Minggu, Mei 3, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 38

Bupati Lampung Selatan Egy Menerima Penghargaan Bergengsi Dari Kementerian Kehutanan RI

0

JAKARTA, (Ltc):

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Kabupaten Lampung Selatan. Kali ini, apresiasi datang dari Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan dalam acara penganugerahan kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil mendukung implementasi Program Strengthening of Social Forestry (SSF).

Dalam ajang prestisius tersebut, Kabupaten Lampung Selatan menjadi salah satu dari hanya enam daerah terpilih di empat provinsi yang menjadi lokasi program SSF.

Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen dan kerja keras Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam pengelolaan perhutanan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk penghargaan atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan serta keberlanjutan program SSF, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menerima penghargaan bergengsi dari Kementerian Kehutanan.Piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, kepada Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang berlangsung di Auditorium Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian Kehutanan, Jakarta, pada Selasa, 24 Juni 2025.

“Hari ini saya menerima penghargaan Celebration Of Our Achievement, yang sekaligus menandai berakhirnya Program SSF in Indonesia Project. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kehutanan dan World Bank melalui skema hibah Global Environment Facility,” ujar Egi dalam keterangannya. Bupati Egi menambahkan, bahwa program ini telah memberi manfaat besar, tidak hanya dalam penguatan tata kelola kehutanan sosial, tetapi juga dalam pemberdayaan masyarakat serta pelestarian lingkungan hidup. “Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dan mendampingi kami di daerah, khususnya Kementerian Kehutanan, tim SSF Project, serta masyarakat Lampung Selatan. Semoga capaian ini menjadi pijakan awal menuju langkah-langkah keberlanjutan yang lebih kuat di masa mendatang,” kata Egi. (lmhr/*/red)

Dinas PMPTSP Lampung Selatan Luncurkan SIP ON Untuk Permudah Izin Praktek

0

KALIANDA, (Ltc):

Kabar gembira bagi seluruh tenaga kesehatan di Kabupaten Lampung Selatan! Kini, tak perlu lagi repot datang ke kantor hanya untuk mengurus izin praktik.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), telah menghadirkan inovasi layanan berbasis digital bernama SIP ON (Sistem Informasi Perizinan Online).

Sebelumnya, pengurusan izin praktik kesehatan di wilayah ini masih dilakukan secara manual. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan platform OSS-RBA milik Kementerian Investasi dan Hilirisasi, yang belum mengakomodasi kebutuhan perizinan tenaga kesehatan secara penuh.

Akibatnya, para tenaga medis terpaksa datang langsung ke Kantor DPMPTSP atau Mal Pelayanan Publik (MPP) Kalianda, yang tentu menyita waktu, tenaga, dan biaya. Terutama bagi mereka yang tinggal jauh dari pusat kota.

“Inovasi ini merupakan terobosan besar untuk mempermudah akses layanan perizinan sektor kesehatan, demi pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih baik,” ujar Kepala DPMPTSP Lampung Selatan, Rio Gismara, dalam keterangannya, Senin (23/6/2025).

Solusi Praktis untuk Wilayah yang Luas

Dengan luas wilayah lebih dari 2.000 km², mencakup 260 desa dan 4 kelurahan di 17 kecamatan, pengurusan izin secara manual jelas menjadi tantangan tersendiri. Namun, tantangan itu kini terjawab lewat SIP ON, yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja melalui komputer maupun smartphone, di alamat:

📍 https://dpmpptsp.lampungselatankab. 30 Jenis Layanan Perizinan Kesehatan Tersedia

Lewat SIP ON, sebanyak 30 jenis layanan perizinan sektor kesehatan bisa diakses secara online. Mulai dari Surat Izin Praktik Bidan Mandiri, Izin Klinik, hingga Izin Radiologi, semuanya tersedia dalam satu aplikasi.

Yang lebih menarik, sistem ini menggunakan mekanisme input mandiri (self-declare), sehingga tenaga kesehatan bisa langsung mengisi data dan memantau progres perizinan mereka tanpa perlu antre atau bolak-balik ke kantor.

Meski belum diresmikan secara formal, layanan SIP ON telah berjalan sejak 1 Mei 2025. Hingga kini, sudah tercatat: 149 izin telah terbit, dan 61 izin ditolak.

