Rabu, Maret 11, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 21

Terima kasih Bupati Egi, Jembatan Way Buatan Dusun Kelapa Tiga Desa Suak Sudah Jadi

0

SIDOMULYO, (Ltc):

Warga Kecamatan Sidomulyo akhirnya bisa bernapas lega. Setelah bertahun-tahun bergantung pada jembatan gantung yang sempit dan rawan, kini Jembatan Way Buatan di Dusun Kelapa Tiga, Desa Suak, Lampung Selatan, resmi rampung dibangun dan sudah dapat digunakan masyarakat.

Jembatan baru dengan panjang sekitar 15 meter dan lebar 3 meter ini dikerjakan Dinas PUPR Lampung Selatan melalui Bidang Bina Marga.

Proyek tersebut menjadi prioritas pemerintah daerah lantaran jembatan lama sebelumnya terputus total dan masyarakat tak memiliki jalan alternatif. Kondisi itu sempat mengganggu aktivitas harian, distribusi ekonomi, hingga menimbulkan ancaman keselamatan warga.

Kesulitan kian terasa saat musim hujan. Lokasi jembatan berada di pertemuan tiga aliran sungai dengan arus deras yang kerap memicu banjir. Kini, dengan konstruksi yang lebih kokoh, warga dapat melintas dengan aman tanpa dihantui rasa was-was. Darmaji (31), warga Kota Dalam, mengaku lega dengan hadirnya jembatan baru. “Terbantu benar, lebih enak lewat dari bawah. Sebelumnya jembatan gantung, ngeri,” tuturnya sambil tersenyum, Senin (15/9/2025).

Senada dengan itu, Nur Hayati (30), warga Dusun Buatan, menyampaikan rasa syukurnya. “Sangat terbantu dengan adanya jembatan baru ini. Kalau banjir dulu nggak bisa lewat, jadi harus muter jauh. Sekarang lebih mudah. Untuk Pak Bupati terima kasih banyak sudah membantu kami, sehat selalu dan makin sukses,” ujarnya.

Kepala Dusun Kelapa Tiga, Desa Suak, juga mengapresiasi perhatian Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, serta Dinas PUPR yang merespons cepat kebutuhan masyarakat. “Sekarang kami bisa melintas dengan aman, akses perekonomian masyarakat pun kembali normal,” katanya.

Jembatan Way Buatan kini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan warga Sidomulyo. Lebih dari sekadar infrastruktur, jembatan ini menjadi penopang utama mobilitas dan denyut perekonomian masyarakat di wilayah rawan banjir. (ptm-Kmf/*/red)

Lapas Kalianda Panen mantang Di Kebun Area Lapas, Hal tersebut sebagai dukungan program ketahanan pangan Nasional

0

KALIANDA, (Ltc):

Kalapas Kalianda dan jajaran melakukan panen Mantang di area kebun Lapas Kalianda pada Senin (15/9/2025). Dengan adanya panen mantang tersebut, menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan Nasional.

Kalapas Kalianda Beni Nurrahman mengatakan panen ubi mantang tersebut merupakan bagian dari upaya nyata Lapas dalam mewujudkan program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, terkait ketahanan pangan. “Panen ubi mantang ini adalah salah satu bentuk nyata ketahanan pangan di Lapas Kalianda. Kami berharap program pertanian seperti ini dapat terus berlanjut, bahkan berkembang lebih luas, sehingga Lapas Kalianda dapat menjadi lapas produksi yang mandiri dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ungkap Kalapas.

Menariknya, hasil panen ubi mantang kali ini juga mendapat dukungan dari pihak pendor yang siap membeli hasil produksi tersebut. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah, baik dari segi ekonomi maupun kesinambungan program pertanian di Lapas Kalianda.

Program pertanian ini tidak hanya bermanfaat dalam mendukung kemandirian pangan, tetapi juga memberikan pembinaan positif kepada warga binaan. Melalui kegiatan bercocok tanam dan panen, para warga binaan dilatih untuk mengembangkan keterampilan di bidang pertanian yang kelak dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

Dengan adanya program berkelanjutan serta dukungan dari berbagai pihak, Lapas Kalianda optimis mampu menjadi salah satu lapas produktif yang mandiri, sekaligus berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kegiatan panen mantang tersebut dihadiri oleh seluruh pejabat Lapas Kalianda.(*/*/Red)

Wakil Bupati Lampung Selatan M Syaiful Anwar Buka Rangkaian Kegiatan HAORNAS

0

KALIANDA, (Ltc):

Senam pagi, sorak sorai voli, hingga riuh futsal mewarnai peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-42 di Kabupaten Lampung Selatan, pada Jumat (12/9/2025).

