Feri Bastian SE M. Ling Kepala BPPRD Kabupaten Lampung Selatan
KALIANDA, (Ltc):
Dalam upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui sektor perpajakan sedang gencar dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui leding sektor Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Lampung Selatan.
Berbagai upaya maupun inovasi dilakukan instansi terkait, seperti memberikan kemudahan kepada masyarakat wajib pajak dalam proses pembayaran pajak. Melalui inovasi pemanfaatan teknologi informasi dan digitalisasi dengan mengimplementasikan sistem pemerintahan daerah berbasis elektronik dalam hal kaitan dengan pajak dan retribusi.
Terlebih lagi, perihal diatas berkesinambungan mendukung suksesnya program kerja kepala daerah terpilih hasil pilkada serentak belum lama ini. Baik itu program 100 hari diawal menjabat hingga (5) Lima tahun kedepan.
BPPRD Lamsel mencetuskan tiga program unggulan menunjang suksesnya program kerja Bupati dan Wakil Bupati Radityo Egi Pratama – M. Syaiful Anwar menuju Lampung Selatan Bismillah BISA MAJU.
Pertama program kegiatan penghapusan denda PBB dengan indikator peningkatan PAD sektor PBB-P2. Kedua, program kegiatan pembebasan Pajak Penghasilan atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi rumah bersubsidi. Dan yang ketiga, adalah program penyediaan mobil Samsat keliling yang akan dioperasikan mulai Bulan April 2025.
Kepala BPPRD Lampung Selatan Feri Bastian menjelaskan, terkait program kegiatan penghapusan denda PBB ditaksir mencapai Rp 10 miliar terhitung tunggakan dari tahun 2020 – 2024.
“Yang tujuannya, agar meringankan masyarakat dalam membayar pajak PBB,” kata Feri Bastian, saat ditemui dikantornya, Jum’at (7/3/2025).
Kemudian terkait program kerja kegiatan pembebasan BPHTB rumah bersubsidi (perumahan, red). Mantan kepala Dinas Lingkungan Hidup ini mengatakan, program kegiatan tersebut dalam rangka mendukung program strategis nasional 3 juta rumah.
“BPPRD Lampung Selatan membebaskan bea pajak hak tanah dan bangunan. Kami menargetkan dalam 100 hari kerja bupati, 200 rumah subsidi dan swadaya untuk masyarakat bepenghasilan rendah,” ujar Feri.
Sambungnya, dalam rangka peningkatan dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lampung Selatan. Pihak BPPRD bakal menyediakan mobil Samsat keliling.
“Tujuannya mempermudah masyarakat membayar pajak (jemput bola, red). Nantinya, mobil itu akan berkeliling keseluruh wilayah Lampung Selatan. Sasarannya, masyarakat yang jaraknya jauh dari kantor Samsat. Insyaallah, akan beroperasi Bulan April 2025,” pungkasnya. (*/*/red)
DPD Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Lampung bersilaturahmi dengan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ibu Chusnunia Chalim yang membidangi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Sekretariat DPW PKB Pahoman Bandar Lampung pada Jum’at (7/3/2025).
Silaturahmi yang di komandoi Ahmad Al-Akhran Ketua DPD ASITA Lampung itu beranggotakan; Mujiono (wakil ketua 2), Didik Darmadi (Kabid Organisasi), Bangkit Sofyan (Anggota bidang usaha), Binti Luthfiah (Anggota bidang MICE), Yohanes (Bendahara), dan Jumaini (wakil bendahara).
Ketua ASITA Lampung Ahmad Al-Akhran yang akrab disapa Alkhan mengatakan silaturahmi tersebut di lakukan dalam rangka membahas isu pelarangan study tour yang bermula dari statemen Gubernur Jawa Barat. “Tujuan DPD ASITA Lampung bersilaturahmi ke wakil ketua Komisi VII adalah agar jangan sampai pelarangan study tour justru memberikan dampak negatif pada sektor lain,” kata Alkhan.
