Rabu, Maret 11, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 12

Polisi Tangani Kasus di Rajabasa, Pelaku Cemburu Serahkan Diri setelah Tikam Korban

0

RAJABASA, (Ltc):

Polres Lampung Selatan bergerak cepat menangani kasus dugaan penusukan yang menewaskan HF (41) di Dusun III, Desa Banding, Kecamatan Rajabasa. Minggu (30/11/2025) Pukul 09.30 WIB. Pelaku berinisial HS (41) langsung menyerahkan diri ke Polsek Kalianda tak lama setelah kejadian yang berlangsung.

Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan AKP Indik Rusmono mengatakan pihaknya langsung melakukan identifikasi usai pelaku datang menyerahkan diri dan mengakui perbuatannya. “Begitu pelaku tiba dan mengakui tindakan yang dilakukan, kami langsung mengambil langkah-langkah penyelidikan, mulai dari olah TKP, pemeriksaan saksi, hingga pengamanan barang bukti,” jelas Indik.

Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku sempat terlibat cekcok dengan korban yang saat itu sedang duduk di rumah seorang warga. Pelaku memanggil korban, namun korban tetap duduk hingga situasi memanas.

Pelaku kemudian menghampiri korban dan keduanya terlibat adu mulut. Pelaku mengaku sempat memukul korban, tetapi korban membalas dan mendorong pelaku. Di momen itu, pelaku mencabut pisau yang diselipkan di pinggangnya dan menusukkan satu kali ke dada kiri korban.
“Modusnya adalah penyerangan langsung dengan senjata tajam yang sudah dibawa pelaku dari awal. Pelaku menggunakan pisau bergagang plastik hijau yang diselipkan di pinggangnya,” kata Indik.
Setelah kejadian, korban ambruk di teras rumah dan berlumuran darah. Pelaku kemudian pergi menuju Polsek Kalianda dan menyerahkan diri. Dari hasil pemeriksaan, motif yang mendorong pelaku melakukan penikaman adalah rasa dendam dan kecemburuan karena menuduh korban memiliki hubungan dengan mantan istrinya.

Barang bukti yang telah diamankan meliputi sebilah pisau bergagang plastik hijau, satu kaos berlumuran darah milik pelaku, serta pakaian korban.
HS kini ditahan dan dijerat Pasal 351 ayat (3) atau 338 KUHP terkait dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
“atas perbuatan tsk di ancaman hukumannya bisa mencapai 15 tahun penjara. Kami akan tuntaskan penyidikan dan segera berkoordinasi dengan jaksa untuk tahap selanjutnya,” tegas Indik.(*)

Pemkab Lamsel: Percepat Kinerja ASN sebagai agenda utama jelang penutupan tahun anggaran.

0

KALIANDA, (Ltc):

Memasuki bulan terakhir Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menegaskan percepatan kinerja seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai agenda utama jelang penutupan tahun anggaran.

Penekanan itu disampaikan saat apel mingguan perdana bulan Desember yang digelar di Lapangan Korpri, Kompleks Perkantoran Pemkab Lampung Selatan, Senin (1/12/2025).

Apel dipimpin Pelaksana tugas (Plt) Asisten Administrasi Umum Setdakab Lampung Selatan, Edy Firnandi, yang menyampaikan amanat Bupati Lampung Selatan.

Di hadapan kepala perangkat daerah, pejabat administrator, fungsional, serta seluruh ASN, mulai dari PNS, PPPK hingga THLS, Edy menegaskan bahwa Desember merupakan fase evaluasi sekaligus penentu keberhasilan program daerah sepanjang tahun.

“Ini bulan terakhir di Tahun 2025. Fase memastikan seluruh target RPJMD, Renstra, dan Renja dapat kita tuntaskan tepat waktu,” ujarnya.

Ia menekankan percepatan realisasi anggaran, terutama pada program prioritas seperti infrastruktur dasar, pendidikan, kesehatan, layanan publik, dan pemberdayaan masyarakat.