Angka ini menunjukkan antusiasme dan efektivitas implementasi awal aplikasi tersebut. “Tenaga kesehatan cukup membuka aplikasi SIP ON, isi data, dan pantau prosesnya sendiri. Semudah itu,” tambah Rio.

Dengan hadirnya SIP ON, Pemkab Lampung Selatan membuktikan komitmennya untuk terus meningkatkan layanan publik berbasis digital, khususnya dalam sektor kesehatan.

Kini, urusan perizinan jadi lebih mudah, cepat, hemat waktu dan biaya, tanpa mengorbankan kenyamanan atau efisiensi. (ptm/*/red)

TPID Lampung Selatan Rakor Pengendalian Inflasi Secara Virtual

0

KALIANDA, (Ltc):

Lonjakan harga pangan kian terasa mencekik. Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, menegaskan bahwa inflasi bukan hanya soal angka atau statistik, melainkan realita yang langsung dirasakan masyarakat di seluruh penjuru negeri. “IPH (Indeks Perkembangan Harga) memang jadi acuan, tapi ini bukan hanya masalah data di atas kertas. Kita harus kerja nyata, karena masyarakat sudah merasakan langsung harga yang terus naik,” tegas Tomsi saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi secara virtual pada Senin, (23/6/2025).

Rakor yang diselenggarakan oleh Kemendagri tersebut juga diikuti oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lampung Selatan, yang hadir secara daring melalui aplikasi Zoom dari Ruang Bagian Perekonomian, kantor bupati setempat. Dalam rapat tersebut, Tomsi menyampaikan kekhawatiran terhadap kenaikan harga sejumlah komoditas pangan utama, seperti: beras, daging ayam, bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit.

Kenaikan harga ini terutama terjadi pada minggu ketiga bulan Juni, dan dinilai sebagai sinyal penting yang harus segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.

Tomsi juga mengungkapkan bahwa pemerintah pusat sebenarnya telah melakukan antisipasi. Salah satunya melalui kesepakatan dengan Bappenas terkait program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Namun, hingga saat ini pelaksanaannya masih belum optimal. “Dua minggu lalu kita sudah sepakat SPHP segera dijalankan. Tapi memang, proses administrasi perlu dipercepat. Ini masih jadi pekerjaan rumah besar kita,” ujarnya.

Tomsi menekankan bahwa pengendalian inflasi bukan hanya tanggung jawab pusat.

Daerah harus aktif dan sigap dalam memantau dan menstabilkan harga. “Jangan menunggu. Kepala daerah harus bergerak cepat, pantau perkembangan harga, turun langsung ke lapangan,” imbuhnya.

Dengan momen Iduladha dan tahun ajaran baru yang semakin dekat, pemerintah pusat berharap agar pemerintah daerah tidak terlambat mengambil langkah konkret, demi menjaga daya beli masyarakat yang semakin tertekan. “Harga di pasar adalah cermin kinerja kita. Jangan biarkan rakyat terus terbebani,” kata Tomsi Tohir. (ptm/*/red)

Khitanan Massal Warnai Hari Bhayangkara ke-79 di KSKP Bakauheni, 100 Anak Ikut Serta

0

BAKAUHENI, (Ltc):

Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-79, Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Polres Lampung Selatan, menggelar kegiatan khitanan massal dan pengobatan gratis yang dipusatkan di halaman Mapolsek KSKP Bakauheni, pada Minggu (22/6/2025) pukul 07.00 WIB.

Sebanyak 100 anak dari berbagai wilayah — mulai dari Bakauheni, Ketapang, Penengahan, Sragi, Palas, Kalianda, hingga Bandar Lampung dan Pesawaran  turut serta dalam kegiatan sosial yang bertujuan mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat tersebut.

Wakapolres Lampung Selatan, Kompol Silpa Yudiawan, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud pengabdian Polri dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. “Khitanan massal ini menjadi wujud nyata pelayanan Polri dalam bidang kesehatan, sekaligus mempererat hubungan silaturahmi dengan masyarakat. Kami berharap anak-anak yang mengikuti bisa tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Pelaksanaan khitanan dilakukan oleh tim medis profesional dari Jakarta yang tergabung dari berbagai rumah sakit dan klinik swasta. Tim ini dipimpin oleh Isma Elya, Str.Keb., yang juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial kesehatan lintas daerah. “Kami membawa metode khitan laser karena lebih modern, minim risiko, dan proses pemulihannya lebih cepat. Ini menjadi pilihan terbaik untuk anak-anak,” jelas Isma saat memberikan sambutan.