Menurut Alkhan, pada masa covid 19 sektor yang paling terdampak adalah sektor Pariwisata yang meliputi usaha perjalanan wisata, perhotelan dan destinasi wisata. Jangan sampai kondisi sulit masa covid 19 terulang kembali akibat kebijakan kebijakan yang terlalu tergesa-gesa.
“Terkait pelarangan yang dilakukan ole pemerintah Jawa Barat ini ASITA Lampung bergerak cepat berkoordinasi dengan Dinas pariwisata dan ekonomi kreatif Provinsi Lampung, Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, dan komisi VII DPR RI. ASITA Lampung juga akan terus melakukan komunikasi dan koordinasi kepada pemerintah daerah Lampung.
Hal tersebut dilakukan oleh ASITA Lampung dalam rangka mengakomodir keluhan dan masukan para pegiat pariwisata khususnya anggota ASITA Lampung agar ekosistem kepariwisataan tetap berjalan normal dan berjalan baik.
Ada pun terkait kekhawatiran yang muncul sebagai penyebab pelarangan tersebut tentu harus disampaikan dan dikomunikasikan secara baik, sehingga hal hal yang menjadi kekhawatiran dapat dicarikan solusi atau win win solllution yang tepat.
Alkhan menambahkan bahwa setiap permasalahan tentu selalu ada penyelesaiannya, akar permasalahan dapat diurai tanpa harus mematikan pohonnya. Hama padi dapat dibasmi tanpa harus membakar lumbungnya.(Rilis/*/red)
Ratusan warga tampak antusias mendatangi operasi pasar murah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan, di Desa Pematang, Kecamatan Kalianda, pada Jumat (7/3/2025).
Kegiatan operasi pasar murah tersebut diadakan sebagai upaya pemeirntah membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Ratusan warga menyambut baik kegiatan itu. Bahkan sejak pagi hari sebelum dibuka, mereka berbondong-bondong datang ke lokasi untuk mendapatkan barang kebutuhannya.
Endang Sri Wahyuni (60), salah seorang warga yang sedang berbelanja mengungkapkan kegembiraannya setelah mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau. “Alhamdulillah, saya sangat senang bisa membeli beras dan minyak goreng dengan harga lebih murah. Ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Senada dengan Endang Sri Wahyuni. Salah satu warga lainnya, Idayah (63) mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah yang diadakan oleh Pemkab Lampung Selatan. “Harga-harga di pasar sedang naik, jadi dengan adanya pasar murah ini kami bisa sedikit menghemat pengeluaran. Terima kasih kepada Bupati Lampung Selatan yang sudah mengadakan acara pasar murah ini,” kata Idayah.
Sementara, mewakili Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lampung Selatan, Kepala Bidang Perdagangan, Firdaus mengatakan, kegiatan pasar murah tersebut merupakan bentuk respons terhadap fluktuasi harga yang berpotensi mempengaruhi daya beli masyarakat.
Firdaus bilang, selain untuk menstabilkan harga, pasar murah yang rutin diadakan setiap Bulan Ramadan tersebut juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah. “Pemkab Lampung Selatan ingin memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus menghadirkan pasar murah di berbagai kecamatan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak warga,” ujarnya.
Diketahui, Pemkab Lampung Selatan menggelar pasar murah di beberapa titik strategis di 17 kecamatan pada bulan Ramadan 1446 Hijriah. Masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, telur dan bahan pokok lainnya dengan harga di bawah harga pasar. (Nsy/*/*/red)
Kurnia Oktaviani, S. Sos MM Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan. (Poto;ist)
KALIANDA, (Ltc):
Dalam rangka mendukung program 100 hari kerja Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati Lampung Selatan M Syaiful Anwar. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lampung Selatan telah menyiapkan delapan program unggulan. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Disparbud Lampung Selatan, Kurnia Oktaviani, S.Sos., M.M pada Kamis (6/3/2025).
