek ini juga diproyeksikan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan peternak, serta menumbuhkan sektor usaha pendukung di Lampung Selatan.

Pemerintah daerah pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program strategis pemerintah pusat yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. (ptm-Kmf/*/red)

DPD Partai Golkar Lamsel Audensi Dengan Bupati Egi bahas Sektor Pariwisata

0

KALIANDA, (Ltc):

Sektor pariwisata menjadi fokus utama dalam audiensi antara DPD Partai Golkar Lampung Selatan dan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang berlangsung di rumah dinas bupati, pada Kamis malam (5/2/2026).

Pertemuan yang dikemas dalam suasana silaturahmi itu menegaskan komitmen bersama antara pemerintah daerah dan partai politik untuk memperkuat kolaborasi pembangunan daerah, khususnya dalam pengembangan potensi wisata.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan bahwa sektor pariwisata menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah ke depan, selain ketahanan pangan. Menurutnya, pariwisata memiliki dampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, termasuk penguatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kenapa pariwisata kita pilih, karena dampaknya luas. UMKM bisa tumbuh, masyarakat bisa berjualan suvenir, makanan, dan oleh-oleh. Ini yang sedang kami dorong secara maksimal,” ujar Bupati Egi.

Ketua DPD Partai Golkar Lampung Selatan, Agus Sutanto, dalam kesempatan tersebut menyatakan dukungannya terhadap kebijakan dan program Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, termasuk pembangunan infrastruktur yang dinilai telah memberikan kontribusi positif bagi kemajuan sektor pariwisata.

Agus menilai Kabupaten Lampung Selatan memiliki potensi wisata yang sangat besar dengan bentang alam yang lengkap, mulai dari wilayah pesisir, pegunungan hingga persawahan. Potensi tersebut, menurutnya, perlu dikelola secara serius agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. “Lampung Selatan ini lengkap. Laut kita luas, gunung ada, sawah ada. Ini potensi luar biasa yang ke depan harus dikelola serius. Kami melihat langkah pak bupati sudah mengarah ke sana, apalagi akses jalannya semakin baik sehingga orang dari Jawa bisa mampir,” katanya.

Dalam audiensi tersebut, Agus juga mengusulkan kembali konsep pengembangan pariwisata pesisir bertajuk “Kalianda Sunset Route” yang memanfaatkan potensi pantai dari kawasan Bom hingga Merak Belantung sebagai destinasi unggulan. “Dulu kita pernah punya rencana membentuk Kalianda Sunset Route. Mudah-mudahan ke depan bisa digarap dari sisi pariwisata, karena potensi pantai Lampung Selatan luar biasa,” ujarnya.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Egi menyambut baik silaturahmi dan komunikasi yang terbangun antara pemerintah daerah dan partai politik. Ia menilai kolaborasi lintas pihak menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan daerah. “Saya ingin kita berlari cepat. Kabupaten ini sudah terlalu lama tertinggal. Ke depan saya sangat terbuka dengan kolaborasi, dengan anggota dewan, partai politik, siapa pun, yang penting untuk kepentingan masyarakat Lampung Selatan,” tegasnya. (ptm-Kmf/*/red)

Dilantik di Tengah Pasar, Bupati Egi Ingatkan Pejabat soal Realitas Pengabdian

0

KALIANDA, (Ltc)

Pelantikan pejabat struktural Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan kali ini berlangsung tak biasa. Bukan di ruang rapat berpendingin udara atau gedung mewah, melainkan di terminal Pasar Inpres Kalianda, ruang publik yang menjadi denyut kehidupan masyarakat ibu kota Kalianda.

Di tengah aktivitas pasar dan disaksikan langsung para pedagang, sebanyak 22 pejabat administrator dan 7 pejabat pengawas dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, Rabu (4/2/2026).

Suasana yang biasanya sepi dari kegiatan pemerintahan pagi itu justru dipenuhi puluhan pejabat struktural di lingkungan Pemkab Lampung Selatan.

Selain pelantikan tersebut, 7 pejabat struktural juga menerima tugas tambahan sebagai Pelaksana tugas (Plt) sebagai kepala dinas (4 orang), kepala bidang (2 orang), dan kepala sub bidang (1 orang) di sejumlah perangkat daerah.

