Selasa, Maret 10, 2026
spot_img
Beranda blog

Serah Terima Jabatan Sekretaris DPRD Lampung Selatan, Dari Thomas Amrico Kepada Luluk Tantri Elvandari

0

KALIANDA, (Ltc):

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Selatan, menggelar acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Sekretaris DPRD yang berlangsung di ruang sidang Badan Anggaran (Banggar) DPRD setempat, pada Senin (10/2/2025).

Acara tersebut di tandai dengan agenda pergantian kepemimpinan di lingkungan Sekretariat DPRD sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan peningkatan kinerja lembaga legislatif daerah.

Pejabat Sekretaris DPRD Thomas Amirico, S.STP. MH secara resmi menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepada Plt Sekretaris DPRD yang baru yakni Luluk Tantri Elvandari 

Thomas mengatakan apresiasi kepada seluruh jajaran DPRD dan staf sekretariat atas kerja sama yang telah terjalin selama masa jabatannya. “Saya berharap Sekretaris DPRD yang baru dapat melanjutkan program kerja yang sudah berjalan serta membawa inovasi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan di Sekretariat DPRD,” ujarnya.

Sementara itu Plt Sekertaris DPRD Lampung Selatan, Luluk Tantri Elvandari, menyampaikan komitmennya untuk mendukung tugas-tugas DPRD dalam menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. 

“Saya siap bekerja sama dengan seluruh elemen di DPRD untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik,” kata dia dalam sambutannya.

Acara Sertijab ini diakhiri dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan yang disaksikan para Kasubag dan sejumlah staf di lingkungan Sekretariat DPRD setempat.

Penunjukan Luluk sebagai Sekwan DPRD Lampung Selatan berdasarkan Surat Perintah Pelaksana Tugas Nomor : 800.1.11.1/54/V.05/2025.

Untuk menggantikan Thomas Amirico sebagai Sekretaris DPRD Lampung Selatan, sebelumnya telah dilantik oleh Pj Gubernur Lampung sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung pada Jumat 7 Februari 2025, pukul 13.30 WIB di Balai Keratun lantai III Komplek Kantor Gubernur Lampung.

Demikian juga dengan SK tersebut langsung diserahkan Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Intji Indriati, telah menyerahkan SK Bupati Lampung Selatan kepada Luluk Tantri Elvandari yang di tunjuk sebagai Plt Sekwan diruang kerja Sekda dengan didampingi Kepala BKD Tirta Saputra dan Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Dulkahar. 

Dan untuk diketahui bersama bahwa Luluk Tantri Elvandari merupakan Kabag Program dan Keuangan di Sekretariat DPRD Kabupaten Lampung Selatan. (Rilis Humas DPRD/*/red)

Respons Cepat Banjir Jati Agung, Bupati Egi Turun Malam Hari Cek Kondisi Warga

0

JATI AGUNG, (Ltc):

Air masih menggenangi sejumlah permukiman di Kecamatan Jati Agung ketika Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama tiba meninjau lokasi banjir, pada Jumat (6/3/2026) malam.

Usai menghadiri Safari Ramadan di Kalianda, Egi langsung turun ke lapangan untuk melihat kondisi warga terdampak sekaligus memastikan penanganan darurat berjalan cepat.

Peninjauan dilakukan di beberapa titik yang masih tergenang air, yakni Desa Gedung Harapan, Desa Margo Agung, serta Dusun 3 Desa Jati Mulyo. Saat bupati tiba di lokasi, kondisi banjir masih cukup tinggi dan belum sepenuhnya surut.

Bupati Egi hadir didampingi Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Kabupaten Supriyanto, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

Dalam peninjauan tersebut, mereka mengecek langsung penyebab banjir sekaligus memastikan proses penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah setelah banjir bandang melanda sejumlah wilayah akibat hujan deras yang mengguyur sejak Jumat sore.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, hujan dengan intensitas tinggi mulai turun sekitar pukul 15.00 WIB. Kondisi tersebut menyebabkan debit air meningkat secara cepat hingga akhirnya meluap ke permukiman warga.

Di Desa Gedung Harapan, luapan air yang terjadi sejak sekitar pukul 17.00 WIB bahkan menutup akses Jalan Kota Baru. Derasnya arus banjir juga menyebabkan dua unit mobil terseret arus.

Sementara itu, di Desa Margo Agung, banjir merendam permukiman warga dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa.

Salah seorang warga, Sri Utari, mengatakan air mulai naik sekitar pukul 16.00 WIB dan terus meningkat hingga merendam rumah-rumah warga. “Air naik cepat sekali, sekitar jam empat sore sudah tinggi,” ujarnya.