Kurnia menjelaskan bahwa program-program tersebut telah berlangsung sejak Februari hingga Mei 2025.
Berikut delapan program yang akan dijalankan;
1. Survei dan diskusi pengembangan lokasi wisata.
2. Kunjungan ke destinasi wisata untuk menganalisis peningkatan jumlah wisatawan.
3. Diskusi dengan stakeholder pariwisata guna mendukung pengembangan industri wisata.
4. Pembersihan dan pemeliharaan fasilitas cottage di Pulau Sebesi.
5. Kerja sama dengan Bandara Radin Intan untuk penyediaan unit media informasi pariwisata.
6. Pemilihan Muli Mekhanai.
7. Pemilihan Putri Otonomi Indonesia.
8. Penyuluhan sadar wisata di Pulau Sebesi.
Untuk program pertama, survei dan diskusi pengembangan wisata telah dimulai dengan monitoring dan evaluasi (Monev) pada 23 Februari 2025, yang berfokus pada Mess Pemda di Pulau Sebesi. Perbaikan mess ini akan melibatkan masyarakat, Pokdarwis, agen perjalanan, camat, kepala desa, serta JKP bidang pariwisata.
Selanjutnya, kunjungan ke berbagai destinasi wisata akan dilakukan secara maraton sepanjang Maret 2025, dengan target 10 destinasi wisata unggulan, yaitu;
1. Pantai Marina
2. Pantai Rio by The Beach
3. Pantai MB Beach
4. Sanggar Beach
5. Makam Raden Inten II
6. Way Tebing Ceppa (WTC)
7. Pantai Minang Rua
8. Pantai Kedua Warna
9. Pemandian air panas Natar
10.Slanik Water Park
Selain itu, pengelolaan parkir di destinasi wisata juga menjadi perhatian, dengan rencana pelaksanaan pada Februari dan Maret 2025. Program ini akan melibatkan sekitar 50 peserta sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif.
Disparbud Kabupaten Lampung Selatan juga berencana melakukan perbaikan sarana dan prasarana Mess Pemda di Pulau Sebesi, dengan fokus pada tujuh unit bangunan. Pengerjaan ini diperkirakan berlangsung pada Maret dan April 2025.
Sebagai penunjang informasi wisata, Disparbud juga akan menempatkan satu unit media informasi touch screen di Bandara Radin Intan II pada Maret 2025, yang bertujuan menjadi pusat informasi bagi wisatawan.
Untuk mendukung promosi wisata, akan diadakan pemilihan Muli Mekhanai pada April dan Mei 2025, dengan peserta sekitar 70 orang.
Sementara itu, pemilihan Putri Otonomi Indonesia akan dilakukan pada Mei 2025, dengan peserta yang merupakan pemenang dari ajang Muli Mekhanai.
Program terakhir adalah penyuluhan sadar wisata di Pulau Sebesi, yang akan melibatkan sekitar 50 peserta, termasuk Pokdarwis, aparatur desa, masyarakat sekitar wisata, dan penggiat wisata. Penyuluhan ini dijadwalkan berlangsung pada Mei 2025.
Kurnia Oktaviani menegaskan bahwa program ini bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Lampung Selatan, sekaligus mendorong peningkatan pendapatan masyarakat melalui sektor pariwisata. Selain itu, pengembangan infrastruktur dan fasilitas wisata diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kami akan terus menggenjot program 100 hari kerja ini agar pariwisata di Lampung Selatan semakin maju dan buming, sehingga jumlah kunjungan wisatawannya akan meningkat dari tahun ke tahun,” pungkas Kurnia.(BDT-Yan/*/*/red).
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama jajaranya mengunjungi pasar Sidomulyo, pada Kamis (6/3/2025).
