Kamis, Maret 12, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 30

Bupati Lampung Selatan Egi Hadir di Sukamulya Palas, Dalam Rangka Peringati 1 Muharram 1447 H

0

PALAS, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan, H. Radityo Egi Pratama (Egi), hadir langsung dalam peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 H yang dirangkaikan dengan HUT ke-51 Dusun Blora, Desa Sukamulya, Kecamatan Palas, pada Sabtu malam (28/6/2025). Acara yang dibalut nuansa budaya ini menjadi momen istimewa bagi masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Egi menyampaikan apresiasi atas semangat warga yang berhasil menggelar tiga momentum sekaligus: Tahun Baru Islam, HUT ke-51 Dusun Blora, dan pelestarian budaya melalui pagelaran wayang kulit.

Ia juga menegaskan komitmen Pemkab dalam mendukung kegiatan masyarakat, baik secara moril maupun melalui alokasi anggaran. “Kalau belum cukup dari pemerintah, saya bantu secara pribadi,” ujar Bupati disambut tepuk tangan warga.

Dalam kesempatan itu, Bupati Egi menanggapi aspirasi terkait kerusakan jalan penghubung antar dusun. Ia mengungkapkan bahwa 40% jalan di Lampung Selatan masih dalam kondisi rusak, sementara kemampuan fiskal terbatas, sehingga dibutuhkan skala prioritas. “Fokus tahun ini di Jalan Bumi Daya. Untuk Dusun Blora, insyaallah kita realisasikan tahun 2026. Pak Camat tolong aktif sampaikan aspirasi warga,” tegasnya.

Bupati Egi juga kembali mengajak masyarakat untuk terus menjaga kelestarian budaya lokal serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan inklusif, seraya menggaungkan konsep “ABRI” (Asri, Bersih, Rapi, Indah).

Sementara, Ketua Dewan Adat Desa Sukamulya, Sutikno, menyebut kegiatan tersebut murni hasil swadaya masyarakat. Ia menyampaikan harapan agar jalan dari Balai Desa menuju kandang sapi segera diperbaiki, mengingat akses tersebut vital bagi ekonomi warga yang mengandalkan produksi bata, genteng, dan tungku.

Senada, Agus Budiyono (49), warga pembuat bata, berharap pembangunan jalan segera terealisasi demi kelancaran distribusi produk. “Kalau jalannya bagus, usaha warga pasti lebih lancar,” ujarnya.

Sebagai penutup, Bupati Egi menyerahkan wayang secara simbolis kepada tokoh masyarakat sebagai dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa di tengah masyarakat transmigran asal Blora dan Yogyakarta. (Gil-kmf/*/red)

Launching Program GENTING Oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan Dalam Rangka Peringatan HARGANAS ke 32 tahun 2025

0

 

NATAR, (Ltc):

Kabupaten Lampung Selatan mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Kirab Bangga Kencana Tingkat Sumatera, dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 Tahun 2025.

 

Acara berlangsung meriah di Desa Branti Raya, Kecamatan Natar, Rabu (25/6/2025), dan turut dirangkai dengan peluncuran Gerakan Nasional Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

Mewakili Bupati Lampung Selatan, Wakil Bupati (Wabup) M. Syaiful Anwar, dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penurunan angka stunting yang masih menjadi tantangan nasional.

Ia juga menyatakan kesiapan Kabupaten Lampung Selatan untuk menjadi pelopor dalam mewujudkan keluarga sehat dan generasi yang berkualitas.

“Kirab Bangga Kencana bukan sekadar seremoni, tapi gerakan sosial yang mengingatkan kita bahwa keluarga adalah fondasi utama pembangunan bangsa,” ujar Syaiful. Lebih lanjut, Wabup Syaiful menyampaikan, bahwa peluncuran GENTING merupakan langkah nyata dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting, sekaligus bentuk kepedulian Lampung Selatan terhadap generasi masa depan.

“Melalui program ini, kami mengajak semua pihak, khususnya para orang tua, untuk aktif terlibat. Anak-anak harus mendapatkan gizi yang memadai, edukasi pengasuhan harus merata, dan dukungan sosial serta ekonomi harus terus diperkuat,” jelasnya.