Hingga pukul 23.30 WIB, Jumat (6/3) malam, data sementara mencatat sekitar 160 kepala keluarga terdampak banjir di Desa Margo Agung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 60 warga terpaksa mengungsi di Gedung KDMP Margo Agung demi keselamatan.

Di wilayah Desa Jati Mulyo, banjir juga dipicu oleh jebolnya tanggul Bendungan Way Panas yang berada di Dusun 3, sehingga air meluap ke area permukiman sekitar.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Egi langsung menginstruksikan jajaran pemerintah kecamatan dan perangkat daerah terkait untuk segera melakukan pendataan terhadap seluruh warga terdampak.

“Saya minta camat segera mendata seluruh warga yang terdampak banjir agar penanganannya bisa dilakukan secara cepat dan tepat. Kepada masyarakat yang saat ini berada di pengungsian, saya harap tetap bersabar dan tetap menjaga kesehatan,” kata Bupati Egi.

Ia juga memastikan pemerintah daerah akan segera menyalurkan bantuan kepada warga terdampak, termasuk bantuan air bersih untuk membantu masyarakat membersihkan rumah-rumah yang terendam banjir.

“Kami akan mengirimkan bantuan, termasuk air bersih untuk membantu warga membersihkan rumah yang terdampak banjir. Yang terpenting saat ini adalah memastikan masyarakat dalam kondisi aman, sehat, dan kebutuhan pangan mereka terpenuhi,” tambahnya.

Sebelum Bupati dan Wakil Bupati tiba di lokasi, tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan telah lebih dulu bergerak melakukan evakuasi warga serta membantu pengaturan lalu lintas di kawasan terdampak.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak serta menyiapkan langkah-langkah penanganan lanjutan guna memastikan keselamatan warga dan mempercepat pemulihan pasca banjir. (Kmf/*/red)

Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf cek kesiapan pelabuhan bakauheni jelang operasi ketupat krakatau 2026

0

BAKAUHENI, (Ltc):

Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf melakukan pengecekan langsung ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, pada Rabu (4/3/2026), Hal tersebut dilaksanakan guna memastikan kesiapan pengamanan dan pelayanan bagi masyarakat menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026. Dan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi lonjakan arus mudik Lebaran, mengingat Pelabuhan Bakauheni merupakan salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia yang menjadi pintu gerbang utama penghubung Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.

Dalam pengecekan tersebut, Irjen Pol Helfi Assegaf dan rombongan meninjau sejumlah titik strategis di kawasan pelabuhan, mulai dari area antrean kendaraan, kantong parkir, dermaga penyeberangan, hingga kesiapan personel pengamanan yang akan dilibatkan dalam Operasi Ketupat Krakatau 2026.

Selain meninjau pelabuhan utama, Kapolda Lampung juga melakukan pengecekan terhadap dua dermaga alternatif yang disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi lonjakan kendaraan pemudik, yakni Dermaga PT Sumur Makmur Abadi (SMA) dan Dermaga PT Bandar Bakau Jaya (BBJ).

Kedua dermaga tersebut dipersiapkan sebagai dermaga alternatif darurat yang sewaktu-waktu dapat dioperasionalkan guna membantu mengurai kepadatan kendaraan di Pelabuhan Bakauheni pada saat puncak arus mudik.

Kapolda Lampung menegaskan bahwa pengecekan ini dilakukan untuk memastikan seluruh unsur pengamanan, pelayanan, serta manajemen arus kendaraan dapat berjalan optimal saat puncak arus mudik nanti. “Pelabuhan Bakauheni merupakan salah satu titik krusial dalam arus mudik nasional. Oleh karena itu, kita memastikan seluruh kesiapan mulai dari pengamanan, rekayasa lalu lintas hingga pelayanan kepada masyarakat sudah dipersiapkan secara maksimal,” ujar Irjen Pol Helfi Assegaf.

Dalam rangka mengantisipasi lonjakan pemudik, Polda Lampung bersama stakeholder terkait telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya:
Peningkatan jumlah personel pengamanan dari Polda Lampung dan Polres jajaran yang akan ditempatkan di titik-titik strategis di kawasan pelabuhan.

Diharapkan penguatan koordinasi dengan ASDP, TNI, pemerintah daerah serta instansi terkait untuk memastikan kelancaran operasional penyeberangan.

Penerapan rekayasa lalu lintas dan pengaturan antrean kendaraan guna mencegah terjadinya kepadatan panjang di jalur menuju pelabuhan.

