Selasa, Agustus 4, 2026
spot_img

Latest Posts

Ngaben Massal Balinuraga Hidupkan Ekonomi Warga, Perputaran Uang Capai Rp1 Miliar Sehari

WAY PANJI, (Ltc):

Pelaksanaan Ngaben Massal di Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, tidak hanya menjadi perhelatan budaya dan keagamaan umat Hindu terbesar di Lampung.

Di balik kemegahan prosesi tersebut, tradisi yang telah diwariskan turun-temurun itu juga membawa berkah bagi perekonomian masyarakat, dengan perputaran uang yang diperkirakan mencapai Rp1 miliar setiap hari selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Ribuan masyarakat yang datang dari berbagai daerah, seperti Bengkulu, Palembang, Jambi, hingga sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Lampung, tidak hanya memadati lokasi upacara untuk menyaksikan prosesi Ngaben Massal. Kehadiran mereka juga mendorong meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat melalui kebutuhan konsumsi, akomodasi, perlengkapan upacara, hingga berbagai produk khas daerah.

Momentum tersebut dimanfaatkan sekitar 300 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk membuka lapak di sekitar lokasi kegiatan. Beragam produk ditawarkan kepada pengunjung, mulai dari perlengkapan persembahyangan, sarana banten (sesajen), kuliner, makanan ringan, hingga aneka produk UMKM lokal.

Kepala Desa Balinuraga, Made Suwede, mengatakan Ngaben Massal Tahun 2026 menjadi penyelenggaraan terbesar yang pernah dilaksanakan di desa tersebut. Selain diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah, kegiatan itu juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

“Berkat adanya Ngaben Massal ini, banyak UMKM yang tumbuh. Perputaran uang setiap hari diperkirakan hampir mencapai Rp1 miliar. Pada malam hari suasananya seperti pasar malam karena ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah,” ujar Made Suwede.

Menurutnya, besarnya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan warga. Tradisi yang dijaga secara konsisten mampu menghadirkan manfaat nyata bagi perekonomian desa.

Dampak positif tersebut juga dirasakan langsung oleh para pelaku usaha. Salah satunya, Kadek Dewi Widian, pedagang perlengkapan persembahyangan yang telah berjualan sejak lima hari sebelum puncak acara.

Ia menjual berbagai kebutuhan upacara, seperti canang sari, canang wangi, sodaan, dupa, hingga perlengkapan sembahyang bagi umat Hindu. Menurutnya, tingginya jumlah pengunjung membuat penjualannya meningkat dibanding hari biasa.

“Pembeli sudah ramai sejak beberapa hari lalu. Banyak yang datang dari luar daerah, jadi mereka lebih memilih membeli perlengkapan di sini karena lebih praktis. Dagangan saya laris dan sangat membantu menambah penghasilan keluarga,” katanya.

Hal serupa dirasakan Ester, pelaku UMKM asal Kecamatan Way Panji yang menjual berbagai makanan ringan, seperti keripik pisang, keripik singkong, keripik tempe, bolu, serta aneka kue basah.

Ia mengaku dagangannya cepat habis karena tingginya jumlah pengunjung yang datang sejak pagi hari.

“Masih pagi saja dagangan saya sudah banyak yang habis. Kegiatan seperti ini sangat membantu menambah pemasukan dan omzet penjualan kami. Semoga kegiatan seperti ini terus ada karena dampaknya sangat besar bagi pelaku UMKM,” ujarnya.

Selain menjadi ruang pelestarian budaya dan pelaksanaan upacara keagamaan, Ngaben Massal di Desa Balinuraga membuktikan bahwa tradisi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Ramainya kunjungan dari berbagai daerah membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, sekaligus memperkuat perekonomian lokal.

Keberhasilan penyelenggaraan Ngaben Massal Tahun 2026 pun memperlihatkan bahwa warisan budaya tidak hanya memiliki nilai spiritual dan sosial, tetapi juga dapat menjadi daya tarik wisata budaya yang memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat. (Nsy-Kmf/*/red)

Latest Posts

Selamat dan Sukses

spot_imgspot_img

Selamat dan Sukses

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Populer Post

Space Iklan

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.