Rabu, Maret 11, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 16

Damkarmat akan bangun dua Pos Baru di Kecamatan Ketapang & Katibung

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) berencana membangun dua pos pemadam baru di Kecamatan Ketapang dan Katibung.

Langkah ini diambil untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana kebakaran dan penyelamatan non-kebakaran di wilayah setempat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Selatan, Supriyanto, mengatakan rencana tersebut merupakan bentuk komitmen Pemkab dalam memberikan pelayanan publik yang lebih cepat, tanggap, dan merata hingga ke wilayah pelosok.

“Ini adalah bagian dari upaya kita memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Damkar tidak hanya bicara soal kebakaran, tetapi juga berbagai bentuk penyelamatan, mulai dari evakuasi hewan, kecelakaan rumah tangga, hingga pertolongan lainnya,” ujar Supriyanto dalam rapat pembahasan usulan pembentukan Pos Damkar, di ruang rapat Sekda, Selasa (14/10/2025).

Ia menegaskan, dengan luas wilayah Lampung Selatan serta tingginya pertumbuhan penduduk dan banyaknya objek vital, keberadaan dua pos baru itu menjadi kebutuhan mendesak. Kerja sama antarwilayah juga perlu diperkuat mengingat posisi Lampung Selatan yang berbatasan langsung dengan beberapa kabupaten dan kota lain.

“Kita harus punya target untuk memperkuat sistem pelayanan ini. Pemerintah pusat juga perlu dilibatkan agar ada dukungan hibah sarana prasarana, seperti di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, yang mendapat bantuan dari Jepang,” kata Supriyanto.

Selain sarana dan prasarana, ia menekankan pentingnya inovasi dan keselamatan personel dalam setiap kegiatan operasional. Ia berharap pembangunan pos baru dirancang dengan matang agar efektif, efisien, dan tidak hanya bergantung pada APBD.

Sementara itu, Kepala Dinas Damkarmat Lampung Selatan, Sefri Masdian, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya baru memiliki lima pos aktif, yaitu di Kalianda, Sidomulyo, Tanjung Bintang, Jati Agung, dan Natar. Namun, jumlah personel dan kendaraan masih jauh dari ideal. “Pos Kalianda misalnya, hanya memiliki tiga unit kendaraan dengan 21 personel yang harus melayani tujuh kecamatan sekaligus. Idealnya satu pos memiliki minimal 18 personel, tapi saat ini masih jauh dari cukup. Kadang satu kali piket hanya diisi dua orang,” ungkapnya.

Sefri menjelaskan, Pos Damkar Ketapang nantinya akan mencakup pelayanan hingga Kecamatan Bakauheni, Palas, Sragi, dan sebagian Penengahan, sedangkan Pos Damkar Katibung akan melayani wilayah Way Sulan dan sebagian Sidomulyo. “Kami sangat berharap dukungan penuh pemerintah daerah agar rencana ini bisa segera terealisasi. Selain perluasan pos, kami juga masih membutuhkan kendaraan rescue untuk memperkuat penanganan penyelamatan yang lebih cepat dan profesional,” ujarnya.

Dengan penambahan dua pos baru tersebut, Sefri berharap penanganan bahaya kebakaran dan non kebakaran dapat diatasi secara maksimal. (ptm-Kmf/*/red)

BPK RI Perwakilan Lampung periksa Satuan Pendidikan yang di biayai APBD 2024 s/d Triwulan III 2025

0

KALIANDA, (Ltc):

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung memulai kegiatan Entry Meeting Pemeriksaan Kepatuhan atas Kegiatan Peningkatan Sarana dan Prasarana Pendidikan Dasar Tahun Anggaran 2024 hingga Triwulan III Tahun 2025 di Kabupaten Lampung Selatan.

Pertemuan tersebut berlangsung di ruang kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (14/10/2025), dan diterima langsung oleh Sekda Supriyanto beserta jajaran perangkat daerah terkait.

Pengendali Teknis BPK Perwakilan Provinsi Lampung, Barry Firman Pratama, menjelaskan bahwa pemeriksaan akan dilakukan selama 35 hari, sejak 14 Oktober hingga 17 November 2025.

Pemeriksaan ini bertujuan memastikan seluruh kegiatan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan telah dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban.

