Kamis, Maret 12, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 32

Bupati Egi Serahkan Sapi Qurban Milik Presiden Prabowo Subianto Ke Warga Jati Agung Lamsel

0

JATI AGUNG, (Ltc):

Matahari belum tinggi ketika halaman Masjid Ar Rohman Dusun 3A Kampung Tanah Luhur, Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, mulai ramai oleh warga.

Hari itu bukan hari besar biasa. Ada sesuatu yang istimewa datang dari pusat kekuasaan negeri ini yang membuat masyarakat berkumpul dengan penuh antusias.

Mereka ingin menyaksikan penyerahan sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang disalurkan langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama (Egi).

Sapi jenis Bali berbobot hampir 1 ton itu berdiri kokoh di pelataran masjid, menjadi simbol nyata perhatian negara kepada rakyatnya. Di tengah momen Iduladha 1446 Hijriah, kehadiran sapi bantuan Presiden menjadi harapan dan kebahagiaan bagi banyak keluarga yang selama ini hanya bisa merayakan hari raya dengan sederhana. Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, Bupati Egi menyerahkan hewan kurban itu kepada takmir masjid dan tokoh masyarakat. Tidak ada protokol rumit, tidak ada jarak antara pemimpin dan rakyat. Yang ada hanyalah semangat kebersamaan dan nilai keikhlasan. “Bantuan ini adalah amanah dari Presiden yang kita cintai. Semoga membawa berkah dan mempererat tali persaudaraan diantara kita,” ujar Bupati Egi saat menyerahkan sapi kurban Presiden, usai salat Iduladha 1446 H di Masjid Ar Rohman, Desa Fajar Baru, pada Jumat (6/6/2025).

Sapi Presiden bukan satu-satunya hewan kurban yang disalurkan Pemkab tahun ini. Total 42 ekor sapi dan 10 ekor kambing dikumpulkan dari berbagai perangkat daerah, forum camat, perusahaan, termasuk Bupati Lampung Selatan untuk disalurkan ke seluruh kecamatan.

Namun, sapi Presiden tetap jadi magnet perhatian dan simbol kehadiran negara yang menyentuh langsung masyarakat. Melalui tangan pemimpin daerah yang merakyat, sapi Presiden menjelma menjadi jembatan kasih yang nyata. Tak hanya soal daging, bantuan sapi kurban mengandung makna lebih dalam. Ia menjadi lambang kehadiran pemerintah dalam kehidupan rakyat. Bukan hanya saat kampanye, tapi juga di hari-hari suci, saat masyarakat butuh sentuhan kepedulian.

Sebagai pemimpin daerah, Bupati Egi memanfaatkan momen ini untuk mengingatkan pentingnya berbagi dan memperkuat nilai gotong royong di tengah masyarakat.

Ia berharap semangat kurban ini menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus berbuat kebaikan dan merajut kebersamaan dalam semangat berkurban. “Idhuladha bukan sekadar ritual tahunan, tapi juga panggilan hati nurani untuk memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Lampung Selatan yang religius, inklusif, dan berkeadilan dengan berkurban,” kata Bupati Egi.

Tak hanya di Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung, Bupati Egi juga hadir langsung menyerahkan bantuan hewan kurban di Masjid Al-Munawaroh, Dusun Rajawali Desa Candimas, Kecamatan Natar, serta di Masjid Agung Kalianda, Kecamatan Kalianda. (kmf/*/red)

Desa Suka Damai Natar Jadi pilot project Dalam Program “Desaku Maju”, Program Pemerintah Provinsi Lampung tahun 2025

0

NATAR, (Ltc):

Desa Sukadamai, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan terpilih menjadi salah satu desa percontohan (pilot project) dalam program “Desaku Maju”, program Pemerintah Provinsi Lampung tahun 2025.

Program ini merupakan program terbaik cepat yang diinisiasi Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal – Jihan Nurlela, untuk mempercepat pembangunan desa dengan berbasis pada penguatan ekosistem ekonomi desa.

Penetapan Desa Sukadamai sebagai desa percontohan diumumkan dalam kegiatan launching Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dengan tema “Bersama Desaku Maju Menuju Lampung Emas”, oleh Gubernur Lampung, di Desa Wonomarto, Lampung Utara, Selasa (3/6/2025).