Edy mengingatkan tidak boleh ada kegiatan yang tertunda atau mengendap menjelang penutupan tahun anggaran.

“Kita tutup tahun dengan prestasi, bukan dengan alasan,” tegasnya. Selain aspek anggaran, Edy juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk memperkuat layanan publik, termasuk administrasi kependudukan, perizinan, kesehatan, dan layanan dasar lainnya.

Ia mengingatkan bahwa digitalisasi kerja melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) harus terus digenjot demi pelayanan yang lebih efektif, efisien, dan transparan.

“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama. Pelayanan harus mudah diakses masyarakat,” imbuh Edy.

Menjelang akhir tahun, ia turut meminta jajarannya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan angin kencang, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat. Koordinasi cepat tanggap dengan BPBD, kecamatan, dan desa dinilai menjadi langkah penting menjaga kondusivitas wilayah.

Edy menutup amanat dengan menekankan pentingnya soliditas aparatur pemerintahan sebagai fondasi pembangunan daerah.

“Kabupaten Lampung Selatan hanya bisa maju bila pemerintahannya disiplin, bekerja cepat, dan berjiwa melayani. Mari tingkatkan kinerja dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya. (dul/*/red)

Fun Run TARKAM Kementerian Pemuda dan Olahraga 2025 di Sanggar Beach Kalianda

0

KALIANDA, (Ltc):

Embun pagi belum sepenuhnya mengering ketika ribuan peserta berdesakan memenuhi garis start FUN RUN Kejuaraan Antar Kampung (TARKAM) Kementerian Pemuda dan Olahraga 2025 di Sanggar Beach Kalianda, Minggu (30/11/2025).

Suasana pantai yang biasanya tenang sontak berubah menjadi lautan manusia yang antusias mengikuti agenda olahraga terbesar di Lampung Selatan tahun ini.

Tepat pukul 06.15 WIB, Ketua Umum KONI Lampung Selatan, Zulhaidir, bersama Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Lampung Selatan, Yespi Cory, melepas 3.700 peserta.

Para pelari langsung melesat menyusuri rute Bundaran Kalianda-Jalan Veteran-Jalan Way Urang dan kembali lagi ke garis finis di Sanggar Beach.

Sekitar 20 menit setelah start, pelari tercepat mulai menembus garis akhir. Sorakan warga yang menonton di sepanjang lintasan terus membahana, menyambut setiap peserta yang tiba di garis finis.

Di antara peserta, M. Danendra Azumar-Juara Umum II asal Desa Kedaton yang kini duduk di kelas XII SMA Negeri 1 Kalianda, mengaku bangga dan berharap kegiatan ini terus berlanjut.

“Semoga TARKAM Kemenpora semakin maju, bisa diadakan setiap tahun, dan membuat para peserta semakin semangat,” ujarnya. Ketua Umum KONI Lampung Selatan, Zulhaidir, melaporkan bahwa Kejuaraan TARKAM tahun ini diikuti peserta dari 17 kecamatan diperkuat dengan Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) dengan total mencapai 5.000 peserta.

Mereka bertanding pada empat cabang olahraga: voli diikuti 476 peserta, fun run 3.700 peserta, gerak jalan 374 peserta, dan senam 119 peserta.

“Alhamdulillah Kejuaraan TARKAM diikuti antusias masyarakat. Kegiatan ini merupakan program Kementerian Pemuda dan Olahraga, yang berlangsung sejak 27 November hingga puncaknya pada 30 November 2025,” kata Zulhaidir.

Mewakili Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Kadispora Yespi Cory menyebut bahwa empat cabang olahraga tersebut menjadi ruang awal bagi atlet lokal untuk menunjukkan potensi terbaik.

“Kegiatan ini bukan hanya menjaga kesehatan masyarakat, tetapi juga mencari bibit-bibit unggul,” ujarnya.

Yespi juga menegaskan bahwa agenda ini selaras dengan arah pembangunan yang tengah digencarkan Pemkab Lampung Selatan.