Penyediaan buffer zone dan kantong parkir tambahan sebagai tempat penampungan kendaraan apabila terjadi lonjakan kendaraan pemudik.

Optimalisasi pemanfaatan dermaga alternatif, termasuk Dermaga PT Sumur Makmur Abadi (SMA) dan Dermaga PT Bandar Bakau Jaya (BBJ) apabila terjadi peningkatan signifikan volume kendaraan pemudik.

Dan optimalisasi pos pengamanan dan pos pelayanan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Selain itu, Polda Lampung juga akan mengoptimalkan sistem pemantauan melalui CCTV dan patroli intensif guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran.

Kapolda Lampung juga mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar mempersiapkan perjalanan dengan baik, mematuhi aturan lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan keselamatan bersama. “Dengan kesiapan yang matang serta sinergi seluruh pihak, kita berharap pelaksanaan arus mudik melalui Pelabuhan Bakauheni dapat berjalan aman, lancar dan kondusif,” tutup Irjen Pol Helfi Assegaf.(*/Hms Polda/*/red)

Amankan Jalur Arus Mudik, Polisi Buru pelaku dan Gerebek Rumah Pelaku Pencurian

0

PENENGAHAN, (Ltc):

Tekab 308 Polres Lampung Selatan melakukan penggerebekan terhadap lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku pencurian sepeda motor di wilayah Lampung Selatan. Dalam penggerebekan tersebut, polisi berhasil menemukan sepeda motor milik korban yang sebelumnya dilaporkan hilang, meski para pelaku berhasil melarikan diri.

Peristiwa pencurian dengan pemberatan itu terjadi pada Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIB di area parkir Rumah Makan di Dusun Kenyayan Atas, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Korban berinisial F.B.T.I. (27) diketahui memarkirkan sepeda motor Honda Beat warna putih hitam bernomor polisi B 5239 BPO di area parkir rumah makan tersebut. Saat itu korban bersama rekannya sedang singgah untuk beristirahat dan makan.

Namun beberapa saat kemudian, ketika hendak melanjutkan perjalanan, korban mendapati kendaraan yang diparkir sudah tidak berada di lokasi semula. Selain sepeda motor, di dalam jok kendaraan tersebut juga terdapat sejumlah barang milik korban, termasuk satu dokumen penting. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp22 juta dan melaporkannya ke pihak kepolisian.

Kapolsek Penengahan IPTU Donal Afriansyah mengatakan, setelah menerima laporan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pencurian tersebut.
“Unit Reskrim Polsek Penengahan segera melakukan penyelidikan di lokasi kejadian dan mengumpulkan sejumlah petunjuk, termasuk keterangan saksi di sekitar tempat kejadian,” kata Donal.

Dari hasil penyelidikan, polisi mendapati dari warga sekitar melihat dua orang pelaku diduga terlibat dalam aksi pencurian tersebut dengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy. Selain itu, petugas juga menelusuri keberadaan kendaraan korban yang mengarah ke wilayah Lampung Timur.

Berbekal informasi tersebut, Unit Reskrim Polsek Penengahan yang dibackup Tim Tekab 308 Polres Lampung Selatan bersama Tekab 308 Polres Lampung Timur kemudian melakukan penggerebekan pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 04.00 WIB di sebuah rumah warga di Desa Tanjung Aji, Kecamatan Melinting, Kabupaten Lampung Timur, yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku.

Namun saat petugas tiba di lokasi, para pelaku diduga telah melarikan diri. Meski demikian, polisi berhasil menemukan dan mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi tersebut.

Barang bukti yang diamankan di antaranya satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih milik korban, satu unit sepeda motor Honda Scoopy tanpa nomor polisi yang diduga digunakan pelaku sebagai sarana kejahatan, satu buah matras warna abu-abu, kain warna cokelat yang diduga digunakan sebagai tempat tidur gantung, serta sebuah tas warna biru bertuliskan Thermarst. “Barang bukti telah kami amankan di Polsek Penengahan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Saat ini petugas masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang identitasnya telah kami kantongi,” ujar Donal.

Ia menambahkan, pihak kepolisian terus berupaya mengungkap kasus tersebut serta mencari keberadaan para pelaku yang masih dalam pelarian.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memarkirkan kendaraan di tempat umum.