Sementara, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengikuti kegiatan itu secara daring dari Gedung BUMDes Tambah Makmur, di Desa Sukadamai, Kecamatan Natar.

Launching project Desaku Maju juga dilakukan secara serentak di Desa Bandar Rejo, Kabupaten Pringsewu, dan Desa Taman Sari, Kabupaten Lampung Timur.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dalam arahannya yang disiarkan melalui zoom meeting, menekankan pentingnya transformasi digital dalam pembangunan desa.

“Program ini adalah langkah strategis menuju Lampung Emas yang inklusif dan berbasis teknologi,” tegas Gubernur Rahmat Mirzani Djausal. Sementara itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan apresiasinya atas inovasi E-Commerce Village yang diusung dalam program PHTC.

“Saya optimis program ini dapat memajukan desa-desa di Lampung Selatan. E-Commerce adalah kebutuhan penting untuk mempercepat pembangunan desa,” ujar Bupati Egi.

Bupati Egi menambahkan, bahwa implementasi program ini akan terus didampingi dengan evaluasi berkala sesuai dengan target-target capaian yang telah disepakati bersama.

“Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus berkomitmen mendukung untuk bagaimana mewujudkan desa dan kelurahan di Lampung Selatan dapat maju dan sejahtera,” kata Egi.

Dengan peluncuran PHTC ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap seluruh desa dapat mengoptimalkan potensi lokal, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa menuju cita-cita Lampung Emas yang berdaya saing dan digital. (Nsy/*/red)

Kabupaten Lampung Selatan Raih Peringkat Kedua Terbaik se-Lampung Dalam Hal Integritas & Tata Kelola Pemerintahan

0

KALIANDA, (Ltc):

Kabupaten Lampung Selatan terus menunjukkan komitmen dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

Berdasarkan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2024 yang dirilis oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menempatkan Kabupaten Lampung Selatan sebagai peringkat kedua terbaik se-Provinsi Lampung dalam hal integritas dan tata kelola pemerintahan.

Di level kabupaten/kota di Provinsi Lampung, Lampung Selatan berada di peringkat kedua dengan skor 73,91 setelah posisi pertama ditempati Kabupaten Pringsewu dengan skor 74,89.

Disusul Kabupaten Tulang Bawang diposisi ketiga dengan skor 72,63, Kabupaten Way Kanan diposisi keempat dengan skor 72,16, dan Kabupaten Pesawaran diposisi kelima dengan skor 71,90.

“Capaian Survei Penilaian Intergritas Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2024, berada diangka 73,91 %, kategori waspada,” kata Pelaksana tugas (Plt) Inspektur Kabupaten Lampung Selatan, Anton Carmana, dalam keterangannya.

Berdasarkan hasil survei tersebut, Lampung Selatan menunjukkan kinerja positif pada sejumlah indikator penting seperti transparansi layanan publik, akuntabilitas pengelolaan anggaran, pencegahan konflik kepentingan, dan efektivitas sistem pengaduan masyarakat.

Anton Carmana menyebut, SPI merupakan survei tahunan yang dilakukan oleh KPK untuk memetakan potensi korupsi serta menilai efektivitas sistem pencegahan korupsi di berbagai instansi pemerintahan. Survei ini melibatkan partisipasi dari pegawai internal, masyarakat pengguna layanan publik, serta pemangku kepentingan eksternal lainnya.

Anton Carmana mengungkapkan, variabel penilaian internal terdiri dari Transparansi, Integritas dalam Pelaksanaan Tugas, Perdagangan Pengaruh (Trading in Influence), Pengelolaan Anggaran, Pengelolaan PBJ, Pengelolaan SDM, dan Sosialisasi Antikoruspi.

Sementara, untuk variabel penilaian eksternal diantaranya, Transparasi dan Keadilan Layanan, Upaya Pencegahan Korupsi, dan Integritas Pegawai.

“Variabel dalam penilaian Eksper/Ahli terdiri atas 12 variabel antara lain, transprasi, mengedepankan kepentingan umum, taat prosedur yang berlaku, pemberian perlakuan khusus, penyalahgunaan wewenang, keberadaan suap dan sebagainya,” kata Anton.

Dengan raihan ini, Kabupaten Lampung Selatan diharapkan terus mempertahankan serta meningkatkan kinerja integritasnya di tahun-tahun mendatang, sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. (dul/*red)

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan Berhasil Kumpulkan 38 Sapi Qurban Akan di Sembelih Idul Adha1446 H

0
Poto: dok-D-R-pol

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Lamsel berhasil mengumpulkan 38 ekor sapi untuk disebelih pada Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah tahun 2025.