“Kegiatan ini memberi semangat kepada masyarakat dan menjadi ajang silaturahmi. Tujuan kita yaitu fokus menerapkan program bupati tentang agroeduwisata,” tuturnya.

Kegiatan juga dihadiri Wakil Ketua III DPRD Lampung Selatan Bella Jayanti, Kepala Dinas PMD Erdiyansyah, Camat Kalianda, Kapolsek Kalianda, serta jajaran pengurus KONI dan KOK Lampung Selatan. (Gil-Kmf/*/red)

Bupati egi ikuti Ijtima Ulama Dunia 2025: Tabligh Akbar Indonesia Berdoa di Kota Baru

0

JATI AGUNG, (Ltc):

Kota Baru berubah menjadi lautan manusia ketika ratusan ribu jemaah dari berbagai penjuru Indonesia bahkan mancanegara memadati kawasan tersebut untuk mengikuti Ijtima Ulama Dunia 2025: Tabligh Akbar Indonesia Berdoa, Jumat (28/11/2025).

Di tengah suasana yang penuh kekhidmatan itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Supriyanto, hadir menyambut para ulama dan jemaah yang sejak pagi telah memadati lokasi.

Selama tiga hari, 28-30 November 2025, Kawasan Kota Baru di Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, menjadi pusat perjumpaan, doa, dan tausiah bagi umat Islam.Rangkaian acara pada hari pertama dimulai dengan pelaksanaan salat Jumat berjamaah. Tampak Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, berdiri di saf depan bersama Menko Pangan RI, Zulkifli Hasan, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, serta Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar didaulat menjadi khatib salat Jumat. Dalam khutbahnya, ia mengajak umat Islam menjadikan momen ini sebagai ruang memperkokoh persaudaraan dan doa bersama demi keselamatan bangsa.

“Kita berkumpul di sini bukan sekadar memenuhi agenda, tetapi memohon keselamatan negeri, memperbaiki diri, dan mempererat ukhuwah,” ujarnya di hadapan jemaah yang memenuhi area salat.

Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan Tabligh Akbar sebagai momentum memperkuat nilai keislaman di tengah dinamika sosial dan tantangan zaman. Kota Baru Hidup Sampai Malam, Warga Rasakan Dampak Ekonomi

Tak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, Ijtima Ulama Dunia 2025 juga memberi dampak nyata bagi perekonomian warga sekitar. Ribuan jemaah yang datang membuat kawasan Kota Baru kembali hidup hingga malam.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi menyambut positif gelaran internasional ini. Selain memperkuat persatuan umat melalui doa dan zikir, kegiatan berskala besar seperti Ijtima Ulama Dunia dinilai mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Lampung Selatan.

Wanda (36), warga Kota Baru, mengaku perputaran ekonomi langsung terasa sejak hari pertama kegiatan berlangsung. “Yang tadinya bukan pedagang jadi berdagang. Mau beli ini dan itu ada. Yang tadinya sepi, sekarang ramai sampai malam,” tuturnya.

Pemerintah daerah mencatat lonjakan aktivitas ekonomi, mulai dari sektor UMKM, penyedia transportasi, hingga perhotelan. Ribuan jemaah yang berdatangan juga turut menggerakkan usaha kecil warga yang sebelumnya jarang tersentuh pengunjung. (Gil-Kmf/*/red)

BPS Lampung Selatan serahkan secara simbolis publikasi potret kemeskinan di Lamsel ke Pemkab Lamsel

0

KALIANDA, (Ltc):

Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Selatan menyerahkan secara simbolis Publikasi Potret Kemiskinan Kabupaten Lampung Selatan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan sebagai bagian dari Kampanye Publik Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).

Penyerahan berlangsung di pelataran Gedung Olahraga Way Handak Kalianda saat kegiatan senam rutin bersama BPS dan jajaran Pemkab Lampung Selatan, Jumat (28/11/2025), yang turut dihadiri Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution.