“Pemeriksaan ini meliputi satuan pendidikan dari jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP, baik negeri maupun swasta, yang dibiayai melalui APBD Tahun Anggaran 2024 dan realisasi sampai dengan Triwulan III 2025,” terang Barry.

Ia menambahkan, pemeriksaan lapangan akan dimulai pada 20 Oktober 2025 dengan sasaran 24 satuan pendidikan, terdiri dari 2 PAUD, 15 SD, dan 7 SMP.

Dalam prosesnya, tim BPK akan melakukan peninjauan dokumen, permintaan data, serta wawancara dengan pihak-pihak terkait. “Kami berharap dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam menjaga prinsip independensi, integritas, dan profesionalisme BPK, serta keterbukaan dalam penyediaan data,” ujar Barry.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Supriyanto meminta seluruh perangkat daerah yang menjadi objek pemeriksaan agar bersikap kooperatif dan responsif terhadap kebutuhan tim pemeriksa. Ia menekankan pentingnya menyiapkan data dan dokumen secara lengkap, akurat, dan tepat waktu, demi kelancaran pelaksanaan pemeriksaan. “Saya minta seluruh perangkat daerah menjaga komunikasi yang terbuka dan konstruktif selama proses pemeriksaan berlangsung,” tegas Supriyanto.

Lebih lanjut, Supriyanto menyampaikan harapannya agar hasil pemeriksaan ini dapat memberikan rekomendasi yang konstruktif bagi peningkatan kualitas layanan pendidikan di Lampung Selatan. “Kami berharap pemeriksaan ini dapat menjadi sarana evaluasi yang membangun untuk mewujudkan layanan pendidikan yang merata, aman, dan bermutu di daerah,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Sekda Supriyanto juga menyampaikan apresiasi kepada tim BPK atas dedikasi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. “Semoga sinergi antara Pemkab Lampung Selatan dan BPK terus terjalin dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel, menuju Lampung Selatan Maju untuk Indonesia Emas 2045,” kata Supriyanto. (lmhr-Kmf/*/red)

OP di Kecamatan Merbau Mataram dibuka oleh wakil Bupati Lampung Selatan Syaiful Anwar

0

MERBAU MATARAM, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan kembali menggelar kegiatan Operasi Pasar Murah sebagai langkah konkret pengendalian inflasi dan stabilisasi harga pangan.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Merbau Mataram, Kecamatan Merbau Mataram, pada Selasa (14/10/2025) itu dibuka langsung Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar.

Operasi pasar murah ini merupakan lanjutan tahap kedua setelah pelaksanaan perdana pada 3–24 Maret 2025 di 17 kecamatan. Adapun kegiatan di Merbau Mataram menjadi titik kelima dari rangkaian pelaksanaan tahap kedua yang dimulai sejak 8 Oktober 2025.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Lampung Selatan Dapil 6 Dwi Riyanto, Kadis Perdagangan dan Perindustrian Hendra Jaya, Kadis Perikanan Dwi Jatmiko, Camat Merbau Mataram Ricky Randa Belpama, serta unsur Forkopimcam Merbau Mataram.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Syaiful Anwar menegaskan bahwa kegiatan pasar murah bukan hanya kegiatan teknis, tetapi juga gerakan kolektif untuk melawan ketimpangan harga dan membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi akibat fluktuasi harga bahan pokok. “Masyarakat yang penghasilannya tetap, tapi harga naik terus, mereka butuh solusi, bukan hanya simpati. Dan itulah sebabnya kita turun langsung ke lapangan,” ujar Syaiful.

Menurutnya, berbagai komoditas seperti beras, minyak goreng, LPG, dan gula masih mengalami kenaikan harga yang berpengaruh pada daya beli masyarakat.

Karena itu, Pemkab Lampung Selatan berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi nyata melalui kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Dalam pelaksanaannya, Pemkab Lampung Selatan menggandeng sejumlah perusahaan mitra strategis, antara lain Perum Bulog, PT Sungai Budi Group (CV Bumi Waras), PT Pertamina, CV Indra Jaya, PT Domus Jaya, Perusahaan Perdagangan Indonesia, dan PT Lampung Distribusindo Raya (Wings).