Hal ini dikatakan Kepala Subbagian Sosial Bagian Kesra Setkab Lampung Selatan Dhanil irawan, pada Senin, (2/6/2025).

Menurut Danip, ke 38 ekor hewan kurban itu berasal dari Dinas/instansi di Lingkup Pemkab Lampung Selatan.

“Rata-rata dinas/instansi membeli sendiri hewan kurbanya. Kalau yang menyerahkan uang untuk pembelian hewan kurban kepada kami tidak banyak,” katanya.

Disinggung kemana saja hewan kurban akan diserahkan nantinya, Dhanil, belum dapat menjelaskan secara rinci.

“Besok (Selasa, red) akan dirapatkan lebih dahulu. Kami juga belum mendapatkan arahan dari pimpinan,” tegasnya.

Untuk diketahui, pada tahun – tahun sebelumnya, juga di lakukan peyerahakan hewan kurban secara simbolis oleh Bupati Lampung Selatan kepada penerimanya pasca Sholat i’dhul adha. (*)

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan Lakukan Evaluasi Untuk Optimalisasi PAD Bersama BPKP Perwakilan Lampung

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melaksanakan Rapat Evaluasi atas Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Lampung.

Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Sekda Lampung Selatan, dilaksanakan guna meningkatkan kontribusi PAD terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pelaksana tugas (Plt) Asisten Administrasi Umum Setdakab Lampung Selatan, Supriyanto berharap, pertemuan tersebut dapat memberikan masukan yang konstruktif serta memperkuat sinergi, dalam upaya pengelolaan PAD.

“Saat ini PAD Kabupaten Lampung Selatan baru menyumbang sekitar 16 persen dari jumlah APBD Tahun Anggaran 2025,” kata Supriyanto dalam rapat tersebut.

Sementara itu, Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Lampung, Nani Ulina Kartika Nasution, menyampaikan, upaya optimalisasi PAD memerlukan komitmen penuh dari kepala daerah.

“Untuk optimalisasi, saya meminta kepada tim untuk langsung bertemu dengan kepala daerah. Tidak semua pemerintah daerah kita lakukan evaluasi, hanya empat pemerintah daerah. Artinya, ini akan kami sampaikan ke pak gubernur,” jelasnya.

Nani menambahkan, pentingnya keterlibatan kepala daerah agar mereka mengetahui potensi risiko kehilangan peluang PAD jika tidak dilakukan mitigasi secara tepat.

Nani mencontohkan, beberapa jenis pajak yang perlu menjadi perhatian apabila ingin mengoptimalkan pendapatan dari sektor pariwisata. Seperti pajak hotel dan restoran.

“Masyarakat membayar pajak ke restoran, pajak tersebut dititipkan oleh masyarakat kepada pengelola hotel atau restoran. Namun belum tentu disetorkan dengan optimal ke kas daerah,” ungkapnya. (ptm)

Bupati Lampung Selatan Egi Serahkan SK CPNS dan PPPK Formasi Tahun 2024

0

KALIANDA, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama (Egi), secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Bupati Lampung Selatan tentang Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi Tahun 2024 yang berlangsung di Aula Rajabasa, kantor bupati setempat, pada Rabu (28/5/2025). Ikut hadir juga pada acara tersebut Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar beserta pejabat utama setempat.

SK yang diserahkan mencakup tenaga kesehatan, guru, dan tenaga teknis, meliputi 48 orang CPNS dan 152 orang PPPK yang telah dinyatakan lulus seleksi mengisi formasi yang ada.

Dalam sambutannya, Bupati Egi menyampaikan ucapan selamat dan mengapresiasi kepada para CPNS dan PPPK yang telah resmi menerima Nomor Induk Kepegawaian (NIP).

Egi bilang, pencapaian itu bukan hal yang instan, melainkan dari hasil kerja keras, semangat belajar, dan ketekunan dalam mengikuti setiap tahapan seleksi yang kompetitif dan transparan. “Tentu ini proses yang panjang, berkat kerja keras dan kesabaran bapak ibu sehingga hari ini menerima surat keputusan pengangkatan. Saya menyampaikan rasa bangga dan juga merasa senang menerima keluarga baru,” ujar Egi saat memberikan sambutanya.