“Kami mengingatkan masyarakat agar memastikan kendaraan dalam kondisi terkunci dengan aman dan tidak meninggalkan barang berharga di dalamnya. Apabila menemukan atau mengalami tindak kejahatan, masyarakat dapat segera melapor melalui kantor kepolisian terdekat atau memanfaatkan layanan darurat 110,” kata Donal.(Rilis Polres/*/*/red)

Membangun Masa Depan Lewat Kolaborasi, Heksahelix Jadi Napas Baru Lampung Selatan

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemandangan berbeda terlihat di Pendopo Agung, Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan pada Selasa (3/3/2026) petang.

Aura formal birokrasi mencair menjadi ruang diskusi yang hidup saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyambut hangat kedatangan para aktivis mahasiswa dari Aliansi Cipayung Plus dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Lampung Selatan.

Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Ini adalah kelanjutan konkret dari aspirasi yang sempat disuarakan mahasiswa di jalanan beberapa pada 23 Februari 2026 lalu. Kini, teriakan di podium beralih menjadi adu gagasan di meja dialog dalam bingkai kolaborasi Heksahelix.

*LamSel ConNextion: Wadah Aspirasi Tanpa Sekat*

Dalam suasana yang partisipatif, Bupati Radityo Egi menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan ide-ide segar anak muda menguap begitu saja.

Ia meresmikan dukungan penuh terhadap “LamSel ConNextion” sebuah platform strategis yang akan menjadi laboratorium ide, wadah diskusi, dan kompas bagi gerakan pemuda-mahasiswa di Lampung Selatan.

“Pembangunan daerah tidak bisa dilakukan dengan ‘single fighter’. Kita butuh energi pemuda. Mahasiswa bukan lagi sekadar pengawas dari luar, tapi mitra strategis yang duduk bersama kami merumuskan solusi,” tegas Bupati Egi.

*Perspektif Akademisi: Lompatan Progresif Tata Kelola Daerah*

Diskusi yang berlangsung hangat ini dipandu oleh Naufal A. Caya, akademisi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Tulang Bawang (UTB).

Sebagai sosok yang juga menjabat Direktur Eksekutif SIGER Institute, Naufal menilai langkah Bupati Egi adalah sebuah terobosan komunikasi politik yang inklusif.

“Menempatkan mahasiswa sebagai subjek pembangunan, bukan lagi objek adalah langkah yang sangat tepat. Model Heksahelix ini memberikan ruang setara bagi pemerintah dan pemuda untuk berkolaborasi secara produktif,” ujar Naufal yang juga mantan aktivis mahasiswa ini.

Menurutnya, dialog ini merupakan momentum emas untuk menginstitusikan partisipasi anak muda dalam kebijakan publik. Ia menekankan bahwa ke depan, setiap kebijakan harus lahir dari proses yang didukung oleh:
– Riset dan Data yang akurat.
– Kepekaan Sosial terhadap kebutuhan masyarakat.
– Komunikasi Inklusif lintas sektor.

*Membangun Fondasi Berkelanjutan*

Pertemuan petang itu menjadi sinyal kuat bahwa Lampung Selatan sedang bergerak menuju tata kelola pemerintahan yang lebih modern.

Dengan semangat Heksahelix, kolaborasi ini diharapkan mampu memicu inovasi di sektor ekonomi lokal serta meningkatkan kualitas layanan publik. “Ketika pemerintah membuka pintu dan pemuda menjawabnya dengan gagasan nyata, di situlah fondasi masa depan Lampung Selatan yang berkelanjutan sedang kita bangun,” tutup Naufal optimis.

Kini, bola panas ada di tangan para pemuda dan pemerintah. Akankah sinergi ini melahirkan inovasi baru bagi Bumi Khagom Mufakat? Publik menanti aksi nyata dari LamSel ConNextion. (*/*/Red)

Bupati Egi Kembali Geser Gerbong Struktur Organisasi Pemkab Lamsel, 3 Pejabat eselon II dirotasi

0

RAJABASA, (Ltc):
Gerbong Struktur Organisasi Pemerintahan Egi-Syaiful kembali bergerak. Di acara Safari Ramadan, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, kembali resmi melantik tiga pejabat eselon II dan menunjuk satu pejabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt), pada Selasa (3/3/2026).

Prosesi pelantikan berlangsung secara sederhana di Masjid Manarul Islam, Desa Canggung Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan, hal ini menjadi momen penyegaran struktur organisasi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di tengah bulan suci Ramadan.

Pelantikan yang digelar di tempat ibadah dan disaksikan langsung masyarakat setempat, menghadirkan nuansa berbeda dibanding prosesi seremonial pada umumnya. Selain sebagai agenda struktural, momen ini sekaligus mengandung pesan moral tentang tanggung jawab dan integritas pejabat publik.