Peluncuran GENTING di Lampung Selatan diharapkan menjadi penggerak semangat bersama dalam membangun keluarga yang sehat, sejahtera, dan tangguh, demi Indonesia yang lebih baik. (ptm/*/red)

Wabup Lamsel M Syaiful Anwar Hadiri Istigosah HUT Ke 52 Desa Beringin Kencana

0

CANDIPURO, (Ltc):

Malam yang penuh khidmat menyelimuti Desa Beringin Kencana, Kecamatan Candipuro, saat ribuan warga memadati Lapangan Merdeka untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) desa, pada Rabu malam (25/6/2025).

Suasana haru menyatu dalam lantunan doa-doa dalam acara Istigasah dan Sholawat Bersama dalam rangka perayaan hari jadi ke-52 Desa Beringin Kencana malam itu.

Tak sekadar seremoni, kegiatan spiritual tersebut menjadi momen sakral yang mempererat silaturahmi warga dan memperkuat nilai-nilai keimanan di tengah masyarakat.

Mewakili Bupati Lampung Selatan, Wakil Bupati (Wabup) M. Syaiful Anwar hadir langsung dalam acara tersebut. Ia menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan yang menurutnya sangat bermakna dan menggugah. “Usia 52 tahun bagi sebuah desa bukanlah waktu yang singkat. Ini adalah bukti ketangguhan dan kekompakan masyarakat Beringin Kencana dalam membangun dan menjaga desanya,” ujar Wabup Syaiful dalam sambutannya.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan Istigasah dan Sholawat bukan hanya tradisi keagamaan, melainkan manifestasi tawakal kepada Allah SWT atas segala usaha membangun desa. Wabup Syaiful juga menyampaikan pesan tentang pentingnya kepedulian sosial, khususnya terhadap anak yatim. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW tentang keutamaan menyantuni anak yatim, dan mengajak masyarakat untuk menjadikan momen HUT desa ini sebagai ladang amal. “Santunan kepada anak-anak yatim malam ini adalah wujud nyata cinta kasih yang diajarkan oleh Rasulullah. Ini bukan hanya kegiatan sosial, tapi juga bentuk ibadah yang luar biasa nilainya,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Wabup Syaiful berharap agar peringatan HUT Desa ke-52 ini bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi juga menjadi momen refleksi dan kebangkitan menuju desa yang religius, mandiri, dan harmonis. “Semoga sholawat yang kita lantunkan malam ini membawa berkah, menolak bala, dan menjadi penguat semangat kita dalam membangun Desa Beringin Kencana yang subur, makmur, dan bermartabat,” tutupnya.

Acara makin bermakna dengan hadirnya Almukarom Gus Ihsan, yang memberikan tausiyah penuh makna dan menggugah kalbu. Di hadapan jemaah yang hadir, Gus Ihsan menekankan pentingnya menjaga nilai keikhlasan dalam beribadah dan bermasyarakat. (Nsy/*/red)

Program Yanduk Satlantas Menyisir Warga Pinggiran Yang Belum Terdata

0

SIDOMULYO, (Ltc):

Tak ada lagi alasan masyarakat Lampung Selatan tak memiliki identitas kependudukan. Lewat program inovatif bertajuk Yanduk Satlantas (Pelayanan Administrasi Kependudukan Sakit, Lansia, dan Disabilitas), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Lampung Selatan menyisir langsung warga yang selama ini berada di lapisan terpinggirkan, termasuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Bukan hanya slogan, pelayanan jemput bola ini benar-benar menjangkau mereka yang tak mampu datang ke kantor pelayanan. Mulai dari lansia, penyandang disabilitas, hingga ODGJ yang selama ini kerap luput dari pendataan, kini diberi hak yang setara: memiliki dokumen kependudukan resmi. “Jangan sampai ada warga kita yang tidak terdata, termasuk ODGJ. Mereka punya hak yang sama, dan negara wajib hadir memberikan pelayanan,” tegas Paulus Christian Subianto, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Disdukcapil Lampung Selatan, saat ditemui di sela-sela kegiatan, pada Rabu (25/6/2025).