Lebih lanjut, Isma menambahkan bahwa kegiatan semacam ini bukan hanya bentuk pelayanan medis, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan semangat kolaborasi kerjasama antarlembaga. “Kami merasa terpanggil untuk terus berbagi keahlian demi masyarakat luas. Lewat kegiatan ini, kami belajar tentang pentingnya nilai kemanusiaan dan gotong royong yang semakin hari semakin dibutuhkan,” imbuhnya.

Kapolsek KSKP Bakauheni, AKP Edi Saputro, mengungkapkan bahwa tingginya antusiasme masyarakat mendorong pihaknya untuk menambah jumlah peserta dari semula 79 menjadi 100 anak. “Animo masyarakat sangat luar biasa. Awalnya kami hanya menyediakan kuota 79 anak, namun karena tingginya permintaan, kuota ditambah menjadi 100 peserta,” kata Edi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh dan pejabat lintas instansi, antara lain General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni Syamsudin, Kepala Puskesmas Bakauheni dr. Paul Neman Hutagaol, Ketua Gapasdap Bakauheni Warsa, Kepala Desa Bakauheni Sukirno, Kepala KKP Kelas II Panjang Wilker Bakauheni Siswoyo, serta Kepala KSOP Bakauheni Kapt. Suratno.

Kegiatan berlangsung lancar hingga siang hari dan menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79. Khitanan massal ini sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara Polri, tenaga medis, dan masyarakat mampu menghadirkan manfaat nyata bagi publik.(Rilis KSKP/Humas Polres Ls/*/red)

Sekda Lampung Selatan Supriyanto Hadir di Haflah At-Takharruj dan Tabligh Akbar Pondok Pesantren Terpadu Ushuluddin Tahun Pelajaran 2024–2025

0

PENENGAHAN, (Ltc):

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, menghadiri acara Haflah At-Takharruj dan Tabligh Akbar Pondok Pesantren Terpadu Ushuluddin Tahun Pelajaran 2024–2025. Acara sakral ini digelar di halaman Pondok Pesantren Terpadu Ushuluddin, Kecamatan Penengahan, pada Minggu (22/6/2025).

Dalam sambutannya, Supriyanto menyampaikan ucapan selamat kepada para santri yang diwisuda. Ia menegaskan bahwa Haflah At-Takharruj bukan hanya seremonial kelulusan, melainkan tonggak awal perjalanan dakwah dan pengabdian para santri kepada umat. “Ini adalah amanah besar. Para santri bukan sekadar lulusan pesantren, melainkan duta Islam moderat dan pembawa akhlakul karimah di tengah masyarakat,” tegas Supriyanto.

Ia menilai kegiatan tersebut sebagai momentum strategis untuk kembali menegaskan peran pondok pesantren sebagai benteng moral dan pusat pendidikan karakter, bukan hanya lembaga keagamaan tradisional. “Pesantren adalah kawah candradimuka tempat lahirnya kader bangsa. Mereka yang tak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial,” tambahnya. Supriyanto juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para pengasuh pesantren, para ustaz dan ustazah, serta wali santri atas dedikasi mereka dalam mendidik generasi muda.

Ia menyatakan optimismenya bahwa para alumni Pondok Pesantren Ushuluddin akan menjadi bagian penting dari masa depan Lampung Selatan yang religius, cerdas, dan berakhlak.

Lebih lanjut, ia menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pesantren dalam pembangunan daerah, khususnya dalam membentuk generasi Qur’ani yang unggul secara spiritual, intelektual, dan sosial. “Membangun bangsa tak cukup hanya dengan infrastruktur fisik. Kita juga harus membangun infrastruktur moral dan spiritual, dan itu sedang dikerjakan oleh pesantren seperti Ushuluddin ini,” tutupnya.

Acara ini turut dihadiri para tokoh agama, wali santri, jajaran pengurus pesantren, serta masyarakat setempat yang menyambut antusias prosesi sakral dan penuh makna tersebut. (Nsy/*/red)

Bupati Lampung Selatan Egy Bagikan Alsintan Untuk Petani di Kalianda & Palas Lamsel

0

KALIANDA, (Ltc):

Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama (Egi), menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara simbolis kepada para petani di dua wilayah: Gapoktan Margo Tani, Desa Sukatani, Kecamatan Kalianda, dan Kelompok Tani Way Butok, Desa Sukaraja, Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan.

