Kamis, Maret 12, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 100

Pers Polres Lampung Selatan, Harus Paham Ilmu Jurnalistik

0

KALIANDA, (Ltc):

Polres Lampung Selatan melaksanakan kegiatan peningkatan kemampuan jurnalistik Personilnya guna mendukung managemen media, yang berlangsung di aula Mapolres Lampung Selatan pada Selasa (14/03/2023) pukul 09.00 WIB.

Hadir dalam kegiatan itu, personal dari Polres, Kapolsek dan Bhabinkamtibmas. ” Dengan kehadiran personil Polres, Polsek, dan Bhabinkamtibmas ini diharapkan dapat menunjang meningkatkan kemampuan personil kami khususnya dibidang jurnalistik, dimana kami menyadari keterbatasan kemampuan kami,” ungkap Kompol Sukamso saat menyambut tim dari Bid Humas Polda Lampung.

Untuk memberikan pembekalan jurnalistik kali ini dari Bid Humas Polda Lampung yang di Pimpin oleh Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Lampung AKBP Rahmad Hidayat menyertakan dua pemateri dari media yakni Amirudin Somir dari Lampungpro.co dan Cepu Supriyanto dari Guetilang.com.

“dahulu kami dari Bid Humas mengundang masing–masing humas polres jajaran untuk diberikan pelatihan, namun kali ini kami melakukan pola terbalik mendatangi polres–polres jajaran dengan harapan ilmu jurnalistik  ini bisa sampai pada personil di polsek polsek jajaran” terang Kasubbid Penmas AKBP Rahmad Hidayat dalam pembukaannya.

Adanya gangguan kamtibmas melalui beredarnya berita hoax, ujaran kebencian dan kejahatan melalui media sosial yang merupakan tugas polri diharapkan kedepannya dapat dilawan dan dicegah dengan ilmu-ilmu jurnalistik melalui media internet dan media sosial. “maraknya berita hoax, ujaran kebencian dan penipuan di media sosial yang marak dimasyarakat kita yang sering menimbulkan keresahan, ini bukan saja masalah polisi namun juga adalah masalah para jurnalis,” ungkap  Amirudin dengan tegas dihadapan Kapolsek dan Bhabinkamtibmas.

“untuk melawan ketiga hal ini, hoax, ujaran kebencian dan penipuan di dunia maya tidak lain dan tidak bukan adalah ilmu jurnalistik, ini adalah masalah kita bersama yang kita lawan dengan dengan ilmu jurnalistik juga,” terang Amirudin melanjutkan materinya.

“kita dalam kehidupan sehari–hari bermedia sosial sudah memiliki basic dari civil journalism, namun kita harus memperbaiki metode penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalis, sehingga personil polri dilapagan dapat meng-upload informasi dan kegiatan kegiatan di masyarakat di dunia maya dengan baik,” tutup Amir dan selanjutnya di lanjutkan dengan materi disampaikan oleh Cepu Supriyanto dalam materinya yang bertemakan civil journalism hingga akhirnya berlangsung dialog dan tanya jawab.(rilis PolresLs/*/red)

Kominfo Lampung Selatan Bahas Perbub Tentang SPBE

0

KALIANDA, (Ltc):

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lampung Selatan menggelar rapat terkait Kaji Ulang Kesesuaian Materi Peraturan Bupati Tahun 2022 tentang Tata Kelola Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE).

Rapat bersama Tim Koordinasi SPBE yang digelar di ruang Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Lampung Selatan, Selasa (14/3023), dipimpin Staf Ahli Bupati Bidang Keuangan Samsiah didampingi Kepala Diskominfo Kabupaten Lampung Selatan Anasrullah.

Selain itu, rapat diikuti juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aryan Sahurian dan jajaran, Kabag Organisasi Yudistira, Bagian Hukum, Kepala Bidang SPBE Diskominfo Lampung Selatan serta beberapa organisasi perangkat daerah lainnya.

Kepala Dinas Kominfo Lampung Selatan Anasrullah mengatakan, digelarnya rapat tersebut untuk membahas perubahan Peraturan Bupati (Perbup) Lampung Selatan No 20 Tahun 2022.