Dalam kunjungannya Bupati Radityo Egi Pratama didampingi oleh Kadis Pasar Hendra Jaya dan melakukan dialog dengan para pedagang yang ada dipasar tradisional ini.
Kepada para pedagang Egi Pratama menanyakan harga kebutuhan pokok dan harga harga lainya. Tak lupa bupati yang cukup tenar ini juga melihat kondisi pasar yang berada didua Desa ini yakni Des Sidorejo dan desa Sidodadi.
Salah satu pedagang pakaian Handayani (35) menyampaikan kondisi pasar yang sepi pengunjung atau pembeli pada akhir-akhir ini. Selain itu berdirinya toko-toko besar disepanjang jalan Kecamatan Sidomulyo juga turut ambil bagian atas sepinya pengunjung kepasar, ” kata Handayani menyampaikan keluhannya kepada bupati.
”Salah satu engganya pengunjung datang kepasar Sidomulyo adalah lokasi yang tidak teratur/tidak tertata rapih juga kurang bersih, sehingga warga masyarakat enggan untuk berkunjung, ”
Selain itu adanya pungutan parkir juga menjadi penyebab para pengunjung datang kepasar ini. Oleh karena itu untuk meningkatkan pengunjung kepasar Sidomulyo adalah penataan lokasi pasar yang sesuai dengan jenis dagangannya. Kebersihanya ditingkatkan juga parkir tidak dipungut biaya alias gratis.
Coba kalo penataan pedagang rapih, kondisi pasar bersih dan kendaraan pengunjung tidak diminta biaya (Gratis) insyaallah pengunjungnya akan meningkat. Para pedagang semakin bergairah untuk berniaga dipasar Sidomulyo ini, ” tuturnya.
Ditempat yang sama, saat media ini mewawancarai kepada Bupati Lamsel Raditya Egi Pratama tentang rencana menggratiskan pungutan uang parkir dipasar Sidomulyo. Berdasarkan keluhan para pedagang bahwa akhir-akhir ini kondisi pasar Sidomulyo sepi pengunjung, sehingga para pedagang semakin menurun pendapatanya karena sepi pembeli.
Menurut para pedagang bahwa salah satu penyebabnya adalah berdirinya toko-toko besar yang ada disepanjang jalan raya Sidomulyo, sehingga warga masyarakat banyak beralih berkunjung ketoko-toko besar itu. Salah satu pembeda yakni toko-toko besar tersebut tempatnya rapih dan bersih dan pengunjung tidak dipungut biaya parkir,” kata bupati Lamsel ini.
Oleh karena itu salah satu hal yang harus dilakukan agar pengunjung kepasar Sidomulyo ini ramai adalah penataan pedagang sesuai dengan dagangannya, peningkatan kebersihan pasar dan bebas biaya parkir (Gratis).
Insyaallah dengan beberapa hal itu dilakukan pengunjung pasar Sidomulyo meningkat dan pedagang juga meningkat pendapatanya.
Egi Pratama juga mengatakan bahwa pihaknya tidak peduli bahwa restribusi Parkir tersebut merupakan pendapatan Asli Daerah (PAD), asalkan pengunjung pasar ramai, pedagang meningkat pendapatanya ” Gap apa-apa digratiskan parkir kendaraan pengunjung pasar walaupun itu masuk PAD, asalakan pengunjung pasar ramai dan pedagang meningkat pendapatanya, kan masih banyak PAD lainya,” ungkap Radityo Egi Pratama kembali (BDT KTN/*/red)
Wakil Bupati Lampung Selatan, M Syaiful Anwar menghadiri Grand Launching Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD) dan Monitoring Center for Prevention (MCP) Tahun 2025 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Acara yang diinisiasi oleh KPK bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting, diikuti kepala daerah seluruh Indonesia, pada Rabu (5/3/2025).
Adapun kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan daerah agar semakin baik dan untuk percepatan terwujudnya ekosistem pencegahan anti korupsi.
Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Sang Made Mahendra Jaya menyampaikan, mencermati data KPK sejak tahun 2004 hingga 2024, KPK paling banyak menangani kasus korupsi yang terjadi di pemerintahan daerah.
Menurut Sang Made Mahendra Jaya, data tersebut memberikan gambaran kepada kita bahwa tata kelola di pemerintahan daerah masih belum sepenuhnya terlaksana dengan baik
“Melalui Grand Launching program MCP ini, selain untuk mewujudkan ekosistem pencegahan anti korupsi, juga diharapkan sebagain bagian evaluasi perbaikan untuk peningkatan sekaligus mewujudkan ekosistem pencegahan anti korupsi,” ujar Sang Made Mahendra.
Sang Made Mahendra juga mengingatkan, kepada Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di pemerintahan daerah, agar dalam bekerja untuk tidak merasa sendirian.
Dirinya menekankan, kepada inspektur daerah bahwasanya hal ini penting. Mengingat keberadaan APIP sangat strategis untuk memastikan terlaksananya tata kelola pemerintahan daerah yang baik dan benar mencegah terjadinya korupsi untuk mempercepat pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Semakin cepat suatu persoalan diketahui, terdeteksi kemudian dapat dilakukan mitigasi, menjadikan semakin cepat dapat ambil langkah-langkah perbaikan agar tidak menjadi persoalan,” kata Sang Made Mahendra.
Selain itu, dirinya juga berharap, APIP di pemerintahan daerah untuk semakin profesional, menjaga integritas agar kontribusi APIP semakin dirasakan dalam menghadirkan pemerintahan daerah yang bersih dan bebas dari korupsi. “Seluruh daerah agar meningkatkan kepatuhannya sebagai perwujudan amanah peraturan yang wajib dilaksanakan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah,” imbuhnya. (Nsy/*/red)
Sidang Paripurna Istimewa DPRD kabupaten Lampung Selatan Dalam rangka mendengarkan sambutan pidato Bupati Lampung Selatan Radityo Egy Pratama pasca di Lantik Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, pidato yang disaksikan dan disimak oleh anggota DPRD, Forkopinda, Pejabat Teras Lamsel, ketua Orpol, Tokoh Agama, Organisasi Keagamaan, Tokoh adat, Ormas, OKP. (Poto: damara)
KALIANDA, (Lampungpro.co):
DPRD Kabupaten Lampung Selatan mengelar sidang Paripurna perdana dapam agenda mendengarkan pidato Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama di ruang Paripurna DPRD setempat pada Rabu, (5/2/2025) pukul 10.00 WIB.
Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Lampung Selatan yang di awali dengan acara tari tarian yang dipersembahkan oleh Sanggar Tari asuhan TP PKK Kecamatan Kalianda, lalu di buka secara resmi oleh Ketua DPRD Erma Yusneli dan di saksikan oleh 3 wakil Ketua, dihadiri oleh Wakil Bupati Lampung Selatan M Syaiful Anwar, PJ Sekda Intji Indriati, Forkopimda, pejabat teras Pemkab Lamsel, Pengurus PKK, GOW, tokoh adat 5 Marga, tokoh agama, organisasi Islam (NU, Muhammadiyah, LDII), Tokoh Pemuda, OKP, Ormas se- Kabupaten Lampung Selatan.
Dalam sambutannya Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengucapkan banyak terima kasih kepada semua komponen yang telah mendukung atas terselenggaranya paripurna tersebut. “Alhamdulillah pada tanggal 20 Februari 2025 lalu saya dan Bapak Syaiful Anwar telah dilantik secara serentak se-Indonesia oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto yang kemudian dilanjutkan dengan serah terima jabatan yang diselenggarakan oleh pemerintah Provinsi Lampung pada hari yang sama,” jelas Radityo.
