Senin, Mei 4, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 87

Di Hari Liburpun, Nanang Ermanto Bupati Lampung Selatan Tetap Beraktifitas Layani Warga

0

KALIANDA, (Ltc):

Momen akhir pekan mungkin saat yang ditunggu-tunggu bagi kebanyakan orang, khususnya saat sudah melewati tengah Minggu. Pasalnya, bagi kebanyakan orang momen akhir pekan dimanfaatkan untuk beristirahat dan berlibur.

Namun tidak bagi Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto. Meski libur akhir pekan, orang nomor satu di bumi Khagom Mufakat ini tetap beraktivitas untuk melayani masyarakatnya.

Bahkan, rintik hujan tidak menyurutkan langkah kaki H. Nanang Ermanto untuk menyerahkan bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah Kecamatan Kalianda.

Kali ini, Nanang Ermanto yang didampingi sejumlah pejabat utama dan Kepala Perangkat Daerah di lingkup Pemkab Lampung Selatan menyambangi kediaman warga Pubian Dusun II Sabah Tuha, Desa Hara Banjarmanis, Kecamatan Kalianda, Sabtu (13/1/2024). “Ini kami serahkan uang Rp20 juta kepada pak camat untuk membangun rumah warganya, supaya layak huni,” ujar Nanang Ermanto dihadapan Darvin penerima bantuan bedah rumah.

Nanang mengatakan, pemerintah daerah terus memaksimalkan upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dan salah satunya dengan program bedah rumah dengan semangat gotong royong.

“Pak camat ajak aparatur kecamatan dan desa untuk bergotong-royong bantu pembangunannya. Karena uang ini mungkin tidak cukup, tapi dengan kebersamaan semuanya bisa selesai. Kalau kurang-kurang sedikit pak camat yang tombokkin,” ucap Nanang.

Sementara itu, Darvin merasa bangga dan terharu dengan kedatangan Bupati Lampung Selatan beserta rombongan ke kediamannya yang telah memberikan dukungan moril sehingga ia dapat lebih semangat lagi dalam menjalankan aktivitasnya kedepan.

“Saya sangat bersyukur atas kehadiran pak bupati ditengah-tengah kami. Saya ucapkan terima kasih, tanpa bantuan pak bupati kami tidak bisa apa-apa,” ucap Darvin terbata-bata.

Darvin pun berharap, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto bisa terus memimpin Kabupaten Lampung Selatan dengan program-programnya yang menyentuh rakyat.

“Semoga kabaikan-kebaikan beliau (Nanang Ermanto) bisa terus berlanjut untuk kemajuan Kabupaten Lampung Selatan menjadi lebih baik lagi,” ujar Darvin.

Dari pantauan tim ini, selain Desa Hara Banjarmanis, Kecamatan Kalianda, Bupati Lampung Selatan melanjutkan kegiatan untuk menyerahkan bantuan bedah rumah di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Merbau Mataram, serta Desa Jati Indah, Kecamatan Tanjung Bintang. (DUL/*/red)

Air Asia dan Lion Air Buka Penerbangan Baru, Bupati Nanang Ermanto Mengapresiasi

0

KALIANDA, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan Hi Nanang Ermanto, mendukung penuh atas dibukanya rute penerbangan Lampung-Yogyakarta dan Lampung-Bali oleh dua maskapai penerbangan, yaitu Air Asia dan Lion Air.

Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Nanang Ermanto saat menerima audiensi dari Manajemen PT Angkasa Pura Bandara Raden Inten II bersama dengan perwakilan dari kedua maskapai  tersebut, di ruang Vidcon Rumah Dinas Bupati setempat, pada Rabu (10/1/2024).

“Pemkab Lampung Selatan sangat mengapresiasi dan mendukung penuh atas terlaksananya pembukaan rute baru di Bandara Raden Inten II Lampung, Ini akan berdampak baik terhadap potensi pariwisata di Lampung secara umumnya, dan Lampung Selatan khususnya. Hal yang sangat bagus ini harus kita dukung” terang bupati.

Executive General Manager Bandara Radin Inten II, Untung Basuki menjelaskan, jika penerbangan perdana rute Lampung-Bali pada 17 Januari 2024 yang akan dilayani Maskapai Air Asia. Sedangkan rute Lampung-Yogyakarta  dimulai pada 21 Januari 2024 yang dilayani oleh Maskapai Lion Air.