“Dalam Perbup itu terdapat 10 poin yang perlu disesuaikan kembali dalam upaya mendongkrak penilaian indeks SPBE. Tadi sudah dibahas secara detail dan sudah clear. Jika sudah diperbaiki tahapan selanjutnya akan ditandatangani oleh Bupati Lampung Selatan,” ujar Anasrullah.

Lebih lanjut Anasrullah menyampaikan, berdasarkan Keputusan Permenpan RB Nomor 108 Tahun 2023 tentang Hasil Evaluasi SPBE Kabupaten Lampung Selatan pada Tahun 2022 mendapatkan Indeks SPBE yang masih memiliki predikat “kurang”.

Oleh karena itu lanjut Anasrullah, pihaknya telah melakukan beberapa strategi dalam rangka peningkatan indeks SPBE yang diantaranya membentuk Tim Internal dari Diskominfo setempat.

“Jadi pekerjaan SPBE ini bukan hanya pekerjaan di satu bidang saja. Namun semua bidang juga harus mendukung dalam meningkatkan indeks SPBE. Dan Tim-nya sudah kita bentuk, Alhamdulillah semua teman-teman juga mensupport,” kata Anasrullah.

Anasrullah menambahkan, strategi selanjutnya yaitu, pihaknya bersama Tim sudah bertemu dengan Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan (LAIP) Kemkominfo, Bambang Dwi Anggono dalam upaya mendapatkan Pusat Data Nasional berserta dengan aplikasi dan user id.

“Setelah dari Kementerian Kominfo, kita juga berkoordinasi dengan Diskominfotik Provinsi Lampung berserta Tenaga Ahli SPBE yang membahas 47 indikator indeks SPBE,” katanya.

Bahkan, sebagai upaya mendongkrak indeks SPBE, Anasrullah bersama dan Tim Koordinasi SPBE juga telah melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) tentang penggunaan sertifikat elektronik.

Anasrullah berharap dengan telah dilaluinya beberapa tahapan dalam peningkatan indeks SPBE itu, indeks SPBE Kabupaten Lampung Selatan nantinya mendapatkan predikat yang lebih baik.

“Kami Tim Internal Diskominfo bersama-sama perangkat daerah lainnya akan bekerjasama secara maksimal. Kita duduk bersama mencari solusi untuk kita selesaikan agar Kabupaten Lampung mendapatkan nilai indeks SPBE yang terbaik,” kata Ansrullah mengakhiri. (lmhr/*/red)

Menciptakan Generasi Muda Yang Menguasai Agama, Pemkab Lampung Selatan Selenggarakan Lomba Da’i

0

KALIANDA, (Ltc):

Sebanyak 62 peserta dari 17 kecamatan se-Kabupaten Lampung Selatan mengikuti Lomba Dai yang diadakan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di Aula Krakatau, kantor bupati setempat, pada Selasa (14/3/2023).

Dalam lomba dai tersebut, para peserta yang tampil diberikan waktu selama 6 menit untuk menampilkan aksinya dengan mengangkat tema “Merangkai Kerukunan Umat Beragama Dalam Bingkai Kebhinekaan”. Karena banyaknya peserta, lomba pun digelar hingga larut malam.

Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kemasyarakatan Yespi Cory mengatakan, ajang Lomba Dai tersebut merupakan salah satu upaya untuk menciptakan dan mewujudkan generasi muda yang memiliki kemampuan serta pehamaman tentang agama yang baik.

“Melalui momentum Lomba Dai ini hendaknya dapat kita jadikan sebagai sarana untuk memasyarakatkan nilai dan syiar agama Islam dalam upaya meningkatkan penghayatan ajaran Islam serta mensyiarkan dakwah Islam guna mewujudkan generasi milenial yang berakhlakul karimah,” kata Yespi Cory saat membuka kegiatan tersebut.

Lebih lanjut Yespi Cory menyampaikan, pada era globalisasi, modernisasi dan teknologi yang semakin maju sekarang ini, mempermudah kehidupan manusia. Akan tetapi disisi lain dapat mendegradasi nilai-nilai rohaniah. Dimana, yang namanya globalisasi seperti pedang bermata dua, bisa jadi postif dan disisi lain bisa jadi negatif.