Kegiatan tersebut menjadi strategi BPS dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya SE2026, yang akan menjadi pendataan ekonomi terbesar di Indonesia dan dilaksanakan tahun depan.

Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, menegaskan bahwa keberhasilan SE2026 membutuhkan dukungan luas berbagai elemen.

“Sensus Ekonomi 2026 akan memberikan potret menyeluruh mengenai kondisi perekonomian nasional, mulai usaha besar, menengah, kecil, hingga mikro. Kesuksesan ini tidak bisa hanya mengandalkan BPS, tetapi memerlukan dukungan semua pihak,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama. “BPS akan mati gaya bila tidak mendapat dukungan banyak pihak. Karena itu kami sangat menghargai kehadiran dan kolaborasi dalam kegiatan hari ini,” tambahnya.

Ahmadriswan juga menyebut Lampung Selatan sebagai lokasi ketiga pelaksanaan senam publisitas SE2026 setelah Lampung Tengah dan Kota Metro.

Mewakili Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Plt Asisten Administrasi Umum Edy Firnandi menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penuh penyelenggaraan SE2026.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang menjaga kebugaran, namun juga sarana memperkuat dukungan publik terhadap pendataan ekonomi nasional.

“Data yang lengkap dan akurat akan membantu pemerintah merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran, baik untuk penguatan UMKM, peningkatan investasi, maupun penciptaan lapangan kerja baru,” jelas Edy.

Ia menegaskan bahwa keamanan data masyarakat terjamin sepenuhnya. “Hasil sensus dipublikasikan dalam bentuk angka agregat, sehingga identitas pelaku usaha tetap terlindungi,” tegasnya.

Edy juga mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Lampung Selatan turut berpartisipasi. “SE2026 bukan hanya sensus, tetapi inisiatif bersama untuk pertumbuhan ekonomi. Mari berpartisipasi dan memberikan dukungan penuh bagi masa depan ekonomi Lampung Selatan,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan senam sehat bersama sebagai simbol sinergi antara BPS dan Pemkab Lampung Selatan dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. (Nsy/*/red)

TP PKK Kabupaten Muara Enim Study Banding ke Lampung Selatan

0

KALIANDA, (Ltc):

Suasana hangat menyambut rombongan Tim Penggerak Pemberdyaan Kesejahteran Keluarga (TP PKK) Kabupaten Muara Enim saat melakukan studi banding ke Kabupaten Lampung Selatan, pada Jumat (28/11/2025).

Kunjungan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat kolaborasi antarorganisasi pemberdayaan perempuan di dua daerah.

Rombongan TP PKK Muara Enim yang dipimpin Ketua TP PKK, Heni Pertiwi Edison, disambut langsung Wakil Ketua TP PKK Lampung Selatan, Reni Apriyani, bersama Ketua DWP Lampung Selatan Ratna Yanuana Supriyanto, beserta jajaran pengurus TP PKK Lampung Selatan di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan.

Dalam sambutannya, Reni Apriyani, mewakili Ketua TP PKK Lampung Selatan, Zita Anjani, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menyebutnya sebagai kesempatan berharga untuk memperkuat gerakan PKK di kedua daerah.

“Kami merasa terhormat sekaligus berbahagia bisa menyambut ibu-ibu hebat dari Muara Enim. Studi banding ini penting, bukan hanya untuk melihat program daerah lain, tetapi juga bertukar gagasan, inovasi, dan praktik terbaik,” ujar Reni. Ia menjelaskan, Lampung Selatan terus mendorong sejumlah inovasi, mulai dari pengembangan ekonomi keluarga berbasis UMKM, penguatan kapasitas kader melalui pelatihan digital, peningkatan gizi anak, hingga ruang kreatif bagi perempuan inovator desa.

Menurutnya, transformasi sistem kerja PKK Kabupaten Lampung Selatan juga dilakukan agar seluruh program berjalan lebih terukur dan efektif.

“Kami berharap apa yang kami lakukan dapat memberi gambaran tambahan bagi ibu-ibu sekalian, sebagaimana kami pun siap belajar dari praktik terbaik yang diterapkan di Kabupaten Muara Enim,” kata Reni.