Ratusan peserta dari kalangan pejabat daerah, ASN, hingga komunitas senam Ok Gas tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora).

Acara peringatan Haornas dimulai dengan senam bersama, dilanjutkan lomba bola voli putri dan futsal putra yang diikuti perangkat daerah di lingkungan Pemkab Lampung Selatan.

Tahun ini, Haornas ke-42 mengusung tema “Mempersatukan Indonesia melalui Olahraga” dengan tagline “Olahraga Satukan Kita”. Kepala Dispora Lampung Selatan, Yespi Cory, menjelaskan bahwa Haornas bukan sekadar momentum olahraga, melainkan ajang untuk memperkuat persatuan bangsa.

“Olahraga tidak hanya berkaitan dengan kekuatan fisik, tetapi juga menjadi wadah prestasi nasional maupun internasional yang mampu mempererat persatuan bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, secara resmi membuka kegiatan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, olahraga memiliki makna lebih dari sekadar menang atau kalah. “Olahraga adalah ruang membangun karakter, disiplin, kerja sama, serta semangat kebersamaan dalam keberagaman,” tegas Wabup Syaiful.

Ia menambahkan, olahraga juga menjadi strategi penting dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM). “Kesehatan, kebugaran, dan semangat kompetitif yang sehat adalah fondasi lahirnya aparatur dan masyarakat yang produktif, tangguh, dan inovatif,” kata Syaiful.

Dengan semangat itu, Haornas di Lampung Selatan bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi, meningkatkan kebugaran, serta menumbuhkan nilai persatuan melalui olahraga. (dul/*/red)

Disnakertrans Kabupaten Lampung Selatan Tutup Tiga Program Pelatihan

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) resmi menutup tiga program pelatihan tenaga kerja, Jumat (12/9/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Rajabasa, kantor bupati ini, ditutup langsung oleh Supriyanto Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto.

Tiga program yang ditutup meliputi Pelatihan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) bekerja sama dengan Bintang Indo Corpora yang diikuti 7 peserta, Pelatihan Food and Beverage Product (F&B Product) bersama Captain’s Club yang melibatkan 10 peserta, serta Pelatihan Housekeeping bekerja sama dengan Indonesia Hotel School yang diikuti 10 peserta. Masing-masing berlangsung antara satu hingga dua bulan.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Lampung Selatan, Badruzzaman, menjelaskan pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi tenaga kerja lokal sekaligus membuka akses lebih luas ke pasar kerja dalam maupun luar negeri. “Dengan meningkatnya keterampilan masyarakat, diharapkan dapat membantu mengurangi pengangguran, menanggulangi kemiskinan ekstrem, dan meningkatkan kesejahteraan,” jelas Badruzzaman saat menyampaikan laporan kegiatan.

Sementara itu, Sekda Supriyanto dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan generasi muda untuk menghadapi persaingan global.

Ia menyebut, para pekerja migran maupun tenaga di sektor food and beverage dan hospitality merupakan representasi Lampung Selatan di kancah dunia. “Yang kita siapkan bukan hanya keterampilan teknis, tapi juga karakter, mentalitas, dan integritas,” tegas Supriyanto.

Ia juga memberi motivasi agar peserta terus belajar dan menjadikan pelatihan ini sebagai langkah awal. “Pelatihan ini bukanlah akhir, tapi awal dari perjuangan. Tunjukkan bahwa generasi muda Lampung Selatan bisa menjadi tenaga kerja profesional yang dibanggakan, dimana pun kalian berada,” pesannya.

Suasana acara berlangsung khidmat namun penuh semangat, ditutup dengan apresiasi Sekda kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya program. “Terima kasih atas kerja sama, dedikasi, dan kolaborasi yang telah terjalin dengan baik,” tutupnya. (lmhr-Kmf/*/red)

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama Hadiri Peresmian Madjid Al-Bakrie

0

BANDAR LAMPUNG, (Ltc):

Kehadiran Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, turut memberi warna dalam momen bersejarah peresmian Masjid Raya Al-Bakrie Lampung, di Kelurahan Enggal, Bandar Lampung, pada Jumat (12/9/2025).

Masjid megah yang berdiri di jantung Kota Bandar Lampung itu diresmikan langsung oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, disaksikan tokoh nasional Aburizal Bakrie dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal serta tokoh masyarakat lainnya.