Bupati Egi menegaskan, pemilihan Terminal Pasar Inpres Kalianda sebagai lokasi pelantikan bukan tanpa alasan. Menurutnya, prosesi tersebut menjadi pengingat bahwa realitas pengabdian tidak selalu berada dalam kondisi yang sejuk dan nyaman.

“Saya lantik bapak ibu semua di tengah-tengah masyarakat, disaksikan langsung para pedagang yang ada di Pasar Inpres. Ini adalah realita yang terjadi hari ini,” ujar Bupati Egi.

Ia menambahkan, integritas aparatur tidak diukur dari penampilan atau pencitraan semata, melainkan dari kejujuran dan hasil kerja yang nyata.

Di ruang publik seperti pasar, para pejabat diharapkan mampu merasakan langsung denyut kehidupan masyarakat yang sesungguhnya.

Sebagai kepala daerah yang dipilih oleh rakyat, Bupati Egi mengaku membutuhkan pejabat yang mampu bekerja dengan empati dan kesadaran penuh terhadap kondisi riil di lapangan. “Jangan yang sudah naik jabatan merasa menjadi pejabat lalu lupa daratan. Kita harus bekerja dengan hati, bekerja melihat realita. Hari ini pasar kita banyak yang mengeluhkan sepi. Banyak sepi,” kata Bupati Egi.

Ia menekankan bahwa keputusan penempatan pejabat telah melalui proses panjang dan selektif. Dalam menjalankan tugas, seluruh pejabat yang dilantik diminta menghidupkan semangat Lamsel Betik (Bebas Transaksi Ilegal dan Korupsi) sebagai karakter birokrasi Lampung Selatan. “Hati-hati penggunaan anggaran. Jangan sampai tidak tepat sasaran atau ada main-main. Walaupun saya orangnya tidak teliti, yang mengawasi kita banyak. Saya sudah remind dari sekarang,” tegas Bupati Egi.

Menurutnya, integritas, kejujuran, dan kebersihan dalam menjalankan amanah merupakan fondasi utama birokrasi yang dipercaya masyarakat. Pelantikan di ruang publik ini diharapkan menjadi simbol bahwa jabatan tidak pernah bekerja dalam keheningan, melainkan selalu hadir di tengah suara, tuntutan, dan konsekuensi pelayanan publik. (Az/*/red)

Kantor Kementerian Haji & Umroh Kabupaten Lampung Selatan Laksanakan Manasik Haji 2026

0

KALIANDA, (Ltc):
Upaya meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan bagi jamaah haji reguler dalam melaksanakan ibadah haji tahun 1446 Hijriah tahun 2026.

Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lampung Selatan melaksanakan manasik haji tingkat kabupaten, di Aula PKK Kalianda pada Selasa (3/2/2026). “Manasik haji ini dilakukan secara terencana, sistimatis, terukur dan terstruktur berdasarkan UU No.14 tahun 2025 tentang, penyelenggaraan haji dan umrah. Lalu, keputusan Dirjen Bina Penyelenggara haji dan umrah No.4/BN/2026 tentang, pedoman penyelenggaraan Bimbingan Manasik Haji terintegritas di Kabupaten/Kota dan Kecamatan tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi,” kata Marwiyah Amin Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lampung Selatan Marwiyah Amin.

Menurut Marwiyah, tujuan manasik haji ini untuk meningkatkan kwalitas ibadah haji dan pelaksaan bimbingan manasik haji dan jamaah haji serta dapat memahami tatacara dan praktek ibadah sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Untuk kegiatan manasik haji dilaksanakan selama 5 hari. Dimana, satu hari di tingkat kabupaten dan 4 hari ditingkat kecamatan. “Jamaah haji yang akan berangkat ketanah suci Mekah sebanyak 412 orang dengan rincian 188 orang jamaah laki – laki dan 224 orang jamaah haji perempuan ditambah 2 orang PHD yakni pelayanan umum dan pelayan kesehatan. Maka, total 414 orang. Untuk jamaah haji tertua berusia 85 tahun dan termuda 17 tahun,” katanya.

Sementara, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Anton Carmana SE, mengatakan pelaksanaan manasik ini memiliki landasan spiritual yang kuat sebagaimana Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 197:
“(Musim) haji itu (pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Barang siapa mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, maka janganlah dia berbuat rafaś, berbuat maksiat dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala kebaikan yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya. Berbekallah kamu, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang mempunyai pikiran sehat.”

