Senin, Maret 2, 2026
spot_img

Latest Posts

Pemkab, Bapenas, Polres Lamsel Pantau Langsung Harga Sembako Dipasar Inpres Kalianda

KALIANDA, (Ltc):

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Provinsi Lampung dan Satreskrim Polres Lampung Selatan melakukan pemantauan langsung harga bahan pokok di Pasar Inpres Kalianda, pada Senin (2/3/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Tim gabungan menyasar lapak-lapak pedagang sembako guna mengecek perkembangan harga sekaligus memantau potensi lonjakan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Pengawasan ini menjadi upaya preventif agar masyarakat tidak terbebani kenaikan harga yang tidak wajar di momen meningkatnya kebutuhan konsumsi.

Salah satu pedagang sembako, Mukirjo (62), mengungkapkan sejumlah komoditas mulai mengalami pergerakan harga. Cabai merah, misalnya, masih relatif stabil di angka Rp35 ribu per kilogram. Sementara cabai rawit justru mengalami penurunan dari Rp70 ribu menjadi Rp65 ribu per kilogram.

Di sisi lain, harga gula pasir putih tercatat naik dari Rp18 ribu menjadi Rp19 ribu per kilogram. Adapun bawang merah dan bawang putih masing-masing dijual Rp35 ribu per kilogram dan masih berada pada harga yang tetap.

“Kalau harga itu naik turun, sekarang naik besok bisa turun, tidak bisa diprediksi. Apalagi kalau bulan puasa begini,” ujar Mukirjo.

Ia memprediksi harga kebutuhan pokok berpotensi meningkat mendekati Lebaran, seiring naiknya permintaan pasar dan harga dari distributor. “Biasanya kalau mau Lebaran pasti naik, karena modal dari distributor juga naik,” tambahnya. Sementara itu, Kanit Tipidter Satreskrim Polres Lampung Selatan, Ipda Deni Ardiansyah, S.H., M.H., mengingatkan para pedagang agar mencatat secara rinci asal barang dan perusahaan pemasok. Langkah tersebut dinilai penting untuk memudahkan pengawasan dan pengendalian harga.

“Saya mengingatkan, tolong dipastikan belanja dari siapa, perusahaan apa, dicatat. Karena kita mau kontrol harganya. Masih Ramadan, supaya masyarakat tidak terbebani dengan harga yang mahal,” tegasnya.

Ia menambahkan, pencatatan yang jelas juga akan melindungi pedagang dari dugaan spekulasi harga apabila terjadi kenaikan signifikan.

“Kalau terjadi kenaikan signifikan tapi tidak tahu belanja dari mana, nanti seolah-olah pedagang yang menaikkan harga,” ujarnya.

Pemantauan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga serta memastikan masyarakat Kabupaten Lampung Selatan dapat menjalani Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran lonjakan harga bahan pokok. (ptm/*/red)

Latest Posts

Selamat dan Sukses

spot_imgspot_img

Selamat dan Sukses

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Populer Post

Space Iklan

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.