Reni menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk komitmen bersama untuk terus belajar dan tumbuh sebagai organisasi pemberdayaan keluarga.

“Masa depan keluarga Indonesia ada di tangan perempuan-perempuan yang kuat, cerdas, dan penuh empati. Karena itu, pertemuan ini harus menjadi langkah nyata untuk memperluas jaringan dan membangun kerja sama,” tuturnya. Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Muara Enim, Heni Pertiwi Edison, menyampaikan bahwa kunjungannya bertujuan mempelajari langsung pelaksanaan 10 program pokok PKK di Lampung Selatan, yang dinilai berhasil dan dapat menjadi contoh bagi pengembangan program di Muara Enim.

“Kami ingin menduplikasi pengalaman baik dari Lampung Selatan. Pengetahuan dan praktik yang kami pelajari di sini sangat berharga untuk meningkatkan kualitas program PKK di daerah kami,” ujar Heni.

Heni turut menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan pihak Lampung Selatan. Ia berharap pertemuan itu menjadi awal kolaborasi yang berkelanjutan antar kedua daerah.

“Kami sangat mengapresiasi keberhasilan TP PKK Lampung Selatan. Kami yakin dapat belajar banyak dari pengalaman ini,” tambahnya.

Kegiatan studi banding tersebut diakhiri dengan pertukaran cendera mata, diskusi program, pemaparan materi, dan rencana tindak lanjut kerja sama antardaerah sebagai upaya memperkuat peran PKK dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. (dul/*/red)

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Kominfo Lamsel menggelar FGD review SPBE & penyusunan arsitek data

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar Forum Group Discussion (FGD) Review Arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Penyusunan Arsitektur Data di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, pada Jumat (28/11/2025).

Kegiatan ini digelar untuk mengevaluasi kesesuaian arsitektur SPBE dengan kondisi aktual di pemerintah daerah, sekaligus memastikan penerapan empat prinsip Satu Data Indonesia, yaitu standar data, metadata, interoperabilitas data, serta kode referensi dan data induk.

FGD diikuti jajaran pejabat administrator Dinas Kominfo Kabupaten Lampung Selatan dan perwakilan perangkat daerah yang terlibat dalam implementasi SPBE. Kepala Bidang Tata Kelola SPBE Dinas Kominfo Lampung Selatan, Delfarizy, menjelaskan bahwa forum tersebut menjadi ruang identifikasi kebutuhan integrasi layanan, perbaikan, dan rencana pengembangan sistem.

Delfarizy juga menambahkan bahwa output utama kegiatan ini meliputi tersusunnya dokumentasi evaluasi arsitektur SPBE dan arsitektur data saat ini, rekomendasi pengembangan sistem, serta roadmap tindak lanjut yang terstruktur. “Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat integrasi sistem, keamanan, dan efisiensi layanan SPBE di Lampung Selatan,” tambahnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Keuangan, Achmad Herry, menegaskan bahwa birokrasi tidak lagi boleh berjalan lambat, manual, atau terkotak-kotak. Ia menekankan pentingnya SPBE sebagai blueprint penyatuan sistem pemerintahan daerah. “SPBE bukan sekadar memasukkan data ke komputer. Ini tentang memberikan layanan terpadu dan kemampuan pemerintah mengambil keputusan secara real time,” tegasnya.

Achmad Herry juga menyampaikan tiga fokus utama Pemkab Lampung Selatan ke depan, yakni integrasi total sistem data, efisiensi anggaran terutama menghindari pembelian aplikasi yang berulang, serta peningkatan indeks SPBE.

Pada 2024, indeks SPBE Lampung Selatan berada di angka 3,08 dengan predikat baik dan menempati posisi ke-7 dari 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. “Capaian ini patut diapresiasi, tetapi harus menjadi pemacu untuk mencapai hasil lebih baik. Target kita bukan hanya tetap baik, tapi menjadi yang terbaik di Provinsi Lampung,” tambahnya.