Lebih lanjut, Syaiful menjelaskan bahwa Pemkab Lampung Selatan tengah menjalankan berbagai program untuk memperkuat ketahanan pangan, salah satunya melalui Program Agro Edu Wisata, yang akan menjadi barometer baru peningkatan kesejahteraan di bidang pendidikan, pertanian, dan pariwisata. “Pasar murah ini merupakan wujud nyata kolaborasi pemerintah, swasta, dan pelaku usaha dalam menjaga ketahanan pangan di Lampung Selatan,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Syaiful mengajak seluruh aparatur kecamatan dan desa, pelaku UMKM, serta masyarakat untuk bersama-sama mengawal kegiatan pasar murah agar tepat sasaran, efisien, dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. “Mari kita jadikan pasar murah ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi sebagai gerakan sosial ekonomi berkelanjutan demi mewujudkan Lampung Selatan Maju menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya. (dul/*/red)

Wujudkan Zona Integritas, Lapas Kalianda Sosialisasikan Pengendalian Gratifikasi ke Masyarakat Kalianda

0

KALIANDA, (Ltc):

Lapas Kelas IIA Kalianda melaksanakan kegiatan Sosialisasi Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) kepada masyarakat sekitar Kalianda, pada Selasa (14/10).

Kegiatan ini menjadi langkah nyata Lapas Kalianda dalam mendukung program pencegahan tindak pidana korupsi, sekaligus memperkuat komitmen menuju Zona Integritas menuju WBK/WBBM.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan materi mengenai pengertian gratifikasi, bentuk-bentuknya, serta mekanisme pelaporan yang transparan dan akuntabel.

Masyarakat dan pegawai tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Selain sesi penyuluhan, juga digelar dialog interaktif yang membuka ruang bagi peserta untuk bertanya langsung terkait prosedur pelaporan gratifikasi.

Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Beni Nurrahman, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang berintegritas. “Sosialisasi ini bukan sekadar kegiatan formalitas, tapi langkah konkret untuk menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab. Kami ingin memastikan seluruh pegawai dan masyarakat memahami pentingnya menolak segala bentuk gratifikasi,” ucap Kalapas.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kalianda berkomitmen untuk terus menumbuhkan budaya integritas, transparansi, dan pelayanan publik yang bersih dari praktik gratifikasi.
(Humas Lapas/*/red)

REI Propinsi Lampung Beraudensi Dengan Bupati Lampung Selatan Egi

0

KALIANDA, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menerima audiensi Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estat Indonesia (REI) Provinsi Lampung, di ruang kerjanya, pada Senin (13/10/2025).

Pertemuan ini menjadi langkah awal kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan REI dalam mendukung program nasional pembangunan 3 juta rumah per tahun bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Ketua DPD REI Lampung, Yuliana Gunawan, menyampaikan bahwa audiensi tersebut bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam pelaksanaan program nasional yang digagas Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. “Program ini difokuskan untuk masyarakat berpenghasilan rendah, dan kami berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dapat mendukung pelaksanaannya di daerah ini,” ujar Yuliana.

Selain itu, REI akan menyerahkan bantuan sebanyak lima unit rumah kepada Pemkab Lampung Selatan. Rumah-rumah ini merupakan bagian dari program bedah rumah sebagai wujud kepedulian sosial REI terhadap masyarakat kurang mampu. “Selain bantuan rumah, kami juga ingin mengajak Pemerintah Daerah melakukan penghijauan melalui penanaman pohon. Kami berharap kolaborasi dapat diperluas ke pembangunan perumahan bersubsidi, khususnya bagi MBR di Lampung Selatan,” tambah Yuliana.

Bupati Radityo Egi Pratama menyambut baik inisiatif REI dan menegaskan kesiapan Pemkab untuk bekerja sama. Ia menekankan pentingnya sinergi dalam pengembangan kawasan hunian dan pariwisata yang selaras dengan city branding Agro Eduwisata yang tengah digalakkan pemerintah daerah. “REI dapat turut berkontribusi dalam pembangunan kawasan perumahan dan kompleks villa di Kalianda, yang memiliki potensi wisata besar. Tentunya kawasan ini harus dilengkapi dengan amenitas yang menarik bagi wisatawan,” jelas Bupati Egi.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, peredaran uang di masyarakat akan naik. Selain itu, kolaborasi ini akan menciptakan lapangan kerja baru, menurunkan tingkat pengangguran, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Egi. (lmhr-Kmf/*)

Sekda Lamsel Supriyanto Terima Perkumpulan Paluma Nusantara

0

KALIANDA, (Ltc):

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, menerima audiensi dari Perkumpulan Paluma Nusantara untuk membahas pelaksanaan Program Go Green Pro 2025–2028, di ruang rapat Sekda, pada Senin (13/10/2025).