“Oleh karena itu, kita sebagai  dai  tidak hanya berdakwah dengan ucapan dan perbuatan, akan tetapi harus mampu mengikuti perkembangan teknologi komunikasi dan informasi sesuai perkembangan zaman. Kita hendaknya tidak menutup diri dalam memanfaatkan globalisasi, digitalisasi dan perkembangan teknologi untuk melaksanakan syariat Islam,” imbuhnya.

Yespi Cory berharap, dengan kegiatan Lomba Dai tersebut dapat lebih dimaknai sebagai ajang untuk meningkatkan kualitas hubungan sosial dan silaturahmi, serta untuk saling menimba ilmu satu dengan yang lainnya.

“Dengan cara pandang seperti itu, diakhir lomba, baik yang kalah maupun yang menang dapat tetap saling tersenyum dan dapat duduk bersama sebagai keluarga,” katanya. (ptm/Nsy/*/red)

Nanang Ermanto Tinjau Persiapan Peresmian “Grand Launching” Mal Pelayanan Publik Kabupaten Lampung

0

KALIANDA, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan Hi Nanang Ermanto didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Thamrin beserta sejumlah Kepala OPD terkait mengunjungi Mal Pelayanan Publik (MPP), pada Senin (13/3/2023).

Kunjungan itu dalam rangka persiapan peresmian atau grand launching Mal Pelayanan Publik Kabupaten Lampung Selatan yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Maret ini.

Sembari melakukan peninjauan, Nanang Ermanto menyarakankan agar disekitar pepohonan yang berada di halaman MPP dilengkapi dengan kursi taman.

Dengan begitu kata Nanang, masyarakat yang sedang mengurus administrasi pelayanan di MPP dapat lebih nyaman. Sambil menunggu, mereka bisa duduk disekitaran taman, apalagi rencananya MPP Lampung Selatan juga akan dilengkapi dengan foodcourt. “Ini dikasih kursi, jadi orang menunggu kan bisa duduk-duduk dia disini (taman). Untuk variasinya dikasih meja, sambil nunggu bisa sambil makan. Dikasih kursi keliling pohon ini,” ujar Nanang sambil berkeliling melakukan peninjauan di MPP Lampung Selatan.

Menurut Nanang, selain memberikan pelayanan yang prima, pelayanan MPP Kabupaten Lampung Selatan juga harus dilengkapi dengan kenyamanan lokasi pelayanan.

Dirinya berharap, dengan telah terpenuhinya faktor kenyamanan dan keamanan tersebut, MPP dapat beroperasi dengan maksimal sebagai tempat pelayanan publik untuk masyarakat yang ada di Kabupaten Lampung Selatan. “Dibagian dalam pelayanan administrasi, tapi diluar juga harus nyaman. Tanaman yang sesuai rencana gambar awal itu mulai ditanam saja. Pelayanan juga harus nyaman. Karena itu termasuk kepuasan masyarakat,” kata Nanang. (ptm/*/red)

Nanang Ermanto Menyambut Baik Entry Meeting BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung

0

KALIANDA, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan Hi Nanang Ermanto menyambut baik entry meeting Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Lampung.

Kedatangan Tim BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung yang dipimpin Edo Rodholphi selaku Ketua Tim itu, dalam rangka melakukan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan Tahun Anggaran 2022.

Turut hadir juga, Nurul Fajriah, Andre Mirfen, Meriska Erawati, Akhmed Hassemi Rafsanjani, Adella Ayu Pinasthi dan Arief Adkha Santoso selaku anggota dari Tim Pemeriksa BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung.

Pertemuan yang berlangsung di ruang konferensi video, rumah dinas Bupati Lampung Selatan, pada Senin (13/03/2023), turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Thamrin, beserta jajaran pejabat utama dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Lampung Selatan.

Ketua Tim Pemeriksa BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung Edo Rodholphi mengungkapkan, tujuan dari pemeriksaan tersebut adalah sebagai dasar dalam memberikan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), atas LKPD Tahun Anggaran 2022 yang telah disusun pemerintah daerah.

Edo Rodholphi menyampaikan, Tim BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung akan melaksanakan pemeriksaan terinci selama 28 hari kedepan. Setelah, sebelumnya Pemkab Lampung Selatan menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited.