Dalam mutasi tersebut, pejabat senior lulusan APDN Drs. Edy Firnandi, M.Si., yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sekaligus Plt Asisten Bidang Administrasi Umum, kini resmi dilantik sebagai Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah secara definitif.

Posisi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang ditinggalkan Edy Firnandi diisi oleh Anton Carmana, S.E., yang sebelumnya menjabat Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik.

Sementara itu, jabatan Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik kini dipercayakan kepada Anasrullah, S.Sos., M.M., yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Untuk mengisi kekosongan di Dinas Kominfo, Bupati Egi menunjuk secara resmi Hendry Kurniawan, S.H., M.M. sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfo hingga ditetapkannya pejabat definitif.

Dalam arahannya, Bupati Egi menegaskan bahwa pelantikan di masjid pada bulan Ramadan bukan sekadar seremoni administratif, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Saudara dilantik di tempat yang suci, di bulan yang suci, dan disaksikan langsung oleh masyarakat. Ini adalah amanah besar yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Bekerjalah secara profesional dan pastikan kehadiran pemerintah dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” tegasnya.

Ia meminta para pejabat yang baru dilantik untuk segera bergerak cepat menjalankan program kerja, terutama dalam mempercepat pelayanan administrasi dan mendukung pembangunan daerah.

Menurut Bupati Egi, rotasi dan pengisian jabatan ini merupakan bagian dari penataan organisasi agar lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. “Penyegaran ini adalah hal biasa dalam organisasi untuk memperkuat kinerja tim. Saya berharap pejabat yang baru dilantik dapat membawa inovasi di instansinya masing-masing,” ujarnya.

Langkah ini menandai kembali bergeraknya “gerbong” mutasi di lingkungan Pemkab Lampung Selatan, sebagai upaya konsolidasi internal dan penguatan pelayanan publik.

Pelantikan tersebut turut disaksikan unsur Forkopimda Lampung Selatan, Sekretaris Daerah Supriyanto, para kepala perangkat daerah, tokoh agama, serta tokoh masyarakat Kecamatan Rajabasa yang hadir dalam rangkaian Safari Ramadan.

Usai prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Safari Ramadan dan penyerahan bantuan sosial kepada anak yatim serta hibah pembangunan masjid. Agenda itu menjadi simbol komitmen Pemkab Lampung Selatan untuk tetap menghadirkan pelayanan dan kepedulian sosial di tengah momentum spiritual bulan Ramadan. (Gil-Kmf/*/red)

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan Gelar Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2026

0

KALIANDA, (Ltc):
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menggelar Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2026 di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, pada Selasa (3/3/2026).

Forum ini menjadi ruang evaluasi sekaligus konsolidasi lintas sektor dalam mempercepat pencegahan dan penurunan stunting di daerah tersebut.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pejabat utama dan kepala perangkat daerah Pemkab Lampung Selatan, perwakilan Forkopimda, para camat, forum CSR, instansi vertikal, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta jajaran terkait lainnya.

Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, selaku Ketua Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TP3S), menegaskan bahwa Pra Musrenbang Tematik ini bukan sekadar agenda rutin tahunan.

Menurutnya, forum tersebut merupakan ruang konsolidasi strategis guna memastikan setiap intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.

“Stunting bukan sekadar isu kesehatan. Stunting adalah isu pembangunan. Ia menyangkut kualitas sumber daya manusia, produktivitas masa depan, dan daya saing daerah,” kata Syaiful saat menyampaikan sambutan bupati.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Lampung Selatan tercatat sebesar 10,4 persen. Angka tersebut mengalami kenaikan 0,1 persen dibandingkan Tahun 2023 yang berada di angka 10,3 persen.

Meski kenaikannya relatif kecil, Syaiful menilai kondisi tersebut harus menjadi pengingat agar upaya percepatan tidak berjalan biasa-biasa saja.

“Kenaikan ini menjadi pengingat bagi kita bahwa kerja-kerja percepatan tidak boleh kendor. Target kita jelas, tren harus menurun dan penurunannya harus konsisten dari tahun ke tahun,” tegasnya. Dalam Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2026 ini, terdapat tiga tujuan utama yang dibahas. Pertama, melakukan evaluasi kinerja perangkat daerah dalam percepatan, pencegahan, dan penurunan stunting berdasarkan hasil analisis situasi.

Kedua, merumuskan usulan program dan kegiatan intervensi percepatan penurunan stunting. Ketiga, mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah untuk menyemangati pelaksanaan intervensi penurunan stunting secara terintegrasi.