Menurutnya hal tersebut menggambarkan sinergitas dan kolaboratif antar pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi dapat berjalan dengan baik. selain itu, guna meningkatkan Sinergitas dan Kolaboratif antara Pemerintah Daerah dan Pusat serta menambah Pengetahuan dan menyamakan Persepsi tentang tata negara dan perencanaan yang berkesinambungan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah daerah, maka kami mengikuti Retreat Orientasi Kepemimpinan di Akademi Militer Magelang dari tanggal 21-28 Februari 2025.
Dalam Orientasi Kepemimpinan tersebut kami mendapat peningkatan Kapasitas pengetahuan untuk bagaimana menjadi seorang Kepala Daerah dan bagaimana meningkatkan kolaborasi antar kepala daerah serta mendapatkan pemahaman tentang 8 Program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, sehingga Asta Cita Presiden tersebut dapat diselaraskan dengan visi misi Kabupaten Lampung Selatan.
Selanjutnya berpedoman dari Asta Cita tersebut dan agar adanya keselarasan antara Program Pemerintah Pusat dan daerah kami telah menyusun Visi dan Misi Kabupaten Lampung Selatan, dimana VISI Kabupaten Lampung Selatan yang akan tertuang dalam RPJMD 2025-2030, yaitu; “Mewujudkan Lampung Selatan Maju Menuju Indonesia Emas 2045”.
Visi ini akan diperkuat dengan MISI Kabupaten Lampung Selatan yakni; “Mewujudkan Pembangunan Daerah Melalui 7 (Tujuh) Misi (PITU VISTA) Pembangunan Daerah”, yaitu;
Mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab berdasarkan Falsafah Pancasila; Mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum dengan aman dan damai; Mewujudkan tata kelola pemerintahan dengan prinsip-prinsip good governance; Memajukan dan memperkuat sumber daya manusia (SDM) secara berkelanjutan; Mewujudkan pemerataan pembangunan dengan berkeadilan dan berkelanjutan;
Mewujudkan Kabupaten Lanmpung Selatan sebagai wilayah pantai dan pegunungan yang maju; Mewujudkan Kabupaten Lampung Selatan berperan aktif dalam pergaulan antar daerah dan nasional.
Dari misi tujuh vista tersebut akan kami tuangkan ke dalam program- program yang terkonsentrasi pada peningkatan Infrastruktur, Peningkatan Pelayanan Publik, Peningkatan Pariwisata, Peningkatan Investasi dan UMKM, Peningkatan Ketahanan Pangan, Peningkatan di bidang Kesehatan dan Pendidikan serta kemudahan Lapangan Pekerjaan.
Bupati Radytio Egi Pratama menyatakan bahwa dalam mensukseskan Visi dan Misi Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2025-2030, pihaknya juga memiliki Rumusan yakni “Bissmillah BISA”.
“Yang dapat kami uraikan sebagai berikut : Berkolaboratif, Inovatif, Sehat dan Adaptif. Selain itu kami memiliki 3 Kunci sukses yang harus diterapkan pada program-program kerja yang ada di Kabupaten Lampung Selatan, yaitu :
Impactful (Berdampak Langsung) Sustainable (Berkelanjutan) Agile (Kecepatan Respon) Dan saya pastikan semua variable ini ada di setiap proses perencanaan, penyusunan Anggaran, penatausahaan, pelaporan dalam pelaksanaan program dan kegiatan yang akan kami jalankan kedepannya.
Kepada semua pihak Radityo Egi Pratama mengajak untuk berkolaborasi dan berperan aktif dalam pembangunan di kabupaten Lampung Selatan. “Mari kita bekerjasama dalam Menyusun Rencana Pembangunan jangka Menengah Daerah Tahun 2025-2030, dimana jika sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Perda RPJMD harus telah ditetapkan paling lambat 6 bulan setelah Kepala daerah di lantik.