Kehadiran Bupati Egi bersama para tokoh nasional dan daerah menegaskan pentingnya kebersamaan dalam membangun pusat peradaban umat.

Usai prosesi peresmian, Bupati Egi bersama seluruh tamu undangan menunaikan salat Jumat perdana di masjid yang baru diresmikan tersebut.

Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan bahwa masjid bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga rumah kemanusiaan yang menebar manfaat luas. “Mari kita jadikan masjid ini tempat bersyukur. Rumah ibadah ini harus menjadi pusat peradaban dan kemanusiaan,” ucap Nasaruddin Umar.

Masjid Raya Al-Bakrie Lampung hadir dengan fasilitas lengkap: area salat pria dan wanita, ruang VIP, ballroom, hingga ruang terbuka hijau dan area bermain anak. Tak hanya itu, tersedia pula area UMKM yang bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk berjualan.

Tokoh nasional Aburizal Bakrie menyampaikan, pembangunan masjid ini merupakan wujud syukur keluarga besar Bakrie kepada Allah SWT. Ia berharap keberadaan masjid tidak hanya menjadi tempat salat, tetapi juga pusat pendidikan Al-Qur’an, dakwah, dan kegiatan sosial. “Bangunan yang megah ini akan hidup bila diramaikan oleh jemaah. Mari kita memakmurkan masjid dengan ibadah dan kegiatan keilmuan,” ujarnya.

Peresmian Masjid Raya Al-Bakrie Lampung diharapkan menjadi ikon baru kota sekaligus pusat syiar Islam di Provinsi Lampung. Dengan kehadirannya, masjid ini tidak hanya memperindah wajah kota, tetapi juga memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui aktivitas sosial-ekonomi yang ada di dalamnya. (Nsy-Kmf/*/red)

Gerakan pasar murah yang di gelar Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan disambut antusias warga

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan leading sektor Dinas Perdagangan & Perindustrian menggelar Gerakan Pangan Murah yang berlangsung di Lapangan Korpri pada Jum’at (12/9/2025).

Sejak pagi, gelaran pangan murah di sambut antusias oleh warga masyarakat dengan berbondong-bondong datang untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibanding pasaran.

Dalam kegiatan ini, harga sejumlah bahan pokok dijual di bawah harga pasar, seperti minyak goreng merek MinyakKita Rp15.000 per liter, minyak goreng KITA (premium) Rp18.500 per liter, telur ayam Rp26.000 per kilogram, dan beras SPHP Rp56.000 untuk kemasan 5 kilogram. Selisih harga yang cukup signifikan membuat lapak-lapak langsung diserbu pembeli. “Alhamdulillah, bisa beli minyak lebih murah. Seneng sekali dengan adanya kegiatan ini. Semoga ke depan bisa ada lagi, terima kasih untuk Pak Bupati,” ungkap Saroh, warga Hartono, sambil menunjukkan belanjaannya dengan wajah semringah.

Hal senada juga disampaikan Driyana, warga Kelurahan Way Lubuk. Ia merasa kegiatan pasar murah benar-benar meringankan beban rumah tangga. “Kegiatan ini sangat membantu keluarga kecil seperti kami. Semoga bisa rutin digelar,” ujarnya.

Selain menjadi solusi atas kebutuhan pokok, pasar murah juga menghadirkan suasana akrab antara warga dan pemerintah daerah. Ramainya pengunjung menandakan tingginya kebutuhan masyarakat sekaligus respons positif terhadap inisiatif Pemkab Lampung Selatan.

Melalui gerakan pangan murah ini, pemerintah daerah menunjukkan komitmennya menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung ketahanan pangan. Warga pun dapat berbelanja lebih hemat tanpa khawatir harga yang kian melonjak di pasaran. (ptm-Kmf/*/red)

peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Masjid Taqwa Thariqatul Huda, Dusun Sumberjo 4, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Merbau Mataram dihadiri Bupati Egi

0

MERBAU MATARAM, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Masjid Taqwa Thariqatul Huda, Dusun Sumberjo 4, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Merbau Mataram, pada Kamis (11/9/2025).

Acara yang diselenggarakan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Mekar Jaya itu menghadirkan tausiah agama dari Almukarom KH. M. Abdullah Arifin Al Asyiqin atau yang akrab disapa Kyai Arjuna Muda, Pimpinan Pondok Pesantren Assandamy, Kota Sukabumi.