Untuk perencanaan 2026 menuju 2027, Pemkab Lampung Selatan menekankan empat strategi utama. Pertama, penguatan basis data keluarga berisiko stunting sebagai dasar penetapan sasaran program.

Kedua, penajaman lokus desa dan kelurahan prioritas berdasarkan analisis situasi dan capaian kinerja. Ketiga, sinkronisasi program lintas perangkat daerah guna menghindari duplikasi serta memastikan efektivitas anggaran. Keempat, penguatan monitoring dan evaluasi berbasis indikator output dan outcome yang terukur.

“Intervensi spesifik dan intervensi sensitif harus terintegrasi dan saling menguatkan. Kunci keberhasilan kita terletak pada integrasi program, ketepatan sasaran, dan konsistensi pelaksanaan,” kata Syaiful.

Sebagai Ketua TP3S, ia juga mengajak seluruh jajaran pemerintah mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa untuk memperkuat koordinasi.

Selain itu, keterlibatan kader pembangunan manusia, PKK, tenaga kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia usaha melalui CSR, serta dukungan media dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat penurunan stunting.

“Penurunan stunting adalah tanggung jawab bersama, kerja kolaboratif, dan gerakan kolektif seluruh elemen daerah,” kata Wabup Syaiful. (Nsy/*/red)

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan Gelar Pasar Murah dilapangan Samping Puskesmas Kecamatan Penengahan

0

PENENGAHAN, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menggelar Pasar Murah Reguler dan Pasar Khusus Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan PHBI di samping Puskesmas Penengahan, Kecamatan Penengahan, pada Selasa (3/3/2026).

Sejak pagi lapangan desa Pasuruhan Kecamatan Penengahan (samping Puskesmas) itu di padati oleh warga, Mereka datang bahkan sebelum kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB, tujuannya untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau melalui program Pasar Murah Reguler dan Pasar Khusus Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Kegiatan yang diinisiasi melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Lampung Selatan itu menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menekan lonjakan harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan 1447 Hijriah.

Pelaksana tugas Kepala Disdagperin Lampung Selatan, Rahmat Hadi Wijaya, mengatakan pasar murah tersebut merupakan bagian dari upaya stabilisasi harga bahan kebutuhan pokok dan barang penting lainnya selama bulan suci.

“Pasar murah ini merupakan bentuk kepedulian Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan kepada masyarakat. Kami berharap kegiatan di Kecamatan Penengahan ini berjalan lancar dan dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau,” ujar Rahmat.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas dijual dengan harga subsidi. Beras premium kemasan 5 kilogram dijual Rp58.500, gula pasir Rp14.500 per kilogram, minyak goreng kemasan 900 mililiter mulai Rp17.200 hingga Rp19.200 per liter, serta LPG 3 kilogram Rp20.000. Selain itu, telur dibanderol Rp27.500 per kilogram dan daging sapi Rp110.000 per kilogram.

Tak hanya itu, masyarakat juga dapat membeli tepung terigu, aneka bumbu dapur, serta produk UMKM lokal. Komoditas lain seperti ikan lele dijual Rp25.000 per kilogram, bandeng presto Rp20.000 per ekor, serta ikan asin dan teri mulai Rp5.000 per bungkus. Untuk memastikan pemerataan distribusi, pembelian sejumlah komoditas utama seperti beras premium, gula, minyak goreng, dan LPG 3 kilogram dibatasi satu produk per kartu keluarga (KK) dengan melampirkan fotokopi KTP.

Kegiatan tersebut juga diramaikan dengan Bazar Preloved Dharma Wanita Persatuan Lampung Selatan yang menawarkan pakaian wanita berkualitas dengan harga mulai Rp15.000 hingga Rp25.000 per potong, menambah daya tarik masyarakat yang hadir.

Antusiasme warga terlihat jelas dari tingginya partisipasi masyarakat sejak pagi hari. Sumiyati, warga Desa Pasuruan, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut.

“Alhamdulillah sangat membantu, apalagi menjelang Ramadan harga-harga biasanya naik. Di sini lebih murah dan kualitasnya juga bagus. Semoga kegiatan seperti ini bisa sering diadakan,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap pasar murah ini mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menjadi instrumen pengendalian inflasi daerah selama momentum Ramadan. (lmhr/*/red)

Pertumbuhan Ekonomi Lampung Selatan Meroket 5,71 Persen, Lampaui Provinsi dan Nasional

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan kembali menorehkan prestasi membanggakan di sektor ekonomi. Di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, pertumbuhan ekonomi daerah ini menembus angka 5,71 persen dalam setahun terakhir.