“Ayat ini mengingatkan kita bahwa persiapan haji bukan sekadar bekal materi, melainkan bekal ilmu dan ketaqwaan yang hari ini mulai kita asah melalui bimbingan manasik,”ujarnya, ketika membuka secara resmi kegiatan manasik haji.

Dia menjelaskan, kegiatan manasik hari ini memiliki makna historis bagi kita di Lampung Selatan. Ini adalah bimbingan manasik pertama yang diselenggarakan secara mandiri oleh Kantor Kementerian Haji dan Umrah, sebuah institusi yang kini berdiri tegak secara spesifik untuk melayani urusan tamu-tamu Allah setelah bertransformasi dari Kementerian Agama. Semoga semangat baru ini membawa keberkahan dan pelayanan yang jauh lebih prima bagi Bapak dan Ibu sekalian.

Dia menambahkan, Ibadah haji adalah perjalanan hati menuju Sang Khalik. Dan tujuan utama kegiatan ini adalah agar Bapak dan Ibu dapat memahami tata cara ibadah haji yang benar sesuai syariat. Secara filosofis, manasik adalah “peta jalan” agar Bapak dan Ibu tidak tersesat dalam ritual, sehingga setiap tetes keringat dan lelah di tanah suci nanti bernilai ibadah yang sah. “Saya berharap, setelah memahami dan mengerti setiap rukun dan wajib haji melalui manasik ini, Bapak dan Ibu dapat menjalankan ibadah dengan lancar, tenang, dan penuh kekhusyukan. Ujung dari pemahaman yang benar adalah lahirnya perubahan perilaku yang membawa Bapak dan Ibu menjadi Haji dan Hajah yang Mabrur dan Mabruroh,”jelasnya.(Bdt/*/*/red)

Asisten Bidang Pemerintah & Kesra Darmawan: “Pentingnya disiplin dan peningkatan kinerja sebagai kunci utama memberikan pelayanan publik berkualitas

0

KALIANDA, (Ltc):

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, M. Darmawan, memimpin apel mingguan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lapangan Korpri, Kalianda, pada Senin (2/2/2026).

Dalam kesempatan itu, Darmawan menegaskan pentingnya disiplin dan peningkatan kinerja sebagai kunci utama dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas.

Apel rutin pada pekan pertama Februari 2026 tersebut diikuti jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama, kepala perangkat daerah, pejabat administrator, pejabat fungsional, serta seluruh ASN, baik PNS, PPPK, maupun PPPK Paruh Waktu.

Menyampaikan amanat Bupati Lampung Selatan, Darmawan mengingatkan bahwa disiplin ASN tidak semata-mata dimaknai sebagai kepatuhan terhadap jam kerja atau aturan administrasi. Lebih dari itu, disiplin merupakan cerminan tanggung jawab, integritas, dan komitmen sebagai pelayan masyarakat. “Disiplin bukan sekadar datang tepat waktu atau mematuhi aturan administrasi, tetapi disiplin adalah cerminan tanggung jawab, integritas, dan komitmen kita sebagai Aparatur Sipil Negara,” ujar Darmawan.

Ia juga mengajak seluruh ASN untuk terus memperbaiki etos kerja, meningkatkan profesionalisme, serta menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan dan semangat melayani. Menurutnya, setiap pekerjaan yang dijalankan memiliki dampak langsung terhadap kualitas pelayanan publik dan tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. “Ingatlah bahwa setiap tugas yang kita jalankan, sekecil apa pun, memiliki dampak langsung terhadap kualitas pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah,” katanya.

Lebih lanjut, Darmawan mendorong seluruh aparatur menjadikan setiap hari kerja sebagai ladang pengabdian, setiap tantangan sebagai peluang untuk berkembang, dan setiap amanah sebagai sebuah kehormatan yang harus dijaga. “Teruslah bekerja dengan hati, melayani dengan sepenuh jiwa, dan menjaga integritas dalam setiap langkah,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Darmawan juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh ASN atas dedikasi serta kerja keras yang telah ditunjukkan selama ini dalam mendukung roda pemerintahan dan pembangunan daerah. “Tetap semangat, tetap kompak, dan terus berkontribusi terbaik untuk Kabupaten Lampung Selatan tercinta,” kata Darmawan. (dul/*/red)