“Saya juga mengajak kepada kita semua untuk bersatu membangun “Bumi Khagom Mufakat” yang kita cintai ini. Mari bersama kita berupaya melaksanakan pembangunan menuju arah yang lebih baik sebagai perwujudan harapan dan keinginan masyarakat Kabupaten Lampung Selatan. Bersama-sama berkomitmen, menyatukan tekad, menguatkan semangat, untuk mewujudkan harapan dan cita-cita mulia, menjadikan Lampung Selatan sebagai Kabupaten yang kompeten. Mari kita gali semua potensi dan sumberdaya yang ada untuk selanjutnya dapat dimanfaatkan seluas-luasnya untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. “Layar sudah terkembang, Kemudi sudah terpasang, mari kita berlayar bersama menuju Lampung Selatan Maju. “Ki mak ganta kapan lagi, ki mak kham sapa lagi” pungkasnya.(*/Red)
Polda Lampung bersama Polres dan ajaran menggelar Operasi Cempaka Krakatau 2025, yang telah dimulai pada, Senin (3/3/2025).
Operasi ini bertujuan untuk menekan berbagai bentuk penyakit masyarakat, seperti premanisme, kejahatan jalanan, perjudian, serta peredaran minuman keras.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menegaskan bahwa operasi ini akan berlangsung selama 14 hari hingga 16 Maret 2025, dengan fokus pada wilayah-wilayah rawan tindak kriminal. “Operasi Cempaka Krakatau 2025 ini menjadi komitmen kami dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif, terutama di bulan suci Ramadan. Kami akan menindak tegas berbagai bentuk gangguan kamtibmas yang meresahkan masyarakat,” ujar Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, Selasa (4/3/2025).
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa operasi ini juga merupakan bagian dari strategi pencegahan dan penindakan terhadap pelaku kejahatan yang sering beraksi di jalanan. “Kami akan menertibkan premanisme, aksi kriminalitas di jalan, serta perjudian yang kerap menjadi sumber konflik sosial. Masyarakat diharapkan ikut berperan aktif dengan melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan,” tambahnya.
Polda Lampung juga menekankan pentingnya kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat untuk mendukung keberhasilan operasi ini. “Kami mengimbau kepada seluruh warga Lampung agar tetap waspada, tidak ragu melapor ke kepolisian jika menemukan tindakan kriminal, serta menghindari aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan,” kata Yuyun.
Ia juga menegaskan bahwa aparat kepolisian akan bekerja maksimal guna menciptakan kondisi yang aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya selama Ramadan. “Bulan Ramadan adalah waktu untuk beribadah dengan khusyuk. Kami ingin memastikan situasi tetap kondusif, sehingga masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan tenang dan nyaman,” tutupnya.
Dengan adanya Operasi Cempaka Krakatau 2025, diharapkan angka kriminalitas di Lampung dapat ditekan, serta memberikan efek jera bagi para pelaku kejahatan.
Masyarakat diimbau untuk selalu menjaga keamanan lingkungan dan menjalin komunikasi yang baik dengan aparat kepolisian.(*/*/red)
*Bulan Ramadan Aman, Polda Lampung Gelar Operasi Cempaka Krakatau 2025*
Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama dan Muhammad Syaiful Anwar (Egi-Syaiful) mendapat penyambutan prosesi adat Saibain Lima Marga Lampung Selatan saat tiba di kantor bupati setempat, Senin (3/3/2025).
Prosesi penyambutan yang penuh kearifan lokal menandai awal perjalanan kepemimpinan keduanya di kabupaten berjuluk bumi Khagom Mufakat. Selain prosesi adat, kedatangan Egi-Syaiful juga dimeriahkan dengan persembahan Marching Band dari SMP N 1 Kalianda.
Pangeran Marga Katibung, Suhunan Sampurna Jaya, mengungkapkan penyambutan dengan adat sai batin tersebut merupakan bentuk doa, dukungan dan penerimaan dari masyarakat, terhadap kepemimpinan baru di Kabupaten Lampung Selatan.