“Ini merupakan kabar baik bagi masyarakat Lampung, karena di awal tahun 2024, Bandara Raden Inten II akan membuka dan memfasilitasi rute penerbangan baru dari Lampung ke Denpasar pada tanggal 17 Januari 2024 dengan Maskapai Air Asia, dan Lampung-Yogyakarta pada tanggal 21 Januari 2024 dengan Maskapai Lion Air.” jelasnya

Untung Basuki menerangkan, jika dengan dibukanya rute penerbangan baru ini dapat menjadi upaya dalam mengembangkan potensi pariwisata untuk dikenal dan banyak dikunjungi oleh para wisatawan.

“Kita ketahui bersama, jika Yogyakarta dan Bali telah terkenal dengan pariwisata-pariwisata prioritas yang terdapat di sana. Dengan demikian, kami mengupayakan agar Lampung juga terkoneksi dengan daerah-daerah tersebut dan membuka peluang yang sama untuk menjadi destinasi prioritas,” tambah Untung.

Semntara itu, Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto optimis bahwa dengan dibukanya rute penerbangan baru ini, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Lampung. “Jika nantinya hal ini mampu berjalan dengan baik, maka dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Baik dari sektor pariwisata, penginapan, atau juga UMKM masyarakat,” kata Nanang.

“Untuk itu, Pemkab Lampung Selatan harus bersinergi untuk meningkatkan promosi dan sosialisasi terhadap hal tersebut,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, perwakilan maskapai Air Asia Indonesia dihadiri oleh Edwin selaku Head Of Network And Airport Authority dan Pangidoan Saut Samuel selaku Executive Indonesia Slot And Route, sementara dari maskapai Lion Air dihadiri Tubagus Umar selaku Station Manager Lion group.(Abd/*/red)

Hj Winarni Hadiri Acara Bunda Paud se-Kecamatan Rajabasa

0

KALIANDA, (Ltc):

Bunda Paud Kabupaten Lampung Selatan, Hj. Winarni Nanang Ermanto membuka kegiatan Manasik Haji bagi Anak-Anak Paud (Pendidikan Anak Usia Dini) se-Kecamatan Rajabasa, Senin (8/1/2024).

Kegiatan manasik haji tersebut diselenggarakan oleh Pusat Kerja Guru (PKG) Paud Kecamatan Rajabasa di Halaman Masjid Agung Kalianda dan diikuti oleh 17 lembaga Paud yang terdapat di Rajabasa.

Dalam laporan ketua pelaksana, Yustina menyampaikan, jika kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk pelatihan dalam implementasi sila pertama, yaitu ketuhanan yang Maha Esa.

“Kegiatan manasik haji ini, kami selenggarakan guna mengajarkan anak-anak paud dalam melaksanakan ibadah haji. Ini merupakan bentuk implementasi dari sila pertama dalam pancasila,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bunda Paud Lampung Selatan Winarni mengingatkan kepada seluruh pihak terlibat, untuk mendukung tumbuh kembang anak dengan memberikan pendampingan pada setiap proses pembelajaran anak. Khususnya pembelajaran di luar ruangan.

“Dalam mendukung tumbuh kembang anak, kita harus memberikan kebebasan dan pengawasan terhadap proses belajarnya. Terlebih, usia dini ini meruapakan fase usia emas. Anak-anak lebih cepat dalam mengingat, meniru, dan juga menangkap informasi yang mereka dapatkan. Untuk itu, kita jangan sampai mengintervensi proses belajar anak. Cukup kita dampingi dan awasi.” jelas Bunda Paud Lampug Selatan.

Masih dalam upaya mendukung perkembangan anak secara optimal dari semua aspek perkembangannya, Bunda Paud Lampung Selatan, mengimbau pendidik dan wali murid untuk meningkatkan kemampuan dalam menyampaikan pengajaran dan informasi kepada anak dengan baik dan harus selalu diasah serta ditingkatkan.

“Perlu kita ketahui, anak usia dini banyak belajar dari apa yang mereka lihat dan dengar. Untuk itu, sebagai pendidik anak, kita harus bisa memberikan contoh ucapan dan prilaku yang baik-baik. Jangan sampai ada perbuatan serta ucapan yang tidak baik dari kita, yang kita perlihatkan di hadapan anak-anak. Mari kita tingkatkan kemampuan kita untuk mendidik anak-anak kita, agar menjadi generasi unggul yang berkualitas.” pungkas Winarni. (Abd/*/red)

SMSI dan JMSI Dukung Kadis Kominfo Lamsel, Perihal Aturan Kerja Sama Media

0

KALIANDA, (Ltc):

Langkah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lampung Selatan, Anasrullah patut diacungi jempol. Pasalnya Anasrullah komitment untuk kerja sama (MoU) 2024 dilakukan secara tertib administrasi.