Program ini menyambangi Kecamatan Sidomulyo dan Candipuro. Tim Disdukcapil mendatangi rumah-rumah warga untuk melakukan perekaman KTP elektronik, sekaligus pelayanan pembuatan dokumen penting lainnya seperti Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, dan Kartu Identitas Anak (KIA). Respons warga? Hangat dan penuh syukur. Seperti yang dirasakan oleh Mbah Kinni, warga Desa Sidomulyo. “Alhamdulillah, saya sudah susah untuk jalan, tapi KTP masih yang lama, belum elektronik. Hari ini baru dilakukan perekaman. Terima kasih, maaf ngerepotin,” ujarnya haru.

Disdukcapil Lampung Selatan memastikan, program ini bukan sekadar agenda seremonial. Ini adalah langkah nyata menghadirkan keadilan administratif bagi semua. Sebab, dokumen kependudukan bukan hanya sekadar lembaran identitas, melainkan kunci akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, hingga bantuan sosial. (ptm/*/red)

Bupati Lampung Selatan Egy Menerima Penghargaan Bergengsi Dari Kementerian Kehutanan RI

0

JAKARTA, (Ltc):

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Kabupaten Lampung Selatan. Kali ini, apresiasi datang dari Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan dalam acara penganugerahan kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil mendukung implementasi Program Strengthening of Social Forestry (SSF).

Dalam ajang prestisius tersebut, Kabupaten Lampung Selatan menjadi salah satu dari hanya enam daerah terpilih di empat provinsi yang menjadi lokasi program SSF.

Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen dan kerja keras Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam pengelolaan perhutanan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk penghargaan atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan serta keberlanjutan program SSF, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menerima penghargaan bergengsi dari Kementerian Kehutanan.Piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, kepada Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang berlangsung di Auditorium Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian Kehutanan, Jakarta, pada Selasa, 24 Juni 2025.

“Hari ini saya menerima penghargaan Celebration Of Our Achievement, yang sekaligus menandai berakhirnya Program SSF in Indonesia Project. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kehutanan dan World Bank melalui skema hibah Global Environment Facility,” ujar Egi dalam keterangannya. Bupati Egi menambahkan, bahwa program ini telah memberi manfaat besar, tidak hanya dalam penguatan tata kelola kehutanan sosial, tetapi juga dalam pemberdayaan masyarakat serta pelestarian lingkungan hidup. “Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dan mendampingi kami di daerah, khususnya Kementerian Kehutanan, tim SSF Project, serta masyarakat Lampung Selatan. Semoga capaian ini menjadi pijakan awal menuju langkah-langkah keberlanjutan yang lebih kuat di masa mendatang,” kata Egi. (lmhr/*/red)

Dinas PMPTSP Lampung Selatan Luncurkan SIP ON Untuk Permudah Izin Praktek

0

KALIANDA, (Ltc):

Kabar gembira bagi seluruh tenaga kesehatan di Kabupaten Lampung Selatan! Kini, tak perlu lagi repot datang ke kantor hanya untuk mengurus izin praktik.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), telah menghadirkan inovasi layanan berbasis digital bernama SIP ON (Sistem Informasi Perizinan Online).

Sebelumnya, pengurusan izin praktik kesehatan di wilayah ini masih dilakukan secara manual. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan platform OSS-RBA milik Kementerian Investasi dan Hilirisasi, yang belum mengakomodasi kebutuhan perizinan tenaga kesehatan secara penuh.

Akibatnya, para tenaga medis terpaksa datang langsung ke Kantor DPMPTSP atau Mal Pelayanan Publik (MPP) Kalianda, yang tentu menyita waktu, tenaga, dan biaya. Terutama bagi mereka yang tinggal jauh dari pusat kota.

“Inovasi ini merupakan terobosan besar untuk mempermudah akses layanan perizinan sektor kesehatan, demi pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih baik,” ujar Kepala DPMPTSP Lampung Selatan, Rio Gismara, dalam keterangannya, Senin (23/6/2025).

Solusi Praktis untuk Wilayah yang Luas

Dengan luas wilayah lebih dari 2.000 km², mencakup 260 desa dan 4 kelurahan di 17 kecamatan, pengurusan izin secara manual jelas menjadi tantangan tersendiri. Namun, tantangan itu kini terjawab lewat SIP ON, yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja melalui komputer maupun smartphone, di alamat:

📍 https://dpmpptsp.lampungselatankab. 30 Jenis Layanan Perizinan Kesehatan Tersedia

Lewat SIP ON, sebanyak 30 jenis layanan perizinan sektor kesehatan bisa diakses secara online. Mulai dari Surat Izin Praktik Bidan Mandiri, Izin Klinik, hingga Izin Radiologi, semuanya tersedia dalam satu aplikasi.