Bupati Egi juga mengingatkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru menerima SK, untuk bersatu dalam satu komando guna mewujudkan kemajuan daerah. Dengan harapan, semua ASN dapat bekerjasama secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan bersama. “Saya pesan kalau memang hari ini bapak ibu semua berbahagia, mau berterimakasih ke Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, saya minta satu komando,” kata Egi.

Sebab menurut Egi, untuk memujudkan Kabupaten Lampung Selatan yang maju, seluruh ASN harus berada dalam satu komando. Permintaan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi dan sinergi dalam mewujudkan cita-cita masyarakat sesuai dengan visi misi daerah.

“Memang bukan pekerjaan yang mudah, tetapi juga bukan pekerjaan yang mustahil. Saya yakin dalam 5 tahun ke depan Lampung Selatan ini bisa maju. Dengan salah satu syaratnya adalah kita kompak, kita solid di bawah komando kepemimpinan saya,” kata Egi. (dul/*/red)

Berantas Narkoba, Wakil Bupati Lamsel bersama BNNK, Forkopimda Canangkan & Deklarasikan Desa Titiwangi Sebagai Desa Bersinar

0

CANDIPURO, (Ltc):

Wakil Bupati Lampung Selatan, Saiful Anwar, secara resmi melakukan pencanangan dan deklarasi Desa bersih narkoba (Bersinar) disaksikan dan didampingi oleh Kepala BNNK Lampung Selatan AKBP Rahmad Hidayat.SE.MM., yang berlangsung di Balai Desa Titiwangi, Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan pada Selasa (27/5/2025).

Kepala BNNK Lampung Selatan AKBP Rahmad Hidayat SE,MM., menyebutkan bahwa upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran narkoba untuk mewujudkan Lampung Selatan Bersinar (Bersih Narkoba ) dapat dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh elemen dan lapisan masyarakat.

Menurut AKBP Rahmad Hidayat menjelaskan, Bagaimana pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba juga selaras dan tertuang dalam program Asta cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba di wilayah pedesaan, serta memperkuat peran masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman dari bahaya narkotika,” kata AKBP. Rahmad Hidayat.

Lebih jauh tegasnya bahwa kegiatan itu merupakan bagian dari implementasi kebijakan strategis Kepala BNN RI, yang mencakup penguatan kolaborasi, intelijen, wilayah pesisir dan perbatasan, serta kerja sama antarnegara.

Selain itu, pendekatan ikonik dan tematik, penguatan sumber daya, serta intervensi berbasis masyarakat juga menjadi fokus dalam Program Desa Bersinar.

“Desa merupakan garda terdepan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Program Desa Bersinar bertujuan membentuk ketahanan masyarakat mulai dari keluarga sebagai benteng pertama,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Bupati Lampung Selatan Saiful Anwar menyampaikan, Bahwa pencanangan Desa Bersinar merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam mendukung program nasional pemberantasan narkoba. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berkomitmen menjaga desa dari ancaman narkotika.

“Kita ingin setiap Desa di Lampung Selatan menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi generasi muda. Deklarasi ini bukan hanya seremonial, tetapi komitmen nyata kita semua untuk bergerak melawan narkoba,” ujarnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lampung Selatan, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Candipuro, seluruh kepala Desa se-Kecamatan Candipuro, serta relawan dan masyarakat setempat yang antusias mendukung program ini.

Deklarasi Desa Bersinar ini diharapkan menjadi awal gerakan masif di seluruh wilayah Lampung Selatan dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba hingga ke akar rumput. (*/*/red)

Bupati Lampung Selatan Egy Terima WTP 2025 Atas LKPD TA.2024

0

BANDAR LAMPUNG, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran (TA) 2024 dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Lampung.

Predikat tersebut berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas LKPD TA 2024 yang diserahkan Ketua BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung, Nugroho Heru Wibowo, di Aula Krakatau, Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung, Bandar Lampung, Senin (26/5/2025).