Karena secara legal standing yang menjalin kerja sama adalah perusahaan media bukan pribadi jurnalis. Sehingga diperukan adanya perusahaan media yang spesifik dan harus sesuai dengan standar perusahaan pers.

Langkah tersebut merupakan pilihan, azas kepatutan dan keadilan bagi seluruh pemilik media lainya agar tertib berkas dan administrasi. Hal itu juga telah sesuai dengan regulasi dan Peraturan Dewan Pers No:03/Peraturan-DP/X/2019 tentang Standar Perusahaan Dewan Pers.

Dimana diantara butirnya adalah sesuai Bab 1 soal ketentuan umum, dimana Pasal 1 tertulis bahwa Perusahaan Pers adalah Badan Hukum Indonesia yang menyelenggarakan usaha pers meliputi media cetak, media penyiaran, media siber dan kantor berita.

Serta kantor berita lainya yang secara khusus menyelenggarakan, menyiarkan atau menyalurkan informasi (Baca Peraturan Dewan Pers No:03/Peraturan-DP/X/2019).

https://dewanpers.or.id/assets/documents/peraturan/2001130619_STANDAR_PERUSAHAAN_PERS_2.pdf

Kebijakan Anasrullah sontak mendapat dukungan oleh Organisasi Pemilik Media di Indonesia yang juga merupakan konstituen dewan pers. Selain ranah itu ada pada mereka, hal lain juga tentu sebagai pembeda perusahaan yang sehat dengan oknum media ‘abal-abal’.

Diantaranya ialah Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung, Ahmad Novriwan. Dia mengatakan perusahaan merupakan suatu kewajiban dan keharusan yang tak dapat ditawar-tawar sebagai legalitas dasar perusahaan media.

“Perusahaan media wajib memiliki badan hukum yang sah, atau umum saat ini disebut PT (Perseroan Terbatas). Tanpa itu (PT) maka belum bisa disebut Perusahaan Media, karena semua tertaut dan menjadi aturan wajib hukum negara yang harus dipenuhi bagi pengusaha dan pemilik usaha,” kata Bang Novri saat diwawancai Via Telepon, pada Minggu (7/01/2024).

Secara umum dirinya juga menyebut bahwa, wartawan adalah pelaku kegiatan jurnalistik di lapangan, yang dibekali identitas jelas dari kantornya. Sedangkan perusahaan adalah tempatnya wartawan bernaung atau sering disebut perusahaan media, jadi keduanya saling terikat, harus jelas dan spesifik.

“Intinya keduanya harus jelas, kalau wartawanya jelas dan perusahaanya jelas kan enak. Jelas pertanggungjawabanya, kalau perusahaanya tidak ada ya jelas salah. Selain salah juga merugikan pemilik media lain, mereka lapor pajak, bayar pajak, patuhi regulasi ini dan itu, tentu tidak bisa disamakan dengan oknum media tidak sehat tadi,” tukasnya.

Hal senada juga datang dari Sekretaris SMSI (Serikat Media Siber Indonesia) Lampung H. Senen, S.Kom. Dirinya menuturkan bahwa syarat media massa adalah berbadan hukum alias PT. Kalau tidak memiliki PT berarti media sosial. “Itu aturan jelas, namanya Perusahaan Pers ya harus jelas izin nya. Kalau itu tidak ada maka konsekuensinya apabila ada delik aduan menggunakan UU IT bukan UU Pers,” kata Senen.

Diketahui, perbedaan pendapat soal perusahaan media ini muncul akibat adanya beberapa oknum media lokal di Lampung Selatan yang menuntut Dinas Kominfo setempat agar memperhatikan kearifan lokal.

Dengan maksud tetap dapat kerja sama di Kominfo. Namun secara kewajiban berkas mereka dianggap Kominfo belum lengkap sehingga mereka diminta tertib administrasi dan melengkapi.

Namun kemudian sejumlah jurnalis menilai berbeda, mereka menggelar aksi unjuk rasa ke Dinas Kominfo terkait persyaratan perpanjangan kerja sama dengan perusahaan itu tidak mendasar dan salah sasaran.