Pertemuan ini bertujuan memperkenalkan dua program utama Paluma Nusantara di wilayah tersebut dan menjajaki kerja sama lintas program dengan pemerintah daerah.

Program yang diperkenalkan antara lain Pioneer for Green Future: Green Income Prospects for Marginalized Youth atau Go Green Pro, yang didanai ASB-BMZ Jerman.

Dan yang kedua yakni Strengthening Partnership for Community Resilience in Indonesia and Timor Leste (SPRINT), didukung Asian Disaster Preparedness Centre (ADPC).

Kedua program tersebut menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan penguatan ketangguhan komunitas.

Dalam arahannya, Sekda Supriyanto memberikan apresiasi atas kontribusi nyata Paluma Nusantara. “Saya ucapkan terima kasih atas kepedulian terhadap masyarakat Lampung Selatan. Dari inisiatif hingga pendanaan, semuanya tidak membebani daerah. Kami menyambut baik kegiatan yang akan diadakan di Lampung Selatan,” ujarnya.

Sekda Supriyanto juga menekankan keselarasan program ini dengan target pembangunan nasional, khususnya pada sektor lingkungan dan ekonomi hijau berkelanjutan.

Ia mendorong dokumentasi kegiatan dilakukan secara berkala agar hasilnya lebih terukur dan berdampak nyata bagi masyarakat. Sementara, Nanang Priyatna dari Paluma Nusantara menjelaskan, lembaga non-profit ini berdiri sejak 1998 di Jakarta dan kini berfokus di Yogyakarta serta beberapa daerah lain termasuk Lampung Selatan. “Paluma Nusantara bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat, penguatan perempuan, perlindungan anak, pelestarian lingkungan, dan pengembangan usaha mikro serta agribisnis,” jelas Nanang Priyatna.

Program SPRINT Phase II telah berjalan sejak Juni 2025 dan akan berlangsung hingga Januari 2027, di Desa Rajabasa dan Desa Canti, Kecamatan Rajabasa.

Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan masyarakat dalam pengurangan risiko bencana dan ketangguhan komunitas. Sementara itu, Go Green Pro menargetkan pembukaan peluang usaha hijau bagi kaum muda melalui pelatihan kewirausahaan, pendampingan bisnis, dan strategi pemasaran berbasis e-commerce.

Menutup audiensi, Sekda Supriyanto bersama jajaran kepala perangkat daerah menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk bersinergi dan mendukung penuh pelaksanaan program Paluma Nusantara. (Gil-Kmf/*/red)

MABICAP Gerakan Pramuka Lampung Selatan Bupati EGI Lepas Kontingen Gambore Daerah Pramuka Penggalang Lamsel

0

KALIANDA, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Lampung Selatan secara resmi melepas Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Lampung Selatan yang akan mengikuti Jambore Daerah Pramuka Penggalang Kwarda Lampung Tahun 2025.

Acara pelepasan berlangsung di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, dengan suasana penuh semangat dan kebanggaan, pada Senin (13/10/2025).

Tahun ini, Kwarcab Gerakan Pramuka Lampung Selatan mencatat sejarah dengan mengirimkan kontingen terbesar sepanjang keikutsertaan di ajang Jambore Daerah.

Dalam arahannya, Bupati Egi menegaskan bahwa keikutsertaan dalam Jambore bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi momentum penting membangun karakter, kedisiplinan, dan kepemimpinan generasi muda. Ia menyebut, Gerakan Pramuka merupakan “sekolah kehidupan” yang menanamkan nilai tanggung jawab, gotong royong, serta cinta tanah air. “Saya berdiri di hadapan kalian bukan sekadar memberi sambutan, tapi untuk menyalakan semangat. Di hadapan saya ada wajah-wajah muda yang akan membawa nama Lampung Selatan menjadi lebih maju,” ujar Bupati Egi penuh semangat.

Lebih lanjut, Egi mengingatkan pentingnya adaptasi Pramuka dengan perkembangan zaman, terutama di era digital. Menurutnya, Pramuka modern tidak cukup hanya tangguh di alam, tetapi juga harus kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan teknologi. “Menjadi Pramuka bukan hanya pandai menyalakan api unggun di hutan, tapi juga mampu menyalakan api semangat dan kreativitas di dunia digital,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Egi juga menyinggung filosofi semangat kerja Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang tertuang dalam tagline “Bismillah BISA.” Ia menjelaskan, kata Bismillah mengandung makna niat tulus, integritas dan doa dalam setiap langkah, sedangkan BISA merupakan akronim dari Berkolaborasi, Inisiatif, Sehat, dan Adaptif.

Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi pegangan moral dan semangat perjuangan para anggota Pramuka Lampung Selatan dalam setiap kegiatan dan pengabdian. “Saya ingin adik-adik menjadi insan perubahan agar Kabupaten Lampung Selatan ini bisa kita jadikan kabupaten yang maju,” pesan Bupati Egi.

Sementara itu, Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Lampung Selatan, Sukadi, menyampaikan bahwa jumlah peserta yang diberangkatkan tahun ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah keikutsertaan Lampung Selatan dalam Jambore Daerah. “Biasanya kami hanya mengirim satu regu putra dan satu regu putri, masing-masing delapan orang. Namun tahun ini, Lampung Selatan memberangkatkan lima regu putra dan lima regu putri,” jelas Sukadi dalam laporannya.

Adapun total kontingen yang dilepas berjumlah 91 orang, terdiri atas peserta, pembina, dan pendamping. Kegiatan Jambore Daerah ini juga menjadi ajang pemanasan bagi para anggota Pramuka Lampung Selatan menjelang Jambore Nasional Tahun 2026.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap, melalui keikutsertaan dalam Jambore Daerah 2025 ini, para Pramuka Lampung Selatan dapat menumbuhkan semangat kemandirian, kebersamaan, dan pengabdian kepada masyarakat serta bangsa. (Nsy-Kmf/*/red)

Lapas Kalianda Gelar Razia Blok Libatkan Polri dan TNI, Validasikan Lapas Kondusif

0

KALIANDA, (Ltc):

Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kalianda melaksanakan kegiatan Razia Blok pada Sabtu dini hari, (11/10/2025), pukul 00.20 WIB.

Kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas antara Lapas Kalianda, TNI, dan Polri sebagai upaya deteksi dini serta pencegahan potensi gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas Kalianda.

Razia dilakukan di beberapa blok dan kamar hunian, yakni:

Blok A: Kamar 2, 6, dan 8

Blok B: Kamar 2, 3, dan 7

Blok C: Kamar 3, 4, dan 6

Pelaksanaan razia melibatkan Kepala KPLP, Kasi Kamtib, Kasi Binadik, Kasubsi Kemanan, Kasubsi Portatib, Staf KPLP, Staf Kamtib, Regu Pengamanan, serta personel TNI dan Polri.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak semestinya berada di dalam kamar hunian seperti parfum, korek api, gunting kuku, kartu remi, mangkok, gelas beling, kaca, alat cukur jenggot, jarum, sikat gigi, sendok, hanger, dan paku.

“Pelaksanaan kegiatan razia merupakan langkah preventif demi memastikan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas tetap terjaga,” ucap Kalapas Kalianda Beni Nurrahman. “Kami akan terus melakukan kegiatan seperti ini secara rutin dan berkala dengan melibatkan TNI dan Polri,” tandasnya.

Selama kegiatan berlangsung yang dilakukan secara humanis oleh Tim, situasi di dalam Lapas terpantau aman, tertib, dan kondusif. (HumasPaskal/*/red)

Pria Tewas Dianiaya Menggunakan Gancu, Pelaku Diringkus Polisi

0

JATI AGUNG, (Ltc):

Aksi penganiayaan berat terjadi di Desa Karangsari, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (11/10/2025) dini hari.

Seorang pria bernama Reja Agus Saputra meninggal dunia setelah mengalami luka parah di bagian kepala akibat dianiaya menggunakan gancu (alat pertanian logam).

Kapolsek Jati Agung IPTU Rudy Prawira, mengatakan, pelaku penganiayaan diketahui bernama SU alias Sudrun alias Gondrong (42), warga Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Pelaku berhasil ditangkap polisi beberapa jam setelah kejadian. “Pelaku sempat melarikan diri dan bersembunyi di rumah warga yang berjarak sekitar 800 meter dari lokasi kejadian.

Namun berkat gerak cepat, tim gabungan Polsek Jati Agung dan Krimum Polda Lampung berhasil mengamankannya bersama barang bukti berupa satu buah gancu,” ungkap Kapolsek, Sabtu (11/10/2025).