Capaian tersebut menjadikan Kabupaten Lampung Selatan sebagai daerah dengan laju pertumbuhan tertinggi di Provinsi Lampung. Angka itu tidak hanya melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi yang berada di level 5,28 persen, tetapi juga melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.

Secara tahunan, kinerja ekonomi Lampung Selatan juga menunjukkan akselerasi signifikan. Dibandingkan tahun 2024, pertumbuhan ekonomi meningkat sebesar 1,09 persen. Lonjakan ini menjadi sinyal kuat struktur ekonomi daerah berada dalam kondisi ekspansif dan solid.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lampung Selatan, Aryan Saruhian, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor yang didukung kebijakan pembangunan yang terarah dan berkelanjutan.

Menurutnya, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Stabilitas dan produktivitas komoditas pertanian yang terjaga membuat sektor ini tetap menjadi kontributor utama dalam menjaga pertumbuhan.

Selain itu, sektor industri pengolahan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi yang berdampak pada naiknya nilai tambah komoditas lokal. Aktivitas perdagangan pun tumbuh signifikan, terlihat dari meningkatnya perputaran barang dan jasa di berbagai wilayah.

“Patut kita syukuri pertumbuhan ekonomi Lampung Selatan yang tinggi merupakan indikator bahwa aktivitas produksi, konsumsi, dan investasi berjalan sangat baik. Hal ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha serta efektivitas kebijakan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam mendorong sektor-sektor unggulan,” ujar Aryan dalam keterangannya, pada Selasa (3/3/2026).

Sektor konstruksi juga turut memberikan kontribusi besar melalui berbagai proyek pembangunan infrastruktur yang berjalan aktif.

Pembangunan tersebut tidak hanya memperkuat konektivitas antarwilayah, tetapi juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi sektor-sektor lain.

Dengan kombinasi sektor strategis yang terus bergerak positif, Kabupaten Lampung Selatan tidak sekadar bertahan di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan domestik. Daerah ini justru tampil sebagai motor pertumbuhan baru di tingkat provinsi.

Capaian 5,71 persen tersebut sekaligus mempertegas posisi Kabupaten Lampung Selatan sebagai daerah yang adaptif, produktif, dan memiliki daya saing tinggi, baik di level provinsi maupun nasional. (Dul/*/red)

Sudah Terima Sertifikasi, Guru Honorer Tak Boleh Lagi Digaji dari Dana BOS: Simak Penjelasannya

0

KALIANDA, (Ltc):

Sejumlah guru honorer di Kabupaten Lampung Selatan yang telah menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) atau tunjangan sertifikasi kini tidak lagi diperbolehkan menerima gaji dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Kebijakan ini ditegaskan melalui Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan Nomor: 700/585/IV.02/2026 tertanggal 9 Februari 2026.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut hasil pemeriksaan atau audit ketaatan pada satuan pendidikan se-Kabupaten Lampung Selatan untuk periode Januari-Agustus 2025.

Dalam surat edaran itu dijelaskan bahwa ketentuan tersebut merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 8 Tahun 2025 Pasal 39 ayat 2 huruf (d).

Pada aturan tersebut ditegaskan bahwa guru yang dapat diberikan honor dari Dana BOS harus memenuhi syarat belum mendapatkan tunjangan profesi guru.

Dinas Pendidikan menegaskan, kebijakan ini bertujuan untuk menghindari praktik pendanaan ganda (double funding) atau double dipping. Guru honorer yang telah memiliki sertifikat pendidik dan menerima dana sertifikasi dari APBN sebesar Rp2 juta per bulan, tidak lagi diperkenankan menerima honor tambahan yang bersumber dari Dana BOS.

Dengan demikian, Dana BOS dapat dialokasikan untuk kebutuhan operasional sekolah lainnya agar lebih optimal dan tepat sasaran.

Jadi Temuan Pemeriksaan

Sekretaris Inspektorat Kabupaten Lampung Selatan, Marko Firzada, mengungkapkan, dalam hasil audit yang dilakukan periode Januari-Agustus 2025, pembayaran honor dari Dana BOS kepada guru yang sudah bersertifikasi dinyatakan sebagai temuan pemeriksaan.

Ia menegaskan, atas temuan tersebut, guru honorer bersertifikasi yang terlanjur menerima gaji dari Dana BOS pada periode tersebut diwajibkan mengembalikan dana tersebut ke Rekening Kas Umum Daerah Lampung Selatan yang untuk kemudian diteruskan Ke Rekening Kas Umum Negara. Mekanisme pengembalian dapat dilakukan secara bertahap.