Pasalnya, persyaratan kerja sama tersebut diperuntukkan untuk perusahaan yang berbadan hukum dalam bentuk PT (Perseroan Terbatas) bukan untuk personal profesi jurnalis.

Kadis Kominfo Lampung Selatan Anasrullah menyatakan, bahwa Dinas Kominfo tidak bekerjasama dengan personal jurnalis atau pribadi wartawannya.

Menurut Anasrullah, pihaknya melakukan kerja sama dengan sebuah perusahaan yang berbadan hukum setingkat PT (Perseroan Terbatas) yang bergerak dibidang Pers.

“Karyawan dari perusahaan atau PT yang bekerjasama dengan kami di Dinas Kominfo diantaranya yaitu teman-teman yang berprofesi sebagai reporter, jurnalis, dan lainya,” ujarnya.

Anasrullah pun berharap, rekan-rekan wartawan di Lampung Selatan jauh lebih bisa berdaya dan sejahtera ketika mereka bekerja sebagai jurnalis di Perusahaan atau PT yang melakukan kerja sama dengan Dinas Kominfo.

“Jadi catat ya, mohon digarisbawahi, ada narasi bahwa kebijakan Dinas Kominfo tidak pro terhadap kearifan lokal dan saya dipandang arogansi semena-mena. Saya pastikan itu tidak benar,” kata Anasrullah. (Rls/*/red)

Kadis Kominfo Lamsel Jenguk Wartawan Senior Sakit

0

KALIANDA, (Ltc):

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lampung Selatan, Anasrullah, bersama Kepala Bidang Informasi Publik, Novi Riantina, menjenguk jurnalis senior, Marhadan (65) yang saat ini sedang mengidap penyakit Parkinson.

Penyakit Parkinson merupakan kelainan pada sistem saraf progresif yang berpengaruh terhadap gerakan anggota tubuh manusia.

Anasrullah secara langsung mendatangi kediaman Marhadan yang berlokasi di Jalur II Desa Sabah Tuha, dekat Pintu Tol Kalianda, pada Jumat (5/1/2024).

Anasrullah mengatakan, silaturahmi ini dilakukan untuk mempererat tali persaudaraan diantara aparatur sipil negara (ASN) dengan insan pers di Kabupaten Lampung Selatan.

Namun dibalik itu semua, kata Anasrullah, menjenguk orang yang sedang sakit merupakan hal yang utama. Hal ini sangat dianjurkan dalam agama dan dalam hubungan bermasyarakat.

“Kita saling silaturahmi, kalau ada yang sakit sudah sepantasnya kita jenguk. Kita jalin hubungan yang baik antara pers dan ASN, kita jalin sebaik mungkin, kita semua bersaudara. Terlepas dari profesi kita, kita semua memiliki kedudukan yang sama di mata Allah,” ujar Anasrullah.

Anasrullah juga berpesan untuk terus menjaga kesehatan. Karena menurutnya, kesehatan merupakan hal yang paling utama dan penting untuk dimiliki oleh setiap orang.

“Sakit tidak memandang usia, tidak mengenal waktu, siapa saja bisa sakit. Oleh karena itu, sebisa mungkin kita harus menjaga kesehatan kita dan kalau ada yang sakit, kita jenguk, kita bantu. Kuncinya gotong royong dan kebersamaan, seperti yang sering digaungkan Bupati Nanang Ermanto,” imbuhnya.

Dalam silaturahmi tersebut, nampak keakraban terlihat antara Kepala Diskominfo Lampung Selatan beserta jajaran dengan jurnalis Marhadan. Sesekali mereka juga saling melemparkan candaan, sehingga membuat suasana menjadi cair dan hangat. (ptm/*/red)

Kominfo Lampung Selatan Siap Berdialog Dengan Rekan Media Terkait Kontrak Media 2024

0

KALIANDA, (Ltc):

Langkah Komunitas Jurnalis Harian Lampung Selatan (KJHLS) yang akan menggelar aksi unjuk rasa secara damai di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lampung Selatan dinilai salah sasaran.

Sejumlah jurnalis menilai, aksi unjuk rasa ke Dinas Kominfo terkait persyaratan perpanjangan kerja sama dengan perusahaan itu tidak mendasar dan salah sasaran.

Pasalnya, persyaratan kerja sama tersebut diperuntukkan untuk Perusahaan yang berbadan hukum dalam bentuk PT (Perseroan Terbatas)  bukan untuk personal profesi jurnalis.