Yang lebih menarik, sistem ini menggunakan mekanisme input mandiri (self-declare), sehingga tenaga kesehatan bisa langsung mengisi data dan memantau progres perizinan mereka tanpa perlu antre atau bolak-balik ke kantor.

Meski belum diresmikan secara formal, layanan SIP ON telah berjalan sejak 1 Mei 2025. Hingga kini, sudah tercatat: 149 izin telah terbit, dan 61 izin ditolak.

Angka ini menunjukkan antusiasme dan efektivitas implementasi awal aplikasi tersebut. “Tenaga kesehatan cukup membuka aplikasi SIP ON, isi data, dan pantau prosesnya sendiri. Semudah itu,” tambah Rio.

Dengan hadirnya SIP ON, Pemkab Lampung Selatan membuktikan komitmennya untuk terus meningkatkan layanan publik berbasis digital, khususnya dalam sektor kesehatan.

Kini, urusan perizinan jadi lebih mudah, cepat, hemat waktu dan biaya, tanpa mengorbankan kenyamanan atau efisiensi. (ptm/*/red)

TPID Lampung Selatan Rakor Pengendalian Inflasi Secara Virtual

0

KALIANDA, (Ltc):

Lonjakan harga pangan kian terasa mencekik. Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, menegaskan bahwa inflasi bukan hanya soal angka atau statistik, melainkan realita yang langsung dirasakan masyarakat di seluruh penjuru negeri. “IPH (Indeks Perkembangan Harga) memang jadi acuan, tapi ini bukan hanya masalah data di atas kertas. Kita harus kerja nyata, karena masyarakat sudah merasakan langsung harga yang terus naik,” tegas Tomsi saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi secara virtual pada Senin, (23/6/2025).

Rakor yang diselenggarakan oleh Kemendagri tersebut juga diikuti oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lampung Selatan, yang hadir secara daring melalui aplikasi Zoom dari Ruang Bagian Perekonomian, kantor bupati setempat. Dalam rapat tersebut, Tomsi menyampaikan kekhawatiran terhadap kenaikan harga sejumlah komoditas pangan utama, seperti: beras, daging ayam, bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit.

Kenaikan harga ini terutama terjadi pada minggu ketiga bulan Juni, dan dinilai sebagai sinyal penting yang harus segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.

Tomsi juga mengungkapkan bahwa pemerintah pusat sebenarnya telah melakukan antisipasi. Salah satunya melalui kesepakatan dengan Bappenas terkait program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Namun, hingga saat ini pelaksanaannya masih belum optimal. “Dua minggu lalu kita sudah sepakat SPHP segera dijalankan. Tapi memang, proses administrasi perlu dipercepat. Ini masih jadi pekerjaan rumah besar kita,” ujarnya.

Tomsi menekankan bahwa pengendalian inflasi bukan hanya tanggung jawab pusat.

Daerah harus aktif dan sigap dalam memantau dan menstabilkan harga. “Jangan menunggu. Kepala daerah harus bergerak cepat, pantau perkembangan harga, turun langsung ke lapangan,” imbuhnya.

Dengan momen Iduladha dan tahun ajaran baru yang semakin dekat, pemerintah pusat berharap agar pemerintah daerah tidak terlambat mengambil langkah konkret, demi menjaga daya beli masyarakat yang semakin tertekan. “Harga di pasar adalah cermin kinerja kita. Jangan biarkan rakyat terus terbebani,” kata Tomsi Tohir. (ptm/*/red)

Khitanan Massal Warnai Hari Bhayangkara ke-79 di KSKP Bakauheni, 100 Anak Ikut Serta

0

BAKAUHENI, (Ltc):

Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-79, Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Polres Lampung Selatan, menggelar kegiatan khitanan massal dan pengobatan gratis yang dipusatkan di halaman Mapolsek KSKP Bakauheni, pada Minggu (22/6/2025) pukul 07.00 WIB.