Melalui FGD ini, Pemkab Lampung Selatan berharap percepatan transformasi digital dapat semakin optimal dan terarah guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan terintegrasi. (ptm/*/red)

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama Kunjungi Jalan Rambat Beton Penghubung Desa Kunjir dan desa cugung

0

RAJABASA, (Ltc):

Pembangunan jalan beton yang menjadi jalur utama pelajar di Kecamatan Rajabasa mendapat perhatian khusus dari Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama.

Bupati Egi meninjau langsung progres pengerjaan ruas jalan di Desa Kunjir, pada Kamis (27/11/2025), untuk memastikan kualitas konstruksi benar-benar sesuai standar.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Egi didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), jajaran Dinas PUPR, Camat Rajabasa, serta Kepala Desa Kunjir.

Ruas jalan ini menghubungkan Desa Cugung dan Desa Kunjir, yang setiap hari dilalui masyarakat, termasuk ratusan pelajar. Karena menjadi jalur vital mobilitas pendidikan dan ekonomi, Bupati Egi menegaskan pentingnya kualitas pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh warga. “Alhamdulillah secara umum jalannya bagus. Kita cek progres pembangunannya, ada beberapa yang tetap harus kita evaluasi,” ujar Egi saat meninjau kondisi beton.

Adapun pembangunan jalan tersebut memiliki panjang sekitar 350 meter, lebar 3,5 meter, dan ketebalan konstruksi mencapai 0,5 meter. Bupati Egi meminta seluruh spesifikasi teknis dipatuhi guna menjamin ketahanan jangka panjang.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya soal hasil fisik, tetapi bagaimana fasilitas tersebut benar-benar meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat. “Jalan ini jadi akses utama anak sekolah. Harus kuat, aman, dan layak digunakan,” tegasnya.

Dinas PUPR diminta melakukan evaluasi lanjutan untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan memenuhi standar mutu yang ditetapkan. Bupati menekankan bahwa setiap proyek harus akuntabel dan memberikan hasil nyata bagi masyarakat. (Gil/*/red)

Polsek Natar Ungkap Kasus Curat, Tangkap Penjaga Gudang di Hajimena

0

NATAR, (Ltc):

Tekab 308 Presisi Polsek Natar berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di sebuah gudang terpal di Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Seorang penjaga gudang bernama D (50) ditangkap setelah diduga mencuri terpal milik majikannya pada Rabu (26/11/2025) malam.

Kapolsek Natar AKP Budi Howo membenarkan penangkapan tersebut. “Betul, pelaku atas nama D (50), warga Hajimena, kami amankan setelah mengakui perbuatannya. Ia memanfaatkan posisinya sebagai penjaga gudang untuk melakukan pencurian,” ujarnya.

Penangkapan dilakukan pada Jumat (28/11/2025) sekitar pukul 17.00 WIB. Tim Unit Reskrim Polsek Natar yang dipimpin IPTU Ade Candra bersama Panit Reskrim IPDA Adek Suci Pebrianto, mendatangi lokasi keberadaan pelaku di Desa Hajimena. Pelaku ditangkap tanpa perlawanan, kemudian langsung dibawa ke Mapolsek Natar untuk pemeriksaan lanjutan.

Kasus pencurian terjadi pada Rabu (26/11/2025) pukul 22.00 WIB di gudang terpal milik HW, warga Teluk Betung Selatan. Berdasarkan laporan korban, pelaku Dayat bersama seorang rekannya bernama Unang masuk ke gudang dengan cara membuka gembok menggunakan kawat, lalu mengambil satu gulung terpal merk Canvas nomor 2334 berwarna biru dengan ukuran lebar 103 cm dan panjang 106 meter. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp7.755.000. “Pelaku mengetahui kondisi gudang karena bekerja sebagai penjaga. Modusnya membuka gembok dengan kawat saat situasi sepi,” kata AKP Budi.