Penyerahan bantuan berupa combine harvester dan traktor roda empat ini berlangsung di Desa Sukatani, Kecamatan Kalianda, pada Jumat (20/6/2025), dan turut dihadiri oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPH-Bun) Mugiyono, Kepala Desa Sukatani Lagiman, para penerima manfaat, serta tamu undangan lainnya.

Bupati Egi menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan respons konkret terhadap berbagai persoalan yang selama ini dihadapi petani, mulai dari keterbatasan alat produksi hingga risiko gagal panen. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus berkomitmen mendukung program ketahanan pangan nasional, termasuk melalui pengadaan alsintan.

“Ini nama desanya saja sudah Sukatani. Biasanya hasil taninya luar biasa. Jadi kalau belum luar biasa, saya akan pertanyakan,” ujar Egi sambil berkelakar, disambut tawa warga. Saat ini, rata-rata hasil panen di Lampung Selatan masih sekitar 1,8 ton per hektare. Dengan adanya dukungan alsintan dari pemerintah daerah dan Kementerian Pertanian, diharapkan semangat bertani masyarakat meningkat dan produktivitas ikut terdongkrak. “Bapak-ibu harus bangga jadi petani. Ingat, kata Pak Prabowo, petani adalah pahlawan pangan. Bedanya, bapak-ibu belum kebagian makam pahlawan,” ucap Egi, lagi-lagi mengundang gelak tawa hadirin.

Bupati Egi juga menegaskan target besar pemerintah daerah, menjadikan Kabupaten Lampung Selatan sebagai lumbung pangan nasional. “Petani adalah ujung tombak pangan. Tanpa kalian, kita tidak bisa makan nasi. Maka kami hadir untuk memastikan kesejahteraan petani meningkat, dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan,” tambahnya.

Plt Kepala Dinas TPH-Bun, Mugiyono, menekankan bahwa bantuan ini bukan hanya program rutin, melainkan bagian dari kesepakatan produktivitas: petani harus melakukan tanam tiga kali dalam setahun. Bila hingga September tidak ada pertanaman, alat akan ditarik kembali. “Cuaca sudah mendukung. Tidak ada lagi alasan ‘Pak, saya tidak bisa tanam ini atau itu’. Insyaallah, kalau pun ada kendala, Pak Bupati siap berdiri di belakang petani,” tegas Mugiyono.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Margo Tani, Iwan Syafii, menyampaikan rasa terima kasih dan optimisme atas bantuan alsintan yang diberikan. “Alhamdulillah, kami bangga dikunjungi langsung oleh Pak Bupati. Bantuan combine harvester ini sangat kami butuhkan. Kami siap berkomitmen tanam tiga kali setahun. Sebelumnya, kami hanya mampu dua kali. Ini menjadi motivasi baru bagi kami,” kata Iwan Syafii.

Penyerahan alsintan ini menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah daerah terhadap sektor pertanian. Selain sebagai solusi konkret, kegiatan ini juga menjadi dorongan moral agar para petani terus berinovasi dan meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan. (Gil/*/red)

KH Nur Mahfudz Ketua PC NU Lamsel Jabat Ketua BAZNAS Lampung Selatan

0

KALIANDA, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, resmi menyerahkan Surat Keputusan Pelaksana tugas (Plt) Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lampung Selatan kepada KH Nur Mahfudz, dalam sebuah acara yang digelar di rumah dinas bupati setempat, pada Jumat, (20/6/2025.

Penunjukan KH Nur Mahfudz tertuang dalam SK Bupati Nomor: B/276/I.02/HK/2025, dengan masa jabatan terhitung sejak 20 Juni 2025 hingga ditetapkannya Ketua Baznas definitif.

Pengangkatan ini dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan Ketua Baznas Lampung Selatan setelah pejabat sebelumnya, A. Mukhlisin, resmi diterima sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kementerian Agama Lampung Selatan. “Iya, Ketua Baznas yang lama diterima sebagai PPPK Kementerian Agama Lampung Selatan,” jelas Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan, Firmansyah.