“Pemeriksaan akan dilaksanakan mulai tanggal 13 Maret 2023 di Kabupaten Lampung Selatan. Kemudian, dilanjutkan di kantor Bandar Lampung. Tujuan untuk memberikan Opini atas WTP Keuangan berdasarkan standar keuangan negara,” kata Edo Rodholphi.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lampung Selatan Hi Nanang Ermanto menyambut baik dan mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Tim Pemeriksa BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung. “Saya menyambut baik kedatangan Tim BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung di Kabupaten Lampung Selatan,” ujar Nanang Ermanto.

Nanang menyatakan, pihaknya siap bekerja sama dengan baik. Nanang juga menegaskan kepada jajaran pemerintah daerah untuk patuh dan bekerja sesuai dengan aturan yang ada.

“Saya juga sudah katakan kepada pak Sekda untuk bagaimana menyiapkan data-data yang dibutuhkan Tim BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung. Kami juga mohon masukan dari Tim BPK. Sehingga kami bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ada,” kata Nanang. (ptm/*/red)

TPAKD Lampung Selatan Perluas Akses keuangan Masyarakat, Demi Peningkatan Kesejahteraan

0

KALIANDA, (Ltc):

Upaya perluasan akses keuangan masyarakat terus menjadi prioritas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Lampung Selatan. Sebab, akses keuangan sangat erat kaitannya dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi TPAKD Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2023 bersama dengan Tim Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berlangsung di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, pada Jumat (10/03/2023).

Perluasan akses keuangan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari pinjaman dana usaha dari bank untuk pelaku UMKM, pembentukan Komunitas Pasar Modal, serta Desa Inklusi.

Kepala BPKAD Lampung Selatan Wahidin Amin mengungkapkan, perluasan akses keuangan masyarakat di daerah menjadi salah aatu strategi, yang bisa mendorong perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan UMKM, pengembangan ekonomi daerah dan penguatan sektor ekonomi prioritas.

Dengan lebih terbukanya akses keuangan bagi masyarakat di daerah maka diharapkan dapat tercipta pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, partisipatif dan inklusif. “Akses keuangan merupakan salah satu kunci pendorong pertumbuhan perekonomian, khususnya di daerah. Kenapa dimulai dari daerah? Karena perluasan akses keuangan perlu dilakukan tidak hanya pada tingkat Nasional, namun hingga tingkat daerah sesuai dengan Nawacita Presiden RI,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengawas Pasar Modal dan Industri Keuangan Non Bank dan EPK OJK RI Tri Reswati menjelaskan, mengenai akses keuangan, seperti peningkatan kompetensi model bisnis dan kewirausahaan UMKM.

Kemudian, peningkatan model usaha dan pengembangan bisnis UMKM, pengembangan dan optimalisasi potensi unggulan daerah serta penyerapan tenaga kerja di daerah dan peningkatan daya beli masyarakat. “Guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan percepatan inklusi keuangan di daerah serta pelaksanaan TPAKD, sebagai komitmen dan sinergi dengan para pemangku kepentingan dalam mendukung implementasi program perluasan akses keuangan melalui TPAKD,” jelasnya.

Tri Reswati juga menjelaskan, strategi-strategi ataupun rencana aksi yang dapat digunakan untuk memperluas akses keuangan di daerah dengan 4 misi didalamnya, yaitu memperkuat infrastruktur dan peningkatan titik akses keuangan di daerah. “Kemudian, memastikan keberlanjutan TPAKD untuk jangka panjang, memperkuat kapasitas anggota TPAKD dan peningkatan kinerja TPAKD serta mendukung pencapaian target literasi dan inklusi keuangan,” kata Tri Reswati. (ptm/*/red).

Bupati Nanang Ermanto Sampaikan LKPD 2022 Ke BPK RI Perwakilan Lampung

0

BANDAR LAMPUNG, (Ltc):

Bupati Lampung Selatan Hi Nanang Ermanto menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited Tahun Anggaran 2022 Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan kepada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Lampung.

LKPD Unaudited tersebut diserahkan Bupati Lampung selatan Hi Nanang Ermanto kepada Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung Yusnadewi di lantai II Ruang Rapat BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung, Bandar Lampung, pada Kamis (9/2/2023).

Turut hadir mendampingi Bupati Lampung Selatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Thamrin, S.Sos., M.M., Asisten Bidang Administrasi Umum Badruzzaman, Inspektur Kabupaten Anton Carmana serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait.