Bahkan, Kepala Dinas (Kadis) Kominfo Lampung Selatan telah membuka ruang bagi rekan-rekan di KJHLS bisa berdialog agar hemat energi untuk kemajuan Kabupaten Lampung Selatan.

Langkah Kadis Kominfo Lampung Selatan itu pun menuai pujian di Grup WhatsApp Aktivis dan Jurnalis. Mayoritas anggota dalam grup itu banyak memuji langkah Kadis Kominfo Lampung Selatan yang mengajak untuk dialog bermusyawarah.

Diberitakan sebelumnya, Kadis Kominfo Lampung Selatan Anasrullah menyatakan, bahwa Dinas Kominfo tidak bekerjasama dengan personal jurnalis atau pribadi wartawannya.

Menurut Anasrullah, pihaknya melakukan kerja sama dengan sebuah perusahaan yang berbadan hukum setingkat PT (Perseroan Terbatas) yang bergerak dibidang Pers. “Karyawan dari perusahaan atau PT yang bekerjasama dengan kami di Dinas Kominfo diantaranya yaitu teman-teman yang berprofesi sebagai reporter, jurnalis, dan lainya,” ujarnya.

Anasrullah pun berharap, rekan-rekan wartawan di Lampung Selatan jauh lebih bisa berdaya dan sejahtera ketika mereka bekerja sebagai jurnalis di Perusahaan atau PT yang melakukan kerja sama dengan Dinas Kominfo.

“Jadi catat ya, mohon digarisbawahi, ada narasi bahwa kebijakan Dinas Kominfo tidak pro terhadap kearifan lokal dan saya dipandang arogansi semena-mena. Saya pastikan itu tidak benar,” kata Anasrullah.

Sementara itu, salah satu jurnalis media online, Desmi menyatakan, bahwa kebijakan Kepala Dinas Kominfo Lampung Selatan itu sudah tepat dan sesuai aturan serta dikuatkan dengan telah diterapkannya di Dinas Kominfo di Kabupaten/Kota se-Propinsi Lampung.

“Pernyataan Kadis Kominfo Lamsel itu menurut saya tepat. Contoh saya bekerja untuk Perusahaan Media, bukan untuk Kominfo. Andaipun perusahaan ternyata kontrak kerja sama dengan Kominfo itu wewenang yang punya perusahaan,” kata Desmi dikutip dari beberapa Grup WhatsAp aktivis dan jurnalis, Minggu, 7 Januari 2024.

Jurnalis yang akrab disapa Re ini melanjutkan, bahwa persyaratan yang menjadi kebijakan Kadis Kominfo itu bukan untuk pribadi yang berprofesi sebagai jurnalis. Tapi menurutnya, persyaratan itu untuk Pimpinan Redaksi sebuah Perusahaan atau yang bergerak dibidang Pers. “Jadi Kalau terkait syarat kerja sama yang dibuat Kominfo Lamsel itu kalaupun mau protes itu perusahaannya. Karna profesi jurnalis seperti saya, hanya karyawan yang bekerja di perusahaan atas perintah dan ditugaskan perusahaan,” kata Re.

Re menambahkan, bahwa persyaratan itu pun sudah berlaku untuk semua. Mulai dari Dinas Kominfo Provinsi Lampung sampai Dinas Kominfo di 15 Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung. “Kecuali  kalau mau urusan gaji tidak dibayar perusahaan atau kesejahteraan jurnalis tidak di berikan hak-nya oleh perusahaan, ya yang di demo perusahaanya, bukan Kominfo,” tukasnya. (Rls/*/red)

Nanang Ermanto Meninjau Relokasi Pasar Natar

0

NATAR, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto, melakukan peninjauan terhadap proses pembangunan Pasar Modern Natar, pada Kamis (4/1/2024).

Hal ini dilakukan guna memantau secara langsung proses revitalisasi Pasar Natar yang telah direncanakan sejak tahun 2023 lalu.

“Dalam peninjauan ini, kami ingin melihat secara langsung proses pembangunan yang sudah mulai berjalan sebagai pelaksanaan revitalisasi Pasar Tradisional Natar menjadi pasar modern yang diperuntukkan bagi kemudahan masyarakat dalam melaksanakan aktivitas jual beli dengan kondisi yang jauh lebih tertata,” ujar Nanang.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Nanang Ermanto juga menyambangi kawasan relokasi di lahan PTPN 7 Rejo Sari, Pematang Kiwah, yang dijadikan tempat transaksi jual beli sementara pagi para pedagang saat revitalisasi pasar ini berjalan.