KH Nur Mahfudz, yang dikenal sebagai tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah Lampung Selatan, diharapkan segera melakukan penyesuaian teknis bersama jajaran pengurus Baznas lainnya. Langkah ini penting agar roda organisasi Baznas tetap berjalan optimal dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dengan kepemimpinan baru, Baznas Lampung Selatan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan penyaluran dana zakat secara lebih transparan, tepat sasaran, serta memberikan manfaat maksimal bagi kaum dhuafa. (dul/*/red)

SPRINT II Resmi diperpanjang Hingga Januari 2027. PLH Bapeda Lamsel Andy Nurizal: Sprint Sebagai Program Strategis Mampu Menggerakkan Masyarakat Untuk Memiliki Pengetahuan, Keterampilan & Respons Cepat Potensi Bencana

0

KALIANDA, (Ltc):

Kabar baik untuk masyarakat Lampung Selatan. Program pengurangan risiko bencana berbasis komunitas, Strengthening Partnership for Community Resilience in Indonesia and Timor Leste II (SPRINT II) resmi diperpanjang hingga Januari 2027.

Keputusan ini disambut positif oleh berbagai pihak, mengingat keberhasilan program sebelumnya dalam membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat di daerah rawan bencana.

Nanang Priana, Project Manager dari Mitra Tangguh Paluma Nusantara, menyebut fase kedua program ini bukan hanya kelanjutan, tetapi sekaligus penyempurnaan dan perluasan dampak yang lebih nyata.

“Perpanjangan ini bukan tanpa alasan. Keberhasilan fase sebelumnya membuat konsultan merekomendasikan langsung agar program ini dilanjutkan,” ujarnya dalam Lokakarya Sosialisasi Sprint II di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, pada Rabu (18/6/2025).

SPRINT II sebelumnya telah berjalan sukses di Kecamatan Canti dan Rajabasa sejak Desember 2023 hingga Maret 2025. Dengan perpanjangan ini, program akan berlangsung selama 20 bulan, mulai Juni 2025 hingga Januari 2027. Nanang bilang, meskipun tim Paluma terbilang kecil, semangat mereka besar. Mereka tetap konsisten mendampingi masyarakat dengan pendekatan yang menyentuh akar persoalan. “Kita tidak hanya melanjutkan, tapi juga memperkuat budaya sadar bencana. Ini soal membentuk karakter tangguh di tengah risiko,” tambah Nanang.

Plh. Sekretaris Bappeda Lampung Selatan, Andi Nurizal, menegaskan bahwa Kabupaten Lampung Selatan adalah daerah dengan kerentanan tinggi terhadap bencana. “Dari 256 desa dan 4 kelurahan, sebanyak 153 di antaranya berada di wilayah rawan bencana. Ini bukan sekadar potensi, tapi kenyataan yang harus kita hadapi bersama,” tegasnya.

Ia menyebut Sprint sebagai program strategis yang mampu menggerakkan masyarakat untuk memiliki pengetahuan, keterampilan, dan respons cepat terhadap potensi bencana. “Fase pertama telah membuktikan hasilnya. Kini, saatnya kita sempurnakan dan perluas gerakan ini agar dampaknya menjangkau lebih banyak masyarakat,” imbuhnya.

Andi pun mengajak seluruh jajaran pemerintah, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa, untuk aktif terlibat dalam setiap tahapan program. (ptm/*/red)

Bupati Egi Tinjau Langsung Lokasi Pertanian Modern didesa Trimomukti Kecamatan Candipuro

0

CANDIPURO, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama (Egi), turun langsung meninjau lokasi pertanian modern di Desa Trimomukti, Kecamatan Candipuro, pada Selasa (17/6/2025).

Kunjungan ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat demi menjawab kebutuhan mendesak para petani, khususnya terkait infrastruktur jalan usaha tani.

Dalam kunjungannya, Bupati Egi berdialog dengan warga dan kelompok tani untuk menyerap aspirasi secara langsung. Keluhan utama warga adalah kondisi jalan pertanian Rawa Sragi yang sudah puluhan tahun tak tersentuh pembangunan.

“Pemerintah akan berusaha semaksimal mungkin. Yang paling penting itu apa yang diinginkan masyarakat. Kita hadir di sini untuk mendengarkan dan mencari solusi,” kata Bupati Egi.