Nanang berharap, LKPD yang telah disusun tersebut mendapatkan koreksi dan masukan dari Tim BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung. Sehingga nantinya, dapat dilakukan perbaikan dalam rangka penyempurnaan laporan keuangan.

Dengan telah diserahkannya LKPD Unaudited Tahun Anggaran 2022 tersebut, diharapkan pula Kabupaten Lampung Selatan dapat kembali memperoleh predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Tentunya kami menyadari masih terdapat banyak kekurangan dan kelemahan. Untuk itu, kami berharap koreksi dari Tim Pemeriksa BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung, agar kami dapat mengevaluasi dan mengetahui kelemahan dalam laporan keuangan yang kami susun,” ujarnya.

Nanang juga menyatakan, pihaknya akan mendukung penuh semua rangkaian pemeriksaan laporan keuangan yang dilakukan oleh Tim Pemeriksa BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung, dengan menyiapkan data-data yang diperlukan selama masa pemeriksaan.

“Saya juga telah memberikan arahan kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah agar menyusun LKPD dengan baik, kooperatif dan proaktif. Sehingga konsolidasi data tingkat kabupaten dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung Yusnadewi, mengapresiasi Kabupaten Lampung Selatan dan beberapa kabupaten/kota lainnya yang telah berhasil menyusun LKPD lebih cepat dari ketentuan perundang-undangan. “Ini adalah salah satu komitmen yang kami lihat bahwa kalau bisa menyusun lebih cepat, kami melihat sistemnya sudah baik. Jadi sekali lagi kami mengapresiasi dan semoga hasilnya nanti sesuai dengan indikasi yang saat ini kami lihat,” kata Yusnadewi.

Yusnadewi juga menyampaikan, Tim BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap LKPD Kabupaten Lampung Selatan pada tanggal 13 Maret 2023 mendatang. Sementara, penyerahan laporan hasil pemeriksaan akan dilaksanakan sekitar awal bulan Mei 2023. “Kita akan melakukan pemiksaan hari senin besok. Waktu 2 bulan sejak kami menerima LKPD untuk mengaudit hingga menyerahkan hasil pemeriksaan. Setelah dilakukannya permeriksaan nanti, kami harap bukan hanya LKPD-nya saja yang mendapatkan Opini WTP, tetapi pengelolaan keuangan daerah juga menjadi efektif dan efisien,” ungkapnya. (ptm/*/red)

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan Gelar Musrenbang 2024

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menggelar Musrenbang dalam rangka menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2024 tingkat Kabupaten, pada Rabu (8/3/2023).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Rimau, Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lampung Selatan, dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Ir. Fahrizal Darminto yang ditandai dengan pemukulan gong.

Hadir juga dalam acara tersebut, Bupati beserta anggota Forkopimda Lampung Selatan, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Thamrin beserta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah, akademisi dan unsur masyarakat lainnya.

Pelaksanaan Musrenbang RKPD 2024 diawali dengan laporan penyelenggaraan yang disampaikan oleh Kepala Bappeda Kabupaten Lampung Selatan Aryan Sahurian.

Aryan Sahurian menjelaskan, beberapa program prioritas Musrenbang RKPD Kabupaten Lampung Selatan tahun 2024 diantaranya mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul, memantapkan pembangunan infrastruktur dasar yang berkelanjutan, meningkatkan penerimaan daerah dan investasi untuk membuka lapangan pekerjaan. “Kemudian program pioritas lainnya menghapuskan kemiskinan ekstrem secara terintegrasi melalui kolaborasi intervensi diberbagai sektor, meningkatkan tata kelola reformasi birokasi serta APBD yang fokus dan tepat sasaran serta mendukung pelaksanaan Pemilu dan Pilkada serentak,” kata Aryan Sahurian.

Sementara, dalam sambutannya Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto menyampaikan capaian kinerja yang selama ini telah diraih oleh Pemkab Lampung Selatan. Dimana, selama ini pemerintah daerah tengah berfokus pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Alhamdulillah, saya laporkan kami telah melaksanakan Musrenbang di 17 kecamatan, berjalan baik dan lancar. Kemudian, hari ini kita melakukan Musrenbang Kabupaten. Ini semua terlaksana berkat kebersamaan dan gotong royong seluruh elemen,” ujar Nanang.