Sebanyak 100 anak dari berbagai wilayah — mulai dari Bakauheni, Ketapang, Penengahan, Sragi, Palas, Kalianda, hingga Bandar Lampung dan Pesawaran  turut serta dalam kegiatan sosial yang bertujuan mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat tersebut.

Wakapolres Lampung Selatan, Kompol Silpa Yudiawan, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud pengabdian Polri dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. “Khitanan massal ini menjadi wujud nyata pelayanan Polri dalam bidang kesehatan, sekaligus mempererat hubungan silaturahmi dengan masyarakat. Kami berharap anak-anak yang mengikuti bisa tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Pelaksanaan khitanan dilakukan oleh tim medis profesional dari Jakarta yang tergabung dari berbagai rumah sakit dan klinik swasta. Tim ini dipimpin oleh Isma Elya, Str.Keb., yang juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial kesehatan lintas daerah. “Kami membawa metode khitan laser karena lebih modern, minim risiko, dan proses pemulihannya lebih cepat. Ini menjadi pilihan terbaik untuk anak-anak,” jelas Isma saat memberikan sambutan.

Lebih lanjut, Isma menambahkan bahwa kegiatan semacam ini bukan hanya bentuk pelayanan medis, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan semangat kolaborasi kerjasama antarlembaga. “Kami merasa terpanggil untuk terus berbagi keahlian demi masyarakat luas. Lewat kegiatan ini, kami belajar tentang pentingnya nilai kemanusiaan dan gotong royong yang semakin hari semakin dibutuhkan,” imbuhnya.

Kapolsek KSKP Bakauheni, AKP Edi Saputro, mengungkapkan bahwa tingginya antusiasme masyarakat mendorong pihaknya untuk menambah jumlah peserta dari semula 79 menjadi 100 anak. “Animo masyarakat sangat luar biasa. Awalnya kami hanya menyediakan kuota 79 anak, namun karena tingginya permintaan, kuota ditambah menjadi 100 peserta,” kata Edi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh dan pejabat lintas instansi, antara lain General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni Syamsudin, Kepala Puskesmas Bakauheni dr. Paul Neman Hutagaol, Ketua Gapasdap Bakauheni Warsa, Kepala Desa Bakauheni Sukirno, Kepala KKP Kelas II Panjang Wilker Bakauheni Siswoyo, serta Kepala KSOP Bakauheni Kapt. Suratno.

Kegiatan berlangsung lancar hingga siang hari dan menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79. Khitanan massal ini sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara Polri, tenaga medis, dan masyarakat mampu menghadirkan manfaat nyata bagi publik.(Rilis KSKP/Humas Polres Ls/*/red)

Sekda Lampung Selatan Supriyanto Hadir di Haflah At-Takharruj dan Tabligh Akbar Pondok Pesantren Terpadu Ushuluddin Tahun Pelajaran 2024–2025

0

PENENGAHAN, (Ltc):

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, menghadiri acara Haflah At-Takharruj dan Tabligh Akbar Pondok Pesantren Terpadu Ushuluddin Tahun Pelajaran 2024–2025. Acara sakral ini digelar di halaman Pondok Pesantren Terpadu Ushuluddin, Kecamatan Penengahan, pada Minggu (22/6/2025).

Dalam sambutannya, Supriyanto menyampaikan ucapan selamat kepada para santri yang diwisuda. Ia menegaskan bahwa Haflah At-Takharruj bukan hanya seremonial kelulusan, melainkan tonggak awal perjalanan dakwah dan pengabdian para santri kepada umat. “Ini adalah amanah besar. Para santri bukan sekadar lulusan pesantren, melainkan duta Islam moderat dan pembawa akhlakul karimah di tengah masyarakat,” tegas Supriyanto.

Ia menilai kegiatan tersebut sebagai momentum strategis untuk kembali menegaskan peran pondok pesantren sebagai benteng moral dan pusat pendidikan karakter, bukan hanya lembaga keagamaan tradisional. “Pesantren adalah kawah candradimuka tempat lahirnya kader bangsa. Mereka yang tak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial,” tambahnya. Supriyanto juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para pengasuh pesantren, para ustaz dan ustazah, serta wali santri atas dedikasi mereka dalam mendidik generasi muda.