Pencapaian tersebut menandai keberhasilan Pemkab Lampung Selatan mempertahankan opini “Wajar Tanpa Pengecualian” untuk ke-9 kali secara berturut-turut sejak tahun 2016.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lampung Selatan, Wahidin Amin menyampaikan, pencapaian itu sekaligus menjadi bukti konsistensi pihaknya dalam menerapkan prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Perolehan opini WTP ini menjadi bukti komitmen Pemkab Lampung Selatan dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan,” kata Wahidin Amin dalam keterangannya.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama mengapresiasi seluruh jajaran pemerintah daerah, atas kerja keras dan sinergi lintas perangkat daerah dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang baik dan sesuai dengan prinsip good governance.

“Pencapaian ini menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah, sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan yang merata dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Bupati Egi. (dul/*/red)

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan Izinkan Beroperasi CV ANDIKA WYN, Tapi Abaikan Keamanan Pengguna Jalan Toll Bakter

0
Tembok dijebol, dan di pasangi portal. Siapapun bisa masuk ke area lahan Tol, yang semestinya dilarang. Hingga saat ini masih mengaga siapa saja bisa masuk kedalam.(Poto; Ltc)

KALIANDA, (Ltc):

Dengan dalih izin lengkap, CV Andika WYN yang beralamat di dusun 11 Cilamaya desa Bakauheni Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan membidangi usaha Penyortiran Sampah Plastik dari Kapal Kapal Roro yang beroperasi di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan dianggap layak dan lazim beroperasi oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan leading sektor Dinas Lingkungkungan Hidup, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu, Dinas Pol PP Kabupaten Lampung Selatan. Pada hal izin SPPL dan izin lainnya terlihat baru terbit pada bulan April 2025 lalu. “Izinnya sudah ada, Sudah lengkap, sudah layak beroperasi, tidak ada persoalan, meski tidak ada izin lingkungan tidak masalah karena letak titik usaha CV Andika WYN itu jauh kok dari pemukiman, jadi tidak perlu izin lingkungan,/tanda tangan warga sekitar, kita lihat di titik usaha itu, tidak  ada rumah warga/ tetangga kiri kanan,” ungkap Ade Ikhsan Kabid Pengawasan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan perizinan Terpadu Lamsel pada Senin (26/05/2025) sesuai melakukan survei di lokasi CV Andika WYN di Dusun Cilamaya desa Bakauheni Lampung Selatan.

Menurutnya, CV Andika WYN tersebut dari NIB nya sudah bermigrasi berbasis resiko, SPPL ada bahkan sidah ada kerjasama nya dengan BLH Lamsel terkait pembuatan paping blok dari plastik. Hanya sedikit kurangnya saja, pihak perusahaan musti melengkapi KBLI usaha baru yang akan di kerjakan MOU kedepannya. “Kami sudah ke TKP CV Andika WYN, disana tidak ada bau bau busuk, sampah plastik semuanya di bungkus rapih, disana juga ada kegiatan menyortir plastik oleh warga sana, mereka bayar pajak, ada setoran retribusi ke Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan kok, jadi enggk ada masalah. Hanya mungkin akses jalannya saja yang baru secara lisan izin ke pihak Tol, secara bersurat masih proses berjalan,” terang Ade Ikhsan.

Sementara, Lukman Kabid Perundangan-undangan Dinas Pol PP Lamsel menyatakan bahwa CV Andika dari sisi penegakan hukum sudah layak dan lazim beroperasi, karena pada saat pihaknya lihat, seluruh izin sudah dikantongi, jadi tidak ada masalah. Pihaknya sudah lakukan cek kelapangan tidak ada keluhan bau busuk warga, dan kegiatan penyortiran sampah plastik itu sudah berlangsung lama dan banyak warga sudah diberdayakan.

Sementara Kades Bakauheni Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan Sukirno tetap bersikekeh bahwa lahan CV Andika WYN yang ada di wilayah desanya tersebut tidak mengantongi izin lingkungan, mengapa demikian karena hingga saat ini, pimpinan CV Andika WYN belum pernah mau melakukan abdate izin tersebut. “Pada saat tim dari Pemda akan kelokasi saya sudah diberitahu, tapi karena pada saat itu saya ada kesibukan, saya tidak datang ke TKP CV Andika WYN,” ujar Sukirno.