Nanang juga menyampaikan, pembangunan kualitas generasi unggul dimulai dari gerakan Swasembada WC, Swasembada Gizi, Swasembada Sekolah, Bedah Rumah Tak Layak Huni serta beberapa porgram yang mengarah pada promosi pariwisata dan UMKM Lampung Selatan.

“Dalam hal ini kami telah menjalankan Swasembada Gizi sehingga stunting dari 16 persen saat turun menjadi 9 persen. Mudah-mudahan di tahun 2024 ini target kita zero stunting. Keseriusan kita, kolaborasi antara pihak swasta, pelaku usaha dan elemen masyarakat serta Forkopimda,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Nanang juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung yang telah memprioritaskan Lampung Selatan sebagai wilayah-wilayah pembangunan berskala nasional. Seperti, pembangunan Bakauheni Harbour City dan Sport Center.

“Mudah-mudahan ini merupakan suatu kemajuan daerah.  Maka saya selalu tekankan kepada seluruh jajaran bagaimana kita harus menjaga potensi alam yang ada. Potensi-potensi kekayaan di Lampung Selatan ini untuk terus dikembangkan dan selalu welcome terhadap investasi-investasi yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, mewakili Gubernur Lampung, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Ir. Fahrizal Darminto mengatakan, tujuan dari Musrenbang itu antara lain menghimpun seluruh pemikiran-pemikiran dan usulan-usulan masyarakat menjadi suatu program pembangunan.

“Ada beberapa indikator pembangunan yang akan saya ulas. Pertama mengenai pertumbuhan ekonomi meningkat, tingkat pengangguran dan kemiskinanan menurun, nilai perdagangan kita semakin baik, ekspor meningkat impor berkurang. Kemudian IPM kita juga sudah memasuki angka 7 sekian, semoga tiap tahunnya akan lebih baik lagi,” kata Fahrizal Darminto.

Fahrizal Darminto juga mengimbau, agar rencana program pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan agar selaras, saling bersinergi, saling mengisi, dan saling mendukung dengan pembangunan yang ada di Provinsi Lampung. “Pembangunan itu tidak akan berhasil jika kita berdiri sendiri. Kekuatan itu dengan bersinergi dan saling mengisi, saling mendukung maka kekuatan-kekuatan itu akan menjadi potensi yang besar. Kalau tidak ada keterpaduan maka kekuatan itu akan berserakan,” imbuhnya. (Ptm/Hy)

Tim Red Brother FC Tekuk PWI Lampung Selatan 5-1 Dalam Tanding Persahabatan

0

KALIANDA, (Ltc):

Laga Persahabatan Sepak Bola (Friendly Macth) Pemerintah kabupaten Lampung Selatan Kembali dilakukan Tim Red Brother FC, dimana kali ini berhadapan dengan PWI Lampung Selatan FC, pada Rabu Sore (8/3/2023) di Stadion Olahraga Jati Kalianda.

Pada laga tersebut Pemain inti Red Brother FC, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto tidak tampil, dan hanya duduk dibangku cadangan. dikarenakan kondisi yang kurang sehat.

Merujuk pada pertandingan babak pertama, permainan bagus di tunjukkan oleh Tim kesebelasan PWI Lamsel FC dengan tampil menyerang.

Duet terbaik ditampilkan oleh PWI Lamsel antara pemain Idho dan Wirahadikusuma. Berkali-kali menyerang namun belum juga membuahkan hasil, pertahanan yang kuat dan rapat dari Tim Red Brother FC belum juga bisa tertembus.

Tak mau larut pada pertahanan Red Brother mencoba membangun serangan, dan pada menit ke 13 akhirnya membuahkan hasil, Goal pertama disarangkan oleh Tatang Bernomor Punggung 20 di gawang PWI Lamsel FC. Skor 1 – 0 untuk Red Brother.

Pada serangan serlanjutnya, dengan membaca pergerakan lawan Tim PWI Lamsel FC memcoba menembus pertahanan Red Brother. Meski begitu sulit, melalui umpan tipu dan serangan cepat, akhirnya bola berhasil disarangkan di gawang red brother fc pada menit ke 22 melalui tendangan bernomor punggung 27 (Idho).