Ia menyatakan optimismenya bahwa para alumni Pondok Pesantren Ushuluddin akan menjadi bagian penting dari masa depan Lampung Selatan yang religius, cerdas, dan berakhlak.

Lebih lanjut, ia menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pesantren dalam pembangunan daerah, khususnya dalam membentuk generasi Qur’ani yang unggul secara spiritual, intelektual, dan sosial. “Membangun bangsa tak cukup hanya dengan infrastruktur fisik. Kita juga harus membangun infrastruktur moral dan spiritual, dan itu sedang dikerjakan oleh pesantren seperti Ushuluddin ini,” tutupnya.

Acara ini turut dihadiri para tokoh agama, wali santri, jajaran pengurus pesantren, serta masyarakat setempat yang menyambut antusias prosesi sakral dan penuh makna tersebut. (Nsy/*/red)

Bupati Lampung Selatan Egy Bagikan Alsintan Untuk Petani di Kalianda & Palas Lamsel

0

KALIANDA, (Ltc):

Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama (Egi), menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara simbolis kepada para petani di dua wilayah: Gapoktan Margo Tani, Desa Sukatani, Kecamatan Kalianda, dan Kelompok Tani Way Butok, Desa Sukaraja, Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan.

Penyerahan bantuan berupa combine harvester dan traktor roda empat ini berlangsung di Desa Sukatani, Kecamatan Kalianda, pada Jumat (20/6/2025), dan turut dihadiri oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPH-Bun) Mugiyono, Kepala Desa Sukatani Lagiman, para penerima manfaat, serta tamu undangan lainnya.

Bupati Egi menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan respons konkret terhadap berbagai persoalan yang selama ini dihadapi petani, mulai dari keterbatasan alat produksi hingga risiko gagal panen. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus berkomitmen mendukung program ketahanan pangan nasional, termasuk melalui pengadaan alsintan.

“Ini nama desanya saja sudah Sukatani. Biasanya hasil taninya luar biasa. Jadi kalau belum luar biasa, saya akan pertanyakan,” ujar Egi sambil berkelakar, disambut tawa warga. Saat ini, rata-rata hasil panen di Lampung Selatan masih sekitar 1,8 ton per hektare. Dengan adanya dukungan alsintan dari pemerintah daerah dan Kementerian Pertanian, diharapkan semangat bertani masyarakat meningkat dan produktivitas ikut terdongkrak. “Bapak-ibu harus bangga jadi petani. Ingat, kata Pak Prabowo, petani adalah pahlawan pangan. Bedanya, bapak-ibu belum kebagian makam pahlawan,” ucap Egi, lagi-lagi mengundang gelak tawa hadirin.

Bupati Egi juga menegaskan target besar pemerintah daerah, menjadikan Kabupaten Lampung Selatan sebagai lumbung pangan nasional. “Petani adalah ujung tombak pangan. Tanpa kalian, kita tidak bisa makan nasi. Maka kami hadir untuk memastikan kesejahteraan petani meningkat, dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan,” tambahnya.

Plt Kepala Dinas TPH-Bun, Mugiyono, menekankan bahwa bantuan ini bukan hanya program rutin, melainkan bagian dari kesepakatan produktivitas: petani harus melakukan tanam tiga kali dalam setahun. Bila hingga September tidak ada pertanaman, alat akan ditarik kembali. “Cuaca sudah mendukung. Tidak ada lagi alasan ‘Pak, saya tidak bisa tanam ini atau itu’. Insyaallah, kalau pun ada kendala, Pak Bupati siap berdiri di belakang petani,” tegas Mugiyono.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Margo Tani, Iwan Syafii, menyampaikan rasa terima kasih dan optimisme atas bantuan alsintan yang diberikan. “Alhamdulillah, kami bangga dikunjungi langsung oleh Pak Bupati. Bantuan combine harvester ini sangat kami butuhkan. Kami siap berkomitmen tanam tiga kali setahun. Sebelumnya, kami hanya mampu dua kali. Ini menjadi motivasi baru bagi kami,” kata Iwan Syafii.

Penyerahan alsintan ini menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah daerah terhadap sektor pertanian. Selain sebagai solusi konkret, kegiatan ini juga menjadi dorongan moral agar para petani terus berinovasi dan meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan. (Gil/*/red)