Demikian juga Kadus 11 dusun Cilamaya Tawi juga mengakui dan tidak pernah merasa tanda tangan terkait izin lingkungan CV Andika WYN tersebut. “Kan lucu sekonyong konyong ada izinnya terbit, lah kan kami ini aparat disini. Enggk tahu juga kalau CV itu pake izin lingkungan yang lama. Kalau dulu kan tempat itu (lahan CV Andika WYN red) pernah disegel secara resmi oleh Pemkab karena di protes warga karena bau sampah yang bertumpuk tumpuk terbiarkan begitu saja. Ya…kalau saat ini udah rapih terlihat, mestinya ada pemberitahuan/komunikasi bila itu izin CV sudah ada/ terbit. Mesti demikian si pemilik CV semestinya ikut aturan yang ada didesa lah. Kan kepala desa selalu pemilik/penanggung jawab wilayah. Apa bila nanti terjadi hal hal yang tidak di inginkan misalnya, pastinya kades yang akan di panggil oleh pihak berwajib,” ungkapnya.

Disisi lain prihal akses jalan yang di gunakan oleh mobilisasi sampah milik CV Andika WYN selama ini merupakan lahan Toll Terbanggi-bakauheni (Bakter), Km 4-5, ini ternyata belum mendapatkan izin dari pihak toll. Dan hasil konfirmasi media ini ke pihak pengelola toll, ada rencana menutup akses tersebut, lantaran karena belum ada bersurat yang sampai ke manajemen PT HKA, selain itu juga akses yang digunakan ini bisa membahayakan pengguna toll di area tersebut. Bisa saja ada orang orang tadinya tidak berniat jahat, tapi karena di lihat ada peluang mudah, akhirnya orang berbuat melalui akses tersebut dan dan dengan adanya hal itu, secara otomatis akan mengganggu Kamtib pengguna jalan toll.

Hingga berita ini diturunkan pihak toll Bakter yang menyatakan akan menurunkan Polisi Keamanan Jalan tol dari Polda Lampung untuk menutup akses jalan itu, terpantau belum terealisasi hingga saat ini, sementara akses jalan tersebut masih terlihat menganga seolah olah tidak ada bahaya yang mengancam. (***)

 

 

Wakil Bupati Lamsel M Syaiful Anwar Lepas 105 Jama’ah Calon Haji Asal Lamsel Kloter Ke II

0

KALIANDA, (Ltc):

Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, melepas keberangkatan 105 jemaah calon haji (JCH) gelombang kedua yang tergabung dalam kloter 56, di Masjid Agung Kalianda, Sabtu siang (25/5/2025).

Pelepasan tersebut merupakan lanjutan dari pemberangkatan sebelumnya, dimana sebanyak 388 jamaah telah lebih dahulu diberangkatkan. Dengan keberangkatan gelombang kedua ini, total JCH asal Lampung Selatan yang berangkat ke tanah suci Makkah berjumlah 493 orang.

Dalam sambutannya, Wabup Syaiful mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan Allah SWT kepada para jemaah untuk menunaikan ibadah haji. Ia menyampaikan, ibadah haji merupakan anugerah sekaligus ujian yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin.

“Bapak ibu jemaah calon haji yang saya hormati, ini adalah anugerah karena Allah telah memilih bapak ibu menjadi tamu-Nya di tanah suci. Namun, ini juga merupakan ujian yang menuntut kesabaran, ketaqwaan, serta kesiapan fisik dan mental,” ujar Syaiful. Ia berpesan kepada para jemaah agar senantiasa menjaga kesehatan, mengonsumsi makanan bergizi, dan cukup beristirahat agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan optimal. “Ibadah haji adalah ibadah rohani sekaligus fisik. Oleh karena itu, taati seluruh petunjuk petugas, dan jaga kekompakan selama di tanah suci,” pesan Wabup Syaiful.

Sebanyak tiga unit bus disiapkan untuk mengantar para jemaah menuju titik pemberangkatan berikutnya. Doa pelepasan dipimpin oleh Dr. H. Firmansyah, M.Pd., yang memohonkan keselamatan, kelancaran, dan kesehatan bagi seluruh jemaah selama menjalankan ibadah haji.

Disisi lain suasana haru turut mewarnai acara, salah satunya saat Koyum (40), warga Tanjung Bintang, terlihat menggendong ibunya yang telah berusia 80 tahun untuk naik ke dalam bus. “Alhamdulillah. Insyaallah, ibu saya sudah siap secara fisik dan mental meskipun usianya sudah lanjut. Saya hanya ingin memastikan beliau berangkat dengan nyaman, jadi saya gendong masuk ke dalam bus,” ujar Koyum ditemui saat mengantar ibunya. (Gil/*/red)