Kejadian berawal sekitar pukul 04.30 WIB, ketika pelaku Sugiyanto datang ke pos keamanan dan meminta tolong kepada saksi seorang petugas keamanan, sambil membawa gancu. Pelaku mengaku bahwa ibunya telah dianiaya oleh korban Reja Agus Saputra.

Saksi Imam kemudian menuju rumah pelaku untuk memeriksa kebenaran laporan tersebut. Namun sesampainya di lokasi, pelaku justru tidak berada di rumah. Dari keterangan ibu pelaku dan warga sekitar, diketahui benar bahwa korban sempat mencekik ibu pelaku.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 04.45 WIB, warga menemukan korban Reja Agus Saputra terkapar dengan luka di bagian kepala di depan rumah salah satu warga Bernama. Korban kemudian dibawa oleh keluarganya ke RS Airan, namun nyawanya tidak tertolong. “Pelaku kami amankan sekitar pukul 18.30 WIB tanpa perlawanan. Barang bukti berupa gancu yang digunakan pelaku juga berhasil ditemukan di semak-semak dekat TKP,” ujar Kapolsek.

Barang Bukti yang Disita 1 (satu) buah gancu (alat besi bertangkai kayu) milik pelaku, 1 (satu) buah kaos warna hitam milik korban dan 1 (satu) celana warna hitam milik korban.
Pelaku kini telah diamankan di Mapolsek Jati Agung dan dijerat Pasal 351 Ayat (3) KUHP tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia. “Kami masih mendalami motif dan kronologi lengkap kejadian ini. Namun dari keterangan awal, pelaku melakukan penganiayaan karena emosi setelah mengetahui ibunya dianiaya korban,” pungkas IPTU Rudy Prawira.(HMS Polres/*/red)

Di HUT 62 Desa Bali Agung, Pemkab Lamsel terus dorong Pembangunan Berbasis desa yang berbudaya & berdaya Saing

0

PALAS, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus mendorong pembangunan berbasis desa yang berdaya saing dan berbudaya. Hal tersebut tercermin dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Desa Bali Agung, Kecamatan Palas, yang berlangsung semarak pada Jumat (10/10/2025).

Mengusung tema “Dengan Seni Budaya Bangsa Kuat, Negara Hebat, Desa Bermartabat,” peringatan ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat persatuan, menjaga nilai-nilai budaya, serta meneguhkan tekad membangun desa yang maju dan bermartabat di tengah arus modernisasi.

Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Desa Bali Agung tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, bersama jajaran pemerintah kecamatan dan aparatur desa, serta diikuti antusias oleh masyarakat dengan semangat kebersamaan.

Dalam sambutannya, Wabup Syaiful Anwar menyampaikan apresiasi atas semangat masyarakat Bali Agung dalam menjaga keharmonisan dan gotong royong sebagai wujud nyata dari pembangunan berbasis kebersamaan.

“Pembangunan daerah yang kuat berawal dari desa yang mandiri dan sejahtera. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berkomitmen untuk terus mendorong pembangunan desa melalui penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan infrastruktur, serta pemberdayaan perempuan dan pemuda,” ujar Wabup Syaiful.

Ia menambahkan, Kecamatan Palas merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kolaborasi masyarakat yang tinggi. Hal itu terlihat dari partisipasi warga dalam menjaga keamanan lingkungan, mengembangkan potensi pertanian, hingga mulai beradaptasi dengan era digital melalui pelayanan publik berbasis teknologi di tingkat desa.

Lebih lanjut, Wabup Syaiful mengingatkan pentingnya menjaga kearifan lokal sebagai warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat. Nilai-nilai seperti gotong royong, sopan santun, dan solidaritas sosial disebutnya sebagai kekuatan utama dalam memperkuat ketahanan sosial dan membangun karakter bangsa.

“Peringatan HUT ke-62 Desa Bali Agung ini diharapkan menjadi momentum untuk meneguhkan tekad bersama dalam membangun desa yang lebih maju, masyarakat yang lebih sejahtera, serta kehidupan yang lebih bermartabat,” tutupnya.

Rangkaian kegiatan HUT yang kental dengan harmonisasi antara budaya Lampung dan Bali ini menjadi simbol kerukunan, persaudaraan, serta semangat gotong royong dalam membangun Lampung Selatan yang lebih baik. (Nsy-Kmf)