Sementara, Kepala Desa Trimomukti, Sutrisno, mengungkapkan bahwa sejak tahun 1980, jalan pertanian yang menjadi urat nadi akses petani menuju lahan sawah belum pernah mendapat perhatian serius dari pemerintah. “Jalan ini sudah lama dikeluhkan warga. Ada 36 kelompok tani dengan 1.015 petani yang terdampak langsung. Terima kasih kepada Pemkab Lampung Selatan yang mau turun langsung. Kami berharap segera ada realisasi,” ucap Sutrisno penuh harap. Sutrisno menambahkan, buruknya kondisi jalan membuat ongkos panen membengkak karena kendaraan sering terjebak dan harus didorong di jalur yang tak layak pakai. “Bisa dibayangkan, ojek pengangkut hasil panen harus dorong motor. Ini benar-benar menambah beban biaya petani,” keluhnya.

Dukungan juga datang dari Tenaga Ahli Kementerian Pertanian RI, Pamuji Lestari, yang menegaskan pentingnya perencanaan matang sebelum pembangunan dimulai. “Kita akan petakan ulang pakai drone supaya rapi dan efisien. Kalau petaninya semangat, pemerintah pasti semangat mendukung. Ayo dorong program Intensifikasi Pertanian IP 300, bahkan ke depan panen bisa empat kali setahun kalau infrastrukturnya siap,” jelas Pamuji.

Kunjungan ini menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas strategis Pemkab Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Egi, demi memastikan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. (Gil/*/red)

Desa Rawas Selapan Kecamatan Candipuro Wakili Lamsel Lomba Desa Tingkat Propinsi Lampung

0

CANDIPURO, (Ltc):

Desa Rawa Selapan, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan mencuri perhatian. Desa ini menampilkan segudang inovasi hebat bertajuk “Desa dan Kelurahan Tangguh Pangan, Wujudkan Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Emas” dalam Lomba Desa Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2025.

Hal ini terungkap saat Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Intji Indriati, menyambut kedatangan Tim Penilai Lomba Desa Provinsi di Desa Rawa Selapan, Kecamatan Candipuro, pada Senin (16/6/2025).

“Lomba ini bukan sekadar kompetisi, tapi ajang evaluasi dan motivasi agar desa terus tumbuh dan berinovasi. Rawa Selapan ini desa unggulan kami!,” tegas Intji Indrati.

Pada kesempatan itu, Intji Indrati juga menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Radityo Egi Pratama yang batal hadir karena cuaca buruk. “Pesawat beliau masih tertahan di Bandara Radin Inten. Insyaallah segera menyusul ke lokasi,” tambahnya.

Lebih dari 20 titik inovasi jadi sorotan dalam penilaian, mulai dari ketahanan pangan, pelayanan publik digital, ketahanan sosial masyarakat hingga pemberdayaan ekonomi. Tiap titik dipresentasikan bersama unsur pemerintah desa, BPD, PKK, LPM, Linmas, relawan, dan karang taruna. Inovasi utama Desa Rawa Selapan yang ditampilkan antara lain:

Smart Village: Pelayanan publik digital berbasis teknologi

PATBM & KPKIA: Program perlindungan anak dan keluarga

Ketahanan Pangan: Budidaya kangkung, ikan air tawar, UMKM pecel lele

Bank Sampah, Pasar Desa dan Rumah Sehat

PKBM dan Perpustakaan Desa

Gerakan PKK: Gerakan Ibu Tangguh dan Olahan Segar Wanita Rawa

Kepala Desa Rawa Selapan, Dwi Sujarwo mengungkapkan, desanya memiliki luas 1.200 hektare dengan 4.392 jiwa penduduk. Sebagian besar warga bermata pencaharian sebagai petani dan menyumbang 11.000 ton gabah per tahun untuk ketahanan pangan nasional. “Rawa Selapan sudah berstatus Desa Mandiri dengan Indeks Desa Membangun (IDM) 0,8179, dan tahun lalu dinobatkan sebagai Desa Cepat Berkembang,” ujarnya bangga.

Sementara, Ganjar Jationo, Staf Ahli Bidang Politik, menyampaikan pesan Gubernur Lampung. “Evaluasi ini tolok ukur kesiapan desa menopang ketahanan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Semoga menginspirasi desa-desa lain di Lampung untuk terus berinovasi,” katanya. (Gil/*/red)