Dalam sambutannya, Bupati Egi menekankan pentingnya menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momen refleksi dan teladan dalam kehidupan sehari-hari. “Rasulullah SAW bukan hanya Nabi, tetapi juga pemimpin, pendidik, pembela kaum lemah, dan agen perubahan sosial. Akhlak beliau adalah contoh terbaik yang harus kita ikuti,” ujarnya.

Selain menghadiri peringatan, Bupati Egi juga menyerahkan santunan kepada enam anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial pemerintah daerah. Kepala Desa Mekar Jaya, Pudin, mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran Bupati yang dinantikan warga. “Sejak semalam masyarakat bertanya-tanya apakah beliau hadir. Kehadiran Bupati membuat warga bangga dan bahagia,” kata Pudin.

Pada kesempatan itu, Bupati Egi juga memastikan pembangunan infrastruktur jalan di Desa Mekar Jaya menjadi prioritas tahun 2026. “Pembangunan jalan tidak bisa instan, butuh perencanaan yang matang. Insyaallah tahun 2026 akan kita bangun bertahap,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan menata lingkungan desa. “Saya ingin Mekar Jaya jadi desa ABRI: Asri, Bersih, Rapi, dan Indah. Lingkungan yang tertata akan membuat pembangunan lebih bermakna,” tambah Egi. (Gil-Kmf/*/red)

Menteri Hukum Terima Pengurus PWI Pusat, Blokir Administrasi Resmi Dibuka

0

JAKARTA, (Ltc):

Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat yang dipimpin oleh Ketua Umum terpilih, Akhmad Munir, diterima langsung oleh Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, pada Kamis (11/9/2025) siang.

Pertemuan yang berlangsung tersebut menjadi momen penting bagi kelanjutan perjalanan organisasi wartawan tertua di Indonesia itu.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Hukum menandatangani disposisi pembukaan blokir sistem administrasi pendaftaran legalitas PWI yang sempat terhambat selama setahun terakhir. “Menteri Hukum Supratman Andi Agtas sudah menandatangani disposisi pembukaan blokir sistem administrasi pendaftaran pengurus PWI hasil Kongres Persatuan PWI 2025,” jelas Akhmad Munir usai pertemuan.

Seperti diketahui, Akhmad Munir resmi terpilih sebagai Ketua Umum PWI periode 2025–2030 dalam Kongres Persatuan yang digelar di Gedung BPPTIK Kementerian Kominfo, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada 30 Agustus 2025 lalu. Kemenangan Munir sekaligus mengakhiri masa penuh ketidakpastian di tubuh PWI, yang sebelumnya sempat terbelah dalam dualisme kepemimpinan.

Munir menegaskan, fokus utama kepengurusannya saat ini adalah menyelesaikan persoalan legalitas agar organisasi dapat kembali berjalan normal. “Agar segera dapat bekerja, maka hal utama yang harus dibereskan adalah terkait legalitas. Nantinya Administrasi Hukum Umum (AHU) menjadi bukti legalitas dan pengakuan negara atas keberadaan PWI sebagai organisasi profesi wartawan,” ujarnya.

Dengan keluarnya disposisi dari Menkumham, Munir optimistis PWI dapat segera menyatukan kembali seluruh elemen organisasi yang sempat terpecah. Ia berharap, momentum ini menjadi pintu masuk bagi kebangkitan PWI dalam menjaga marwah pers nasional. “Kita bersyukur hari ini dapat diterima langsung oleh Pak Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. Semoga hal ini menjadi langkah yang positif untuk PWI ke depannya,” tambah Munir.

Keputusan Menkumham ini disambut baik oleh jajaran pengurus PWI Pusat. Mereka menilai, pengakuan legalitas dari pemerintah menjadi modal penting untuk menggerakkan kembali roda organisasi, membangun sinergi dengan berbagai pihak, serta memperkuat peran PWI dalam mengawal kebebasan pers di Indonesia.(*/*/Red)

KDMP Desa Pemulihan Kecamatan Way Sulan diresmikan Egi

0

WAY SULAN, (Ltc):

Semangat baru menggema dari pelosok Way Sulan. Di tengah suasana desa yang sederhana, masyarakat Desa Pamulihan meluncurkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai simbol kebangkitan ekonomi gotong royong.

Acara peresmian yang berlangsung di Desa Pamulihan, Kecamatan Way Sulan, pada Kamis (11/9/2025) itu dihadiri langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama.