Didampingi dengan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Lampung Selatan dan juga Staf Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Natar, Nanang turut menyapa dan berdialog dengan para pedagang yang telah mulai berjualan di kawasan relokasi tersebut.

Dalam dialognya, Nanang meminta kepada para pedagang untuk dapat bersabar dan beradaptasi di tempat penampungan pasar sementara ini.

“Untuk Bapak-bapak dan Ibu-ibu semuanya, mohon untuk dapat beradaptasi di tempat yang baru ini. Tempat ini sifatnya hanya sementara. Seperti yang kita ketahui, Pemkab Lampung Selatan sedang memperbaiki dan membangun kembali pasar yang jauh lebih baik lagi untuk bapak ibu sekalian,” katanya.

Tidak hanya itu, Bupati Nanang juga berharap kepada para pedagang dan juga UPTD setempat untuk dapat membangun sarana dan prasarana penunjang lainnya, yang dapat digunakan oleh para pengunjung pasar. Hal ini bertujuan agar para pengunjung pasar tidak mengalami kesulitan akses dan minim informasi.

Selain itu, Siti Junariyah, salah satu pedagang di pasar tersebut menyampaikan harapannya kepada Pemkab Lampung Selatan untuk dapat meningkatkan proses pembangunan Pasar Natar menjadi lebih baik dan juga cepat dalam penyelesaian.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, karena telah membangun kembali pasar ini. Saya juga berharap pemerintah dapat segera menyelesaikan pembangunan pasarnya, sehingga saya dan juga para pedagang lainnya bisa menempati pasar moderan yang jauh lebih baik dan layak,” terang Siti Junariyah. (Abd/*/red)

Pemkab Lamsel Sambut KKN UNILA Ke Lampung Selatan

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyambut Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung di GOR Way Handak, pada Rabu (3/1/2024).

Kehadiran mahasiswa tersebut secara resmi disambut oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Intji Indriati beserta jajaran Camat Kabupaten Lampung Selatan.

Wakil Dekan III FKIP Unila, Hermi Yanzi, S.Pd., M.Pd. menyampaikan, KKN Mahasiswa Unila Peridoe I Tahun 2024 tersebut diikuti oleh ribuan mahasiswa yang tersebar di 11 Kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan akan berlangsung selama kurang lebih 40 hari.

Selama masa KKN, lanjut Hermi Yanzi, para mahasiswa akan mengimplementasikan ilmu-ilmu yang didapat selama kuliah. Membaur dan membantu masyarakat untuk bersama-sama memajukan desa. “Ini merupakan suatu program bagian dari akademik. Teman-teman semuanya ketika hadir di Lampung Selatan maka terapkan di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung, itu merupakan makna yang luar biasa,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Intji Indriati menyambut dengan baik kehadiran mahasiswa KKN Unila di Kabupaten Lampung Selatan. “Saya menyambut baik kedatangan dari rombongan KKN Unila yang akan ditempatkan pada 11 Kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan. Untuk itu saya mengucapkan selamat datang kepada adik-adik mahasiswa dan dosen pembimbing,” kata Intji Indriati.

Intji Indriati meminta agar mahasiswa dapat bersinergi dengan Pemerintahan Desa sesuai penempatan, membantu aparatur setempat menjalankan program pembangunan Desa.

Kehadiran mahasiswa KKN Unila, lanjut Intji Indriati, tentunya akan sangat membantu merealisasikan program-program pemerintahan yang ada di Desa tersebut.

“Lampung Selatan menerima dengan baik kehadiran adik-adik untuk bersama sama membangun Kabupaten Lampung Selatan. Semoga kegiatan ini bisa berjalan dengan baik,” tutup Intji. (ptm)

Nanang Ermanto Kembali Realisasikan RTLH di Ketapang

0

KALIANDA, (Ltc):

Dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem, Bupati Lampung Selatan Hi Nanang Ermanto kembali menunjukkan komitmennnya. Upaya tersebut ditunjukkan melalui program Bedah Rumah Tak Layak Huni (RTLH).

Kali ini, bantuan tersebut diserahkan kepada Runimah yang merupakan warga Desa Runimah (50) warga Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang. Bantuan berupa uang tunai senilai Rp.20 juta tersebut diberikan Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto kepada penerima bantuan, pada Kamis (04/01/2024).