Dengan sekor imbang 1-1, kedua tim saling mencoba saling serang. umpan jauh dan pendek di terapkan demi merebut goal kembali. Namun, hingga akhir babak pertama skor tidak berubah. Tetap sama kuat 1 – 1.

Pada babak kedua, Terlihat jelah Tim PWI Lamsel FC sudah kehabisan tenaga. Memanfaatkan itu Red Brother, menyerang dnegan keras dan tanpa ampun. Hingga pada menit ke 57 Goal kembali terjadi yang dicetak pemain bernomor 20 (tatang). Skor berubah 2-1 untuk red brother.

Tak lama berselang terjadi goal kembali pada menit ke 68 melalui tendangan Saipul bernomor punggung 16, skor berubah 3-1.

2 menit setelahnya terjadi goal kembali melalu tendangan Rifki Bernomor punggung 5, yang membuat red brother unggul jauh atas PWI Lamsel FC 4-1.

mendekati akhir pertandingan Bibit Purwanto bernomor punggung 15 kembali menyarangkan bola digawang lawan, yang membuat red brother menang telak atas PWI Lamsel FC dengan skor akhir 5-1. (Kmf/*/red)

Tahun 2024 Kabupaten Lampung Selatan Zero Stunting.

0

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus berupaya melakukan percepatan penurunan stunting di Bumi Khagom Mufakat. Targetnya, pada tahun 2024 Kabupaten Lampung Selatan zero stunting.

Salah satu langkah untuk memastikan pelaksanaan konvergensi stunting yang terintegrasi dan berjalan dengan baik, Pemkab Lampung Selatan menggelar Rembuk Stunting Tahun 2023.

Rembuk Stunting yang digelar secara hybrid dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Thamrin, S.Sos., M.M. di Aula Rajabasa, kantor bupati setempat, pada Kamis (2/3/2023).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Lampung Selatan Aryan Sahurian mengatakan, persoalan stunting di daerah bukan hanya tanggung jawab salah satu perangkat daerah, akan tetapi menjadi tanggung jawab bersama. “Nanti akan ada komitmen percepatan penurunan stunting yang ditandatangani oleh bapak bupati, perwakilan DPRD, kepala desa, pimpinan perangkat daerah dan perwakilan sektor non pemerintah dan masyarakat serta beberapa sektor lainnya,” kata Aryan.

Sementara, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Thamrin menyampaikan, bahwa kegiatan Rembuk Stunting dilaksanakan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang “Percepatan Penurunan Stunting”.

Thamrin mengatakan, kegiatan Rembuk Stunting merupakan bagian dari 8 aksi konvergensi penurunan stunting di Kabupaten Lampung Selatan. Sebab, sejak tahun 2018 Kabupaten Lampung Selatan telah ditetapkan menjadi salah stau kabupaten lokus penanganan stunting. “Berkat kerja keras kita semua, Alhamdulillah penurunan stunting di Kabupaten Lampung Selatan menunjukkan progres yang menggembirakan,” ujar Thamrin menyampaikan sambutan Bupati Lampung Selatan.

Lebih lanjut Thamrin menyampaikan, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka prevalensi stunting di Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2019 sebesar 30,39%, dan mengalami penurunan pada tahun 2021 menjadi 16,3%.

“Pada tahun 2022 angka prevalensi stunting kita kembali turun menjadi 9,9%. Catatan angka prevalensi stunting ini jauh lebih rendah dibandingkan angka prevalensi stunting Provinsi Lampung, yaitu sebesar 15,2%,” kata Thamrin.

Thamrin menambahkan, dengan semangat gotong royong dan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting yang terus  dilakukan, pihaknya terus bertekad dan berkomitmen untuk menuntaskan masalah stunting dengan target 2024 Lampung Selatan zero stunting.

Untuk itu Thamrin berharap, agar upaya penanganan dan pencegahan stunting berjalan secara sinergi serta berkelanjutan, salah satunya yaitu melalui peningkatan kolaborasi berbagai stakeholder, mulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan sampai monitoring dan evaluasi.

“Tentunya kebijakan penanganan dan pencegahan stunting ini merupakan kegiatan bersama, dan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Akan tetapi juga memerlukan keterlibatan  semua pihak selaku pemangku kepentingan,” kata Thamrin mengakhiri. (ptm/nsy/*/red)