“Seorang tokoh adat turut serta menghantarkan bapak bupati dan wakil bupati yang akan memimpin Lampung Selatan. Kami telah menghantarkan bapak di ruangan yang sangat luar biasa, ini merupakan rumah masyarakat Lampung Selatan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Pangeran Suhunan Sampurna Jaya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menguatkan visi dan misi dalam membangun daerah. Dirinya yakin dengan kebersamaan yang kuat, Lampung Selatan akan maju di era kepemimpinan Egi-Syaiful.
“Ayo kita duduk sama-sama. Saya mengajak seluruh lapisan untuk mendukung apa yang menjadi program Bupati Lampung Selatan. Terima kasih telah dilibatkan, ini merupakan pintu sejarah bagi kami menghantarkan bupati Lampung Selatan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan rasa terima kasih atas penyambutan yang begitu hangat dari para tokoh adat.
“Para pangeran, semuanya, terima kasih banyak atas sambutannya. Saya harap sinergitas kita kedepan lebih baik untuk membangun Lampung Selatan,” kata Radityo Egi Pratama gelar Adok Khadin Sampurna Jaya, karena asli dari Marga Dantaran ini.
Lebih lanjut Egi menyampaikan, bahwa nilai-nilai adat dan budaya harus terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas daerah. Oleh karenanya, dia meminta kepada seluruh stakeholder terkait untuk meningkatkan sinergitas dalam semua sektor, terutama sektor pariwisata yang merupakan salah satu program Egi-Syaiful. “Kebudayaan perlu kita jaga dan lestarikan, tapi perlu dikemas dengan lebih kekinian. Sehingga kalau wisatawan datang, bukan hanya menikmati pariwisata tetapi juga kebudayaannya,” kata Radityo Egi Pratama. (red)
Hari pertama kerja, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, bersama Wakil Bupati Muhammad Syaiful Anwar, melakukan inspeksi ke Pasar Natar, Kecamatan Natar, pada Senin (3/3/2025).
Saat inspeksi ke Pasar Natar, Egi-Syaiful nampak didampingi Forkopimda Lampung Selatan, Pj. Sekda Lampung Selatan, Inrji Indriati, serta kepala perangkat daerah lainnya.
Kunjungan kerja yang bertujuan untuk memastikan ketersediaan stok bahan pokok serta meninjau kestabilan harga di bulan Ramadan ini, dilakukan pada hari pertama kerja setelah mengikuti kegiatan retreat kepemimpinan selama sepekan di Magelang.
Radityo Egi Pratama menegaskan, bahwa pemerintah daerah terus berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
“Hari ini saya ingin memastikan sendiri bahwa stok pangan di Pasar Natar aman dan harga-harga tidak mengalami lonjakan yang signifikan,” ujar Radityo Egi Pratama.
Dalam inspeksi ke Pasar Natar tersebut, bupati berdialog dengan sejumlah pedagang dan pembeli. Beberapa pedagang menyampaikan bahwa harga sejumlah komoditas seperti beras, minyak goreng, dan daging masih dalam batas wajar.
Namun, ada kenaikan harga pada komoditas tertentu seperti cabai dan bawang merah, serta daging. “Kalau daging memang dari awal ramadan sudah mengalami kenaikan, tapi nggak jauh. Sekarang masih di harga Rp125 ribu,” ungkap salah satu pedagang.
Selain untuk memastikan stok dan harga pangan, Radityo Egi juga memanfaatkan kunjungan ini untuk menyapa warga dan mendengarkan langsung aspirasi mereka.
Ditempat lain, Bupati Lampung Selatan Radytio Egi Pratama dan Wakil Bupati Lampung Selatan M Syaiful Anwar menyempatkan kunjungi kantor camat Natar, selain melihat kegiatan para staf kantor, bupati juga melihat Fasilitas pelayanan yang ada di kantor Camat Natar. (ptm/*/red)