Dalam sambutannya, Bupati Egi menyampaikan apresiasi tinggi atas berdirinya koperasi yang diprakarsai warga setempat. Menurutnya, langkah ini menjadi bukti nyata semangat masyarakat desa untuk mandiri, meskipun berada di wilayah terpencil. “Saya sangat mengapresiasi dedikasi atas terwujudnya koperasi ini. Walaupun Desa Pamulihan merupakan desa yang terpencil dan terbelakang, tetapi dengan inovasi dan semangat masyarakat, saya yakin desa ini bisa maju,” ujar Bupati Egi.

Bupati Egi juga menekankan bahwa kunci kemajuan tidak terletak pada luas wilayah atau sumber daya alam, melainkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ia mencontohkan Singapura sebagai negara kecil yang mampu maju berkat pengelolaan SDM. “Inovasi kecil seperti koperasi ini adalah langkah awal menuju kesuksesan. Dengan dukungan masyarakat, saya yakin koperasi ini akan tumbuh besar,” tambahnya.

Menurut Bupati Egi, koperasi yang digagas pemerintah pusat melalui program Koperasi Merah Putih bertujuan memperluas perputaran ekonomi agar tidak hanya dirasakan masyarakat perkotaan, tetapi juga menjangkau desa-desa.

Ketua Koperasi Desa Merah Putih Pamulihan, Nur Fajri, menyampaikan bahwa koperasi ini baru terbentuk melalui rapat pengurus dan anggota. Saat ini, koperasi mengelola penjualan beras dan minyak dengan perputaran modal sekitar Rp1–2 juta. “Launching ini menjadi tonggak awal bagi koperasi kami. Walaupun masih berproses dan menghadapi keterbatasan, kami berkomitmen untuk menjalankan program pemerintah. Dengan dukungan semua pihak, kami yakin bisa berkembang lebih besar,” kata Nur Fajri.

Ia menambahkan, koperasi ini juga mendapat dukungan dari Bank Mandiri serta fasilitas sementara berupa gedung pinjaman dari pemerintah desa. “Kami bangga karena ini pertama kalinya Bupati hadir di Desa Pamulihan. Kami akan terus membuktikan kerja nyata agar koperasi ini memberi manfaat nyata sesuai harapan Presiden,” ujar Nur Fajri. (Gil-Kmf)

Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani Kunjungi Way Tayas di Kaki Gunung Rajabasa

0

RAJABASA, (Ltc):

Suara gemericik air dari ketinggian berpadu dengan rimbunnya pepohonan di kaki Gunung Rajabasa menjadi sambutan alami bagi Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani. Rabu (10/9/2025), ia menapaki jalur setapak menuju Air Terjun Way Tayas di Desa Sukaraja, Kecamatan Rajabasa.

Didampingi Camat Rajabasa Firdaus serta Kepala Desa Sukaraja, M. Yusuf, Zita tampak antusias menikmati perjalanan. Sesekali ia berhenti memperhatikan derasnya aliran air yang mengalir di sela bebatuan, seakan memastikan panorama tetap terjaga.

Perjalanan rombongan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dari area parkir kendaraan. Dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam, akhirnya tepat pukul 09.10 WIB, mereka tiba di lokasi air terjun yang dikenal masih alami dan jarang terjamah wisata massal.

“Wisata Way Tayas ini salah satu air terjun terbaik di Lampung Selatan. Keasriannya akan kita pertahankan, tapi juga kita tata agar lebih proper. Saya ingin memastikan kebersihannya terjaga, karena di sini keren banget,” ungkap Zita dengan semangat. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. “Airnya benar-benar berwarna biru. Tolong jangan buang sampah sembarangan. Jagalah keaslian alam, karena jarang ada air terjun dengan warna seindah ini,” tambahnya.

Bagi masyarakat sekitar, Way Tayas bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang untuk melepas penat dan kembali menyatu dengan alam. Keindahan yang ditawarkan, mulai dari nuansa sejuk khas pegunungan hingga panorama air terjun yang menawan, menjadikan lokasi ini sebagai permata tersembunyi di Rajabasa.

Kunjungan Zita Anjani pun menjadi momentum penting dalam mengangkat potensi wisata alam Lampung Selatan. Harapannya, Way Tayas bisa berkembang menjadi ikon wisata berkelanjutan, tidak hanya membanggakan warga lokal, tetapi juga menarik minat wisatawan dari luar daerah. (Gil-Kmf/*/red)