Polisi menyita sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus ini, antara lain: Uang Rp2.000.000 hasil penjualan terpal, Satu lembar nota pembelian No. 0375, tanggal 11 September 2025, senilai Rp39.868.400

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.(Rilis Polres Ls/*/red)

HUT PGRI & HGN 2025 tingkat Kabupaten Lampung Selatan Berlangsung Hikmat

0

KALIANDA, (Ltc):

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Kabupaten Lampung Selatan berlangsung khidmat dan penuh makna di Lapangan Korpri Kalianda, kompleks perkantoran Pemkab Lampung Selatan, pada Selasa (25/11/2025).

Ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan berdiri berbaris rapi, sementara anak-anak sekolah dasar dengan pakaian adat nusantara berjalan kecil-kecil, seolah membawa semangat budaya yang menyala di antara kerumunan.

Dengan tema “Guru Bermutu Indonesia Maju, Guru Hebat Indonesia Kuat, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas”, upacara tahun ini menghadirkan nuansa reflektif sekaligus optimistis. Bukan sekadar merayakan ulang tahun sebuah organisasi profesi, tetapi juga mengenang perjalanan delapan dekade PGRI sebagai pilar pendidikan nasional.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, tampil sebagai pembina upacara, sementara seluruh rangkaian acaranya dijalankan oleh para guru.

Mulai dari perwira upacara, pemimpin upacara, hingga pemandu acara. Ketua PGRI Lampung Selatan, Edi Merizon, memimpin sebagai Perwira Upacara, didampingi Sekretaris PGRI, Syahri, yang bertindak sebagai Pemimpin Upacara. Salah satu momen yang menarik perhatian adalah kehadiran tiga alumni Paskibraka yang kini telah menjadi guru, dipercaya sebagai pengibar bendera: Ade Surya (SDN 3 Way Urang), Eni Anisa (SDN 1 Way Urang), dan Teguh Saputra (SDN 2 Kalianda).

Kehadiran mereka menghadirkan simbol estafet pengabdian dari masa sebagai pelajar hingga kini berdiri sebagai pendidik.

Di sudut lapangan, Paduan Suara Guru SMPN 1 Kalianda menampilkan Mars PGRI, Hymne Guru, dan lagu “Terima Kasih Guruku”. Beberapa peserta tampak menahan haru ketika lagu-lagu tersebut dinyanyikan dengan penuh penghayatan.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama PGRI juga menyerahkan piagam penghargaan kepada para guru dan kepala sekolah berprestasi pada Festival KREASI Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Lampung 2025. Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa profesi guru terus berkembang dan dituntut adaptif terhadap perubahan.

Mewakili Bupati Lampung Selatan, Sekda Supriyanto menyampaikan bahwa peringatan ini bukan sekadar formalitas tahunan. Ia menekankan bahwa upacara ini adalah upaya merawat ingatan sejarah dan memperteguh komitmen bersama memajukan pendidikan. “Delapan puluh tahun adalah perjalanan panjang pengabdian para guru. Guru adalah penjaga masa depan, fondasi peradaban, dan benteng moral bangsa,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan dasar historis peringatan Hari Guru Nasional, yakni Keppres Nomor 78 Tahun 1994, yang menetapkan 25 November sebagai HGN sekaligus hari lahir PGRI.

Di tengah tantangan literasi digital dan kompetensi abad ke-21, lanjutnya, guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat. Pemerintah pun menjamin penguatan ekosistem pelatihan, peningkatan kesejahteraan, serta perlindungan hukum bagi para pendidik. “Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berkomitmen menjadi mitra PGRI dalam memastikan guru kita kuat, terlindungi, dan terus bertumbuh,” tegasnya.

Upacara ditutup dengan suasana hangat antarguru, penuh senyum, pelukan, dan perbincangan ringan. Tanpa panggung megah, kesederhanaan justru menegaskan besarnya arti peran para pendidik yang sehari-hari membentuk masa depan bangsa dari ruang-ruang kelas. (Kmf/*/red)