“Berdasarkan keterangan dari Dinas Pendidikan, kebijakan ini bukan keputusan mendadak. Sebelumnya, para guru telah menandatangani surat perjanjian dengan kepala sekolah yang menyatakan kesediaan mengembalikan honor dari Dana BOS apabila di kemudian hari menjadi temuan pemeriksaan,” kata Marko.

Siapa yang Wajib Mengembalikan?

Guru yang menjadi sasaran pengembalian adalah Guru Honorer BOS Tahun 2025 yang menerima dua sumber penghasilan sekaligus, yakni honor dari Dana BOS dan tunjangan sertifikasi dari pemerintah pusat.

Sementara itu, guru honorer BOS Tahun 2025 yang belum memiliki sertifikasi tidak dikenakan kewajiban pengembalian karena hanya menerima satu sumber penghasilan, yakni dari Dana BOSP.

Kriteria Penerima Honor BOS

Berdasarkan petunjuk teknis BOSP, guru honorer yang dapat dibayarkan honornya melalui Dana BOS harus memenuhi kriteria:
– Berstatus Non-ASN
– Terdaftar di Dapodik
– Memiliki NUPTK
– Belum menerima tunjangan sertifikasi

Dinas Pendidikan menyebutkan bahwa kasus serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain, karena kebijakan ini merupakan perintah dari regulasi pemerintah pusat.

Bagi guru yang ingin mengajukan keringanan pengembalian secara mencicil, dipersilakan berkonsultasi dengan Inspektorat Lampung Selatan.

Kebijakan ini ditegaskan sebagai bagian dari komitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran pendidikan agar tidak terjadi tumpang tindih pembiayaan. (Kmf/*/red)

Pemkab, Bapenas, Polres Lamsel Pantau Langsung Harga Sembako Dipasar Inpres Kalianda

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Provinsi Lampung dan Satreskrim Polres Lampung Selatan melakukan pemantauan langsung harga bahan pokok di Pasar Inpres Kalianda, pada Senin (2/3/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Tim gabungan menyasar lapak-lapak pedagang sembako guna mengecek perkembangan harga sekaligus memantau potensi lonjakan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Pengawasan ini menjadi upaya preventif agar masyarakat tidak terbebani kenaikan harga yang tidak wajar di momen meningkatnya kebutuhan konsumsi.

Salah satu pedagang sembako, Mukirjo (62), mengungkapkan sejumlah komoditas mulai mengalami pergerakan harga. Cabai merah, misalnya, masih relatif stabil di angka Rp35 ribu per kilogram. Sementara cabai rawit justru mengalami penurunan dari Rp70 ribu menjadi Rp65 ribu per kilogram.

Di sisi lain, harga gula pasir putih tercatat naik dari Rp18 ribu menjadi Rp19 ribu per kilogram. Adapun bawang merah dan bawang putih masing-masing dijual Rp35 ribu per kilogram dan masih berada pada harga yang tetap.

“Kalau harga itu naik turun, sekarang naik besok bisa turun, tidak bisa diprediksi. Apalagi kalau bulan puasa begini,” ujar Mukirjo.

Ia memprediksi harga kebutuhan pokok berpotensi meningkat mendekati Lebaran, seiring naiknya permintaan pasar dan harga dari distributor. “Biasanya kalau mau Lebaran pasti naik, karena modal dari distributor juga naik,” tambahnya. Sementara itu, Kanit Tipidter Satreskrim Polres Lampung Selatan, Ipda Deni Ardiansyah, S.H., M.H., mengingatkan para pedagang agar mencatat secara rinci asal barang dan perusahaan pemasok. Langkah tersebut dinilai penting untuk memudahkan pengawasan dan pengendalian harga.

“Saya mengingatkan, tolong dipastikan belanja dari siapa, perusahaan apa, dicatat. Karena kita mau kontrol harganya. Masih Ramadan, supaya masyarakat tidak terbebani dengan harga yang mahal,” tegasnya.

Ia menambahkan, pencatatan yang jelas juga akan melindungi pedagang dari dugaan spekulasi harga apabila terjadi kenaikan signifikan.

“Kalau terjadi kenaikan signifikan tapi tidak tahu belanja dari mana, nanti seolah-olah pedagang yang menaikkan harga,” ujarnya.

Pemantauan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga serta memastikan masyarakat Kabupaten Lampung Selatan dapat menjalani Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran lonjakan harga bahan pokok. (ptm/*/red)