Dana bantuan tersebut berasal dari program Gerakan Seribu Rupiah (Geserbu) Lampung Selatan yang dikumpulkan setiap harinya.

Pada kesempatan itu, Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto menyampaikan, program Bedah RTLH tersebut merupakan salah satu langkah yang diambil oleh pemerintah daerah, dalam mengentaskan kemiskinan ektrem di Lampung Selatan. “Ketika saya mendapatkan informasi mengenai rumah ibu, kami segera tindaklanjuti untuk kesini. Program geserbu ini sudah kita jalankan. Alhamdulillah sudah banyak rumah yang terbantu karena geserbu ini,” ujarnya.

Nanang juga meminta agar masyarakat bisa saling gotong royong membantu pembangunan rumah tersebut. Dengan demikian, diharapkan rumah tersebut bisa segera terbangun dan dihuni oleh Ibu Runimah.

“Uang ini saya berikan dengan pak camat, supaya dapat membantu membelikan keperluan bangunan nya, nanti biar yang kurang pak camat bisa bantu. Pak Kades nanti menyiapkan tenaga untuk bangun rumahnya, gotong royong bersama warga, supaya rumahnya cepat selesai,” kata Nanang.

Sementara itu, Runimah (50) mengucapkan terimakasih kepada Bupati Lampung Selatan yang telah membantu membangun kembali rumahnya. “Terima kasih ya pak bupati Nanang Ermanto atas bantuan pembangunan rumah saya pak. Saya sangat merasa terharu dan bahagia atas yang diberikan kepada keluarga kami,” ucapnya.

“Semoga bapak selalu sehat sehingga dapat melanjutkan pembangunan yang ada di Lampung Selatan ini. Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah Lampung Selatan,” tandasnya. (Nsy/*/red)

Bupati Nanang Ermanto Resmikan Kantor BPKAD Lamsel

0

KALIANDA, (Ltc):

Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lampung Selatan yang terletak di belakang Kantor Bupati Lampung Selatan yakni di Jl. Mustafa Kemal Komplek Pemda Lampung Selatan diresmikan Nanang Ermanto pada Selasa (2/1/2024).

Setelah melewati proses pembangunan yang cukup panjang, Kantor BPKAD Kabupaten Lampung Selatan akhirnya diresmikan dengan ditandai proses penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita, pada Selasa (2/1/2024).

Ikut hadir mendampingi Bupati Lampung Selatan, Sekda Kabupaten Thamrin, Staf Ahli Bupati dan Asisten Sekda, para Kepala Perangkat Daerah, Duta Swasembada Lingkungan Hj. Winarni Nanang Ermanto dan Ketua DWP Yani Thamrin.

Dengan adanya gedung baru tersebut, Nanang Ermanto meminta pelayanan dan kinerja dari BPKAD Lampung Selatan juga harus berubah menjadi lebih baik lagi.

Hal ini juga harus diimbangi dengan kreatifitas dan inovasi dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab.

“Mudah-mudahan dengan diresmikannya gedung ini bisa menambah suatu semangat kinerja khususnya BPKAD dan seluruh jajaran, yaitu dengan semangat kita sama-sama untuk membangun Lampung Selatan,” kata Nanang.

Dalam kesempatan itu, Nanang juga meminta agar seluruh pegawai BPKAD bisa merawat dan menjaga gedung kantor dengan sebaik-baiknya. “Saya minta jaga dan rawat gedung ini dengan sebaik mungkin,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BPKAD Lampung Selatan, Wahidin Amin menyampaikan, pembangunan kantor dimulai sejak tahun 2017 dan direncanakan selesai pada tahun 2018.

Namun, karena terkendala musibah tsunami dan Covid-19, pembangunan kantor sempat tertunda dan baru bisa terselesaikan pada tahun 2023.

“Untuk itu kami keluarga besar BPKAD Lampung Selatan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak Bupati Nanang Ermanto, yang telah merealisasikan pembangunan Kantor,” ujar Wahid.

Untuk diketahui, pada gedung kantor yang terdiri atas 3 lantai dengan luas bangunan 572 meter persegi tersebut, juga dilengkapi dengan ruang rapat, penyimpanan arsip dan coaching clinic yang dipergunakan khusus untuk mendukung pemberian informasi. (ptm/*/red)